Saturday, June 27, 2020

Penyelamatan Modal Bank Bukopin

BUMN Terlibat Penyelamatan Modal Bukopin, Apa Dampaknya Buat Nasabah?

Rabu, 24 Jun 2020 18:16 WIB

PT Bank Bukopin Tbk mendapatkan bantuan teknis atau technical assistance dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) untuk membenahi masalah likuiditas dan operasional bank.

Hal ini tertuang dalam surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterima BRI tanggal 11 Juni 2020 perihal permintaan technical assistance untuk Bukopin.

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anggawira mengatakan langkah ini adalah cara yang baik untuk mengembalikan kondisi likuiditas Bukopin yang merupakan sumber modal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.

"Kami apresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh BRI dalam proses pendampingan dan jangan lupa bahwa Bank Bukopin ini banyak dana-dana nasabah UMKM serta juga koperasi yang ada disana," ujar Anggawira dalam siaran pers, Rabu (24/6/2020).

Menurut dia penerapan strategi ini ditujukan untuk menjamin layanan perbankan yang komprehensif kepada nasabah melalui jaringan yang terhubung secara nasional, produk yang beragam serta mutu pelayanan dengan standar yang tinggi.

"Ini bentuk perhatian yang luar biasa dari BRI atas pendampingan yang diberikan kepada Bank Bukopin. Jangan sampai dalam situasi yang seperti ini memang bukan hanya Bank Bukopin, tapi bank lain juga likuiditasnya sangat sulit," ucapnya.

Dengan komitmen yang diberikan oleh pemerintah, diharapkan nasabah juga bisa percaya dan memberikan dukungannya. Sebab jika sampai ada perbankan yang mengalami likuidasi, maka dampaknya ke perbankan lain.

"Soal Bank Bukopin ini intinya harus ada keberpihakan pemerintah dan OJK dalam penyelesaian persoalan tersebut. Karena kita ketahui bersama juga komitmen dari investor kan belum jelas yang artinya tinggal dikawinkan dengan Bank BUMN," ungkapnya.

Dia menambahkan, hal tersebut perlu untuk memberikan pemahaman kepada nasabah terkait isu likuiditas yang sempat membayangi Bank Bukopin.

"Tingkat kepercayaan nasabah naik, membaik karena pemerintah, dan regulator, pemegang saham sudah komitmen, serta manajemen baru akan menjaga bank ini jauh lebih bagus," tuturnya.


Sumber :
https://finance.detik.com/moneter/d-5066711/bumn-terlibat-penyelamatan-modal-bukopin-apa-dampaknya-buat-nasabah
Blogger Tricks

Wednesday, June 24, 2020

Di Tengah Gelombang PHK, BUMN Ini Rekrut 1.490 Karyawan Baru

Ribuan pencari kerja memadati Bursa Kerja di gedung Smesco, Jakarta, Jumat (08/01/2016). Bursa Kerja yang berlangsung hingga 9 Januari 2016 ini memberi kesempatan bagi pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), Indonesia beberapa kali mendapatkan hantaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), mulai dari perusahaan besar hingga kecil. Sektor yang sudah terkena gelombang PHK pun beragam mulai dari pabrik sepatu, perusahaan telekomunikasi, dan baru-baru ini decacorn Gojek melakukan PHK terhadap 430 karyawan.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tak lepas dari gelombang PHK. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan pemutusan atau percepatan masa kontrak terhadap 135 pilot.

Namun, berbeda dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, di tengah pandemi perusahaan pelat merah tersebut justru merekrut ribuan karyawan.

"Jadi kalau banyak perusahaan mengurangi karyawan alhamdulillah pandemi dengan segala keterbatasannya kami ada tambahan karyawan 1.490 orang," kata Arief dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Dengan perekrutan tersebut, PNM menargetkan kinerja penambahan nasabah dapat ditingkatkan. Ditargetkan ada 10 juta nasabah di 2023.

"Karena ini untuk memenuhi target 10 juta nasabah aktif di tahun 2023," ujar dia.

Oleh sebab itu, Arief menegaskan, selama pandemi Corona ini PNM tidak merumahkan karyawan apalagi sampai melakukan PHK.

