Saturday, February 3, 2018

GoPro PHK Ratusan Karyawan

Lagi, GoPro PHK Ratusan Karyawan Divisi Drone

Mengutip Tech Crunch, Minggu (7/1/2018), berdasarkan seorang sumber, karyawan yang bakal PHK adalah mereka yang berada di bawah divisi drone Karma.

Melalui surat yang diterima oleh karyawan yang terancam PHK, GoPro menjelaskan, pemutusan hubungan kerja ini merupakan bagian dari restruktur bisnis. Tujuannya untuk menyelaraskan sumber daya dengan bisnis.

Meski pemberitahuan PHK telah diumumkan melalui surat, karyawan-karyawan yang terdampak masih akan bekerja hingga menerima gaji pada 16 Februari mendatang.

Pengetatan jumlah karyawan untuk divisi drone GoPro bukan lagi jadi kejutan, apalagi setelah berbagai kejadian yang menimpa drone Karma GoPro. Sejak awal drone milik GoPro ini sempat kehilangan daya saat terbang, akibatnya perusahaan menarik kembali dari pasaran.

Perusahaan menghentikan sementara penjualan produk tersebut dan menghadirkan kembali di pasaran pada Februari 2017. Kendati begitu, di saat yang sama, penjualan terhadap drone karma kalah dari rivalnya, DJI dengan produk barunya seperti Mavic Pro, dan Spark ke pasaran.

November 2016, GoPro mengumumkan penarikan 2.500 unit drone Karma-nya yang baru saja diluncurkan September lalu. Menurut keterangan perusahaan, drone Karma ditarik lantaran beberapa pengguna melaporkan, saat diterbangkan, drone tersebut kehilangan tenaga sehingga terjatuh menghantam tanah.

Adalah Brian Warholak, pengguna drone yang baru-baru ini mengunggah video tersebut ke situs berbagi video. Awalnya, drone GoPro Karma itu terbang dengan apik dan merekam gambar dari atas.

Sayangnya, dalam beberapa menit setelah terbang setinggi 170 kaki, mendadak drone tersebut kehilangan tenaga dan jatuh menghantam tanah.

"Aku menerbangkan GoPro Karma-ku untuk yang kedua kalinya. Tiba-tiba saja drone tersebut kehilangan tenaga di ketinggian 170 kaki dan jatuh ke tanah. Saya telah menghubungi pihak GoPro Support dan mengunggah foto dan log penerbangan drone," kata Warholak.

GoPro pun menarik kembali unit drone GoPro Karma bermasalah tersebut. Saat itu, konsumen diminta untuk me-refund (pengembalian dana) pembelian GoPro.

Pada kenyataannya, penjualan produk GoPro terus terpuruk. Pemasukan perusahaan pembesut kamera action ini pada 2016 bahkan merosot ketimbang 2015.

Karena pemasukan berkurang, otomatis GoPro juga harus mengalami kerugian sebesar US$ 420 juta (Rp 5,6 triliun) pada 2016. Karena rugi bandar, akibatnya GoPro mau tak mau harus memotong jumlah karyawannya agar laju finansial perusahaan tetap bergerak stabil.

Sepak terjang bisnis GoPro sendiri bisa dibilang cukup terpuruk selama tiga tahun terakhir. Sebelumnya, GoPro juga melakukan PHK terhadap 270 karyawan, tak cuma itu perusahaan juga melakukan hal yang sama ke lebih dari 200 karyawan full-time. Alhasil, perusahaan harus melakukan restrukturisasi besar-besaran.

Selain itu, Tony Bates yang ditunjuk sebagai Presiden pada Juni 2014, menyatakan akan mengundurkan diri pada akhir 2017. Ia sebelumnya adalah Executive Vice President Microsoft dan Chief Executive Officer (CEO) Skype Technologies SA.

