Wednesday, December 16, 2020

Safety, Quality dan Productivity

Performa Industri: Quality, Productivity, Safety, Cost. Manakah yang perlu diprioritaskan?

Banyak sekali metode-metode yang dapat dipakai untuk mengukur performa suatu industri. Faktor-faktor atau indikator-indikatornya pun beragam dan bervariasi seperti PQCDSM dsb, namun dari banyak variasi tersebut ada empat indikator yang bisa dibilang sering mucul atau dilibatkan di setiap metode yakni Quality, Productivity, Safety, dan Cost. 

Secara ringkas dapat disebutkan bahwa performa akan naik jika quality, productivity, dan safety naik dan cost turun. Untuk lebih jelasnya akan diterangkan sebagai berikut:


Safety

Kondisi safety yang kurang baik kerap dikaitkan dengan kelelahan kerja, lingkungan pabrik tidak teratur, pabrik kotor, bising, berpolusi, dipenuhi limbah, berisiko terjadinya kebakaran, gizi tidak memenuhi kalori kerja, kesehatan lingkungan dan sebagainya. Kondisi buruk seperti ini dapat menimbulkan kecelakaan dan penyakit kerja.


Quality

Berbicara tentang kualitas; reject, defect, human error, merupakan kesalahan kerja yang kerap terjadi dan tentu berpengaruh terhadap kualitas. Bahan baku yang tidak memenuhi standar sering memerlukan perlakuan khusus yang menyimpang dari SOP. Penurunan kualitas merupakan ancaman yang membahayakan bagi kelangsungan perusahaan. Kualitas yang mengecewakan dapat menyebabkan konsumen berpaling ke produk pesaing.


Productivity

Produktivitas merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan suatu industri atau perusahaan dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat. Tingkat produktivitas yang dicapai merupakan indikator seberapa efisien perusahaan dalam mengkombinasikan sumber daya ekonomisnya saat ini. Sudah pernah dijelaskan di blog ini, klik disini untuk melihatnya.


Cost

Pembengkakan cost di sejumlah lini kerja banyak terjadi. Di samping fluktuasi harga bahan baku yang berasal dari pengaruh eksternal, internal activity merupakan penyebab pembengkakan cost. Hal tersebut dapat menurunkan daya jual kompetitif. Kualitas baik dan harga rendah merupakan penekanan yang umumnya dilakukan para investor pada pengelola perusahaan. Maksudnya, tidak boleh ada cost yang keluar dengan tidak terencana.


Yang perlu diperhatikan disini adalah semua dari indikator di atas sangat erat kaitannya dengan ergonomi. Tentunya hal tersebut semakin meyakinkan bahwa ergonomi merupakan bidang yang sangat amat penting.


Sekarang muncul pertanyaan, manakah diantara indikator-indikator tersebut yang paling penting dan bagaimanakah prioritasnya? 

Jawaban dari pertanyaan tersebut tentunya akan bervariasi tergantung dari budaya orang atau perusahaan tersebut. Namun disini perlu diketahui bahwa satu perusahaan otomotif terkemuka di dunia yang menjadi kiblat oleh berbagai industri dan bisa dibilang menjadi perusahaan nomor 1 dibidangnya yang tidak lain adalah Toyota (tepatnya Toyota yang beroperasi di salah satu negara Asia dan mungkin juga diterapkan Toyota di seluruh dunia) telah menjadikan safety sebagai prioritas utama mereka. 

Secara rinci mereka mengurutkan dari yang paling prioritaskan yakni safety, quality, productivity, cost. 

Ya, benar, safety berada di tempat teratas bahkan mengungguli quality, productivity, dan cost. 

Hal ini sejalan dengan slogan “safety first” yang kerap muncul di lingkungan industri yang dalam bahasa Indonesia berarti “utamakan keselamatan” yang maknanya adalah menempatkan keselamatan di atas segala-galanya. Apakah hal tersebut semata-mata hanya untuk kepentingan menaikan citra kemanusiaan di perusahaan agar perusahaan mendapat image yang baik? 