"4.578 total karyawan PNM per hari ini. Alhamdulillah selama pndemi ini tidak ada yang kami rumahkan tanpa bekerja. WFH kami lakukan tapi tidak dirumahkan tanpa bekerja. Tidak ada yang kami PHK karena selama Januari sampai April proses rekrutmen dan pelatihan," tutup Arief.


Sumber :
https://finance.detik.com/bumn/d-5066282/di-tengah-gelombang-phk-bumn-ini-rekrut-1490-karyawan-baru

Gojek dan PHK

Gojek: 430 Karyawan PHK, Dapat Pesangon di Atas Standar

Pandemi global COVID-19 berdampak pada perubahan perilaku dan preferensi konsumen yang sangat signifikan. Termasuk perusahaan ride-hailing made in Indonesia Gojek. Gojek akhirnya mengumumkan PHK atas 430 karyawannya.

Gojek yang diluncurkan sejak 2015 dan kini sudah memiliki lebih dari 170 juta pengguna di Indonesia dan Asia Tenggara, mengumumkan strategi perusahaan jangka panjang guna menghadapi situasi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian ini.

Gojek akan memprioritaskan bisnis inti yang memberikan dampak seluas-luasnya, yaitu bisnis transportasi, pesan-antar makanan dan uang elektronik.

"Gojek menetapkan strategi yang fokus pada bisnis inti. Menyusul hal itu, maka sumber daya yang kami miliki sebagian besar dikonsentrasikan untuk mendukung bisnis transportasi online, pesan-antar makanan dan kebutuhan pokok, serta dompet digital. Selain bisnis inti ini, layanan lainnya juga masih memiliki peluang untuk lebih berkembang seperti layanan kesehatan yang bekerja sama dengan Halodoc," kata Kevin Aluwi dan Andre Sulistyo, Co-CEO Gojek.

Adapun layanan transportasi online (GoRide dan GoCar), lalu pesan-antar makanan dan kebutuhan pokok (GoFood), serta dompet digital (GoPay) juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tengah pandemi.

"Fokus kami pada bisnis inti adalah untuk memastikan pertumbuhan Gojek secara berkesinambungan dan mampu bertahan di tengah pandemi ini yang kita tidak tahu kapan berakhir. Gojek berupaya menjaga ekosistem secara keseluruhan agar tetap mampu memberikan dampak sosial secara luas kepada sekitar 2 juta mitra dan 500.000 UMKM," jelas Co-CEO Gojek.


Kenaikan bisnis layanan logistik dan belanja kebutuhan sehari-hari

Gojek optimis langkah-langkah yang ditempuh akan membantu perusahaan mendistribusikan sumber daya untuk fokus mengembangkan bisnis yang memiliki dampak luas, khususnya tiga layanan inti, dan pengembangan layanan yang mengalami kenaikan performa signifikan selama pandemi seperti misalnya bisnis logistik mencatat pertumbuhan 80% sejak awal pemberlakuan pembatasan jarak sosial dan transaksi layanan belanja kebutuhan sehari-hari yang naik dua kali lipat.

Adapun di tengah pandemi COVID-19 juga terdapat layanan yang terpaksa dihentikan karena tidak mendukungnya situasi dan kondisi serta adanya perubahan perilaku konsumen yang kini mengedepankan jaga jarak (physical distancing).

Sejalan dengan itu, layanan yang sulit dilakukan dengan mengedepankan physical distancing seperti layanan pijat profesional di rumah yakni GoMassage dan layanan jasa kebersihan rumah yakni GoClean, terpaksa dihentikan di tengah pandemi ini. Layanan lain yang dihentikan adalah GoFood Festivals yang ada di sejumlah lokasi di Indonesia karena sifatnya yang dapat mengundang keramaian.

Dampak dari keputusan ini sebanyak 430 karyawan atau sekitar 9% dari total karyawan Gojek, di mana sebagian besar bekerja merupakan staf GoLife dan GoFood Festival, akan meninggalkan Gojek sebagai bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan.

Karyawan yang terdampak dengan keputusan ini akan mendapat berbagai bentuk dukungan termasuk pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah, asuransi kesehatan hingga akhir 2020, dan perangkat elektronik yang mereka gunakan saat di Gojek untuk tetap menjaga produktivitas.

