Monday, January 30, 2023

SAP Bakal PHK 3.000 Karyawan

Susul Google, Perusahaan Software SAP Bakal PHK 3.000 Karyawan 

Perusahaan sofware asal Jerman, SAP, akan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 3.000 karyawan. 

29 Januari 2023

Perusahaan software asal Jerman, SAP, dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 3.000 karyawan atau 2,5 persen dari jumlah tenaga kerja. Dilansir dari Times Now, Minggu (29/1/2023) Chief Financial Officer SAP, Luka Mucic, mengatakan pemangkasan ini dilakukan untuk mengurangi biaya produksi dan fokus pada inti bisnis perusahaan hairi cloud. 

Luka mengharapkan dengan adanya langkah kni dapat menghemat biaya untuk 2023 hinga 2024. Dia memperkirakan penghematan hingga EUR300 juta hingga EUR350 juta. Adapun, PHK ini akan dilakukan secara global, di Jerman sendiri pemangkasan ini akan menyasar 200 karyawan. 

Langkah SAP melakukan PHK hanya berjarak beberapa hari dengan pemangkasan yang dilakukan IBM. Sebelumnya, International Business Machines Corp. atau IBM mengumumkan akan melakukan PHK terhadap 3.900 karyawan. 

IBM mengikuti jejak Google, Amazon, hingga Microsoft yang terlebih dahulu melakukan PHK terhadap karyawannya. Gelombang PHK massal semakin cepat terjadi di perusahaan teknologi dan dirasakan di seluruh dunia. 

Ikuti Google, Amazon, Microsoft "International Business Machines Corp. [IBM] adalah perusahaan yang mengumumkan akan memangkas sekitar 3.900 pekerjaan," tulis Bloomberg, Kamis (26/1/2023). Bloomberg mencatat PHK di perusahaan induk Google, Alphabet Inc.; Microsoft Corp.; Amazon.com Inc. dan gabungan IBM telah menghilangkan hampir 44.000 posisi pada Januari 2023.


Sumber :

https://teknologi.bisnis.com/read/20230129/84/1622601/susul-google-perusahaan-software-sap-bakal-phk-3000-karyawan.

Tuesday, January 24, 2023

Frank Charlie Javice - CEO startup Frank vs JP Morgan

CEO Startup Javice, Masuk Forbes 30 dan Diduga Tipu JP Morgan 

16 Januari 2023

Pendiri startup Frank Charlie Javice CEO startup Frank Charlie Javice diduga menipu JP Morgan US$ 175 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun. Ia masuk Forbes 30 Under 30 atau daftar anak muda berusia di bawah 30 tahun yang dinilai berhasil membuat terobosan. 

Frank menyediakan perangkat lunak (software) yang memudahkan mahasiswa mengajukan bantuan keuangan. JP Morgan mengakuisisi Frank US$ 175 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun pada September 2021. 

“Tujuannya, memperdalam hubungan perusahaan dengan mahasiswa,” kata petinggi kepada CNBC Internasional, akhir pekan lalu (13/1). 

Saat itu, bank raksasa tersebut memuji Frank karena pertumbuhan yang sangat cepat. Aplikasi ini digunakan oleh lebih dari lima juta mahasiswa di 6.000 institusi. JP Morgan bahkan menawarkan pendiri Frank, Javice untuk bergabung di perusahaan. 

Namun JP Morgan Chase menutup situs web Frank pada Kamis lalu (12/1). Raksasa keuangan ini menuduh Javice membuat hampir empat juta akun pelanggan Frank palsu. Hal itu diketahui setelah JP Morgan mengirimkan email pemasaran ke 400 ribu pelanggan Frank. 

Sekitar 70% email bounce back atau tidak dapat terkirim. Bank tersebut pun mengajukan gugatan ke pengadilan federal bulan lalu. JP Morgan menuduh Javice membuat akun pelanggan palsu. 

Javice masuk daftar Forbes 30 Under 30 pada 2019. Orang-orang yang masuk dalam daftar ini dipilih dari 2.500 nominasi yang diajukan secara online. Mereka diseleksi oleh tim cek fakta dan riset Forbes, sehingga menghasilkan 500 nama. 

Kemudian dikurasi lagi menjadi 300 nama. Kriteria yang menjadi pertimbangan juri yakni: Nilai kepemimpinan Dampak Potensi sukses Perwujudan jiwa usaha yang sesuai dengan nilai-nilai Forbes Inovasi Disrupsi Ukuran dan pertumbuhan dari usaha 

Javice mendirikan Frank pada 2016. Startup ini menawarkan perangkat lunak yang bertujuan mempermudah proses pengajuan pinjaman pelajar di Amerika Serikat.

Visi startup Frank yakni menjadi ‘Amazon untuk pendidikan tinggi’. Perusahaan rintisan ini didukung oleh miliarder Marc Rowan, investor utama Frank menurut Crunchbase. Investor lain yang menyuntik modal Frank yakni Aleph, Chegg, Reach Capital, Gingerbread Capital, dan SWAT Equity Partners. 

Pengacara Javice mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa JP Morgan membuat alasan untuk memecat dirinya akhir tahun lalu. “Untuk menghindari pembayaran utang jutaan dolar kepadanya,” kata dia. 

Javice pun menggugat JP Morgan, dengan mengatakan bahwa bank tersebut harus mengajukan tagihan hukum yang dia keluarkan selama penyelidikan internal. "Setelah mengakuisisi bisnis Javice, JPM menyadari bahwa mereka tidak dapat bekerja di bawah undang-undang privasi siswa, melakukan pelanggaran dan kemudian mencoba untuk mengubah kesepakatan," kata pengacara Alex Spiro kepada The Wall Street Journal. 

Pablo Rodriguez menanggapi pernyataan pengacara Javice tersebut. “Tuntutan hukum kami terhadap Ms. Javice dan Mr. Amar (petinggi Frank lainnya) tercantum dalam pengaduan, bersama dengan fakta-fakta kuncinya,” katanya. "Ms. Javice bukan whistleblower. Setiap perselisihan akan diselesaikan melalui proses hukum,” tambah dia.

https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/63c4fd00d1518/ceo-startup-javice-masuk-forbes-30-dan-diduga-tipu-jp-morgan


Charlie Javice, Perempuan Cantik Berharta Rp 75 M yang Ternyata Penipu

Senin, 16 Jan 2023 13:37 WIB

Bos startup fintech Frank, Charlie Javice, saat ini menghadapi tuntutan yang dilayangkan oleh JP Morgan Chase. Perempuan cantik itu dituntut atas tuduhan pemalsuan data pengguna.

Berdasarkan catatan detikcom, tuntutan ini terjadi tidak lama setelah perusahaan keuangan top asal Amerika Serikat itu mengambil alih Frank dengan menghabiskan dana sebesar US$ 175 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun (dalam kurs Rp 15.250).

Frank merupakan startup yang memberikan layanan berupa pinjaman pendidikan kepada pelajar di AS yang mengklaim telah melayani lebih dari 5 juta siswa di 6.000 institusi sejak diluncurkan oleh Charlie Javice pada tahun 2017.

Lalu, seberapa kaya dan bagaimana perjalanan karir Charlie Javice sang pendiri Frank?

Melansir dari situs galmourboz, Charlie Javice memiliki perkiraan kekayaan bersih sekitar US$ 5 juta atau jika dirupiahkan dengan kurs saat ini sekitar Rp 75 miliar. Adapun kekayaannya itu ia dapatkan dari kariernya sebagai Founder & CEO dari Frank dan Managing Director di JPMorgan Chase & Co.

Charlie Javice Sosok Forbes 30 Under 30 di Balik Frank yang Ternyata 'Tuti'

Berbicara tentang karir profesionalnya, Charlie Javice memulai karirnya tak lama setelah ia lulus. Awalnya, Charlie bergabung dengan Planet Finance Argentina pada Juni 2009 sebagai Intern dan bekerja di sana selama tiga bulan hingga Agustus 2009.

Setelahnya, Charlie mendirikan sebuah perusahaan startup, PoverUp, dan menjabat di perusahaan selama hampir enam tahun dari 2010 hingga September 2015.

Di luar itu, Javice diketahui juga sempat menjadi Anggota Dewan Pengawas di University of Pennsylvania Hillel. Dirinya menjabat selama lebih dari tiga tahun sejak September 2011 hingga 2015.

Selain itu, Charlie saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus untuk Program Dampak Sosial Wharton dan Program Inkubasi Ventura (VIP) di The Wharton School sejak 2010, dan sudah lebih dari 12 tahun bekerja di perusahaan tersebut.

Demikian pula, dia juga Pendiri & CEO di Frank sejak Juni 2016. yang kemudian setelah itu Charlie Javice telah menjadi Managing Director - Head of Student Solutions di JPMorgan Chase & Co. sejak September 2021.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6517959/charlie-javice-perempuan-cantik-berharta-rp-75-m-yang-ternyata-penipu.


Profil Frank, Startup Besutan Si Cantik Charlie Javice yang Tipu JP Morgan Rp2,6 Triliun 

18 Januari 2023

Keberadaan startup Frank kini menjadi sorotan, usai ketahuan menipu bank raksasa Amerika Serikat JP Morgan sekitar US$175 juta atau setara dengan Rp2,6 triliun. JP Morgan kini menggugat Frank dengan tuduhan pemalsuan data. 

Frank telah membuat 4,25 juta data pengguna palsu di platform-nya, padahal pengguna aslinya kurang dari 300.000 akun pelanggan. Kebohongan pun terdeteksi setelah pihak JP Morgan mengirimkan email pemasaran ke 400.000 pelanggan Frank. Namun ternyata, 70 persen email tersebut tidak terkirim karena email yang dimasukkan tidak benar. 

