Monday, April 6, 2020

Ribuan Pekerja Kena PHK di Jakarta

Ribuan Pekerja di Jakarta Kena PHK Selama Pandemi Corona

Senin, 6 April 2020 07:08 WIB

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 162.416 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan tanpa menerima upah atau unpaid leave oleh perusahaan selama pandemi Corona.

"Jumlah orang yang di PHK dan dirumahkan itu berasal dari 18.045 perusahaan," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah kepada Tempo pada Ahad malam, 5 April 2020.

Dari jumlah itu, Andri menyebutkan, sebanyak 132.279 orang di antaranya dirumahkan tanpa menerima upah oleh 14.697 perusahaan. Sedangkan 30.137 orang di PHK oleh 3.348 perusahaan. Menurut dia, data tersebut merupakan rekapitulasi laporan para pekerja yang melapor ke Dinas hingga 4 April 2020.

Pekerja yang terdampak Corona, kata dia, bisa melapor melalui laman bit.ly/pendataanpekerjaterdampakcovid19 atau email ke disnakertrans@jakarta.coid. Batas akhir pendaftaran bagi para pekerja di Jakarta yang di PHK dan dirumahkan tanpa upah adalah 4 April 2020.

Sehubungan dengan dampak pandemi Corona, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi telah mengeluarkan kebijakan percepatan dan perluasan implementasi program Kartu Prakerja melalui pelatihan keterampilan kerja dan insentif bagi pekerja.

Insentif diberikan kepada mereka yang di PHK dan atau dirumahkan tanpa menerima upah. Data yang dihimpun DKI tersebut akan disampaikan ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.


Sumber :
https://metro.tempo.co/read/1328262/ribuan-pekerja-di-jakarta-kena-phk-selama-pandemi-corona/full&view=ok
Blogger Tricks

Sunday, April 5, 2020

Ratusan Buruh di Klaten Di-PHK

Ratusan Buruh di Klaten Di-PHK Gegara Corona

Minggu, 05 Apr 2020

Ratusan buruh di Klaten mulai terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan lesu terdampak penyebaran virus corona. Sementara puluhan lainnya dirumahkan.

"Total yang sudah di-PHK laporan sejauh ini ada 411 orang. Berasal dari berbagai perusahaan," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemkab Klaten, Slamet Widodo pada detikcom, Minggu (5/4/2020).

Slamet Widodo menjelaskan dari daftar PHK yang sudah masuk total 411 orang, paling banyak pabrik garmen di Desa Mlese, Kecamatan Ceper. Jumlahnya ada 335 orang karyawan.

"Di Ngaran, Desa Mlese satu perusahaan garmen ada 335 orang sudah di-PHK. Lainnya perusahaan lain tapi sedikit jumlahnya," sambung Slamet.

Menurut Slamet, selain PHK pada karyawan tetap, laporan terakhir ada 25 orang karyawan sudah dirumahkan. Mereka berasal dari berbagai perusahaan dan jenis pekerjaan.

"Yang dirumahkan ada 25 orang. Datanya sudah dikirim ke pemerintah pusat bersama yang terkena PHK," lanjut Slamet.

Dinas, terang Slamet sudah melangkah dengan melakukan pendataan. Karyawan baik yang di-PHK dan dirumahkan semua didata lengkap.

"Kita sudah data semua. By name by address, nomer HP, NIK dan lainnya. Sudah kami kirim ke kementerian agar menjadi prioritas sasaran kartu pra kerja," imbuh Slamet.

Langkah PHK dan perumahan karyawan itu, jelas Slamet, sangat dipengaruhi kondisi saat ini sebagai dampak Corona. Perusahaan kesulitan bahan baku.

"Selain bahan baku sulit, negara tujuan ekspor banyak yang membatasi diri dari akses luar. Ini yang menjadikan berat bagi perusahaan," terang Slamet.

Namun seberat apapun, kata Slamet, Dinas sudah meminta pengusaha menjadikan PHK sebagai jalan terakhir. Dinas tidak bisa memaksa.

"Saya minta PHK itu pilihan terakhir setelah jalan lainnya dicari dulu. Pemerintah tidak bisa memaksa pengusaha sebab kondisinya sedang lesu," kata Slamet.

Anggota DPRD Klaten, Yudi B Prabawa mengatakan penyebaran virus corona berdampak pada semua sektor. DPRD sudah menggelar rapat kerja dengan Dinas terkait.

" Kita sudah beberapa kali rapat per komisi membahas dampak Corona. Kita tanyakan antisipasinya," terang Yudi.


Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4965955/ratusan-buruh-di-klaten-di-phk-gegara-corona

Hotel Tutup Capai 1.174

Hotel Tutup Capai 1.174, Sudah Ada Karyawan yang Kena PHK?

Minggu, 05 Apr 2020

Jumlah hotel yang menutup sementara operasionalnya karena terdampak virus corona (COVID-19) terus bertambah. Per hari ini, sudah 1.174 hotel terpaksa tutup karena tak lagi memiliki pengunjung.
Lalu, bagaimana nasib karyawannya?

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan pihaknya masih mempertahankan agar karyawan hanya dicutikan tanpa digaji (unpaid leave), tidak sampai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Sekarang ini semua orang fokusnya ke unpaid leave karena kan juga tidak mengharapkan PHK," kata Maulana kepada detikcom, Minggu (5/4/2020).

Meski begitu, kondisi saat ini membuat beberapa hotel tidak ada pilihan lain sehingga disebut sudah ada yang melakukan PHK karyawan. Hal itu terjadi di beberapa daerah seperti Bali dan Manado.

"Ada yang saya dengar beberapa yang melakukan PHK itu, hotel. Saya nggak berani bicara banyak, kalau nggak salah Bali ada, Manado ada, beberapa daerah ada," sebutnya.

Namun saat ditanya berapa jumlah karyawan yang di-PHK, ia tidak mengetahuinya secara pasti.

"(Jumlah yang di PHK) saya nggak tahu detailnya," ujarnya.


Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4965848/hotel-tutup-capai-1174-sudah-ada-karyawan-yang-kena-phk

16.065 Pekerja di Jakarta Kena PHK


Dampak Covid-19, 16.065 Pekerja di Jakarta Kena PHK

Sabtu, 4 April 2020 | 15:36 WIB

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertrans dan Energi) DKI Jakarta terus membuka pendataan bagi pekerja yang mengalami PHK atau dirumahkan, tetapi tidak menerima upah sebagai dampak dari adanya pandemi Covid-19.

Tercatat hingga Sabtu (4/4/2020) sudah terdapat 88.835 pekerja dari 11.104 perusahaan yang melakukan pendataan secara mandiri ke email disnakertrans@jakarta.go.id atau bit.ly/pendataanpekerjaterdampakcovid19.

Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan dari 88.835 pekerja tersebut, terdapat sebanyak 16.065 pekerja dari 2.008 perusahaan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara 72.770 pekerja dari 9.096 perusahaan, kata Andri, telah dirumahkan.

"Kami akan terus membuka pendataan sampai hari ini pukul 24.00 WIB," ujar Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah saat dihubungi wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Andri meminta pekerja yang terkena dampak Covid-19 segera mengisi data tersebut secara lengkap dan valid. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemprov DKI memberikan bantuan.

"Pendataan ini penting agar bisa diberikan bantuan atau insentif. Saya harap pekerja yang sudah PHK aktif mengisi formulir," tandas dia.

Lebih lanjut, Andri mengatakan, pihaknya akan menyerahkan data tersebut kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Selain itu untuk membantu korban PHK, pemerintah melakukan kebijakan percepatan dan perluasan implementasi Program Kartu Prakerja melalui pelatihan keterampilan kerja dan pemberian insentif kepada para pekerja yang di PHK, dan pekerja yang dirumahkan tetapi tidak menerima upah (unpaid leave).

"Kuota pendataan untuk Jakarta sebanyak 1.646.541, sekarang baru 88.836 pekerja yang mendata. Kalau ada yang bertanya lewat tanggal 4 April gimana? Silakan input data saja, datanya diterima atau tidak diterima itu kewenangan dari kementerian, mereka yang sudah menetapkan batas waktu," pungkas Andri.

Sementara itu Pemprov DKI, akan terus menyebarluaskan informasi pendataan daring ini melalui Whatsapp blast kepada serikat dan federasi pekerja, Apindo, Kadin, Dewan Pengupahan, dan ketua asosiasi lainnya.


Sumber :
https://www.beritasatu.com/nasional/616707/dampak-covid19-16065-pekerja-di-jakarta-kena-phk?fbclid=IwAR2M5VQbQMJw1sZlLJSs0xY3cbswF30hxfdsFsGBqGFLgP1XOsoBAmoqf3Y

Friday, April 3, 2020

Boeing Tawarkan PHK ke 161 Ribu Karyawan

Boeing Mulai Tawarkan PHK Plus Tunjangan ke 161 Ribu Karyawan

Boeing, produsen pesawat Amerika Serikat (AS), mulai menawarkan program pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sukarela kepada 161 ribu karyawan mereka. Program PHK diterapkan seiring dengan anjloknya bisnis penerbangan karena pandemi virus corona.