"Kami sangat berterima kasih bahwa kalian telah memberikan kontribusi berarti bagi kesuksesan Gojek selama bertahun-tahun. Kalian telah menjadi bagian yang bernilai dari sejarah dan perjalanan Gojek; setiap perusahaan akan beruntung untuk memiliki kalian di dalam tim mereka dan kami akan membantu kalian semaksimal mungkin untuk dapat melangkah lebih jauh di perjalanan karir kalian," ujar Kevin Aluwi, Co-CEO Gojek.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Co-CEO Gojek lewat pertemuan townhall virtual yang digelar 16 kali dan dihadiri seluruh karyawan. Seri pertemuan virtual ini digelar untuk setiap divisi dan memungkinkan Co-CEO menyampaikan secara lebih personal pengumuman perubahan ini dan menerima pertanyaan langsung dari karyawan.

https://cnbcindonesia.com/tech/20200623203217-37-167511/gojek-430-karyawan-phk-dapat-pesangon-di-atas-standar



Gojek PHK 430 Karyawan, Paling Banyak GoLife dan GoFood Festival

Gojek Indonesia melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 430 karyawannya.

Jumlah tersebut setara dengan 9 persen dari total karyawan Gojek yang mencapai 4.000 orang.

Sebagian besar karyawan yang kena PHK berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival.

"Mereka akan meninggalkan Gojek sebagai bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan. Ini merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi COVID-19," ungkap pihak Gojek dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6/2020).

Manajemen Gojek menyebut bahwa 430 karyawannya yang di-PHK akan mendapat benefit termasuk pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah.

"Perjalanan menjadi semakin sulit karena kita harus berpisah dengan 430 karyawan, yang selama ini menjadi rekan kerja sehari-hari yang dekat dengan kita, lalu juga adanya penutupan GoLife dan GoFood Festival - bisnis yang memiliki peran penting dalam sejarah Gojek," ujar Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dalam keterangan tertulisnya.

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya kami harus mengambil keputusan sulit untuk kita dapat mengimplementasikan hal ini," sambungnya.

https://www.kompas.tv/article/88963/gojek-phk-430-karyawan-paling-banyak-golife-dan-gofood-festival?page=all



GOJEK Resmi PHK 430 Karyawannya, Buntut Bergabungnya Facebook dan PayPal?

Gojek Indonesia melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 430 karyawannya. Jumlah tersebut setara dengan 9 persen dari total karyawan Gojek yang mencapai 4.000 orang.

Sebagian besar karyawan yang kena PHK berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival.

"Mereka akan meninggalkan Gojek sebagai bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan. Ini merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi COVID-19," ungkap pihak Gojek dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6/2020).

Manajemen Gojek menyebut bahwa 430 karyawannya yang di-PHK akan mendapat benefit termasuk pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah.

"Perjalanan menjadi semakin sulit karena kita harus berpisah dengan 430 karyawan, yang selama ini menjadi rekan kerja sehari-hari yang dekat dengan kita, lalu juga adanya penutupan GoLife dan GoFood Festival - bisnis yang memiliki peran penting dalam sejarah Gojek," ujar Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dalam keterangan tertulisnya.


Facebook dan PayPal Resmi Jadi Investor Gojek

Sebelumnya, pada awal Juni lalu, Gojek kembali mendapat guyuran investasi anyar.

Pada Rabu (3/6/2020), Gojek mengumumkan bahwa Facebook dan PayPal resmi menjadi investor Gojek untuk penggalangan dana terkini.

Selain Facebook dan PayPal, Google dan Tencent juga menambah investasi di penggalangan terkini setelah kedua perusahaan ini membenamkan investasi di putaran sebelumnya.

Sayang, Gojek tidak menyebut nilai investasinya.

Bergabungnya Facebook dan PayPal sebagai investor, menyusul Google dan Tencent, mendukung upaya Gojek untuk terjun lebih dalam di ekonomi digital Asia Tenggara dengan fokus pada layanan pembayaran dan keuangan.