Jawabannya mungkin adalah tidak. 

Memang dalam safety ada nilai kemanusiaan yang memang harus diutamakan, tapi dilain pihak ternyata dengan peningkatan safety juga akan memberikan pengaruh berupa perbaikan pada indikator-indikator lainnya seperti quality, productivity, dan menghemat cost dan ini sudah banyak dibuktikan oleh banyak perusahaan. 

Mungkin ini sebabnya mengapa safety paling diprioritaskan, karena dengan “mengangkat” safety maka indikator-indikator lainnya secara “otomatis” juga akan ikut “terangkat” dan secara keseluruhan performa akan meningkat. Penjelasan ini semakin memperkuat bahwa ergonomi itu memang sangat amat teramat penting.


Sumber :

https://www.ayoselamat.com/2011/04/performa-industri-quality-productivity.html

Blogger Tricks

Sunday, November 22, 2020

Amazon Bangun Data Center di Jawa Barat

Tidak Jadi di Malaysia, Amazon Resmi Bangun Data Center di Jawa Barat

21 NOVEMBER 2020

 


Kabar investasi Amazon untuk perencanaan pembangunan pusat data memang sudah terdengar sejak September 2018 lalu. Kala itu Vice Presiden Amazon, Wernel Vogels, menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan dan menyatakan rencana investasi senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp14 triliun. Investasi tahap tersebut akan digunakan untuk mengembangkan layanan pusat data selama 10 tahun pertama.

Setelah satu tahun lebih sejak pertemuan presiden itu, akhirnya kabar dari perusahaan milik Jeff Bezos itu kini sudah mencapai titik terang. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam pertemuan virtual West Java Investment Summit 2020 pada 16 November 2020 silam.

Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat itu disampaikan Kang Emil (Sapaan Ridwan Kamil) akan membangun infrastruktur pusat data (data center) di Jawa Barat. Lewat perusahaan Amazon Web Service (AWS), nantinya akan dibangun fasilitas layanan cloud computing dengan nilai investasi mencapai Rp40 triliun.

Investasi Amazon ini nantinya tidak hanya akan melayani pusat data untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia saja, melainkan di kawasan ASEAN.

‘’Saya sangat bangga Jawa Barat bisa menjadi backbone (tulang punggung) data center yang tidak hanya dapat melayani Indonesia, tetapi juga perusahaan digital di ASEAN,’’ ungkap Emil dalam pertemuan virtual tersebut.

Kebanggaan ini Emil sampaikan juga akhirnya pihak Amazon berhasil ‘’dirayu’’ olehnya untuk lebih memilih Indonesia, khususnya Jawa Barat, sebagai tempat ideal perusahaan tersebut membangun pusat data. Pasalnya, diawal AWS berniat untuk investasi di Malaysia.

‘’Kita tahu Amazon dimiliki orang terkaya di dunia yaitu Jeff Bezos, tadinya dia memilih investasi di Malaysia tapi saya rayu saja. Jadinya mohon maaf saya seperti sales menawari menu-menu investasi dan akhirnya Amazon mau,’’ ungkap Emil dalam pertemuan virtual dengan sejumlah pimpinan redaksi yang dikutip CNBCINdonesia.com pada Senin (16/11/2020).

Kerelaan Emil menjadi ‘’sales’’ investasi ini merupakan salah satu dukungannya untuk mendorong investasi besar-besaran untuk masuk ke Jawa Barat. Investasi sektor digital menjadi salah satu andalannya.

Rencananya ada tiga wilayah di Jawa Barat yang bakal jadi lokasi untuk pembangunan infrastruktur pusat data itu, namun Emil belum bisa membocorkan di mana tiga wilayah itu lantaran masih dalam pembahasan. Namun dapat dipastikan pusat data itu akan dibuka pada 2021 dan wilayah pusat data itu bukan daerah Bandung Raya.