Proses restrukturisasi mengurangi biaya operasional sebesar US$ 650 juta atau sekitar Rp 8,6 triliun dan bisa mencapai tujuan perusahaan untuk mengembalikan keuntungan pada tahun ini. Sementara, restrukturisasi sendiri memakan biaya US$ 33 juta (Rp 439 miliar).


Sumber :
http://tekno.liputan6.com/read/3216588/lagi-gopro-phk-ratusan-karyawan-divisi-drone
Blogger Tricks

Fujifilm PHK 10.000 Karyawan

Fujifilm PHK 10.000 Karyawan untuk Realisasikan Bisnis Patungan dengan Xerox

Fujifilm Holdings akan memangkas sebanyak 10.000 karyawan secara global sebagai salah satu langkah restrukturisasi bisnis. Perusahaan ini hampir mencapai kesepakatan menjalankan usaha patungan aliasjoint venture dengan Xerox Corp.
Kerja sama ini sebagai langkah untuk bertahan di tengah penurunan bisnis fotokopi.  Fujifilm akan memiliki 75 persen di joint venture ini yang nantinya akan berubah nama menjadi Fuji Xerox.

Jumlah tersebut setara dengan hampir setengah dari nilai penjualan dan keuntungan operasi perusahaan asal Jepang ini.

Xerox Corp menguasai 25 persen saham sisanya. Perusahaan ini telah mendapat tekanan dari para pemegang saham untuk mencari opsi strategis dan bernegosiasi untuk kerja sama yang menguntungkan dengan Fujifilm.

Pengumuman pemangkasan karyawan tersebut mencuat setelah Wall Street Journal melaporkan Xerox Corp selangkah lagi akan mencapai kesepakatan untuk menyerahkan kendali perusahaan ke Fujifilm.

Fujifilm mengatakan akan menganggarkan biaya restrukturisasi sebesar 49 miliar yen atau US$ 450,95 juta di semester I tahun fiskal 2017 yang akan berakhir sampai Maret 2018.

Perusahaan ini juga menurunkan perkiraan keuntungan profit untuk tahun ini menjadi 130 miliar yen dari sebelumnya 185 miliar yen sebagai bagian dari restrukturisasi.

Perusahaan ini juga akan melakukan penutupan atau mengintegrasikan sejumlah basis manufaktur serta menurunkan biaya produksi tahunan sebesar 50 miliar yen hingga Maret 2020.

Sampai Maret 2017, Fuji Xerox memiliki lebih dari 47.000 karyawan. Itu berarti, akan ada pemotongan jumlah karyawan  sebanyak seperlima dari total karyawan yang ada.

Xerox berada di bawah tekanan untuk menemukan sumber pertumbuhan baru karena berjuang untuk menemukan kembali bisnis warisannya di tengah menurunnya permintaan bisnis mesin peralatan kantor.

Fujifilm juga mencoba merampingkan bisnis mesin fotokopinya dengan fokus yang lebih besar pada layanan solusi dokumen.


Sumber :
http://www.tribunnews.com/bisnis/2018/02/01/fujifilm-phk-10000-karyawan-untuk-realisasikan-bisnis-patungan-dengan-xerox

Clarks Indonesia PHK 175 Karyawan

Toko Tutup, Clarks Indonesia PHK 175 Karyawan

Pihak manajemen dari PT Anglo Distrindo Antara selaku pemegang prinsipal merek Clarks dari Inggris menyebut Clarks di Indonesia punya 25 toko dan 1 kantor.

Salah satu manajemen Anglo Distrindo, Rubby Destrison mengatakan rata-rata toko punya karyawan empat sampai lima orang. Bila Clarks punya 25 toko di Indonesia, itu berarti perkiraan karyawan toko yang kena dampak penutupan paling banak 125 orang.

"Kita sudah kurangi karyawan kami di office dan butik (toko)," kata Rubby kepada detikFinance, Rabu (31/1/2018).

Tak hanya toko, karyawan di kantor manajemen Anglo Distrindo pun terkena dampak dari penutupan ini. Mengingat, Anglo hanya menaungi satu merek prinsipal di Indonesia.