Selain itu sumber daya perusahaan teknologi terbesar ini bakal bersinergi dengan teknologi dan pendekatan yang dimiliki Gojek.

Tujuannya adalah untk bisa menciptakan sistem pembayaran digital yang cepat yang diperlukan jutaan usaha dan individu di Indonesia dan Asia Tenggara.

Tampaknya Gojek bakal mengoptimalkan pembayaran digital Gopay untuk bisa berkiprah lebih luas lagi di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu pendanaan dari Facebook, PayPal, Google, Tencent dan perusahaan global lainnya akan mendukung lebih banyak UMKM menuju digitalisasi, mulai dari usaha kecil dan menengah yang beroperasi di toko-toko pinggir jalan hingga bisnis berskala besar yang ingin memperkuat infrastruktur pembayaran digital mereka.

Sejauh ini layanan digital Gojek sudah dimanfaatkan ratusan ribu merchant dan memberikan akses kepada lebih dari 170 juta pengguna Gojek di Asia Tenggara.

“Bergabungnya Facebook, PayPal, Google dan Tencent membuat kami memiliki kesempatan untuk mencapai sesuatu yang betul-betul unik seiring dengan upaya kami mendukung lebih banyak digitalisasi di dunia usaha dan memastikan jutaan pelanggan mendapat manfaat dari ekonomi digital.” kata Co-CEO Andre Soelistyo dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Rabu (3/6/2020).

Gojek menggelar 16 sesi townhall meeting yang dihadiri seluruh karyawan untuk mengumumkan strategi perusahaan yang akan memperkuat fokus bisnis inti.

Menurut keterangan tertulis Gojek yang diterima Tribunnews, Selasa (23/6/2020), ada beberapa keputusan yang diambil Gojek untuk memperkuat fokus bisnis inti perusahaan.

Beberapa keputusan tersebut, seperti menghentikan layanan non-inti yang tedampak pandemi saat ini, dan ada juga keputusan terkait perampingan struktur perusahaan secara menyeluruh untuk mengoptimalkan pertumbuhan di masa mendatang.

Layanan non-inti yang akan dihentikan menurut keterangan Gojek, adalah GoLife dan seluruh layanan di dalamnya termasuk GoMassage dan GoClean.

Selain itu GoFood festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood juga akan dihentikan pada sejumlah wilayah.

Keputusan yang diambil Gojek ini disebut telah melalui evaluasi atas situasi makro ekonomi, dan perubahan perilaku masyarakat yang menjad lebih waspada terhadap aktivitas kontak fisik.

Terkait adanya perubahan perilaku masyarakat yang berubah, Gojek mengatakan layanan GoLife dan GoFood Festival mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seirng adanya wabah Covid-19.

"Meski layanan GoLife akan segera dihentikan, pihak Gojek mengumumkan bahwa layanannya masih dapat diakses hingga 27 Juli mendatang," tulis keterangan Gojek tersebut.

Dampak dari penutupan layanan ini, Gojek menyebutkan harus mengambil keputusan sulit karena harus berpisah dengan 430 karyawanya yang sebagian besar berasal dari divisi GoLife dan GoFood Festival.

Langkah pengurangan karyawan ini merupakan satu-satunya keputusan, yang diambil Gojek lakukan di tengah situasi wabah Covid-19 yang sampai saat ini masih berlangsung.

Pengambilan keputusan ini, lanjut Gojek, membuat perusahaan dapat menggunakan sumber daya yang ada untuk memperkuat fokus kepada bisnis yang lebih luas dan mencakup tiga layanan inti.

"Penutupan GoLife tentunya akan berdampak pada mitra kami, maka dari itu untuk mitra GoLife akan mendapatkan pelatihan online untuk bekal jangka panjang untuk memperoleh penghasilan tambahan. Kami juga memberikan program bantuan dana tunai, untuk mitra aktif yang memenuhi kriteria," kata pernyataan tersebut.

Selain itu, Gojek juga memberikan pesangon di atas standar pemerintah untuk karyawan yang terdampak keputusan ini.

Kemudian Gojek juga memberikan dukungan kepada karyawan yang berdampak, antara lain:

1. Pesangon: Keberlangsungan finansial menjadi perhatian terbesar saat ini. Karyawan yang terdampak akan menerima pesangon.