Adapun, kasus penipuan startup ini bukan pertama kali terjadi, di 2022 lalu, Elizabeth Holmes yang merupakan founder startup Theranos juga menipu para investor dan didakwa dengan hukuman 11 tahun penjara. 

Lantas, seperti apa startup Frank yang berhasil menipu lembaga kenamaan sekelas JP Morgan sampai mau mengakuisisi perusahaan tersebut senilai US$175 juta atau setara dengan Rp2,6 triliun tersebut? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.  

Profil Bisnis Startup Frank  

Frank, yang didirikan oleh Charlie Javice pada tahun 2016, adalah platform online yang membantu siswa di Amerika Serikat mendapatkan akses dan mengajukan permohonan bantuan keuangan dengan mudah. 

Dilansir dari techstory, Charlie Javice adalah pengusaha muda yang tinggal di New York. Javice sempat masuk dalam daftar Forbes 30 under 30 di kategori Finance di tahun 2019, di mana daftar itu berisi 30 tokoh muda di bawah 30 tahun. 

Startup Frank mendapat dukungan dari miliarder Marc Rowan, investor utama Frank menurut Crunchbase, dan pendukung ventura terkemuka lainnya termasuk Aleph, Chegg, Reach Capital, Gingerbread Capital, dan SWAT Equity Partners. 

Sebagai informasi, startup yang berfokus pada pendanaan pendidikan terakhir ini berhasil mengumpulkan pendanaan seri A senilai US$10 juta pada bulan Desember 2017. Lalu, Frank kembali mengumpulkan putaran yang sama senilai US$5,5 juta. 

Setelah Frank diakuisisi oleh JPMorgan Chase, Charlie Javice juga bekerja sebagai Head of Student Solutions di perusahaan perbankan Amerika. Javice dipecat dari JPMorgan Chase pada November 2022 karena membodohi bank untuk mengakuisisi startup fintechnya seharga 175 juta dolar. 

Dalam akun LinkedIn-nya Javice menyatakan bahwa dia belajar sarjana bisnis dan keuangan di Wharton School of the University of Pennsylvania. Menurut bank, Olivier Amar, seorang eksekutif senior di Frank, mempekerjakan seorang ilmuwan komputer dan membayarnya 18.000 dolar untuk membuat database pengguna palsu dengan nama dan alamat palsu. 

Dengan sepengetahuan Ms. Javice, ilmuwan komputer ini membuat nama, tanggal lahir, dan perguruan tinggi pengguna palsu yang mereka hadiri. Charlie Javice diduga memutuskan untuk menanam pengguna palsu setelah JPMorgan bersikeras bahwa dia harus membuktikan klaimnya atas 4 juta pengguna. 

Gugatan tersebut juga menyatakan bahwa setelah akuisisi Frank oleh JPMorgan, Charlie Javice dan Olivier Amar menerima 26 juta dolar sebagai bagian dari kesepakatan. Melansir dari Tech Crunch, ide yang mendasari terbentuknya startup ini, karena Javice, ingin menghilangkan permasalahan, di mana ada banyak siswa yang gagal menyelesaikan pendaftaran untuk program bantuan federal, alhasil membuat sang siswa harus keluar dari program sebelum menyelesaikannya, sehingga membuat mereka dibebani hutang dengan tidak memiliki gelar.  

Mengutip dari Business Insider, bertahun-tahun sebelum JP Morgan Chase menuduh Charlie Javice secara curang menemukan pelanggan untuk platform bantuan keuangan siswanya. Ternyata pada 2017, Departemen Pendidikan juga pernah menuduh Frank sebelumnya melakukan pelanggaran atas merek dagangnya di FAFSA. 

Sebab, Frank terkadang menyebut formulir itu sebagai "Frank's FAFSA".  Sebagai informasi, Free Application for Federal Student Aid (FAFSA) merupakan sebuah formulir yang  memang terkenal punya proses yang panjang dan rumit. Ini dibuat untuk perguruan tinggi bisa melakukan screening guna mengabulkan pemberian bantuan keuangan pada calon mahasiswa dan keluarga. 

Karenanya, sangat penting bagi sebagian calon mahasiswa untuk mengisi formulir FAFSA. Bahkan, nama domain khusus yang dibuat FRANK "sangat mirip" dengan situs web milik Departemen Pendidikan, yaitu fafsa.gov, oleh karena itu, bagi pihak departemen ini cenderung akan membuat bingung konsumen karena seolah menunjukkan bahwa perusahaan mereka berafiliasi dengan FAFSA. 

Tak hanya itu, Departemen Pendidikan pun menyoroti, bagaimana Frank yang sempat menawarkan layanan gratis, nyatanya juga mencoba menjual paket yang lebih mahal kepada pelanggan. Misal, dengan biaya US$500 atau setara dengan Rp7,5 juta, maka siswa dan keluarga mereka dapat membayar Frank untuk bernegosiasi dengan sekolah atas nama mereka untuk mendapatkan lebih banyak bantuan keuangan. 

Alhasil, dengan sederet kasus tersebut menghasilkan keputusan bahwa Frank harus mengeluarkan pernyataan resmi bahwa dia tidak berafiliasi dengan Departemen Pendidikan dan mengharuskan Frank pindah ke situs web baru yaitu, withfrank.org. 

Kembali ke masalah penipuan yang dilakukan Javice, kini operasi startup Frank telah ditutup oleh JP Morgan, begitupun dengan Javice yang sudah dipecat langsung dari jabatannya sebagai direktur pelaksana yang mengawasi Frank. 

https://entrepreneur.bisnis.com/read/20230118/52/1619326/profil-frank-startup-besutan-si-cantik-charlie-javice-yang-tipu-jp-morgan-rp26-triliun. 

Sunday, January 22, 2023

Sam Bankman-Fried, CEO FTX

Belajar dari Kisah Orang Terkaya: Sam Bankman-Fried, Miliarder Kripto Berharta Rp35 Triliun

Sam Bankman-Fried lahir pada tahun 1992 tepatnya di Stanford, California. Ia memiliki orang tua yang memiliki basic dalam pendidikan yang baik. Keduanya pun diketahui memiliki profesi sebagai Professor hukum dari Stanford Law School.

Sam Bankman-Fried yang merupakan pendiri dan CEO FTX, menjadi salah satu orang terkaya dunia berkat cryptocurrency. FTX merupakan pertukaran mata uang kripto.

Selain itu, dikabari ia juga mengelola aset yang senilai US$2,5 miliar (Rp35,8 triliun) melalui Alameda Research, yang merupakan sebuah perusahaan perdagangan cryptocurrency kuantitatif yang ia dirikan sejak tahun 2017.

Bankman-Fried memulai karirnya sejak tahun 2017 di Jane Street Capital, yaitu sebuah perusahaan perdagangan berpemilik dengan memperdagangkan ETF Internasional.

Pada tahun 2017 juga, ia mendirikan Alameda Research, yang merupakan sebuah perusahaan perdagangan kuantitatif dan FTX. Sedangkan untuk tahun 2021 ini, ia mendirikan Serum, yang merupakan pertukaran terdesentralisasi.

Bahkan, kekayaan bersih Bankman-Fried pada bulan Agustus 2021 mencapai hingga USD8,7 miliar (Rp124 triliun). Kekayaannya jadi meningkat secara substansial ketika FTX memberikan pengumuman terkait putaran ekuitas swasta yang senilai USD900 juta (Rp12,8 triliun).

Dari kisah Bankman-Fried, dapat kita ambil bahwa untuk mencapai itu semua perlu kerja keras sejak dini (sekarang). Ketika Bankman lulus dari kuliahnya, ia langsung memulai bisnis atau kariernya dengan mendirikan sebuah perusahaan sendiri.

https://bisnismuda.id/read/3930-ara-shiy/belajar-dari-kisah-orang-terkaya-sam-bankman-fried-miliarder-kripto-berharta-rp35-triliun


Begini Cara Bos Kripto FTX Tipu Duit Investor Rp 124 Triliun

Senin, 19 Des 2022 11:33 WIB

Mantan bos FTX Sam Bankman-Fried menyampaikan permintaan maafnya. Dalam suatu draf yang bocor, dia menulis hidupnya benar-benar kacau.

Dia mengatakan kepada regulator Bahama bahwa dia sangat menyesal ada di posisi ini. Tetapi ketika Bankman-Fried dikawal keluar dari apartemen penthouse-nya di Nassau dengan borgol, masih belum jelas untuk apa ucapan maaf itu dilontarkan.

Sebelumnya ia tegas membantah tuduhan telah melakukan penipuan. Namun sehari setelah penangkapan, jaksa federal dan regulator membuka puluhan halaman file yang menuduh ia telah melakukan penipuan sejak lama.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menyebut lebih dari US$ 8 miliar atau Rp 124,8 triliun uang nasabah FTX raib. Akibatnya banyak yang harus kehilangan tabungan mereka, dana kuliah, tabungan masa depan, dan lainnya.

"Bankman-Fried salah satu penipu terbesar dalam sejarah Amerika," kata Jaksa Penuntut AS Damian Williams, dikutip dari CNBC, Senin (19/12/2022).

Diketahui Bankman-Fried mendirikan crypto hedge fund Alameda Research pada November 2017, menyewa ruang kantor di Berkeley, California. Bankman-Fried merupakan lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan sempat bekerja di firma perdagangan kuantitatif bergengsi Jane Street Capital.

Alameda Research pada dasarnya adalah toko arbitrase, membeli bitcoin dengan harga lebih rendah di satu bursa dan menjualnya dengan harga lebih tinggi di bursa lain. Perbedaan harga di Korea Selatan versus seluruh dunia memungkinkan Bankman-Fried dan partnernya Gary Wang mendapat untung besar.

