Sebagai seorang non-accountant yg mendeskripsikan Neraca, Neraca merupakan snapshot dari kondisi finansial sebuah company. Neraca terdiri dari 2 bagian, bagian aktiva dan pasiva, dari kedua bagia tersebut di bagia lagi masing-masing 2 bagian, bagian aktiva menjadi aktiva aktif (Current Asset) dan aktiva tetap (Fixed Asset), sedangkan bagian pasiva dibagi menjadi bagian Hutang (liabilities) dan Modal (ownership equity).
Sebuah company yg baru mulai usahanya, dalam mencatatkan ke Necara, flownya akan mulai dari bagian pasiva, company untuk memulai bisnis tentu akan memerlukan modal, kalau modal masih kurang akan ditambah dengan cara meminjam kekurangannya, oleh karena itu pencatatan akan dimulai di bagian Modal kemudian di bagian Hutang, setelah memiliki dana untuk memulai bisnis, company tentunya akan membelanjakan dana yg tersedia untuk belanja Asset tetap yg akan dicatat di bagian Fixed Asset, tentunya tidak semua dana yg ada dihabiskan semua untuk belanja Fixed Asset tentu disisakan untuk dana operasional yg akan dicatat di bagian Current Asset.
Prinsip keseimbangannya dari yg dideskripsikan di atas adalah Asset = Hutang + Modal.
Setelah memiliki Asset company akan mulai usahanya dan tentunya bertujuan untuk mendapatkan laba (profit), dalam tiap periode walaupun sekarang bisa realtime, pencatatan profit/loss disisi pasiva.
Prinsip keseimbangannya berikutnya adalah Asset (meningkat/turun) = Hutang + Modal + Laba/Rugi
Sumber : milis APICS-ID
Sunday, July 15, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Elang, eagle, tentunya sudah sangat familiar bagi kita. Ya, hewan karnivora yang termasuk kelas unggas. Unggas yang mampu terbang sangat ti...
-
Do you want to achieve financial freedom as early as possible? You want to but don't know how to do it? Do you know the principles th...
-
Goal dari running warehouse, tiap departemen dan perusahaan kemungkinan memiliki jawaban yang berbeda, tergantung pada scope, jenis usaha da...
-
Pernah mendengar nama Mary Kay, lengkapnya Mary Kay Ash. Mary Kay adalah nama besar dalam industri kosmetik wanita. Namun, adakah yang tah...
-
POTENSI DRY PORT DI INDONESIA BELUM DIKEMBANGKAN SECARA OPTIMAL Kepala Badan Litbang Perhubungan Ir. L. Denny Siahaan, menyatakan sejauh i...
No comments:
Post a Comment