Meski pembangunan infrastrukturnya berada di Jawa Barat, sebelumnya Amazon pernah mengumumkan bahwa Jakarta akan menjadi salah satu region baru AWS di kawasan Asia Pasifik. Jakarta, diungkap Contry Leader AWS Indonesia, Gunawan Susanto, menjadi salah satu region baru AWS yang akan mempunyai tiga zona ketersediaan, di mana masing-masing zona ketersediaan akan memiliki minimal satu data center.

Sebelumnya AWS diketahui sudah memiliki lima region lainnya di kawasan Asia Pasifik, yaitu Singapura, Sydney, Tokyo, Seoul, dan Hongkong.

Meski begitu, Senior Technical Evangelist AWS ASEAN, Donnie Prakoso, pernah mengungkapkan bahwa kehadiran tiga zona ketersediaan di region Jakarta tidak benar-benar berada di wilayah DKI Jakarta. Sebab, tiap-tiap zona ketersediaan akan dibangun dengan jarak tertentu.

Strategi ini digunakan untuk mengantisipasi potensi bencana alam. ‘’Sehingga kalau ada bencana seperti banjir atau gempa bumi di satu zona, tidak akan mengganggu operasional zona lainnya. Jadi zona ketersediaan ini saling back up satu sama lain,’’ ungkapnya dikutip Katadata.co.id (18/11/2020).

Nantinya AWS akan menawarkan lebih dari 160 fitur yang bisa dimanfaatkan oleh pelanggannya di Indonesia dan negara-negara ASEAN. Dimulai dari fitur keamanan, penyimpanan data, Internet of Things (IoT), dan artificial intelligence (AI).

Di Indonesia sendiri, sudah ada pelanggan AWS antara lain Kumparan, Halodoc, Grab, Traveloka, Kredivo, Elevenia, Zalora, DBS Bank, Iflix, dan Sociolla.

Dengan datangnya Amazon, ditambah perusahaan pusat data seperti Google yang sudah lebih dulu membangun di Indonesia pada Juni 2020 lalu, belum lagi nanti datangnya Alibaba yang akan meluncurkan pusat data ketiga di Indonesia awal 2021, tidak dapat dipungkiri Indonesia jadi salah satu negara dengan tempat persaingan ketat tiga perusahaan raksasa dunia itu.

Masuknya investasi dari Amazon ke Jawa Barat semakin menambah daftar panjang jumlah investor asing yang masuk di Pulau Jawa. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investor asing paling banyak berlokasi di provinsi Jawa Barat dengan total nilai investasi mencapai Rp86,3 triliun atau sekitar 14,1 persen dari total nilai investasi di Pulau Jawa.

‘’Jabar (Jawa Barat) sudah tiga tahun ranking satu investasi dan ini sangat membanggakan. Jabar juga infrastrukturnya terbaik, manusianya paling produktif,’’ ungkap Emil di Hotel Savoy Homann, setelah acara West Java Investment Summit 2020 dikutip Pikiran-Rakyat.com.

Selain Amazon, investor asing yang tercatat menanam modal di Jawa Barat antara lain PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, PT Kereta Cepat Indonesia China, PT Masdar Mudabala Company, China Petroleum Corporation, dan Frisian Flag Indonesia.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/11/21/tidak-jadi-di-malaysia-amazon-resmi-bangun-data-center-di-jawa-barat

Tuesday, November 17, 2020

Google Beli Saham Tokopedia

Gaspol! Google Beli Saham Tokopedia

Senin, 16 Nov 2020 16:28 WIB

Lesunya pertumbuhan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat (AS), membuat Google melirik pasar Asia. Google dilaporkan telah menanam investasi di Tokopedia.

