Tuesday, December 3, 2019

Kenaikan UMK Dorong Perusahaan di Ring 1 Jatim Pindah

Data sementara, ada 16 perusahaan Jatim pindah, dua perusahaan ke Jawa Tengah,

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur mencatat, ada 16 perusahaan di wilayah tersebut yang melakukan eksodus setelah penetapan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) sebesar 8,51 persen. Dari semua perusahaan tersubut, dua di antaranya bahkan pindah ke luar Jatim, tepatnya ke Jawa Tengah.

"Data sementara, ada 16 perusahaan yang pindah dari tempatnya. Bahkan ada dua perusahaan pindah ke Jateng," kata Kepala Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo di Surabaya, Kamis (28/11).

Belasan perusahaan yang hendak pindah dari daerah asalnya, sebagian besar berada di wilayah ring I Jatim. Yakni, tiga perusahaan di Kota Surabaya, enam di Kabupaten Sidoarjo, dua di Kabupaten Mojokerto, dan tiga Kabupaten Pasuruan. Kemudian Gresik dan Jombang masing-masing satu perusahaan yang akan pindah tempat.

"Perusahaan-perusahaan itu memilih relokasi pasca kenaikan UMK, sehingga mereka mencari daerah dengan UMK yang rendah. Misalnya dari Surabaya (UMK Rp 4,2 juta) pindah ke Jombang (UMK Rp 2,6 juta), Lamongan (Rp 2,4 juta)" ujarnya.

Himawan menyayangkan perusahaan-perusahaan itu memilih pindah ke daerah dengan UMK rendah. Sebab, menurut Himawan, perusahaan tersebut tergolong mampu untuk membayar karyawannya dengan UMK tahun 2020.

"Bukan tidak mampu bayar sesuai kenaikan UMK, tapi mereka pindah karena mencari UMK rendah dengan untung besar," ujarnya.

Jika memang tidak mampu bayar UMK, lanjut Himawan, perusahaan bisa mengajukan penangguhan UMK ke Pemprov Jatim. Kebijakan ini agar perusahaan tetap berada di daerah asal.

"Kami sudah sosialisasi, kalau memang tidak mampu monggo mengajukan penangguhan UMK. Sebab kalau pindah, tentu perusahaan harus mencari karyawan yang kompeten di daerah tempat relokasi," katanya.


Sumber :
https://republika.co.id/berita/q1o28t370/kenaikan-umk-dorong-perusahaan-di-ring-1-jatim-pindah
Blogger Tricks

Friday, November 22, 2019

Pabrik di Banten, Jabar & Jatim Juga Cabut ke Jateng

Wah! Selain Banten, Pabrik Jabar-Jatim Juga Cabut ke Jateng


Jakarta, CNBC Indonesia - Pabrik-pabrik alas kaki atau sepatu sudah pindah ke Jawa Tengah (Jateng) dari Banten karena soal upah yang tinggi. Di Jateng kini ada 25 pabrik sepatu, terbanyak pindahan dari Banten, selebih dari Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim).

"Tahun ini sudah ada (pabrik alas kaki) dari Jawa Timur dan Jawa Barat yang pindah ke Jawa Tengah," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri kepada CNBC Indonesia, Kamis (14/11).

Firman mengatakan di Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagian ada aktivitas produksi alas kaki. Namun, terbanyak memang berada di Banten, khususnya Tangerang. Di Jawa Timur ada pabrik alas kaki antara lain di Mojokerto.

"Sentra industri sepatu di Jabar dan Jatim tak sebesar di Banten," katanya.

Ia menjelaskan relokasi pabrik-pabrik alas kaki dari Banten tak langsung total menutup pabrik di Banten, proses relokasi dilakukan bertahap. Jadi ada pabrik yang tetap melangsungkan proses produksi di Banten dan saat bersamaan juga membuka pabrik baru di Jateng, lalu setelah itu bertahap memindahkan ke Jateng seluruhnya.

Kegiatan produksi di Banten dikhususkan untuk produk berkualitas tinggi karena tenaga kerja yang sudah terlatih, sedangkan di Jateng sebaliknya.

"Karena biaya untuk pesangon tak sedikit, butuh bertahap," katanya.