"Waktu 2017 awal itu jumlah di office itu masih di angka 50-an sekarang yang tersisa hanya 9 yang sebentar lagi pasti dikurangi juga," katanya.

Baca juga: Clarks Mau Tutup, Sepatu Ini Dijual Rp 700 Ribu dari Rp 2,5 Juta

Meski begitu, Rubby memastikan manajemen akan menbayarkan hak-ak para pekerja tersebut.

"Tunjangan pesangon mereka dapat," tuturnya.

Salah seorang penjaga toko Clarks di Mal Senayan City, Fitri juga mengatakan hal senada. Dia dan rekan kerjanya yang lain sudah tahu akan di-PHK seiring dengan tutupnya toko.

Hingga kini ada dari 25 toko ada 10 gerai Clarks di Indonesia yang masih buka dan menggelar diskon besar-besaran. Manajemen perusahaan sepakat untuk menutup bisnisnya Februari mendatang. Meski ada toko yang masih buka, itu karena Clarks masih terikat kontrak dengan mal.


Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3843061/toko-tutup-clarks-indonesia-phk-175-karyawan

Bumiputera PHK 1.100 Karyawan

Bumiputera PHK 1.100 Karyawan Demi Penyelamatan

Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) resmi melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan 1.100 karyawan yang berasal dari berbagai jenjang jabatan, seperti agen, administrasi, aktuaria, dan lainnya.

Hal ini dilakukan setelah AJBB resmi memutus kerja sama dengan PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) untuk merestrukturisasi asuransi tertua di Indonesia ini melalui PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB).

Pengelola Statuter Bidang Sumber Daya Manusia, Umum, dan Komunikasi AJBB Adhi M. Massardhi mengatakan, PHK yang dilakukan telah dikomunikasikan kepada karyawan dan telah dilangsungkan dengan kesepakatan antar kedua belah pihak.

“Kami sudah alokasikan dana PHK sebagai bentuk kewajiban,” ujar Adhi, Jumat (26/1).

Selain telah mengurus kewajiban PHK dari perusahaan, menurutnya, karyawan juga ada yang dimigrasikan ke PT Asuransi Jiwa Bhinneka, yang merupakan perusahaan ganti nama dari AJB untuk dikelola Evergreen setelah resmi tak bekerja sama lagi.

Dengan PHK tersebut, Adhi memastikan, tak akan mengganggu proses bangkitnya AJB pada waktu selanjutnya. Sebab, AJB masih memiliki sekitar 2.100 karyawan untuk diajak bekerja sama merestrukturisasi perusahaan dengan menggaet investor lain.

“Buat perusahaan asuransi dengan usia 106 tahun tidak masalah. Ini sekaligus kemungkinan akan melakukan perbaikan organisasi,” katanya.

Terutama untuk agen, ia bilang, perusahaan juga masih bisa memaksimalkan jumlah agen yang tersisa untuk memasarkan produk yang ditargetkan bisa dilakukan kembali pada Februari 2018.

Sebelumnya, AJBB resmi memutus kerja sama dengan Evergreen lantaran dianggap tak lagi satu visi dalam merestrukturisasi AJB. Untuk itu, AJBB akan mencari investor lain untuk merestrukturisasi kembali AJB.


Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180131123910-78-272864/bumiputera-phk-1100-karyawan-demi-penyelamatan

Sunday, November 5, 2017

Pabrik Panasonic dan Toshiba Tutup

Cerita di Balik Penutupan Pabrik Panasonic dan Toshiba


Penutupan tiga pabrik Toshiba dan Panasonic di Indonesia membawa dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak lebih dari 2.500 karyawan. Hal ini terimbas dari lesunya penjualan produk elektronik dua perusahaan raksasa asal Jepang itu akibat penurunan daya beli masyarakat.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan, Toshiba telah menutup pabrik televisi di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat. Padahal satu pabrik ini yang tersisa dari enam perusahaan Toshiba lain yang sudah tutup sebelumnya dalam 10 tahun terakhir.