CEO Boeing Dave Calhoun dalam memonya seperti dilansir CNN.com, Jumat (3/4), bilang paket PHK sukarela itu disertai gaji dan tunjangan. Paket ditawarkan sejalan dengan kemungkinan pulih industri penerbangan sangat lambat akibat penyebaran penyakit covid-19.

Pendapatan Boeing tergerus setelah virus corona menyebar. Banyak maskapai penerbangan mulai mengurangi pembelian pesawat baru.


"Satu hal sudah jelas, ini akan membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi industri penerbangan untuk pulih dari krisis," kata Calhoun dalam memo itu.

Lihat juga: British Airways Mulai Bayar Cuti 30 Ribu Karyawan
Ia melanjutkan dampak pandemi virus corona masih akan mempengaruhi jenis permintaan pasar komersial baik dari sisi produk maupun layanan. Karenanya, ia menyebut Boeing akan menyesuaikan bisnisnya jika terjadi perubahan tersebut.

"Kami perlu menyeimbangkan penawaran dan permintaan sesuai dengan perkembangan industri, sejalan dengan proses pemulihan industri dalam beberapa tahun mendatang," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah AS telah menggelontorkan stimulus jumbo sebesar US$2 triliun, termasuk di dalamnya US$50 miliar untuk perusahaan maskapai AS. Namun, sebagian besar pangsa pasar Boeing justru berasal dari luar AS.

Lihat juga: Boeing Mulai Tawarkan PHK Plus Tunjangan ke 161 Ribu Karyawan
Sementara itu, bantuan dari masing-masing pemerintah negara kepada industri penerbangan berbeda-beda. Beberapa perusahaan kemungkinan akan gulung tikar dan sebagian lainnya diperkirakan menunda atau membatalkan pengiriman pesawat pesanan dari Boeing.

Tahun ini, Boeing menerima pesanan 5.350 jet komersial. Dari jumlah tersebut, lebih dari 4.000 pesawat dipesan oleh perusahaan maskapai di luar AS.

Boeing sendiri tak serta merta menyelesaikan seluruh pesanan dalam satu tahun karena maskapai penerbangan biasanya menggunakan pesawat tersebut untuk tahun mendatang. Boeing biasanya hanya bisa menyelesaikan produksi 800 pesawat komersial per tahun.

Lihat juga: Trump Bujuk Arab Saudi dan Rusia, Harga Minyak Dunia Meroket
Akibat virus corona, Boeing menangguhkan pembayaran dividen untuk pertama kalinya sejak 1942. Tahun lalu, perusahaan menyetor dividen sebesar US$4,6 miliar. Selain itu, perusahaan berencana meminjam US$13,8 miliar lewat kredit sindikasi perbankan.

Guncangan virus corona menambah beban Boeing setelah beberapa waktu lalu mereka terpaksa melakukan grounded terhadap armadanya jenis 737 Max 8.

Sebagaimana diketahui, Boeing 737 Max 8 milik Lion Air dan Ethiopian Airlines jatuh tidak lama usai lepas landas sehingga menewaskan ratusan penumpang dan kru.


Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200403084905-92-489865/boeing-mulai-tawarkan-phk-plus-tunjangan-ke-161-ribu-karyawan

Pengusaha Mulai Tumbang: Tutup Hotel, Stop Produksi, PHK

Duh! Pengusaha Mulai Tumbang: Tutup Hotel, Stop Produksi, PHK

Kalangan pengusaha blak-blakan daya tahan bisnis mereka semakin buruk dari pandemi corona yang sudah terasa. Sebagian pada Maret sudah ada yang PHK, sebagian lagi bertahan hanya sampai April dengan menghentikan produksi, bahkan paling maksimal hanya Juni 2020.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, menyebutkan hampir semua sektor terdampak Covid-19. Di bidang pariwisata sudah ada 698 hotel yang tutup, transportasi daerah yang beroperasi tinggal 10% hingga industri manufaktur yang mengalami kesulitan cash flow atau bahkan minus karena produksi tak maksimal bahkan stop.

Apindo juga menyebutkan daya tahan industri di proyeksi hanya sampai bulan Juni 2020. Hariyadi bilang situasi semakin hari semakin buruk karena covid-19.

"Hasil dari melakukan koordinasi daya tahan mereka maksimal sampai Juni, bahkan April sudah tak kuat lagi," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (2/4).

Ia mengatakan sektor yang paling terkena awal dari pandemi corona ini adalah hotel dan restoran, sampai saat ini bahkan bertumbangan menutup operasi. Selain itu, ada sektor transportasi darat dan udara.