Firman mengatakan alasan relokasi pabrik sepatu dari Jatim dan Jabar ke Jateng karena lagi-lagi persoalan upah yang tinggi. Bila melihat upah khususnya UMK di Banten dan Jawa Timur, ada kesamaan yaitu sama-sama dalam rentang hampir Rp 4 juta. Di Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Mojokerto, UMK 2019 sama-sama menyentuh angka Rp 3,8 juta. Jauh di atas UMP Jateng yang pada 2020 saja masih Rp 1,7 juta.


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20191114140105-4-115261/wah-selain-banten-pabrik-jabar-jatim-juga-cabut-ke-jateng

Ilustrasi foto :
https://pxhere.com/id/photo/1370726

Thursday, November 21, 2019

PHK Tahun 2020 Lebih 2.000 Orang

Disnakertrans Jatim: PHK Tahun Depan Lebih 2.000 Orang
Laporan Denza Perdana | Rabu, 20 November 2019 | 16:03 WIB

suarasurabaya.net - Himawan Estu Bagijo Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jatim mengatakan, sudah ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 2.000 karyawan di Jawa Timur pada 2020.

"Kalau mau disebut, lebih dari 2.000 (orang). Ya, itu tahun depan. Tahun ini tidak banyak, sih. Sekitar 1.700an. Tahun depan yang lebih banyak, lebih dari 2.000-an," ujarnya di Kantor Gubernur Jatim, Rabu (20/11/2019).

Himawan mengatakan, sejumlah perusahaan seperti industri alas kaki, juga perusahaan rokok kretek di Jawa Timur, sudah mengonfirmasi rencana PHK-nya pada 2020 itu.

"Nah, skema-skema itu sudah kami bicarakan dengan pengusaha, untuk kemudian ada masa penyesuaian dengan pelatihan dan pilihan-pilihan job apa yang akan diambil mereka (pekerja)?" katanya.

Adapun jumlah tenaga kerja formal di Jawa Timur yang tercatat oleh Disnakertrans Jatim pada 2019 mencapai lebih dari 8 juta orang. "Itu termasuk ASN," ujarnya setelah konferensi pers penetapan UMK.

Dia mengatakan, dalam catatan dinasnya, setiap tahun memang terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja, rata-rata 0,3 persen per tahun. Dia mengkalkulasi kenaikan itu dari jumlah angkatan kerja yang terserap.

"Angkatan kerjanya kalau yang kami lihat setiap tahun itu 850 ribu. Nah, yang teradopsi sekitar 600 ribu. Ya, sekitar 0,3 persen itu peningkatan jumlahnya," kata Himawan.

Sayangnya, dia tidak menjelaskan lebih lanjut, apakah rencana PHK itu berkaitan dengan penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota yang sudah dilakukan Gubernur Jatim hari ini?

Dia hanya memastikan, penetapan UMK 38 kabupaten/kota di Jawa Timur hari ini adalah bentuk kepatuhan Khofifah Indar Parawansa sebagai gubernur baru di Jawa Timur kepada aturan pemerintah pusat.

"Permintaan lebih dari itu banyak. Ada yang sampai 18 persen. Tetapi, kita (Jawa Timur), kan, sudah tinggi sebenarnya. Dan beberapa tahun (belakangan) ini sudah ada diskresi (kenaikan UMK)," ujarnya.

Disnakertrans Jatim, kata dia, pada tahun mendatang akan tetap menjalankan sejumlah tugasnya. Salah satunya menyiapkan SDM terlatih di Jawa Timur agar siap bekerja.

"Jadi program kami, yang pasti pelatihan, satu. Kedua, kami juga mengantisipasi mereka-mereka yang ter-PHK, kami tingkatkan skilnya. Kami juga hadapi PMI (Pekerja Migran Indonesia), juga orang yang pindah profesi, terutama golongan pemuda melalui Millenials Job Center. Prinsipnya kami melatih dan menyiapkan," katanya.(den/dwi/rst)


Sumber :
https://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2019/228781-Disnakertrans-Jatim:-PHK-Tahun-Depan-Lebih-2.000-Orang

Wednesday, October 30, 2019

Chevrolet Hengkang dari Indonesia

Chevrolet Hengkang dari RI, Bagaimana Nasib Pekerja?


Isu Chevrolet akan berhenti berjualan mobil baru di tanah air ternyata benar adanya. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak perwakilan GM (General Motors) Indonesia.
Lalu bagaimana dengan nasib karyawan yang bekerja di GM Indonesia?