Pada April 2019, Bankman-Fried dan Wang bersama Nishad Singh mendirikan FTX.com. Platform kripto ini menawarkan fitur perdagangan inovatif kepada pelanggan, platform yang responsif, dan pengalaman yang andal.

Regulator federal di CFTC mengatakan, Sebulan setelah mendirikan FTX, memanfaatkan aset pelanggan untuk kepentingan Alameda. Rehypothecation adalah istilah ketika bisnis secara legal menggunakan aset pelanggan untuk berspekulasi dan berinvestasi.

Tetapi Bankman-Fried tidak memiliki izin pelanggan untuk berjudi dengan dana mereka. Persyaratan penggunaan FTX sendiri secara khusus melarang dia, atau Alameda, menggunakan uang pelanggan untuk apa pun, kecuali jika pelanggan mengizinkannya.

FTX mengumpulkan banyak uang pelanggan. CFTC mengutip laporan 2019 dari FTX yang mematok volume berjangka saja sering melebihi US$ 100 juta setiap hari.

Menggunakan uang pelanggan untuk Alameda merupakan penipuan. Di Distrik Selatan New York, di mana Bankman-Fried didakwa oleh dewan juri, Bankman-Fried juga menghadapi tuduhan penipuan kriminal. Bankman-Fried dituduh menggunakan dana pelanggan untuk membiayai investasi spekulatifnya.

Ini adalah kejatuhan yang cepat bagi raja crypto yang pernah ada, yang baru-baru ini dua bulan lalu dielu-elukan sebagai penyelamat industri. Sekarang, Bankman-Fried menuju ke pengadilan Bahama pada hari Senin untuk menyerahkan dirinya ke proses ekstradisi AS. Pengadilan pidana menunggunya begitu dia kembali ke AS.

https://finance.detik.com/fintech/d-6469145/begini-cara-bos-kripto-ftx-tipu-duit-investor-rp-124-triliun.


Profil Sam Bankman Fried, Penyumbang Dana Kampanye Biden yang Kehilangan Rp 228 T

09 Desember 2022

Sam Bankman Fried sempat menyandang status orang terkaya karena merupakan salah satu pendiri bursa kripto FTX.com sebelum perusahaan yang yang menjadi ladang bisnisnya itu runtuh pada November 2022. 

Dikutip dari Forbes, Sam Bankman Fried mulai meluncurkan FTX pada tahun 2019 dan mengembangkannya menjadi salah satu bursa terkemuka untuk transaksi kripto. Pada awal 2022, investor menilai FTX dalam operasinya di AS memiliki penghasilan sebesar USD 40 miliar atau sekitar Rp 623 triliun (kurs dollar Rp 15.588). 

Kekayaan Sam Bankman Fried sendiri diketahui mencapai USD 26,5 miliar (Rp 413 triliun). Kekayaan itu didapat dari setengah kepemilikannya di FTX. Putra dari profesor hukum Stanford ini juga sempat menjadi salah satu penyumbang dana terbesar dalam kampanye Joe Biden pada 2020 lalu. 

Dilansir dari coindesk.com, Sam Bankman Fried memberikan donasi terbesar kedua untuk kampanye kepresidenan Joe Biden dengan jumlah total USD 5,2 juta. Jumlah tersebut masih kalah dari pemberian mantan Walikota New York Michael Bloomberg yang menyumbang sebesar USD 56 juta. 

Dari 100 pendonasi teratas, Biden menerima USD 79,5 juta. Jumlah ini lebih besar ketimbang yang diperoleh Trump yang hanya sebesar USD 75 juta. Kala itu Sam Bankman Fried menyandang status sebagai anggota Political Action Committees (PAC) Demokrat terkaya, dia bergabung dengan salah satu pendiri Facebook Dustin Moskovitz dan mantan CEO Google Eric Schmidt. 

Sayang setelah segala yang dia perbuat kini pria yang digadang gadang akan menjadi JP Morgan modern ini musti terjun bebas dari kekayaan yang selama ini dimilikinya. Bloomberg mencatat bahwa kekayaan Sam Bankman Fried berkurang 94% dan hanya dalam waktu semalam dia telah kehilangan harta sebesar USD 14,6 miliar atau sekitar Rp 277,76 triliun. 

Hartanya bahkan semakin anjlok setelah muncul isu bursa kripto FTX diambang kebangkrutan yang membuat harga token kripto FFT jatuh. Hal tersebut dipicu dengan adanya kabar dari peneliti krypto Dirty Bubble Media, yang menuding bahwa perusahaan Sam Bankman Fried lainnya yang bernama Alameda Research (perusahaan trading kripto) mengalami kebangkrutan. 

Karena pemberitaan tersebut membuat CEO Binance Changpeng Zhao melalui akun Twitter pribadinya mengumumkan Binance akan menjual US$2 miliar token kripto FTT yang dimiliki. Ketika hendak mencairkan dananya, perusahaan FTX mengeluh kesulitan dan bahkan berhenti memproses pencairan dana tersebut. 

Hal ini membuat Changpeng Zhao mengumumkan bahwa ia telah menandatangani perjanjian yang bersifat tidak mengikat untuk mengakuisisi penuh FTX.com.

https://international.sindonews.com/read/964891/177/profil-sam-bankman-fried-penyumbang-dana-kampanye-biden-yang-kehilangan-rp-228-t-1670580747?showpage=all


Terungkap, 5 Hal Ini Diduga Penyebab Kebangkrutan FTX

15 Jan 2023, 10:53 WIB

CEO baru FTX John Jay Ray III mengajukan kesaksian tertulis yang menguraikan beberapa praktik manajemen yang dilakukan FTX dan baru terungkap ketika FTX bangkrut.

Dilansir dari Yahoo Finance, Sabtu, 14 Januari 2023, Ray mengatakan dalam sambutannya yang telah disiapkan, kematian FTX disebabkan oleh "konsentrasi kendali mutlak di tangan sekelompok kecil individu yang sangat tidak berpengalaman dan tidak canggih”.

Selain itu, Ray, yang memimpin likuidasi Enron, telah mengungkap setidaknya lima hal berbeda yang dilakukan perusahaan dengan sebagian dari miliaran yang diperoleh dari investor dan miliaran lainnya dalam aset klien yang disimpan di bursanya. Adapun berikut lima hal yang dilakukan FTX dengan dana pelanggan.


Aset Pelanggan FTX Digabung dengan Platform Perdagangan Alameda Research

Mantan CEO FTX, Sam Bankman-Fried (SBF) mengungkapkan terkait pencampuran dana nasabah FTX dengan Alameda Research adalah ketidak sengajaan. Akan tetapi, menunjukkan sistem perdagangan margin platform adalah sumber masalahnya.

"Anda memiliki perdagangan margin. Anda memiliki, Anda tahu, pelanggan saling meminjam. Alameda adalah salah satunya. Saya terus terang terkejut dengan seberapa besar posisi Alameda, yang menunjukkan kegagalan pengawasan di pihak saya,"kata SBF, dalam sebuah wawancara. 

Namun, menurut Ray penggabungan dana ini tidak pernah dia lihat sebelumnya dari berbagai pertukaran kripto. 


Terlibat Perdagangan Margin

Alameda Gunakan Dana Klien untuk Terlibat dalam Perdagangan Margin

Dalam sebuah cuitan di Twitter yang sudah dihapus sejak 8 November, Bankman-Fried mengatakan aset pelanggan FTX didukung satu banding satu.

Namun, ketika ditanya di Twitter Spaces apakah pernyataan ini benar, Bankman-Fried menyebut pernyataan tersebut benar tetapi ada sebuah masalah.

“Masalahnya adalah itu mencakup saldo negatif untuk beberapa pelanggan. Aset pelanggan bersih sama dengan aset bersih di platform. aset pelanggan kotor tidak,” ujar SBF. 


Grup FTX Lakukan Pesta Belanja pada Akhir 2021 Hingga 2022

Dalam pesta belanja tersebut, di mana sekitar USD 5 miliar (Rp 78,3 triliun) dihabiskan untuk membeli segudang bisnis dan investasi, banyak di antaranya mungkin hanya bernilai sebagian kecil dari apa yang dibayarkan untuk mereka.

Daftar investasi oleh firma perdagangan saudara Alameda Research sendiri mencapai USD 5,2 miliar yang tersebar di sekitar 474 perusahaan. Awalnya didukung oleh nama dan pengaruh FTX, startup ini kemungkinan tidak akan mendapatkan harga yang dibayar FTX terlepas dari kesuksesan independen yang mungkin mereka miliki, menurut penilaian Ray. 


Memiliki Pinjaman

Memiliki Pinjaman pada Orang Dalam Lebih dari USD 1 Miliar

Dalam pernyataan asli Ray untuk proses kebangkrutan Grup FTX, dia sebelumnya menyoroti bagaimana Alameda meminjamkan USD 2,3 miliar kepada perusahaan afiliasi seperti Paper Bird Inc, satu miliar kepada Bankman-Fried, USD 543 juta lainnya kepada Mantan Direktur Teknik FTX Nishad Singh, dan USD 55 juta untuk mantan CEO FTX Digital Markets Ryan Salame.


Model Bisnis Alameda Research Tidak Aman

Model bisnis Alameda sebagai pembuat pasar mengharuskan penggelaran dana ke berbagai bursa pihak ketiga yang pada dasarnya tidak aman, dan semakin diperparah oleh perlindungan terbatas yang ditawarkan di yurisdiksi asing tertentu.