Sektor manufaktur sudah mengalami penurunan produksi sampai 50%. Industri makanan dan minuman yang awalnya tak terdampak, kini kondisi memburuk, karena ada pembatalan pemesanan.

"Kami sangat sulit mengantisipasi semua. Penanganan virus belum ada progres. Mungkin yang bisa bertahan yaitu alat kesehatan dan pemasok kebutuhan pengendalian covid-19, tapi di luar itu mengalami masalah yang sama," katanya.

Berikut rangkuman dari sektor per sektor:


Travel Agent dan Hotel Kena, Cuma Kuat Sebulan

Bila dirunut sejak awal, sektor yang paling terasa kena dampaknya adalah sektor pariwisata termasuk di dalamnya ada bisnis travel agent, perhotelan, hingga penerbangan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), Pauline Suharno, sejak awal Maret saat kali pertama kasus positif corona Indonesia terkonfirmasi di Indonesia, ia sudah berteriak soal penurunan penjualan karena virus corona berdampak pada operasional perusahaan.

Banyak perusahaan travel agent sejak awal Maret lalu tak lagi beroperasi secara penuh karena sudah terimbas secara global saat corona belum masuk Indonesia.

Sistem shift pegawai pun tak lagi diberlakukan, ujung-ujungnya ada travel agent telah melakukan efisiensi dan PHK. Corona memang secara langsung memperparah PHK di Indonesia.

Sektor perhotelan juga tak kalah pelik. Okupansi kamar hotel sudah lampu merah sejak awal Maret 2020. PHRI mencatat rata-rata okupansi hanya 30%, termasuk di Bali, Batam, dan Manado yang kena dampak dari susutnya wisatawan asing. Namun, kurang dari sebulan, okupansi hotel terutama di Bali sudah di level hampir 0%.

Kabar terbaru, dalam tempo hanya sebulan, mulai April banyak hotel di Indonesia tutup sementara karena tak ada pengunjung. PHRI mencatat setidaknya ada 698 hotel sudah tutup, bayangkan hanya dalam satu bulan, corona sudah memaksa ratusan hotel di Indonesia tutup. Luar biasa! Dampaknya sudah ditebak, ribuan pekerja hotel dirumahkan atau cuti di luar tanggungan.


Kekacauan Manufaktur, Kuat Sampai April

Di atas kertas, IHS Markit melaporkan Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia Indonesia Maret 2020 adalah 45,3. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 51,9 sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah pencatatan PMI yang dimulai pada April 2011.

"Perusahaan manufaktur Indonesia melaporkan penurunan paling tajam dalam periode sembilan tahun survei pada Maret disebabkan upaya untuk mencegah penyebaran virus corona menghantam sektor ini dan menyebabkan penurunan tajam pada permintaan...," kata Bernard Aw, Kepala Ekonom IHS Markit.

Laporan itu cukup relevan di lapangan, sejak awal corona menghantam China, manufaktur tertentu sudah merasakan dampaknya terutama pada periode Februari 2020. Sektor yang bergantung bahan baku impor mulai merasakan sulitnya mendapatkan bahan baku antara lain farmasi, tekstil, elektronika dan lainnya.

Sehingga ketika stok habis, dikhawatirkan tidak bisa melanjutkan produksi sebagai dampak terganggunya rantai pasok karena pandemi corona. Risikonya pada PHK, bahkan bisa berdampak pada perusahaan-perusahaan besar.

"Kelihatannya ini nggak lama (produksinya) sampe April, karena mereka juga sisa stok," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Johnny Darmawan kepada CNBC Indonesia, Senin (30/3)

Sialnya sektor otomotif yang awalnya tak terlalu mengkhawatirkan, justru termasuk yang terpukul cukup keras imbas dari corona. Setidaknya selama Maret, penjualan mobil diproyeksikan ambles cukup dalam karena masyarakat.

Honda secara jujur mengakui akan menghentikan sementara produksi mobilnya di Indonesia selama dua pekan mulai 13 April 2020 dan merumahkan karyawan di bagian produksi. Sedangkan Daihatsu mengatur produksi dengan memproduksi mobil hanya dua hari sekali.

Penjualan yang lesu memang tak bisa ditutupi. Pabrikan lain ada masih sebatas pengurangan jam produksi dengan mengatur shift kerja. Potensi susulan mengikuti jejak Honda dari pabrik lain sangat memungkinkan, ini juga terjadi di banyak negara yang terdampak corona.