Berdasarkan catatan detikcom, President GM Asia Tenggara Hector Villareal menjelaskan bahwa nasib karyawan yang bekerja di GM Indonesia akan diberikan pesangon yang sesuai.

"Dalam hal ini GM akan memberikan pesangon yang sesuai dalam proses peralihan ini. Kami juga berkomitmen untuk membantu para pihak dalam proses peralihan ini," ujar Hector dalam keterangan resminya, Senin (28/10/2019).

Pemberian pesangon kepada karyawan yang bekerja di GM Indonesia tersebut berdasarkan dari hasil serangkaian pertimbangan bisnis. Karena di Indonesia penjualan tidak lagi menguntungkan, sehingga membuat pabrik Amerika memilih untuk menariknya kembali dan memilih pasar yang pas untuk penjualan yang menguntungkan.

"Secara global, GM telah mengambil langkah-langkah yang sulit untuk memfokuskan aset dan sumber daya yang dimilikinya. Keputusan yang sulit ini konsisten dengan strategi global GM untuk tetap berfokus pada pasar yang memiliki jalur yang jelas untuk mencapai keuntungan yang berkesinambungan," jelas Hector.


Sumber :
https://finance.detik.com/industri/d-4763066/chevrolet-hengkang-dari-ri-bagaimana-nasib-pekerja

Friday, October 11, 2019

Michelin bakal Tutup Pabrik dan Melakukan PHK

Kamis, 10 Okt 2019 18:36 WIB
Industri Lesu, Perusahaan Ban ini Tutup Pabrik dan PHK Ribuan Karyawan

Perusahaan pembuat ban Michelin bakal tutup pabrik dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada 619 karyawannya di La Roche-sur-Yon, Prancis. Hal itu terjadi lantaran kompetisi yang kian ketat dengan produsen ban asal Asia hingga menggerus laba perusahaan tersebut.
"Berdasarkan sumber perusahaan, Michelin menjanjikan proposal menarik untuk karyawan yang terkena dampak," tulis AFP seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (10/10/2019).

Sumber itu mengatakan 74 orang yang bekerja di sebuah pabrik karet di dekat Maine-et-Loiret, yang menjadi menyuplai di La Roche-sur-Yon, juga akan terpengaruh keputusan ini.

Awal tahun lalu, perusahaan ini juga mengatakan bakal menutup pabrik di Skotlandia dan Jerman yang memiliki total karyawan 1.703 orang.

CEO Michelin Florent Menegaux mengatakan bahwa investasi yang digelontorkan hingga US$ 77 juta tidak dapat menyelamatkan pabrik La Roche-sur-Yon.

Dia menyalahkan situasi pasar ban yang kini tengah sulit, tak hanya di Eropa tapi juga global.
Kerasnya persaingan juga menjadi alasan tutupnya pabrik tersebut.

Pada akhir tahun lalu, Michelin mempekerjakan sekitar 110.000 orang di berbagai negara. Sebanyak 20.000 karyawan berada di Perancis.

Michelin terdaftar di Bursa Saham Prancis. Harga saham Michelin sekitar 97,18 euro per lembar saham pada perdagangan hari ini.


Sumber :
https://finance.detik.com/industri/d-4741363/industri-lesu-perusahaan-ban-ini-tutup-pabrik-dan-phk-ribuan-karyawan

Thursday, October 3, 2019

Ada Apa dengan Pepsi?


Pepsi Hengkang dari Indonesia?

Pecinta minuman karbonasi Pepsi pasti bakal sedih. Sebab, Pepsi dikabarkan hengkang dari Indonesia.

Hal tersebut berdasarkan pernyataan Juru Bicara PepsiCo yang beredar di awak media. Dikutip detikcom, Rabu (2/10/2019), dalam pernyataannya dijelaskan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) dan PepsiCo Inc (PepsiCo) sepakat untuk mengakhiri kontrak.

"Efektif 10 Oktober, AIBM tidak akan lagi memproduksi, menjual atau mendistribusikan minuman untuk PepsiCo," bunyi keterangan tersebut.

Selanjutnya, AIBM dan PepsiCo menyatakan telah memberi tahu pelanggan dan karyawan mereka terkait hal ini.