Pasar untuk total aset kripto turun 62 persen dari USD 1,4 triliun menjadi USD 843 miliar sejak awal Januari. Karena harga cryptocurrency telah jatuh sepanjang tahun, Alameda diperkirakan akan mengalami kerugian besar.

Pada Juni, ia meminjamkan USD 200 juta pinjaman kepada pemberi pinjaman kripto Voyager sebelum anak perusahaannya di AS meminjamkan USD 275 juta lagi ke BlockFi. Kedua perusahaan telah mengajukan perlindungan kebangkrutan.


Pengadilan Ungkap Pemborosan Dana Perusahaan oleh Mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried

Sebelumnya, seiring berjalannya kasus FTX, terungkap soal Sam Bankman-Fried (SBF) yang diduga melakukan pemborosan dana perusahaan. Pengajuan pengadilan meninjau detail minggu ini SBF menghabiskan puluhan juta dolar dengan boros untuk akomodasi perumahan, hotel, makanan, dan penerbangan tahun lalu. 

Dilansir dari Bitcoin.com, Rabu, 11 Januari 2023, catatan menunjukkan sekitar USD 15,4 juta atau setara Rp 239,4 miliar (asumsi kurs Rp 15.539 per dolar AS) dihabiskan untuk hotel dan akomodasi mewah. 

Sebagian besar dari uang itu digunakan untuk membayar penthouse mewah SBF senilai USD 30 juta atau setara Rp 466,5 miliar di resort tepi laut Albany. Kemudian USD 3,6 juta atau setara Rp 56 miliar digunakan untuk membeli kamar hotel di Grand Hyatt, sebuah hotel bintang empat. 

Selanjutnya, uang sebanyak USD 800.000 atau setara Rp 12,4 miliar dihabiskan SBF di Rosewood, untuk sebuah hotel bintang lima.

Laporan juga menunjukkan resor pantai Jimmy Buffett, Margaritaville, berutang lebih dari USD 55.000 atau setara Rp 855,4 juta, karena manajemen resor telah terdaftar sebagai kreditur dalam kasus kebangkrutan. 

Karyawan FTX dan Alameda dilaporkan tinggal di 20 suite selama beberapa bulan tahun lalu, membayar tagihan tetapi tidak pernah membayar akomodasi Margaritaville. 

Selain hotel, suite mewah, dan apartemen mewah, USD 3,9 juta atau setara Rp 60,6 miliar dihabiskan untuk penerbangan dan pesawat pribadi. Ketika seorang karyawan FTX membutuhkan paket Amazon yang diambil dari Miami, mereka diduga menggunakan pesawat pribadi untuk mengirimkan kotak-kotak itu ke pulau itu.

Laporan lain mengatakan co-founder itu sangat altruistik sehingga SBF secara teratur menghabiskan lebih dari USD 2.500 atau setara Rp 38,3 juta di bistro Nassau untuk makan siang dan melemparkan jutaan pada politisi dan pejabat Bahama sebelum keruntuhan FTX. Fox News mengungkapkan bahwa SBF juga memiliki kapal pesiar setinggi 52 kaki bernilai jutaan dolar Amerika Serikat.

https://www.liputan6.com/crypto/read/5179964/terungkap-5-hal-ini-diduga-penyebab-kebangkrutan-ftx


Bukan Cuma Bangkrut, Dana Nasabah FTX US$ 1 Miliar Lenyap Entah Kemana!

Sabtu, 12 November 2022 / 12:55 WIB


New York, 11 November (Reuters) Setidaknya US$ 1 miliar dana pelanggan telah hilang dalam drama kebangkrutan bursa kripto FTX. Dua orang yang mengetahui masalah yang tengah menimpa bursa kripto FTX tersebut bercerita kepada Reuters.

Reuters melaporkan bahwa pendiri sekaligus CEO FTX, Sam Bankman-Fried, diam-diam mentransfer US$10 miliar dana nasabah FTX ke perusahaan perdagangan Alameda Research, sebuah perusahaan perdagangan milik Bankman-Fried.

Namun, sebagian besar dari dana yang ditransfer FTX kepada Alameda itu tidak tercatat dalam pembukuan Alameda sehingga bisa dianggap hilang, kata sumber-sumber Reuters. 

Satu sumber Reuters menyebutkan nilai dana nasabah FTX yang tak tercatat itu mencapai US$ 1,7 miliar. Sementara sumber yang lain mengatakan selisih angka yang ditransfer FTX dan dana yang tercatat di laporan Alameda berkisar US$ 1 miliar dan US$ 2 miliar.

Adanya lubang keuangan FTX ini terungkap dalam catatan yang dibagikan Bankman-Fried sendiri kepada para eksekutif puncak FTX pekan lalu.

Catatan tersebut melaporkan situasi terkini FTX pada saat itu, ujar dua sumber Reuters yang merupakan pejabat senior FTX.

FTX yang berbasis di Bahama mengajukan perlindungan kebangkrutan pada hari Jumat menyusul penarikan dana nasabah secara besar-besaran sejak awal pekan.

Penarikan dana nasabah melonjak minggu lalu terpicu oleh pernyataan Changpeng Zhao, CEO raksasa bursa kripto Binance. Dia mengatakan bahwa Binance akan menjual seluruh kepemilikannya dalam token digital FTX, senilai setidaknya US$ 580 juta.

Empat hari sebelumnya, media khusus kripto CoinDesk melaporkan bahwa sebagian besar aset Alameda senilai $14,6 miliar adalah dalam bentuk token.

Bankman-Fried bertemu dengan beberapa eksekutif di ibukota Bahama Nassau untuk menghitung berapa banyak kebutuhan injeksi dana dari luar yang dia butuhkan untuk menutupi kekurangan FTX.

Bankman-Fried menunjukkan beberapa spreadsheet kepada kepala tim hukum dan peraturan perusahaan yang mengungkapkan bahwa FTX telah memindahkan hampir US$10 miliar dana nasabah FTX ke Alameda, kata dua orang tersebut.

Kertas kerja tersebut juga menunjukkan berapa banyak uang yang dipinjamkan FTX ke Alameda serta digunakan untuk apa.

Nah, dokumen itu menunjukkan bahwa antara US$1 miliar dan US$2 miliar dari dana yang ditransfer tadi ternyata tidak tercatat di antara aset Alameda, kata sumber tersebut.

Lebih aneh lagi, spreadsheet tersebut juga tidak menunjukkan ke mana uang ini pergi dan para pejabat FTX sendiri tidak tahu apa yang terjadi.

Dalam penyelidikan selanjutnya, tim hukum dan keuangan FTX mengetahui bahwa Bankman-Fried menerapkan apa yang digambarkan sebagai "pintu belakang" ke dalam sistem akuntansi FTX.

Sumber Reuters mengatakan "pintu belakang" itu memungkinkan Bankman-Fried mengeksekusi perintah yang dapat mengubah catatan keuangan perusahaan tanpa memberi tahu orang lain, termasuk auditor eksternal.

Lewat pesan teks kepada Reuters, Bankman-Fried membantah menerapkan "pintu belakang."

Dalam sebuah pesan teks kepada Reuters, Bankman-Fried juga menyatakan tidak setuju dianggap telah mentransfer US$ 10 miliar.

"Kami tidak diam-diam mentransfer," katanya. "Kami memiliki pelabelan internal yang membingungkan dan kami salah membacanya," tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Namun, saat Reuters bertanya tentang dana yang hilang, Bankman-Fried cuma menjawab: "???"

Dalam sebuah tweet pada hari Jumat, Bankman-Fried mengatakan bahwa dia "mengatur segalanya" di FTX.

"Saya terkejut melihat hal-hal berantakan seperti yang mereka lakukan awal pekan ini," tulisnya. "Segera saya akan menulis postingan yang lebih komprehensif tentang drama demi drama."

Kini Komisi Sekuritas dan Bursa AS sedang menyelidiki penanganan dana nasabah FTX.com, serta aktivitas pinjaman mata uang kripto, menurut sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut mengatakan kepada Reuters pada hari Rabu.

Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas juga tengah menyelidiki kasus ini, kata sumber itu.

Kebangkrutan FTX menandai perubahan mengejutkan Bankman-Fried. Pria berusia 30 tahun itu mendirikan FTX pada tahun 2019 dan membangunnya menjadi salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Dia berhasil mengumpulkan kekayaan pribadi yang diperkirakan mencapai hampir US$ 17 miliar.

Pada Januari 2022 lalu FTX dihargai US$ 32 miliar. Investor FTX termasuk SoftBank dan BlackRock.

https://investasi.kontan.co.id/news/bukan-cuma-bangkrut-dana-nasabah-ftx-us-1-miliar-lenyap-entah-kemana

Friday, January 20, 2023

Theranos, Si Cantik Penipu

Ingat Skandal Theranos? Ini Akhir Perjalanan Si Cantik Penipu

Elizabeth Holmes, pendiri perusahaan teknologi kesehatan Theranos, resmi dihukum karena menipu investor. Dakwaan ini muncul setelah berjalannya persidangan selama lebih dari empat bulan di California, Amerika Serikat (AS).

Jaksa mengatakan Holmes secara sadar berbohong tentang teknologi perusahaannya, yang digaung-gaungkan bisa mendeteksi penyakit hanya dengan beberapa tetes darah.

"Holmes memilih penipuan daripada kegagalan bisnis. Dia memilih untuk tidak jujur dengan investor dan pasien," kata jaksa Jeff Schenk dalam argumen penutup, dikutip dari BBC International, Selasa (4/1/2022). "Pilihan itu tidak hanya tidak berperasaan, tetapi juga kriminal."

Juri juga memutuskan Holmes bersalah atas empat tuduhan, termasuk konspirasi untuk melakukan penipuan terhadap investor dan tiga tuduhan wire fraud. Namun ia membantah tuduhan tersebut, yang masing-masing berisi hukuman penjara maksimum 20 tahun.