"Kami menetapkan minimum gaji 4 pekan, ditambah 4 pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja."

2. Pembayaran gaji selama periode pemberitahuan: Gojek tidak mewajibkan karyawan yang terdampak untuk bekerja saat sudah memasuki periode pemberitahuan,.

Hal ini agar karyawan dapat fokus memikirkan mengenai rencana mereka di masa mendatang, tetapi Gojek tetap akan membayar gaji mereka secara penuh.

3. Equity arrangement: Masa tunggu bagi karyawan yang memiliki hak kepemilikan saham akan dihapus, sehingga karyawan yang meninggalkan Gojek dapat memiliki saham di perusahaan yang telah mereka bangun.

4. Pembayaran cuti tahunan dan hak lainnya: Gojek akan membayarkan cuti tahunan yang tidak digunakan, selain juga hak-hak lainnya termasuk cuti melahirkan.

5. Perpanjangan asuransi kesehatan: Di tengah krisis kesehatan global ini, kami ingin memastikan bahwa kebutuhan terkait kesehatan karyawan yang terdampak tetap dapat terpenuhi.

"Kami akan memperpanjang skema asuransi kesehatan bagi karyawan yang terdampak dan juga bagi keluarga mereka, hingga 31 Desember 2020," tulis pernyataan dari Gojek.

6. Perlengkapan: Karyawan dapat tetap memiliki laptop mereka untuk membantu mencari peluang lain.

7. Perpanjangan program bantuan karyawan: Gojek sangat memperhatikan kondisi emosional dan psikologis karyawan yang terdampak.

Maka dari itu, Gojek memperpanjang masa dukungan, mencakup program layanan kesehatan mental, finansial, dan konsultasi lainnya selama tiga bulan ke depan.

8. Program outplacement: mencari pekerjaan baru tidak pernah mudah, sehingga kami memberikan program outplacement yang akan membantu setiap orang untuk mencari pekerjaan.

Kemudian Gojek juga melakukan berbagai penyesuaian bisnis, guna mengakomodir perilaku baru pelanggan sejak adanya pandemi.

Perusahaan juga bekerja sama erat dengan mitra merchant untuk mengakomodir adanya perubahan pada permintaan.

Gojek juga membantu merchant yang sebelumnya hanya menjajakan produk secara offline menjadi bisa bermigrasi ke online dengan cepat, dan mengimplementasikan berbagai inisiatif guna mendukung keberlangsungan mata pencaharian mitra driver.

Bukan hanya itu, Gojek juga telah menghadirkan bisnis baru seperti penjualan barang kebutuhan sehari-hari dan makanan ‘siap masak’ di layanan GoFood, serta meningkatkan layanan pengiriman.


Sumber :
https://pontianak.tribunnews.com/2020/06/23/gojek-resmi-phk-430-karyawannya-buntut-bergabungnya-facebook-dan-paypal?page=all.

Friday, June 5, 2020

Lippo Karawaci PHK 676 Karyawan

Jumat, 05 Jun 2020 09:13 WIB

Virus Corona memberikan dampak yang besar bagi dunia usaha. Virus ini juga memberikan dampak buruk bagi PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hingga akhirnya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 676 karyawan.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/6/2020), Corona berdampak pada penghentian operasional sebagian perusahaan.

"Mal yang dimiliki maupun dikelola perseroan untuk sementara dihentikan kegiatan operasionalnya mengikuti ketentuan pemerintah pusat maupun daerah sehubungan dengan PSBB, beberapa hotel yang dimiliki maupun dikelola perseroan sementara ditutup sebagai bagian dari upaya mengurangi beban operasional. Parkir yang dikelola sebagian besar dihentikan kegiatan operasionalnya mengikuti mal/hotel," bunyi surat Lippo Karawaci kepada BEI.

Per 31 Desember 2019 jumlah karyawan tetap dan tidak tetap sebanyak 15.995 karyawan. Kemudian, jumlah karyawan tetap dan tidak tetap saat ini 14.927 karyawan.