"PepsiCo berharap dapat kembali ke pasar Indonesia dengan merek minumannya yang terkenal termasuk Pepsi, Mirinda, 7UP dan Mtn Dew di masa depan," bunyi keterangan lebih lanjut.



Pepsi Hengkang dari RI, KFC 'Pindah ke Lain Hati'

Pepsi bakalan hengkang dari Indonesia. Berdasarkan pernyataan Juru Bicara PepsiCO yang beredar di awak media, PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) dan PepsiCo Inc (PepsiCo) sepakat untuk mengakhiri kontrak.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC) sebagai restoran cepat saji yang menyediakan produk Pepsi di gerai-gerainya.

"Benar, Pepsi akan berhentikan distribusinya di Indonesia mulai pertengahan Oktober atau akhir Oktober ini, dan tentu saja juga berhenti supply ke KFC. Pihak KFC sudah memberi tahu kami," ungkap Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC) Justinus Dalimin kepada detikcom melalui pesan singkat, Kamis (3/10/2019).

Imbasnya, KFC Indonesia akan mengganti menu minuman ringannya dengan kompetitor Pepsi, yakni Coca-Cola.

"Kami sudah persiapkan pengalihan ini sebaik-baiknya dan KFC akan bekerja sama dengan Coke (Coca-Cola) selanjutnya," tegas Justinus.

Oleh sebab itu, menu minuman ringan Pepsi di KFC termasuk Pepsi Blue, Mirinda, dan 7UP juga akan digantikan dengan produk Coca-Cola.

"Nanti KFC akan memakai products Coke dan sekarang sambil mengatur peralihan," terang dia.


Sumber :
https://finance.detik.com/industri/d-4731385/pepsi-hengkang-dari-indonesia
https://finance.detik.com/industri/d-4731944/pepsi-hengkang-dari-ri-kfc-pindah-ke-lain-hati

Wednesday, September 25, 2019

Bank Eropa PHK Besar-besaran

Waduh! Deretan Bank Ini PHK Besar-besaran, Hampir 60 Ribu Orang

Bank-bank besar di Eropa mulai melakukan PHK besar-besaran. Jumlah pegawai bank yang terkena PHK mendekati 60 ribu karyawan.

Diberitakan CNBC Indonesia, salah satunya adalah Commerzbank asal Jerman. Belum lama ini, Commerzbank melaporkan bahwa mereka akan memangkas sekitar 4.300 karyawan. Pemangkasan jumlah karyawan ini merupakan upaya restrukturisasi yang sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir.

"Pengurangan jumlah pegawai di seluruh Grup lebih lanjut disesalkan tetapi tidak bisa dihindari. Diperkirakan tambahan 4.300 posisi penuh waktu akan dipangkas di seluruh Grup," jelas Commerzbank melalui siaran persnya.

Di luar Jerman, bank di Spanyol, Inggris dan Prancis juga memangkas pekerja untuk meningkatkan profit. Setidaknya sudah ada 10 bank besar di Eropa telah melakukan PHK di 2019.

Dengan ini, bank di Eropa setidaknya sudah melakukan PHK terhadap sekitar 58.200 pegawai.

Dalam bagan yang ditulis Bloomberg dilansir CNBC Indonesia, bank Eropa mencatatkan persentase PHK paling banyak di 2019 hingga 52.424. Sementara Amerika Utara menyusul dengan 2.769, Timur Tengah dan Afrika dengan 2,487 dan Asia Pasific sebanyak 513.

Selain Deutsche Bank dan Commerzbank Jerman, ada juga Santander 5.433 pegawai, dan HSBC 4.000 pegawai.

Lalu ada Barclays dan Alfa-Bank JSC masing-masing 3.000 pegawai, KBC 2.150 pegawai, dan SocGen 2.130 pegawai. Ada pula Calxabank 2.023 pegawai dan National Bank of Greece 1.700 pegawai.


Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4720939/waduh-deretan-bank-ini-phk-besar-besaran-hampir-60-ribu-orang?utm_content=detikfinance&utm_term=echobox&utm_medium=oa&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_source=Facebook&fbclid=IwAR3j_V0EeR8yxsRxFHjEjcsoUPFCsFSHQlbaAkUu6UA-ytgejmM8fMR9X-Y#Echobox=1569385388

Related Posts