Bersaksi dalam pembelaannya sendiri, Holmes mengakui kesalahan dalam operasi Theranos, tetapi mempertahankan bahwa dia tidak pernah dengan sengaja menipu pasien atau investor.

Pembela juga menyalahkan Ramesh "Sunny" Balwani, mantan mitra bisnis Holmes dan pacarnya. Di persidangan, Holmes menuduh Balwani, yang 19 tahun lebih tua darinya, melakukan pelecehan emosional dan seksual. Tuduhan ini kemudian dibantah Balwani.

Holmes sendiri menghadapi total 11 dakwaan dan dinyatakan tidak bersalah atas empat dakwaan terkait penipuan publik. Meski sudah ada dakwaan, Holmes tidak ditahan. Belum ada tanggal yang dikonfirmasi untuk hukuman, dan sidang lebih lanjut akan dijadwalkan minggu depan.

Beberapa tahun sebelumnya, perempuan kelahiran 3 Februari 1984 ini digadang-gadang menjadi "The Next Steve Jobs" melalui revolusi industri perawatan kesehatan dengan perusahaannya, Theranos.

Pada 2014, Holmes membangun perusahaan dengan valuasi mencapai US$ 9 miliar atau setara dengan Rp 128,7 triliun (asumsi US$ 14.300/US$) yang digadang-gadang akan membawa revolusi dalam diagnosis penyakit.

Theranos merupakan startup yang menawarkan teknologi tes darah revolusioner. Startup bidang biotek yang bermarkas di Silicon Valley, California ini mencoba mendisrupsi industri tes darah AS yang bernilai miliaran dolar.

Startup ini mengklaim mampu melakukan ratusan tes (lebih dari 240) mulai dari kadar kolesterol hingga analisis genetik yang kompleks, hanya dengan satu tusukan jarum untuk mengambil darah.

Teknologi ini diproyeksikan akan menghancurkan industri yang semula membutuhkan satu botol darah untuk setiap tes diagnostik yang dilakukan.

Menawarkan kecepatan dan harga murah, Theranos tampaknya siap merevolusi industri kesehatan dan kedokteran untuk menyelamatkan banyak nyawa di seluruh dunia. Sayangnya ini tidak berjalan mulus karena skandal penipuan mulai muncul ke permukaan.

John Carreyrou, jurnalis The Wall Street Journal membuka skandal ini ke publik berawal dari kecurigaan dan rasa penasaran atas kemampuan Holmes untuk menciptakan terobosan teknologi medis, padahal Holmes hanya dua semester belajar di kelas teknik kimia di Stanford.

Kasus ini pun akhirnya masuk persidangan. Dalam persidangan, beberapa direktur laboratorium bersaksi bahwa mereka memberi tahu Holmes tentang kelemahan dalam teknologi Theranos. Namun mereka diperintahkan untuk tidak membicarakan hal itu. Pada saat yang sama, kata mereka, Holmes memberi tahu investor bahwa teknologi itu beroperasi sesuai rencana.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20220104165054-4-304555/ingat-skandal-theranos-ini-akhir-perjalanan-si-cantik-penipu


Menipu Investor Theranos, Elizabeth Holmes Divonis 11 Tahun Penjara

Ahli Bioteknologi Amerika Serikat (AS) Elizabeth Holmes dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara akibat kasus penipuan yang dilakukannya. Hukuman itu dijatuhkan oleh Majelis Hakim, Jumat (18/11).

Holmes terbukti menipu para investor melalui start-up miliknya, Theranos. Perusahaan itu mengeluarkan alat tes yang mampu mendeteksi ratusan penyakit hanya dengan tetesan darah.

Melansir AFP, dengan kondisi Holmes yang sedang hamil, hakim Distrik AS Edward Davila tidak memerintahkan penahanan Holmes hingga April 2023.

Fakta Theranos, Sisi Kelam Startup Bodong Cuma Jual Janji

Holmes dihukum atas empat dakwaan pada bulan Januari karena membujuk investor selama 15 tahun dengan iming-iming dia telah mengembangkan perangkat medis revolusioner. Theranos akhirnya bangkrut usai investigasi yang dilakukan The Wall Street Journal mengungkap kebohongan alat tes bernama Edison itu.

Akibat kasus itu, Jaksa federal AS menuntut hukuman penjara 15 tahun untuk Holmes. Sedangkan, vonis yang diberikan adalah hukuman 135 bulan.

Sebelum dijatuhi vonis itu, Holmes menangis di ruang sidang dan berkata, "Saya berdiri di hadapan Anda untuk bertanggung jawab atas Theranos. Theranos adalah karya dalam hidup saya."

"Saya hancur oleh kegagalan saya. Setiap hari selama beberapa tahun terakhir saya merasa terluka karena saya mengecewakan orang lain," sambung Holmes.

Sementara, pengacara AS Stephanie Hinds berpendapat bahwa Holmes dibutakan oleh ambisi.

Sidang Pendiri Start-Up Bodong Theranos Digelar September

Usai dijatuhi hukuman itu, pengacara Holmes mempertimbangkan pengajuan banding untuk kliennya. Ia juga mengajukan keringanan hukuman sebab Holmes memiliki anak berusia 15 bulan dan sedang mengandung.

Pengajuan ini didukung 140 surat untuk Holmes yang diajukan ke pengadilan, termasuk dari keluarga, teman, dan seorang senator AS.

"Saya yakin di sisi lain, Elizabeth akan melakukan hal-hal luar biasa untuk masyarakat dengan bakat dan hasratnya yang tak terbatas untuk mengubah dunia menjadi lebih baik," kata salah satu surat.

Itu sangat kontras dengan deskripsi yang diberikan pada persidangannya yang menggambarkannya sebagai penipu ambisius yang melecehkan pekerjanya.

Dalam sebuah surat, bibi Holmes, yang merupakan investor awal di Theranos, meminta pengadilan untuk memberinya hukuman yang berat.

Theranos, Satu Kisah Sisi Gelap Startup Teknologi

Jaksa menuntut Holmes membayar US$800 juta atau Rp12,5 triliun sebagai ganti rugi kepada investor yang termasuk keluarga Walton dari Walmart dan maestro media Rupert Murdoch.

Sidang restitusi akan dijadwalkan, meskipun Holmes mengatakan dia tidak punya uang untuk membayar.

Mulanya, Holmes menjadi bintang Silicon Valley usai ia mengaku Theranos sedang menyempurnakan alat tes untuk memudahkan diagnosa medis hanya dengan beberapa tes darah.

Ia pun mulai menjual gagasan bahwa penemuannya akan menggantikan tes laboratorium yang mahal kepada para investor.

Klaim itu membantu Theranos mengumpulkan hampir US$1 miliar atau Rp15,6 triliun (asumsi kurs Rp15.688) tanpa pernah mendapat keuntungan berarti selama berdirinya perusahaan itu.

Sejumlah buku, film, dan serial TV yang memuat kisahnya telah diluncurkan. Hal ini menjadi peringatan tentang ekses industri teknologi yang secara masif bergantung pada citra karismatik pendirinya.

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20221119084127-185-875810/menipu-investor-theranos-elizabeth-holmes-divonis-11-tahun-penjara.


Theranos, Cerita Penipuan Miliarder Wanita Muda Elizabeth Holmes 

Elizabeth Holmes kembali jadi pembicaraan setelah pengadilan di California menyatakan ia bersalah atas empat dari 11 tuntutan terkait penipuan teknologi kesehatan, yang membawanya pada ancaman hukuman 20 tahun penjara. 

Secara garis besar, tuntutan tersebut dilayangkan ke Holmes sebagai buntut dari tindakan penipuannya kepada investor, terkait startup teknologi kesehatan Theranos yang digarap Holmes sejak 19 tahun lalu. Putusan bersalah ini tentu menjadi sandungan bagi ide masa muda Holmes di industri teknologi. 

Namun, sebenarnya siapakah sosok Elizabeth Holmes ini? bagaimana perjalanannya hingga ia diputus bersalah? Awal mula ide Theranos Elizabeth Holmes lahir pada 3 Februari 1984, ia mengeyam pendidikan tinggi di Stanford University, Amerika Serikat (AS), dengan jurusan teknik kimia. 

Saat masih kuliah di tahun 2002, ia memiliki ide untuk menciptakan alat tes yang bisa mendeteksi segala penyakit, hanya dengan setetes darah. Ide ini disampaikan pada profesornya di Standford University, Phyllis Gardner. 

Namun, Gardner menyebut bahwa ide Holmes itu mustahil diwujudkan. Pendapat Gardner tampaknya tidak diindahkan oleh Holmes. Kemudian pada 2003, Holmes tidak melanjutkan kuliahnya di Standford University. 

Bebarengan dengan itu, Holmes mendirikan perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang teknologi kesehatan, yang diberi nama Theranos dan berlokasi di Palo Alto, California. Dengan Theranos, Holmes menggarap ide yang ia cetuskan saat kuliah. 

Theranos merupakan perusahaan yang menciptakan alat pendeteksi segala penyakit, hanya dengan setetes darah. Untuk mewujudkan ide ini, Holmes menggandeng Ian Gibbons, ahli kimia asal Inggris yang jadi kepala lab Theranos. 

Miliarder termuda Saat mendirikan Theranos pada 2003, Holmes masih berusia 19 tahun, dan berani mengaku telah memiliki paten alat yang diklaim dapat mendeteksi berbagai jenis penyakit dengan setetes darah. 