"Yang tutup ini adalah pabrik  televisi Toshiba terbesar di Indonesia, selain di Jepang. Karyawan yang di PHK lebih dari 900 orang," tegasnya saat Konferensi Pers di Jakarta, Selasa, 2 Februari 2016.

Said mengatakan, penutupan pabrik bakal dieksekusi pada April 2016. Saat ini, sedang terjadi proses negosiasi pesangon antara manajemen perusahaan dengan serikat pekerja pabrik tersebut.

Perusahaan lainnya, kata Said yang ikut terhantam pemburukan ekonomi adalah Panasonic lighting. Sebanyak dua pabriknya resmi ditutup, seperti Panasonic Lighting Indonesia (PLI) di Pasuruan, Jawa Timur di awal Januari ini dan satu pabrik lainnya di Kawasan Industri Bekasi pada Februari 2016.

"Pabrik di Pasuruan mempekerjakan lebih dari 600 orang dan sudah di PHK. Sedangkan pabrik yang di Bekasi PHK hampir 1.000 lebih karyawan," ucap Said.

Dari data yang diterima, sampai Rabu ini tercatat buruh yang terkena PHK mencapai 2.145 orang dari dua perusahaan elektronik ternama itu.


Berikut data rinci jumlah PHK di Toshiba dan Panasonic versi KSPI, yaitu:

1. Sebanyak 865 orang terkena PHK di PT Toshiba Consumer products Indonesia. Pabrik ini beralamat di Jalan Citanduy Raya Park Plot 5G di kawasan EJIP Industrial Cikarang Selatan.

Perusahaan memulai perundingan pesangon dengan serikat pekerja pada 5 Januari 2016. Pengusaha menyatakan penutupan perusahaan bukan karena persoalan kenaikan upah, tapi karena daya beli masyarakat menurun secara domestik dan global. Perusahaan ini memproduksi televisi dan mesin cuci untuk pasar domestik dan dunia.


2. Sekitar 2. 480 buruh terkena PHK di PT Panasonic Gobel Eco Solutions Manufacturing Indonesia (PT PESGMFID) yang berlokasi di kawasan Industri Ejip Industrial Park Plot 3d Cikarang, Bekasi. Perusahaan ini memproduksi alat-alat listrik dan lampu yang dipasarkan mayoritas ke pasar domestik.

Rencananya perundingan nilai pesangon akan selesai di akhir Februari. Penutupan dikatakan bukan karena persoalan kenaikan upah.


3. Sebanyak 3. 800 buruh kena PHK di pabrik PT Panasonic Lighting Indonesia (PT PLI) yang berlokasi di kawasan Industri PIER Jalan Rembang Industri Raya 47 di Pasuruan.

Perusahaan ini memproduksi lighting yang ditujukan ke pasar domestik dan global. Proses perundingan pesangon sudah selesai pada September 2015 dan serikat pekerja secara resmi melaporkan proses PHK selesai pada Januari 2016 ini.


Alasan di balik tutupnya pabrik Panasonic

Menanggapi hal ini, Chairman Panasonic Gobel Group, Rachmat Gobel menegaskan pihaknya tengah melakukan rasionalisasi. Panasonic, lanjut Gobel akan merestrukturisasi tiga pabrik lampu yang dimilikinya di Indonesia.

"Panasonic enggak tutup pabriknya, kita itu melakukan rasionalisasi pabrik lighting," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta.

 ‎Sebagai gambaran, lanjut Rachmat, saat ini Panasonic mempunyai sejumlah pabrik dengan berbagai macam produk. Antara lain pabrik alat rumah tangga, produk energi seperti baterai, produk alat kesehatan, produk alat kelistrikan seperti lampu, bohlam, dan lighting feature, serta pabrik komponen yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau.