Raksasa internet itu tidak sendirian, Temasek yang merupakan perusahaan investasi asal Singapura, juga turut bergabung menyuntik dana segar ke perusahaan e-Commerce yang dinakhodai William Tanuwijaya ini, seperti dilansir dari Nikkei Asian Review, Senin (16/11/2020).

Belum diketahui secara pasti berapa jumlah pundi-pundi yang mengalir dari Google ke kantong Tokopedia. Akan tetapi, disebutkan Google sekarang memegang saham 1,6%, sedangkan Anderson Investments yang berafiliasi dengan Temasek memiliki saham 3,3%, berdasarkan dokumen yang diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM tertanggal 4 November 2020 kemarin.

Adapun, nilai saham yang dipegang Google di Tokopedia bernilai USD 1,1 juta atau setara Rp 15,5 miliar dengan kurs USD 1 = Rp 14.102. Sementara, Anderson Investments bernilai Rp 33,4 miliar.

Sebagai catatan, kata Nikkei, angka tersebut belum tentu mencerminkan modal yang sebenarnya yang dibayarkan oleh kedua belah pihak, sebab investasi bisa masih terus bergulir dalam beberapa tahap. Google dan Temasek dapat meningkatkan kepemilikan saham mereka di Tokopedia di kemudian hari.

Sejauh ini, Softbank Group menjadi pemegang saham mayoritas Tokopedia sebesar 33,9%. Kepemilikan saham Softbank itu melalui berbagai entitas, termasuk Vision Fund. Setelah itu, Alibaba Group jadi pemegang saham kedua dengan kepemilikan 28,3%.

Google bukan pertama kali investasi ke startup unicorn. Pada 2018, perusahaan yang bermarkas di Mountain View, AS, itu sudah menyuntik dana segar ke Gojek. Google tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua di perusahaan itu dengan 6,9%, sedangkan yang pertama diduduki Gamvest, sebuah entitas yang dimiliki investor Singapura GIC.

Investasi Google dan Temasek ke Tokopedia ini setelah Microsoft berinvestasi ke Bukalapak yang tak lain adalah pesaing dari Tokopedia. Aksi korporasi dari perusahaan AS ini memperlihatkan minat menyuntikkan modal ke startup unicorn Indonesia.

Nikkei menyebutkan perusahaan teknologi asal negeri Paman Sam tersebut melihat ada peluang investasi di Asia, karena pertumbuhan ekonomi di Eropa dan AS melambat. Sebelumnya, mereka sudah menggelontorkan miliaran dolar ke India dan sekarang melakukan hal yang sama ke Indonesia, pasar terbesar ketiga di Asia dalam hal populasi.


Sumber :

https://inet.detik.com/business/d-5257194/gaspol-google-beli-saham-tokopedia

Tuesday, November 3, 2020

Bukalapak Dapat Suntikan dari Microsoft

Bukalapak Dikabarkan Dapat Suntikan Modal Rp 1,46 Triliun dari Microsoft 

Microsoft dikabarkan telah sepakat untuk melakukan investasi sebesar 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,46 triliun (krus Rp 14.600) kepada salah satu e-commerce Indonesia, Bukalapak. 

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (3/11/2020) Microsoft bersama pendukung lain yakni GIC Pte serta PT Erlang Mahkota Teknologi (Emtek Group) bakal melakukan investasi dengan nilai di kisaran 2,5 miliar dollar AS hingga 3 miliar dollar AS. 

Di dalam rilis bersama, Microsoft pun telah mengonfirmasi telah melakukan investasi strategis ke Bukalapak. Meski perusahaan tidak membuka informasi mengenai nilai dari investasi tersebut. Dengan kerja sama tersebut, Bukalapak bakal mengadopsi layanan Microsoft Azure yang merupakan platform cloud untuk mendukung lebih dari 12 juta pelapak dan 100 juta pengguna layanannya. 

"Melalui kerja sama ini, pelapak dan konsumen akan memiliki pengalaman transaksi jual da beli yang lebih baik," ujar Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee dalam keterangan tertulis tersebut. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat belakangan memang memiliki ketertarikan yang cukup besar terhadap Indonesia. 