Klaim itu sontak menjadi harapan baru bagi dunia kesehatan, karena alat yang digaungkan Theranos, membuat tes darah bisa berjalan dengan biaya yang murah dalam waktu yang singkat. Banyak pemodal ventura dari kalangan konglomerat Amerika Serikat yang menanamkan investasi pada Theranos kala itu, sebut saja seperti mantan Menteri luar Negeri AS, Henry Kisinger dan pendiri perusahaan teknologi Oracle, Larry Ellison. 

Dibantu oleh Larry Ellison dan Don Lucas, seorang pemodal ventura di Sillicon Valley, Holmes berhasil mengumpulkan banyak modal. Puncaknya di tahun 2014, Theranos berhasil memiliki total nilai aset sebesar 9 miliar dollar AS (Rp 128 triliun). 

Dengan capaian tersebut, Theranos menyandang status sebagai perusahaan Unicorn yang  disejajarkan dengan perusahaan teknologi yang tumbuh besar di Silicon Valley, seperti Google, Apple, NetFlix, dan sebagainya. 

Tidak hanya Theranos yang mendapat nama, melainkan juga Holmes selaku pendiri dan CEO-nya. Holmes mendapat predikat sebagai perempuan miliarder termuda di dunia oleh majalah Forbes pada 2014, di mana usianya saat itu menginjak 30 tahun. 

Holmes kala itu juga berhasil mencatatkan kekayaan pribadi bersih sekitar 4,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 64 triliun jika menggunakan kurs saat ini). Selain itu, Holmes juga mendapat predikat "The next Steve Jobs" dari majalah bisnis, Inc. 

Dengan cara berpakaian seperti Steve Jobs yang mengenakan baju model turtle neck, popularitas Holmes kala itu memang di atas angin. Namun, popularitas Holmes berangsur anjlok pada 2015, akibat laporan investigasi dari The Wall Street Journal. 

Kedok penipuan terungkap Adalah John Carreyrou yang membuat laporan investigasi atas penipuan yang dilakukan Holmes melalui Theranos. Temuan Carreyrou seakan menggugat klaim alat Theranos yang mampu mendeteksi 240 jenis penyakit dengan setetes darah. 

Carreyrou menyimpulkan bahwa hasil tes darah dari alat buatan Theranos tidak akurat, setelah membandingkan hasil tes darah dari beberapa alat tes umum dengan alat milik Theranos. Alat pendeteksi darah Theranos menunjukkan hasil yang berbeda dengan hasil dari sebagian besar alat yang sudah beredar umum. 

Selain itu, klaim soal paten alat pendeteksi darah oleh yang dibuat Holmes juga terbantahkan.  Alat yang digunakan untuk sebagian besar tes darah Theranos ternyata bukan hasil dari alat buatan perusahaan yang bernama Edison seperti yang diklaim sebelumnya. 

Theranos ternyata menggunakan alat tes darah dari perusahaan lain, yang bisa dibeli secara bebas. Jadi, paten dari Theranos itu masih berupa ide. Sedangkan, alat yang dapat menguji seluruh penyakit hanya dengan setetes darah merupakan bualan dari Holmes saja. 

Dengan kata lain, Theranos tidak pernah menciptakan alat yang secara praktik bisa digunakan untuk tes darah sesuai dengan ide Holmes. Saat itu, Holmes masih tenang-tenang saja, Ia menanggapi hasil temuan dari Carreyrou sebagai omong kosong belaka, dari orang yang iri atas inovasi teknologinya. 

"Inilah yang terjadi jika pekerjaan Anda bakal mengubah banyak hal, pertama-tama mereka akan mengira Anda gila, kemudian mereka menentang Anda," kata Holmes dalam wawancaranya bersama CNBC TV. 

Setelah laporan Carreyrou mencuat ke publik, gugatan terus berdatangan pada Theranos yang akhirnya membuat Holmes tak lagi dapat menutupi kedok penipuannya. Akhir kisah Holmes dengan Theranos Pada 2016, badan regulator kesehatan AS secara resmi melarang Holmes untuk mengedarkan dan mengoperasikan layanan tes darah selama dua tahun, karena ditemukan kesalahan prosedur pengujian darah pada lab milik Theranos.  

Bersamaan dengan pengumuman pelarangan beroperasi itu, salah satu mitra Theranos, Walgreens, perusahaan farmasi di AS, juga menghentikan kerja samanya dengan Holmes. Walgreens menarik seluruh kantong tes darah milik Theranos di semua gerainya.  

Gugatan juga datang dari negara bagian Arizona pada 2017, Jaksa Agung di Arizona mengumumkan bahwa Theranos harus mengembalikan semua dana pembelian alat tes darah dari warga Arizona, termasuk membayar denda. 

Apabila ditotal, seluruh tanggungan Theranos sebesar 4,65 juta dollar AS (sekitar Rp 66 miliar jika menggunakan kurs saat ini). Theranos menyetujui pembayaran tersebut tanpa ada negosiasi. Tahun 2018 menjadi tahun terberat bagi Theranos dan Holmes. 

Regulator finasial AS menyeret nama Ramesh Balwani, mantan kepala Theranos sekaligus mantan pacar Holmes, karena telah melakukan tindakan penipuan pada investor dengan mengiklankan produk palsu. 

Penipuan Theranos ini didasarkan atas klaim palsu tentang Departemen Pertahanan AS yang menggunakan teknologinya. Kemudian, perusahaan juga berbohong ketika mengklaim memiliki pendapatan 100 juta dollar AS (Rp 1,4 triliun) pada 2014. 

Dengan kebohongan tersebut, hak suara Holmes di Theranos dicabut. Kemudian, Holmes juga dilarang memegang posisi sebagai pemangku kebijakan di Theranos, serta ia harus membayar denda sebesar 500.000 dollar AS (Rp 7,1 miliar). 

Bebarengan dengan banyak gugatan yang masuk ke Theranos, Holmes akhirnya menutup perusahaan yang telah dirintisnya selama 15 tahun itu pada 4 September 2018. Tak hanya mendapat gugatan perdata, Holmes juga memperoleh gugatan pidana. 

Di tahun 2018 juga, Holmes bersama Ramesh Balwani dituduh telah melakukan penipuan pada investor oleh Kejaksaan California. Gugatan pidana yang berlangsung di tahun 2018 itu baru menemui titik terang pada awal 2022 ini. Setelah kurang lebih dua tahun, Holmes akhirnya diputus bersalah atas empat dari 11 tuntutan terkait tindakan penipuan pada investor.

https://tekno.kompas.com/read/2022/01/08/10030067/theranos-cerita-penipuan-miliarder-wanita-muda-elizabeth-holmes?page=all.

Wednesday, January 18, 2023

Pesanan Sepatu di Jatim Dipangkas 50 Persen

Pesanan Sepatu di Jatim Dipangkas 50 Persen, PHK Menghantui Karyawan? 

Saat ini saja, industri alas kaki masih menghadapi banyak tantangan dalam negeri seperti masalah proses pengurusan perizinan yang sangat lama. Kalangan pengusaha alas kaki dan sepatu di Jawa Timur menilai industri sepatu tahun ini perlu terobosan baru agar dapat terus bertahan di tengah tantangan ekonomi global. 

Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim, Winyoto Gunawan mengatakan sejak tahun lalu, industri tekstil, kulit dan alas kaki menghadapi tantangan yang tidak mudah, bahkan di Jawa Barat kondisi industri ini sedang tidak baik-baik saja karena banyak terjadi pengurangan karyawan akibat dampak dari krisis Eropa. 

“Jika di Banten Jabar dan Jakarta banyak penurunan jam kerja, di Jatim hanya terjadi pengurangan lembur saja,” jelasnya, Selasa (17/1/2023). 

Dia melanjutkan, industri alas kaki di Jatim ini kebanyakan perusahaan menegah ke bawah, dan hanya satu yang besar tapi sudah tutup sehingga yang masih ada saat ini harus bertahan. 

“Untuk itu semua permasalahan yang menghambat harus segera diselesaikan agar industri alas kaki bisa bertahan,” imbuhnya. Dia mengatakan saat ini saja, industri alas kaki masih menghadapi banyak tantangan dalam negeri seperti masalah proses pengurusan perizinan yang sangat lama, misalnya proses Verifikasi Kemampuan Industri (VKI), serta kuota VKI pada Dinas Perindustrian dan VKI di Dinas perdagangan yang berbeda.  

“Selain itu, ada kendala di Neraca Komoditas (NK) sudah berstatus disetujui tetapi belum ada tindakan lanjut dari dinas terkait,” katanya. 

Winyoto menambahkan, lama proses perizinan tersebut dapat berdampak pada menipisnya stok bahan baku yang jika dibiarkan secara terus menerus akan mempengaruhi keberlansugan bisnis perusahaan. Data Aprisindo mencatat, kinerja ekspor sepatu atau alas kaki di sepanjang Januari - September 2022 berhasil naik 35,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  

Kinerja ekspor sepatu yang mampu tumbuh dengan baik ini merupakan imbas dari ada kebijakan lockdown yang dilakukan China, sehingga banyak buyer yang mengalihkan order sepatu ke pabrikan di Indonesia.  

“Order para buyer yang semula dilakukan di China ini telah dialihkan ke Indonesia dan Vietnam, bahkan sejak pandemi 2020 sampai saat ini. Pabrikan sepatu kita menikmati kenaikan ekspor,” kata Ketua Umum Aprisindo, Eddy Widjanarko. 

Menurutnya, akibat perlambatan ekonomi, konsumen akan membatasi belanjanya sehingga menyebabkan over stock di toko-toko. Bahkan ada beberapa brand besar yang sudah menyatakan akan mengurangi order ke semua negara tempat produksinya hampir 50 persen.  