Sektor Penerbangan & Ancaman Bangkrut

Sektor penerbangan sebelum ada corona memang sedang sakit, tekanan biaya operasi dan mahalnya ongkos tiket penerbangan sudah menghantui bisnis ini sejak dua tahun terakhir yang dibarengi dengan penurunan penumpang pesawat. Adanya corona membuat kondisi menjadi-jadi, ibarat luka yang tersiram air cuka.

Di atas kertas, jelas tampak terpukulnya sektor ini. BPS mencatat jumlah penumpang domestik angkutan udara turun 8,08% pada Februari 2020 dibandingkan dengan Januari 2020.

Lebih lanjut, dia memerinci jumlah penumpang domestik angkutan udara sebanyak 5,79 juta pada Februari 2020, sedangkan bulan sebelumnya (Januari 2020) sebesar 6,29 juta. Penurunan jumlah penumpang juga terjadi pada penerbangan internasional, yang mengalami penurunan 33,04%.


Perdagangan: Sebagian Ritel Terpukul

Sektor perdagangan memang yang paling kompleks dari persoalan corona. Awalnya sejak corona merebak di China, masalah suplai barang jadi persoalan terutama impor pangan seperti produk-produk bawang putih hingga bawang bombay. Kinerja impor pun kena dampaknya, meski ekspor membaik. Nilai ekspor pada Februari 2020 mencapai US$ 13,94 miliar. Ekspor tersebut naik 11% dibandingkan pada Februari 2019.

Perdagangan di dalam negeri, sektor ritel pangan atau swalayan offline maupun online menuai cuan, Aprindo mencatat terjadi kenaikan 20% selama pandemi corona. Namun, tak semua ritel dapat berkah. Pembatasan jam operasional hingga penutupan beberapa pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek justru membuat sektor department store atau retail fashion babak belur. Ada sebagian sudah merumahkan karyawannya.


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200403105321-4-149571/duh-pengusaha-mulai-tumbang-tutup-hotel-stop-produksi-phk

Tuesday, December 3, 2019

Kenaikan UMK Dorong Perusahaan di Ring 1 Jatim Pindah

Data sementara, ada 16 perusahaan Jatim pindah, dua perusahaan ke Jawa Tengah,


REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur mencatat, ada 16 perusahaan di wilayah tersebut yang melakukan eksodus setelah penetapan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) sebesar 8,51 persen. Dari semua perusahaan tersubut, dua di antaranya bahkan pindah ke luar Jatim, tepatnya ke Jawa Tengah.

"Data sementara, ada 16 perusahaan yang pindah dari tempatnya. Bahkan ada dua perusahaan pindah ke Jateng," kata Kepala Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo di Surabaya, Kamis (28/11).

Belasan perusahaan yang hendak pindah dari daerah asalnya, sebagian besar berada di wilayah ring I Jatim. Yakni, tiga perusahaan di Kota Surabaya, enam di Kabupaten Sidoarjo, dua di Kabupaten Mojokerto, dan tiga Kabupaten Pasuruan. Kemudian Gresik dan Jombang masing-masing satu perusahaan yang akan pindah tempat.

"Perusahaan-perusahaan itu memilih relokasi pasca kenaikan UMK, sehingga mereka mencari daerah dengan UMK yang rendah. Misalnya dari Surabaya (UMK Rp 4,2 juta) pindah ke Jombang (UMK Rp 2,6 juta), Lamongan (Rp 2,4 juta)" ujarnya.

Himawan menyayangkan perusahaan-perusahaan itu memilih pindah ke daerah dengan UMK rendah. Sebab, menurut Himawan, perusahaan tersebut tergolong mampu untuk membayar karyawannya dengan UMK tahun 2020.

"Bukan tidak mampu bayar sesuai kenaikan UMK, tapi mereka pindah karena mencari UMK rendah dengan untung besar," ujarnya.

Jika memang tidak mampu bayar UMK, lanjut Himawan, perusahaan bisa mengajukan penangguhan UMK ke Pemprov Jatim. Kebijakan ini agar perusahaan tetap berada di daerah asal.

"Kami sudah sosialisasi, kalau memang tidak mampu monggo mengajukan penangguhan UMK. Sebab kalau pindah, tentu perusahaan harus mencari karyawan yang kompeten di daerah tempat relokasi," katanya.


Sumber :
https://republika.co.id/berita/q1o28t370/kenaikan-umk-dorong-perusahaan-di-ring-1-jatim-pindah

Sumber foto :
https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/22/daftar-lengkap-ump-dan-umk-2020-di-jakarta-jawa-tengah-jawa-timur-dan-diy

Related Posts