Pasalnya, populasi penggunaan smartphone di Indonesia cukup besar sebagai negara dengan populasi terbesar nomor empat di dunia. Baru-baru ini, Google bersama dengan Tamasek Holdings Pte juga baru saja menyepakati investasi sebesar 350 juta dollar AS ke salah satu e-commerce PT Tokokpedia. Facebook Inc dan Paypal Holdings Inc pun baru saja menyuntikkan modal kepada Gojek. 

Sumber Bloomberg menyatakan, dengan kesepakatan antara Microsoft tersebut, Bukalapak kian dekat dengan target mereka untuk mengumpulkan pendanaan sebesar 200 juta dollar AS. Perusahaan pun tengah berdiskusi dengan calon investor lain untuk mendapatkan tambahan modal. 

Selain Microsoft, investor Bukalapak lainnya yakni Ant Group Co milik Jack Ma serta Mirae Asset Naver asia Growth Fund dari Korea Selatan.


Sumber

https://money.kompas.com/read/2020/11/03/173000926/bukalapak-dikabarkan-dapat-suntikan-modal-rp-1-46-triliun-dari-microsoft.

Bukalapak Establishes Strategic Partnership with Microsoft

Bukalapak Establishes Strategic Partnership with Microsoft to Enhance Indonesian E-commerce

Nov 3, 2020   |   Microsoft Indonesia

Partnership agreement between Microsoft represented by Haris-Izmee, President Director of Microsoft Indonesia (center) and Rachmat Kaimuddin, CEO of Bukalapak (right). The signing is witnessed by Jean-Philippe Courtois, Executive Vice President and President, Microsoft Global Sales, Marketing and Operations (Left)


Bukalapak will adopt Microsoft Azure as its preferred cloud platform.

Microsoft will make a strategic investment in Bukalapak


Jakarta, 03 November 2020. – Microsoft and Bukalapak, one of Indonesia’s leading e-commerce platforms, have formed a strategic partnership to reshape how e-commerce is conducted in the country.  Kicking off the collaboration between the two companies, Bukalapak will adopt Microsoft Azure as its preferred cloud platform and Microsoft will make a strategic investment in Bukalapak.

The partnership will leverage Microsoft’s expertise in building a resilient cloud infrastructure to support Bukalapak services for more than 12 million micro, small and medium enterprises, and 100 million customers.

“This partnership signals a deep collaboration with Microsoft on an array of technology projects that will transform the technology-driven commerce solutions and operations solution and operations in Indonesia,” said Rachmat Kaimuddin, CEO of Bukalapak. “As a global technology leader, Microsoft’s confidence with Bukalapak highlights our position as the leading homegrown technology player in Indonesia and our continued objective to create a positive impact on our country and customers.”

Through this partnership, Bukalapak and Microsoft will collaborate on key initiatives including:

Building resilient infrastructure – Bukalapak will adopt Microsoft Azure as its preferred cloud platform to support its more than 6 million online merchants, 6 million offline merchants and 100 million customers.

Bridging the digital gap – The companies will explore opportunities to help make the digital world relevant for every individual daily.

Skilling – Providing digital skills training for Bukalapak employees and their merchants.

“Bukalapak and their services have had real and enduring impact on Indonesian society, and their innovation mindset in a rapidly changing market will create new opportunities for merchants, businesses and consumers,” said Haris Izmee, President Director of Microsoft Indonesia. “We are excited to empower Bukalapak with a trusted cloud, that allows them to scale their customer experience on Microsoft Azure. Through this partnership, merchants and consumers will have a more efficient and reliable buying and selling experiences, which in turn, creates business resilience and helps in accelerate growth in the Indonesian digital economy.”