"Setidaknya tiga brand besar sepatu untuk keperluan olahraga sudah menyatakan pengurangan order yang akan berlaku 5-6 bulan ke depan dengan harapan stok yang masih menumpuk di toko sudah terjual,” imbuhnya.


Sumber :

https://surabaya.bisnis.com/read/20230117/532/1619003/pesanan-sepatu-di-jatim-dipangkas-50-persen-phk-menghantui-karyawan.

Tuesday, January 17, 2023

Populasi Penduduk Jerman Berkurang

Populasi Penduduk Jerman Berkurang untuk Pertama Kalinya Sejak 10 Tahun Terakhir

22 Juni 2021 3:05

Jerman adalah negara dengan populasi terbanyak di Eropa dan menjadi tujuan favorit para imigran dari berbagai negara. Oleh karena itu, jumlah penduduk negara ini terus bertambah tiap tahunnya. Namun hal tersebut tidak terjadi pada 2020. Untuk pertama kalinya sejak 2011, populasi Jerman tidak bertambah dan malah berkurang sebanyak 12 ribu jiwa.

Antara 2011 hingga 2019, populasi Jerman meningkat secara perlahan dari 80,3 juta jiwa menjadi 83,2 juta jiwa. Namun tren peningkatan tersebut harus terhenti pada 2020. 

Menurut Destatis, yaitu Badan Pusat Statistik Jerman, berkurangnya populasi di Jerman dikarenakan oleh dua hal. Yang pertama adalah berkurangnya jumlah imigran yang masuk ke Jerman antara 2019 hingga 2020. Pada 2019, sekitar 294 ribu orang yang datang dan menetap di Jerman. 

Sementara pada 2020, angka tersebut turun menjadi 209 ribu orang. Faktor utama yang menyebabkan hal ini tentu saja karena pandemi COVID-19 yang membuat orang-orang sulit melakukan perjalanan atau berpindah negara.

Hal kedua adalah tingginya angka kematian di Jerman yang tidak diimbangi dengan angka kelahiran. Pada 2019, populasi Jerman mengalami defisit sebanyak 161 ribu, yang merupakan selisih antara angka kematian dan kelahiran. Pada 2020, defisit tersebut semakin meningkat menjadi 212 ribu.

Berdasarkan angka-angka yang dikeluarkan oleh Destatis pada Senin (21/06), peningkatan populasi Jerman lebih banyak disebabkan karena masuknya imigran ke negara tersebut. Namun pada 2020, jumlah imigran yang berkurang hanya mampu mengompensasi defisit kelahiran dan tidak mampu meningkatkan populasi secara keseluruhan.

Fakta menarik lainnya adalah meningkatnya jumlah lansia di Jerman, terlepas dari tingginya angka kematian pada 2020. Hal ini tentu saja salah satu ciri-ciri dari negara maju. Warga yang berumur lebih dari 80 tahun saat ini terhitung sebanyak 4,5 persen dari total populasi. 

Sementara jumlah orang yang berumur 60 hingga 79 tahun juga meningkat. Sebaliknya, mereka yang ada dalam kelompok umur 20 sampai 59 tahun berkurang sebanyak 0,4 persen. Sementara rata-rata umur penduduk Jerman saat ini adalah 44,6 tahun.


Sumber :

https://kumparan.com/kumparannews/populasi-penduduk-jerman-berkurang-untuk-pertama-kalinya-sejak-10-tahun-terakhir-1vzKKaqHr82/full

Jerman Krisis

"Kiamat" Baru Muncul di Jerman, Ada Apa?

13 January 2023 06:20

"Kiamat" baru muncul di Jerman. Ini terkait krisis tenaga kerja di negara itu. Lebih dari setengah perusahaan dilaporkan berjuang untuk mengisi lowongan karena kurangnya pekerja terampil. Kamar Dagang dan Industri Jerman (DIHK) mengatakan ini menjadi tanda terbaru dari hambatan pertumbuhan ekonomi terbesar Eropa itu tahun ini.

Setidaknya 22.000 perusahaan melaporkan tak bisa mendapat staf. Ini sekitar 53% dari total keseluruhan.

"Kami dapat berasumsi bahwa sekitar 2 juta lowongan akan tetap tidak terisi," kata Wakil Kepala Eksekutif DIHK, Achim Dercks, dimuat Reuters, Jumat (13/1/2023).

"Perusahaan (bisa) kehilangan produksi senilai hampir 100 miliar euro," tambahnya.

Menurutnya fenomena ini bira berbahaya. Pasalnya Jerman juga tengah menghadapi harga energi yang tinggi ditambah peralihan energi ke ramah iklim.

"Campuran berbahaya yang dapat menyebabkan perusahaan memindahkan produksi ke luar negeri," kutip Reuters bersumber dari lembaga itu lagi.

"Kekurangan pekerja terampil tidak hanya menjadi beban bagi bisnis, tetapi juga membahayakan keberhasilan dalam tugas-tugas penting di masa depan seperti transisi energi, digitalisasi, dan pembangunan infrastruktur," kata Dercks.

Ini juga bisa mempengaruhi sektor manufaktur, yang selama ini menjadi mesin ekspor Jerman. Survei menemukan bahwa 67% produsen peralatan listrik dan mesin tidak mendapat tenaga kerja sementara angka sedikit lebih rendah, 65%, dialami industri pembuatan mobil.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230113055550-4-405137/kiamat-baru-muncul-di-jerman-ada-apa

Friday, January 13, 2023

Gelombang PHK Massal Dua Perusahaan Besar

Gelombang PHK Massal Terjadi di Kabupaten Serang, Ratusan Pekerja dari Dua Perusahaan Besar Ini Juga Terkena

- Rabu, 11 Januari 2023 | 14:34 WIB

  

Ratusan karyawan PT PBI di Kabupaten Serang menggelar aksi di depan perusahaan tempat mereka bekerja, Selasa 10 Januari 2022. (Rahmat Tanjung/Bantenraya)

Selain Nikomas, dua perusahaan di Kabupaten Serang juga melakukan pemangkasan karyawan. Bedanya, dua perusahaan ini melakukan pemangkasan karyawan dengan cara PHK. Dua perusahaan tersebut adalah PA Rubber Indonesia Jaya di Kawasan Modern Cikande, Kecamatan Cikande, dan PT Power Block Indonesia di Kecamatan Jawilan.

Pekerja PT Power Block Indonesia Selasa 11 Januari 2023 sempat berunjuk rasa menuntut pesangon dari perusahaan. Pemangkasan tiga perusahaan ini menambah daftar pemutusan hubungan kerja yang terjadi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnakertrans Kabupaten Serang Iwan Setiawan mengatakan, jumlah karyawan yang di PHK oleh PT Rubber Indonesia Jaya dan PT Power Block Indonesia mencapai ratusan orang.

“Ada dua perusahaan di Cikande dan Jawilan yang sudah PHK ratusan karyawan,” kata Iwan saat ditemui Radar Banten di ruang kerjanya, Rabu 11 Januari 2023.

Dijelaskan Iwan, PA Ruber Indonesia Jaya melakukan PHK massal sebanyak 500-an karyawan karena kekurangan bahan baku, perusahaan yang memproduksi sol sepatu itu melakukan PHK di Minggu pertama Januari 2023.

Kemudian disusul PT Power Block Indonesia yang mem-PHK 380 karyawan karena kekurangan bahan baku dan penjualan produk tengah mengalami penurunan.

“Hal ini masih disebabkan oleh dampak perang Rusia-Ukraina, Krisis mulai berlangsung pelan-pelan tapi kerasa,” ungkapnya.

Iwan mengaku, ia belum bisa memastikan berapa jumlah pasti perusahaan yang melakukan PHK. Namun ia mengungkapkan, ada banyak perusahaan yang sudah dan akan melakukan PHK.

“Saya enggak mau kasih tahu semuanya dulu soalnya perlu memastikan data realnya, tapi memang banyak perusahaan yang melakukan PHK,” kata dia.


Sumber :

https://www.bantenraya.com/nasional/pr-1276521458/gelombang-phk-massal-terjadi-di-kabupaten-serang-ratusan-pekerja-dari-dua-perusahaan-besar-ini-juga-terkena?page=2

Thursday, January 12, 2023

Pabrikan Sepatu Tawarkan "Resign"ke 1.600 Karyawan

Pabrikan Sepatu Olahraga PT Nikomas Tawarkan "Resign" Sukarela ke 1.600 Karyawannya, Kemenaker: Itu Tidak Dibenarkan 

Kompas.com - 12/01/2023, 12:41 WIB

Puluhan ribu buruh PT Nikomas Gemilang meninggalkan pabrik tempat bekerja untuk menggelar aksi mogok nasional di Kawasan Industri Nikomas Gemilang, Serang, Bante, Selasa (6/10/2020). Saat ini, PT Nikomas Gemilang menawarkan 1.600 karyawan untuk mengundurkan diri secara suka rela, (11/1/2023).

PT Nikomas Gemilang, pabrikan sepatu olahraga dengan lisensi merek ternama, pada 10 Januari 2023 menawarkan secara sukarela kepada karyawannya untuk mundur dari perusahaan. Adapun kuota yang diminta sebanyak 1.600 orang. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri mengatakan, yang dilakukan PT Nikomas Gemilang tidaklah benar. 

Karena pengunduran diri harus sesuai kemauan karyawan bukan ditawarkan. 

"Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, mengundurkan diri merupakan inisiatif dari diri sendiri si pekerja, sehingga tidak atas paksaan atau permintaan dari pihak lain. Sehingga apabila program atau kebijakan yang dibuat pengusaha meminta untuk mengundurkan diri menjadi tidak dibenarkan atau tidak sesuai dengan ketentuan," katanya kepada Kompas.com, Kamis (12/1/2023). 