"Pabrik lighting yang ada bohlam lampu, tadinya ada tiga di Indonesia, yaitu Panasonic, Philips dan Osram. Nah setahu saya sekarang mereka sudah tidak ada, satu-satunya tinggal Panasonic," kata dia.

Menurut Rachmat, ‎sesuai dengan perkembangan zaman, produk lampu bohlam mulai digantikan dengan produk lampu light emitting diode (LED), maka Panasonic memutuskan untuk mengalihkan produksinya ke lampu LED. Tiga pabrik lampu Panasonic yang ada yaitu di Cikarang, Cileungsi dan Pasuruan akan dilebur menjadi dua pabrik yang bakal memproduksi lampu LED.

"Kita lakukan rasionalisasi dan restrukturisasi dan dua pabrik dijadikan satu menjadikan pabrik yang punya teknologi dan added value (nilai tambah). Karena trennya teknologinya mulai ke LED, kita mulai masuk ke sana," kata dia.

Rachmat mengungkapkan, rencananya Panasonic akan menutup pabrik lampu yang ada di Cikarang, Jawa Barat. Sedangkan yang akan dipertahankan yaitu pabrik yang berlokasi di Pasuruan dan Cileungsi.

"Pabriknya memang ada tiga lokasi, itu kita jadikan satu. Salah satu tempat ditutup, karena kan efisien, yang biasanya dilakukan di tiga pabrik kini gabung. Yang dihentikan di Cikarang. Di Pasuruan belum, satu lagi di Cileungsi. Itu biasa dalam manajemen, Panasonic kan punya komitmen di Indonesia jadi produk yang kita ciptakan mengikuti perkembangan zaman," kata Mantan Menteri Perdagangan ini.


PHK Karyawan

Rachmat mengakui adanya dampaknya dari restrukturisasi tersebut. Perusahaan terpaksa melakukan pengurangan pekerja di pabrik yang dilebur tersebut.

Saat ini Panasonic memiliki sekitar 20 ribu pekerja. Lantaran adanya rencana rasionalisasi ini, perusahaan terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja sekitar 1.000 orang.

"Itu otomatis karena kita lakukan rasionalisasi mesin dan added value kan teknologinya lebih advance, pasti terjadi (pengurangan tenaga kerja) tidak bisa tidak. Panasonic punya karyawan mencapai lebih dari 20 ribu orang, ‎ini cuma sekitar 1.500 atau 1.000 orang sekian lah," ujarnya.

Namun demikian, jika program restrukturisasi pabrik ini telah berjalan dengan baik dan kembali terjadi peningkatan produksi, maka bukan tidak mungkin akan ada penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.

"Bahkan dengan adanya peningkatan produksi dari produk baru nanti, nanti mungkin ada penambahan tenaga kerja kembali," kata dia.

Rachmat berpesan, serikat pekerja agar tidak selalu melakukan tuntutan tanpa peningkatan produktivitas dan memikirkan keberlangsungan perusahaan.

‎"Tapi yang penting industrinya jalan, serikat pekerja hanya menuntut tidak perduli industrinya jalan atau tidak. Yang kita perlukan bangun industrinya dulu, karena kan ada industrinya dulu baru ada serikat pekerja. Sekarang saya turunkan (jumlah pekerja), tapi kalau ada peningkatan produksinya nanti akan saya tambah lagi. Tapi kan industrinya harus dikembangkan dulu," tandasnya.


Toshiba PHK karyawan

Salah satu perusahaan elektronik asal Jepang, Toshiba, dikabarkan melakukan pengurangan tenaga kerjanya. Kabarnya pengurangan tenaga kerja ini sebagai dampak dari penutupan pabrik di Indonesia.

Manager HRD PT Toshiba Consumer Products Indonesia, Uis Al-Qarni membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan soal pengurangan tenaga kerja ini sebenarnya sudah diumumkan sejak akhir tahun lalu.

