Berikut ini sharing pengalaman saya jadi ABAPer pada suatu SAP project.
Saat saya sedang dalam project salah satu perusahaan beverages di Jakarta. Kebetulan saya sebagai ABAPER untuk modul MM & SD. Project ini sebenarnya sudah berjalan untuk Thailand, namun karena Indonesia berbeda day to day bisnis nya, maka perlu di buat project baru.
Team terdiri dari 4 Abaper, 2 MM, 2 SD, 1 FI, 1 Senior Consultant, 1 PM, & 1 Assistant PM. Functional bertugas melakukan gather user requirement dan melakukan negoisasi kepada user supaya bisnis mereka dibuat secocok mungkin dengan Thailand. Setelah gathering, Functional kemudian akan membuat dokumen Functional Technical Specification. Dokumen kemudian di approved oleh Senior Consultant. Bila sudah di approved akan di delegasikan ke ABAPer.
Sebelum melakukan development ABAPer harus membuat ABAP Technical Specification terlebih dahulu, yang menjelaskan program attribute, configuration table, message class, screen layout, authorization object, flow program, detail program logic, output yang dihasilkan, dan object yang dibuat. Setelah selesai akan dikoreksi oleh Functional. Namun ada beberapa Functional yang bukan dari background ABAP, nah ini perlu effort untuk menjelaskan ke mereka. Biasanya waktu pembuatan dokumen ini 2 kali dari waktu developement.
Base on dokumen technical spec ini maka dimulai lah development. Yang di develop mulai dari pembuatan table, standard report, ALV report, function module, dynpro (dialog program), smartform, user exit/custom exit/BADI, smartform, sampai dengan interfacing sync & async terhadap legacy system.
Saya yakin suka duka ABAPer tidak seberapa di bandingkan dengan Functional. ABAPer relatif mudah karena bekerja berdasarkan dokumen spesification yang jelas, ini kalau membuat dokumen nya bagus. Sedangkan Functional harus mampu menghadapi user dan merumuskan hasilnya supaya lumayan di mengerti oleh ABAPer nya, nah ini keren nya. Oleh sebab itu menurut saya Functional sebaiknya mencicipi jadi ABAPer dulu, supaya kalau bekerja dengan kita para ABAPer ini jadi lebih nyambung. Juga dengan ABAPer sebaiknya belajar function juga, nyicil dikit-dikit lah..., supaya cool.
Demikian sharing nya. Monggo yang ingin nambah-nambahin.
Terima kasih.
Best Regards,
Rendra
Sumber:
www.erpweaver.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Jalur Evakuasi, Pengertian, Standar, Tujuan dan Contoh Penerapannya Jalur evakuasi adalah suatu jalur yang secara khusus dibuat untuk menghu...
-
Bahaya Kejatuhan Benda Dari Ketinggian Bahaya kejatuhan benda, ini termasuk bahaya mekanik. Untuk itu kita harus memahami lebih dalam untuk ...
-
Hydrant SNI 03-1745-2000 Cara pemasangan sistem hidran untuk gedung menurut SNI 03-1745-2000 adalah sebagai berikut: Hidran terdiri d...
-
Fujifilm PHK 10.000 Karyawan untuk Realisasikan Bisnis Patungan dengan Xerox Fujifilm Holdings akan memangkas sebanyak 10.000 karyawan sec...
-
PSI Planning Over time, the bulk of the operating synchronization activity is PSI planning (production, sales, and inventory) which ...
No comments:
Post a Comment