As a leading e-commerce platform in Indonesia, Bukalapak was founded with the singular mission of empowering Indonesia through digital technology. The company also offers financial services and payment options for its users, including but not limited to, gold and mutual funds’ investments, bill payments and credit services. They aim to transform the economy beyond e-commerce, by digitalizing traditional warungs (mom and pop kiosks) so every business in Indonesia has access to the online economy.


About Bukalapak

We are an Indonesian-based technology company with focuses on helping create a fair economy for all. Through our online and offline commerce platforms, we want to provide everyone with options and opportunities to get more out of life.

Since 2010, we have been serving more than 6 million online sellers, 6 million Mitra Bukalapak, 100 million users and became a unicorn in 2017. In completing our services, in 2016 we launched our B2B e-procurement line through Buka Pengadaan Indonesia (BPI). In 2019, BPI acquired 500 buyers and 5.000 purchase orders with an average value per transaction of Rp 150 million.

We have also been going above and beyond to contribute to the growth of Indonesian MSMEs, which led the Government to award the Satyalancana Wira Karya Medal of Honors for our Founders, Achmad Zaky in 2016 and Fajrin in 2019 for their contributions to the nation.

Other forms of recognitions we have obtained include ranking 14th in Financial Times’ list of High Growth Companies in Asia Pacific , HR Asia’s Best Companies To Work For in 2019 – 2020, and The Best Contact Center Indonesia 2018 and 2019 by the Indonesia Contact Center Association (ICCA).


About Microsoft

Microsoft (Nasdaq “MSFT” @Microsoft) enables digital transformation for the era of an intelligent cloud and an intelligent edge. Its mission is to empower every person and every organization on the planet to achieve more.


Sumber :

https://news.microsoft.com/id-id/2020/11/03/bukalapak-establishes-strategic-partnership-with-microsoft-to-enhance-indonesian-e-commerce/

Monday, October 19, 2020

Elon Musk Bakal Bangun Pabrik Tesla di Batang Jateng

Gokil! Tesla Elon Musk Bakal Bangun Pabrik di Batang Jateng

Kabar baik datang dari sektor manufaktur. Salah satu pemain besar mobil listrik dunia, Tesla besutan Elon Musk sedang menjajaki pembangunan pabrik baterai di Indonesia. Kabar terbaru, Tesla sedang diarahkan oleh pemerintah untuk membangun pabriknya di kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah, yang sedang dibangun pemerintah.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang membenarkan soal rencana Tesla tersebut, ia bilang nantinya Tesla diarahkan membangun pabrik di Batang. Saat ini proses diskusi antara Tesla dan pemerintah masih berlangsung.


"On going discussion, arahnya ke sana (Batang)," kata Agus kepada CNBC Indonesia, Senin (19/10).

Kabar Tesla berminat membangun pabrik baterai di Indonesia sudah santer sejak bulan lalu. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn)

"Sebelum saya mengakhiri sambutan saya, saya ingin sampaikan lagi peminat investasi ke Indonesia banyak, tadi saya baru ditelepon dari Tesla di Amerika mereka juga berminat membangun (pabrik) baterai lithium di Indonesia," kata Luhut Rabu (9/9/2020).


Menurut Luhut, manajemen Tesla tertarik menanamkan modal lantaran Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Manajemen Tesla bahkan bertanya apakah cadangan nikel tanah air mumpuni.

"Saya bilang kau taruh investasinya di sini hari ini cadangannya kita kasih. Jadi kalau kita itu selalu sekarang mengubah dari commodity base menjadi downstreem. Jadi produksi-produksi kita lihat hilirisasi. ujar Luhut.


Upaya pemerintah untuk membawa Tesla membangun pabrik ke Batang memang tak mengherankan. Kawasan ini memang disiapkan untuk relokasi pabrik dari luar dengan insentif sewa lahan gratis selama 10 tahun. Bahkan sebanyak 153 perusahaan asing dan luar sudah antre masuk masuk ke Indonesia termasuk ke Batang.