Sebanyak 676 karyawan di-PHK dari Januari 2020 hingga saat ini. Lalu, jumlah karyawan yang dirumahkan 73 orang. Selanjutnya, jumlah karyawan yang terdampak dengan status lainnya seperti pemotongan gaji sampai 50% sebanyak 619 karyawan.

Pendapatan perusahaan untuk periode 31 Maret atau 30 April 2020 diperkirakan turun kurang dari 25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih juga diperkirakan mengalami penurunan kurang dari 25% pada 31 Maret 2020 atau 30 April 2020 dibanding periode sama tahun lalu.


Sumber :
https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-5041376/lippo-karawaci-phk-676-karyawan

Airasia PHK 111 Awak & 172 Pilot

Terpukul Keras, Airasia Berhad PHK 111 Awak & 172 Pilot

Maskapai penerbangan murah, AirAsia Berhad, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 111 awak kabin, 172 pilot, dan 50 insinyur. Keputusan itu diambil dengan tujuan untuk merampingkan operasi perusahaan, kata seorang sumber, mengutip pernyataan Chief Executive Officer AirAsia Berhad, Riad Asmat, pada briefing dengan staf maskapai, Kamis (4/6/2020).

Lebih lanjut, menurut sumber itu, Riad mengatakan bahwa situasi yang dihadapi oleh AirAsia Berhad saat ini sangat sulit. Bahkan, semua tindakan yang telah diambil untuk mengurangi pengeluaran, memantau faktor internal dan eksternal tidak mampu menopang bisnis, jelasnya.

"Semua orang yang terdampak dalam skema pemberhentian akan diberi tahu melalui email dalam waktu 24 jam," kata sumber itu kepada media Malaysia Astro AWANI.

Menurut sumber itu juga, AirAsia Berhad juga menjanjikan kompensasi kepada semua karyawan yang terdampak. AirAsia saat ini memiliki 1.900 anggota awak kabin.

"Riad juga meminta maaf kepada kru AirAsia dan menekankan bahwa perusahaan tidak punya pilihan lain selain merestrukturisasi organisasi karena manajemen tidak dapat menjamin perusahaan akan kembali normal," jelas sumber itu, sebelum menambahkan bahwa belum ada kejelasan soal apakah akan ada pemotongan gaji untuk staf lainnya.

AirAsia Berhad bukanlah satu-satunya perusahaan yang melakukan PHK pada karyawannya. Semua divisi Grup AirAsia juga telah melakukan hal serupa.

Sebelumnya pada hari yang sama, AirAsia X (AAX) juga mengumumkan pengurangan tenaga kerja, yang di antaranya termasuk pekerja Malaysia dan asing. Tetapi jumlah sebenarnya dari pekerja yang terdampak PHK tidak diungkapkan dalam briefing yang dipimpin oleh Chief Executive Officer AirAsia X Benyamin Ismail.

PHK itu diperkirakan akan memengaruhi tenaga kerja di setiap sektor termasuk operasi, manajemen, awak dan pilot.

Menurut sebuah sumber, AAX akan beroperasi dengan sekitar 15 hingga 16 pesawat ketika sektor internasional dibuka kembali. Itu berarti hanya setengah dari armadanya yang berjumlah 32 pesawat.

Dalam briefing juga disebutkan bahwa perusahaan akan menghapuskan pembayaran bonus dan insentif. Namun, pembayaran gaji dasar akan dipertahankan termasuk tunjangan penerbangan, sektor dan uang saku.


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200605063220-4-163212/terpukul-keras-airasia-berhad-phk-111-awak-172-pilot

Wednesday, June 3, 2020

Garuda Indonesia Rumahkan 800 Karyawan Kontrak

02/06/2020

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merumahkan sebanyak 800 karyawan kontrak atau karyawan berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama tiga bulan terhitung mulai 14 Mei 2020.

Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan upaya lanjutan demi menjaga keberlangsungan perseroan.

"Kebijakan ini merupakan upaya lanjutan yang perlu ditempuh di samping upaya-upaya strategis lain yang telah kami lakukan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan tetap terjaga di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal selama dampak pamdemi covid-19," ucapnya dari keterbukaan informasi publik BEI, dikutip Selasa (2/6).