"Iya benar, sudah dari Desember, sudah ada pengumumannya. Itu sekitar 40 persen dari 900 pekerja (hasil sementara), dari lini televisi dan mesin cuci," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Namun demikian, Uis mengatakan pabrik televisi dan mesin cuci akan tetap ada. Lantaran, pabrik tersebut akan diakuisisi oleh perusahaan asal Hongkong, Skywards. Sehingga kepemilikannya akan beralih dari Toshiba ke Skywards. Namun menurut Uis tidak semua pekerja akan diberhentikan.

"Ini sahamnya diakuisisi oleh perusahaan lain Skywards. Pengurangan tenaga kerja hanya sebentar, mungkin akan ditambah lagi oleh Skywards karena mereka akan ada lagi produk baru yang akan ‎diproduksi di sini," kata dia.

Uis menyatakan, proses pengurangan tenaga kerja saat ini masih berlangsung. Kini tengah ada perundingan antara pihak manajemen dan pekerja. Namun dia memastikan ‎saat ini semua karyawan masih bekerja secara normal.

"Sejauh ini proses PHK lancar, sedang ada perundingan untuk penyelesaian, dan biasanya itu wajar. Ada pemintaan karyawan seperti apa dan kemampuan perusahaan seperti apa, lancar tidaknya kamilihat dari waktu, ini prosesnya baru sebulan. Masih pembicaraan dasar saja. Sampai sekarang masih 100 persen, kalau 900 pekerja mungkin ini nanti akan ditentukan di akhir Maret," tutur dia.


Kalah saing dari China

Bos Panasonic Gobel Indonesia, Rachmat Gobel mengakui salah satu pabriknya tutup dan sejumlah karyawan di PHK. Salah satu alasannya adalah produk yang kalah bersaing dengan produk impor China.

Pabrik yang ditutup adalah Panasonic Lighting Indonesia yang memproduksi bohlam lampu. Pabrik tersebut akan ditutup karena produknyan tak lagi memiliki daya saing. Panasonic akan mengubah tren dengan membuat lampu light emitting diode (LED).

"Sekarang Panasonic sudah tidak bisa lagi membuat karena memang produk itu tidak ada daya saing lagi, karena kita tidak mampu menghadapi barang impor dari China," ungkap dia.

Rachmat menjelaskan, dengan melakukan rasionalisasi dan restrukturisasi pabrik-pabrik yang dioperasikan oleh Panasonic ini, maka perusahaan akan bisa fokus kepada produksi produk yang sesuai dengan perkembangan jaman dan permintaan pasar.

"Kita lakukan rasionalisasi dan restrukturisasi dan dua pabrik dijadikan satu menjadikan pabrik yang punya teknologi dan adedd value. Karena trennya teknologinya mulai ke LED, kita mulai masuk ke sana," kata dia.



Sementara itu Kepala BKPM Franky Sibarani mengaku telah memperoleh informasi bahwa Panasonic dan Toshiba melakukan restrukturisasi sebagai upaya efisiensi di tengah persaingan industri elektronik yang ketat di Tanah Air.

"Dari informasi yang diterima, ada yang menyampaikan memang ada restrukturisasi," ujarnya saat ditemui dalam konferensi pers Realisasi Komitmen Investasi Januari 2016 di Gedung BKPM, Jakarta.

Dia menjelaskan, restrukturisasi perusahaan terpaksa dilakukan Panasonic dan Toshiba karena kalah bersaing dengan produk elektronik dari China. Akhirnya, perusahaan tersebut berencana memproduksi barang elektronik jenis lain.

"Dari sisi kompetisi, produk mereka kalah dengan China, tapi bukan berarti mati. Mereka switch (pindah) ke produk lain," ia menerangkan.

 Meski Panasonic dan Toshiba melakukan efisiensi, Franky tetap yakin industri elektronik di Indonesia masih bertumbuh dengan baik. Buktinya, kata Franky, izin prinsip komitmen investasi di sektor mesin dan elektronik meningkat 106 persen pada periode Januari 2016.