Presiden Jokowi sebelumnya telah memerintahkan pembukaan lahan seluas seluas 4.000 hektare milik PTPN IX di Batang. Tahap pertama dibuka seluas 450 hektare, sehingga harapannya Indonesia makin bisa bersaing menyambut investor dengan pelayanan yang baik dan berdaya saing.


"Saya tidak mau lagi, tadi ada potensi 119 perusahaan yang akan relokasi dari Tiongkok keluar, jangan sampai kita tidak mendapatkan perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia. Jangan kalah dengan negara-negara lain," kata Jokowi saat meninjau kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6).


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20201019091456-4-195282/gokil-tesla-elon-musk-bakal-bangun-pabrik-di-batang-jateng

Pabrik Sepatu Adidas Bakal Masuk ke Pati

Pabrik Sepatu Adidas Bakal Masuk ke Pati, Butuhkan 13.000 Karyawan

14/10/20202

Pabrik sepatu Adidas dibawah naungan PT Hwaseung Indonesia (HWI) telah meneken kontrak untuk pengadaan produksi di Pati, Jawa Tengah.

Nilai investasi yang dibawa senilai 2 triliun rupiah ini direncanakan akan berdiri di Kecamatan Batangan, Desa Bumimulyo dan Desa Ketitang Wetan.

 

Dengan luas area mencapai 20 Hektar dan akan menyerap tenaga kerja mencapai 13.000 karyawan. Nantinya, pihak pabrik berencana merekrut warga lokal dengah tujuan menarik warga Pati yang saat ini mayoritas bekerja di luar daerah seperti Jepara, Kudus, dan Tangerang.

Pati memang saat ini banyak dilirik investor unutk menanamkan modal, pernyataan ini disampaikan oleh Sugito, Ketua Asosiasi Persepatuan Indoensia di Jateng.

 

Saat ini Sugito cs dipercaya untuk mengurus perizinan berdirinya pabrik sepatu adidas dengan target produksi 2 juta pasang sepatu per bulan.

Produksi itu mungkin dicapai lantaran menurut kajian sosiologis, Pati termasuk daerah dengan SDM yang memiliki etos kerja tinggi dan ulet.

Sugito juga menambahkan bahwa PT HWI akan segera mengurus segala perizinan yang dibutuhkan, termasuk UKL/UPL, dan Andalalin. Juga mengurus Kawasan Berikat sehingga diperkirakan awal Tahun 2022 sudah bisa operasional.

 

Dukungan senada juga disampaikan Sugiyono, Kepala DPMPTPSP Pati didampingi seksi Promosi Penanaman Modal, Endah Murwaningrum menyatakan terimakasih kepada PT HWI yang sudah berinvestasi di Pati.

Ia berpandangan ini akan menjadikan multiplier effect yang sangat besar, yaitu akan berdiri pabrik-pabrik subkon lainnya dan mengurangi pengangguran di Kabupaten Pati.

DPMPTSP juga siap mengawal perizinan dan mempermudah prosesnya.


Sebelumnya PT Hwaseung Indoensia te;ah mendirikan pabrik yang telah beroperasi di Jepara Jawa Tengah. Adapun rencana yang akan didirikan di Pati ini merupakan cabang dari yang telah ada.

Keputusan itu diambil setelah menghitung untuk rugi yang di dapat, melakukan perluasan di Jepara hanya akan membuahkan masalah.

Pemukiman padat penduduk menjadi alasan, sehingga ia memilih membuka baru dengan lahan yang lebih luas di Pati. Selain itu UMK di Pati terbilang lebih rendah ketimbang Jepara.

Menurut data pada tahun 2019, UMK di Jepara senilai Rp 1.900.000 dan Pati sedikit dibawahnya senilai Rp 1.600.000.


Sumber :

https://jatengpost.com/pabrik-sepatu-adidas-bakal-masuk-ke-pati-butuh-13-000-karyawan/

Related Posts