Irfan menyebut keputusan itu diambil dengan memperhatikan kepentingan karyawan dan perusahaan. Keputusan disebutnya melalui kesepakatan antara karyawan dan perusahaan atau bukan keputusan sepihak.

Namun, ia menyebut kebijakan ini hanya bersifat sementara hingga perseroan selesai mengkaji dan mengevaluasi kondisi perusahaan serta peningkatan operasional penerbangan.

"Selama periode tersebut, karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak kepegawaian berupa asuransi kesehatan maupun tunjangan hari raya (THR) yang sebelumnya telah dibayarkan," katanya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pilot Garuda (APG) Capt Bintang Muzaini menyebut 181 pilot Garuda Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) per tanggal 1 Juni 2020. Ia mengaku sudah menyampaikan keberatan atas keputusan perusahaan tersebut.

Pasalnya, keputusan dan kabar PHK disampaikan secara mendadak, tak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan kontrak kerja. Muzaini menyampaikan surat PHK baru disampaikan manajemen Garuda Indonesia sehari sebelum akhir pekan, yakni pada 29 Mei 2020 lalu.

"Itu pun tengah malam pemberitahuannya, pukul 23.39 WIB, yang mana dengan target terhitung tanggal 1 Juni diberhentikan," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/6).

"Cuma 3x24 jam pemberitahuannya dan di hari libur panjang Sabtu, Minggu, Senin. Yang seharusnya ada di kontrak sepengetahuan kami itu paling 30 hari atau ada yang lebih ada yang sampai 90 hari, itu juga yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan," imbuh dia.


Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200602140628-92-508991/garuda-indonesia-rumahkan-800-karyawan-kontrak?

181 Pilot Garuda Indonesia di-PHK

02/06/2020

Ketua Asosiasi Pilot Garuda (APG) Capt Bintang Muzaini menyebut 181 pilot Garuda Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) per tanggal 1 Juni 2020. Ia mengatakan asosiasinya sudah menyatakan keberatan atas keputusan perusahaan tersebut.

Pasalnya, keputusan dan kabar PHK disampaikan secara mendadak, tak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan kontrak kerja. Muzaini menyampaikan surat PHK baru disampaikan manajemen Garuda Indonesia sehari sebelum akhir pekan, yakni pada 29 Mei 2020 lalu.

"Itu pun tengah malam pemberitahuan ya 23.39 WIB, yang mana dengan target terhitung tanggal 1 Juni diberhentikan," katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/6).

"Cuma 3 kali 24 jam pemberitahuannya dan di hari libur panjang Sabtu, Minggu, Senin. Yang seharusnya ada di kontrak sepengetahuan kami itu paling 30 hari atau ada yang lebih ada yang sampai 90 hari, itu juga yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tambahnya.

Ia menambahkan PHK di Garuda tak hanya menyasar pilot baru atau junior. PHK juga menyasar pilot senior dengan pengalaman jam terbang lebih panjang.

Padahal menurutnya, pilot-pilot tersebut masih layak terbang dan mendukung operasional perusahaan jelang masa normal. "Justru itu yang senior- senior semua, pilot terbaik kami," katanya.

Maskapai Garuda Indonesia memutuskan mempercepat penyelesaian kontrak kerja pilot mereka yang bekerja dengan status hubungan kerja waktu tertentu. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah lanjutan yang perlu ditempuh perusahaan untuk meredam tekanan yang diakibatkan oleh penyebaran virus corona.

Percepatan juga dilakukan demi menyelaraskan ketersediaan dan permintaan (supply dan demand) operasional penerbangan yang terdampak besar oleh pandemi COVID-19.

"Melalui penyelesaian kontrak tersebut Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku," kata Irfan seperti dikutip dari pernyataannya, Selasa (2/6).

Muzaini mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya masih berupaya berdiskusi dengan manajemen.

"Karena kemarin mendadak kembali dan menurut kajian kami tidak sesuai dengan peraturan perundangan undang-undang yang ada dan tidak sesuai dengan kontrak," ujarnya kepada CNNIndonesia Selasa (2/6).


Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200602115002-92-508933/181-pilot-garuda-indonesia-di-phk

Related Posts