Sumber :
http://bisnis.liputan6.com/read/2427664/cerita-di-balik-penutupan-pabrik-panasonic-dan-toshiba

Tuesday, October 17, 2017

Tjiwi Kimia Libatkan Warga Sekitar Pabrik dalam Berproduksi

Tjiwi Kimia Libatkan Warga Sekitar Pabrik dalam Berproduksi
 

Unit Industri Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk melibatkan 1.400 orang warga di sekitar pabrik untuk melakukan tahap finalisasi produk kertasnya.

"Dalam proses finishing kantong belanja, Tjiwi Kimia menyediakan 100 persen bahan baku. Mitra usaha kami yang menyelesaikan sampai tuntas, mulai dari melipat, mengelem, sampai memasangkan tali dan aksesori lainnya," kata Sugiyanto, Manajer Humas Tjiwi Kimia, Jumat (7/10).

Menurutnya, mayoritas warga yang dilibatkan dalam program Kemitraan Proses (KP) Tjiwi Kimia adalah ibu rumah tangga yang ingin membantu perekonomian keluarganya.

“Mereka berasal dari 27 desa di tujuh Kecamatan seputar Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, dan Jombang,” katanya.

Sugiyanto berpendapat, secanggih apapun mesin pabrik yang dimiliki perusahaan tempatnya bekerja, tidak dapat sepenuhnya menggantikan detil dan kecermatan yang dihasilkan manusia.

“Beberapa produk yang kami hasilkan masih memerlukan penanganan secara manual, khususnya proses finishing,” ujarnya.

Agar kualitas tetap terpelihara, Tjiwi Kimia menyediakan pelatihan (workshop), bantuan modal, selain tentunya juga bahan baku.

"Kami tentunya tidak melepas para mitra usaha begitu saja. Ini berkaitan dengan pemenuhan standar kualitas yang ketat dari perusahaan," terang Sugiyanto.

Pilihan Redaksi

    Produk Diboikot Singapura, APP Bantah Bakar Lahan
    Tercatat dalam 'Panama Papers', Pertamina Irit Bicara

Selain kantong belanja, Tjiwi Kimia juga melibatkan masyarakat untuk mengerjakan tahap akhir produksi hard cover buku.

“Tahap produksi tersebut membutuhkan proses finishing berupa penjilidan dan perekatan cover buku. KP hard cover memiliki lima kelompok mitra usaha yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 190 orang,” katanya.

Sementara KP Cetak menjadi jenis kemitraan ketiga untuk keperluan percetakan (offset) meliputi pencetakan cover dan plastik sheet. Kemitraan ini memiliki tiga mitra usaha, dan mampu menyerap puluhan tenaga kerja dari daerah Mojokerto, Surabaya, dan Gresik.


Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161007184555-92-164079/tjiwi-kimia-libatkan-warga-sekitar-pabrik-dalam-berproduksi/

Monday, August 21, 2017

Job Desc Kadiv Produksi


Job desc Kadiv Produksi adalah sebagai berikut :
  1. Mengawasi proses produksi agar kualitas, kuantitas dan waktunya sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat
  2. Bertanggung jawab mengatur manajemen persediaan agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan bahan baku, bahan penunjang maupun produk yang sudah jadi di gudang
  3. Bertanggung jawab mengatur manajemen alat dan mesin agar fasilitas produksi berfungsi sebagaimana mestinya dan beroperasi dengan lancar
  4. Membuat laporan secara berkala mengenai kegiatan di masing-masing bagian
  5. Bertanggung jawab pada peningkatan ketrampilan dan keahlian karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya
  6. Memberikan penilaian dan sanksi jika karyawan di bawah tanggung jawabnya melakukan kesalahan dan pelanggaran
  7. Berinovasi dalam pengerjaan produksi dan memberikan masukan pada perusahaan yang berkaitan dengan bagian produksi