Namun hingga sekarang, Kemenaker belum menerima laporan dari pihak karyawan maupun perusahaan terkait penawaran pengunduran diri tersebut. "Kami belum terima pengaduan apapun dari perusahaan itu," ucap Putri. 

Sebelumnya, PT Nikomas Gemilang pabrikan sepatu olahraga yang berada di Serang, Banten menawarkan pengunduran diri terhadap 1.600 pekerjanya. Humas Nikomas Gemilang Danang Widi P dalam keterangan resminya menyebutkan, alasan penawaran pengunduran diri sukarela tersebut karena adanya konflik Rusia-Ukraina yang masih terjadi hingga sekarang, kenaikan harga bahan bakar secara global, tingkat inflasi yang tinggi. 

Kemudian alasan lainnya yakni penurunan pesanan dan pengaruh berbagai faktor internasional lainnya yang menyebabkan pasar sepatu olahraga internasional menurun drastis dan harga bahan baku terus meningkat. 

"PT Nikomas Gemilang telah menempuh berbagai cara untuk bertahan di tengah kondisi perekonomian global yang penuh tantangan, namun demi keberlangsungan perusahaan, dengan berat hati PT Nikomas Gemilang menawarkan pengunduran diri sukarela kepada karyawan dengan kuota 1.600 orang," katanya dalam keterangan tertulis tersebut. 

Faktor-faktor tersebut menimbulkan reaksi berantai dan kondisi yang cukup serius melanda industri sepatu olahraga. Hal itu terlihat sejak kuartal ketiga 2021, di mana pabrik sepatu mulai merumahkan karyawannya. Itu juga yang dirasakan oleh PT Nikomas Gemilang.


Sumber :

https://money.kompas.com/read/2023/01/12/124129326/pabrikan-sepatu-olahraga-pt-nikomas-tawarkan-resign-sukarela-ke-1600

Monday, January 9, 2023

Toko Online PHK 18.000 Orang

Toko Online PHK 18.000 Orang, Punya Robot Pengganti Manusia

05 January 2023 17:50


Namun jauh sebelum melakukan PHK besar-besaran tersebut, Amazon ternyata telah memperkenalkan konsep memperkerjakan robot. Mesin yang dinamakan "Sparrow" itu diperkerjakan di bagian gudang perusahaan.

Sparrow bekerja untuk identifikasi, memilih, dan menangani jutaan item inventaris gudang individual. Robot itu gabungan dari AI, computer vision dan suction-cup 'tangan', serta bisa memilah dan menyortir 65% produk yang dijual melalui situs Amazon.

Melansir Popsci, pihak Amazon memang tidak gamblang menyebut robot akan menggantikan peran manusia. Namun, Sparrow berperan utama mendukung karyawan.

"Bekerja dengan karyawan kami, Sparrow akan melakukan tugas berulang, memungkinkan karyawan kami memfokuskan waktu dan energi mereka pada hal-hal lain, sambil juga meningkatkan keselamatan," kata pihak Amazon dalam keterangan resminya.

Namun kehadiran robot itu menimbulkan kontroversi di tengah para karyawan dan orang-orang lain. Misalnya saja, mantan karyawan Amazon dan pengatur tenaga kerja, Mohammad Mire, mengatakan perusahaan ingin adanya persaingan antara karyawan dan robot.

"Mereka ingin Anda bersaing dengan robot. Mereka ingin semua karyawan bersaing. Tapi siapa yang bisa menang melawan robot?" kata dia kepada Business Insider.

Kritikus juga buka suara soal hal ini. Mereka menyebutkan otomasi akan mengorbankan manusia dalam perusahaan.

"Alih-alih menyediakan pekerjaan berkualitas tinggi dan mengatasi krisis keselamatan yang diciptakan di gudang dan di jalan, Amazon berinvestasi dengan cara memaksimalkan keuntungan yang merugikan pekerja," juru bicara Athena Coalition.

"Jika Amazon peduli dengan menjaga keamanan pekerja, mereka akan menghentikan penghancuran serikat pekerja, membayar gaji yang layak dan mengakhiri pengawasan invasif dan praktik manajemen hukuman yang menjadi penyebab sebenarnya dari krisis keselamatan perusahaan".


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20230105171303-37-403182/toko-online-phk-18000-orang-punya-robot-pengganti-manusia

Thursday, January 5, 2023

Mixue

Ini Dia Arti Kata Mixue

Belakangan ini, media sosial ramai perbincangan terkait Mixue. Tak sedikit orang mencari tahu arti kata Mixue yang saat ini sedang viral. Bahkan, menjadi pencarian trending hingga penggunaan kata yang populer di media sosial. Baik itu di Tiktok, Twitter, Instagram, maupun Facebook.  

Mixue sebenarnya adalah brand es krim yang sangat terkenal, namun keberadaan kata ini ternyata menimbulkan kata yang menjadi bahasa gaul.  Tak jarang juga orang menanggap bahwa kata ini hanya sebatas brand saja, namun ternyata ada pelesetan kata dari brang es krim yang menjadi bahasa gaul. 

Arti Kata Mixue Mixue adalah istilah yang berasal dari bahasa Mandarin, Mi artinya madu, yang diambil dari kata feng mi dan tiang mi yang berarti manis, sementara itu Xue artinya salju.  Dalam bahasa gaul, arti kata Mixue yang berasal dari bahasa Mandarin memiliki arti Salju yang Manis Seperti Madu.  

Akan tetapi, dalam logo brand Mixue terlihat gambar manusia salju, sehingga bisa juga arti kata Mixue yang diperbincangkan ini dapat berarti manusia salju.  Diketahui, brand tersebut berasal dari negera China yang kini memiliki cabang di Indonesia. 

Wajar saja, keberadaan brand ternama Ini menjadi perbincangan hingga dijadikan meme oleh pengguna media sosial.  Kemudian, brand ini dijadikan sebagai bahasa gaul yang mengandung arti ternyata memiliki beberapa perbedaan.  Tren bahasa gaul dari pelesetan kata semakin hari semakin bertambah, sehingga membuat pengguna media sosial semakin dibuat bingung dengan kehadiran istilah gaul yang baru

https://malang.viva.co.id/gaya-hidup/1793-ini-dia-arti-kata-mixue


Kisah Pendiri Mixue

Sebelum Mixue kedainya menjamur seperti saat ini, bisnis ini dimulai Zhengzhou Hongchao dari nol. Mahasiswa Universitas Henan, China, membuat Mixue dalam bentuk es serut yang dia jual dalam kios sederhana untuk meringankan beban biaya keluarganya di Zhengzhou, Henan.

Modal yang digunakan untuk memulai usaha es serut Mixue dari uang yang dikumpulkan selama kerja paruh waktu dan pinjaman sang nenek. Saat itu, nenek Hongchao meminjamkan uang ke sang cucu sekitar 4.000 RMB (setara USD 483 pada tahun itu).

"Jadi setelah lulus kuliah, dia kembali ke Zhengzhou, mencari tempat untuk mendirikan warung dan mulai menjual es serut. Toko bernama "es serut dingin" ini adalah awal mula Mixue Bingcheng berdiri," demikian cerita soal Hongchao dikutip dari PANDA!YOO, Selasa (3/1).

Karena modal awal yang terbatas, gerai Mixue pertama sangat sederhana. Hanya lemari es, beberapa bangku, dan meja lipat. Bahkan mesin untuk memproduksi es serut dirakit oleh Hongchao dengan membeli motor, turntable, dan cutter.

Pada 2007, banyak orang ingin membuka gerai Mixue. Zhang pun membuka bisnis waralabanya. Lusinan gerai mulai dibuka di Henan. Semakin moncer, setahun berikutnya Mixue Bingcheng secara resmi didirikan sebagai sebuah perusahaan, dan jumlah toko waralaba lebih dari 180.

Pada 2010, Mixue Bingcheng memilih untuk bekerja sama dengan Zhengzhou Baodao Trading Co., Ltd. untuk mengembangkan waralaba di seluruh negeri, yang semakin meningkatkan visibilitas dan pengaruh perusahaannya.

Di tahun-tahun berikutnya, merek Mixue Bingcheng mulai melesat bahkan bisa ekspansi ke luar negeri. Pada 2018, Mixue mulai masuk ke pasar Vietnam. Gerai pertamanya di luar negeri ada di Hanoi.

Pada Juni 2020, Mixue Bingcheng memiliki lebih dari 10.000 toko di China. Merek minuman teh pertama yang melebihi 10.000 toko di negara tersebut.

https://kumparan.com/kumparanbisnis/populer-harga-pertamax-turun-kisah-pendiri-mixue-1zZNe4cfHdN/full


Pendiri Mixue, Modal Awal 7 Juta Sekarang Ada 30.000 Gerai

Es krim bermerek Mixue Ice Cream & Tea tengah tengah viral dan hits di berbagai kota di Indonesia. Tak heran sejumlah gerai Mixue selalu ramai oleh antrean para pengunjung.

Es krim asal China itu menjadi incaran karena harganya yang murah-meriah. Untuk es krim cone saja, hanya dibanderol Rp8 ribuan. Sedangkan, beberapa varian lain harganya pun tak lebih dari Rp25 ribuan.

Siapa sangka, sebelum ekspansi Mixue ke sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Vietnam, dan Malaysia, dulunya merek ini hanyalah sebuah kedai kecil di kota pinggiran China. Di balik kesuksesannya, ternyata ada seorang pemuda China bernama Zhang Hongchao.

Zhang Hongchao mendirikan Mixue pada tahun 1997 sebagai kedai es serut ketika dia masih menjadi mahasiswa. Saat itu, Zhang membuka kedai pertamanya di sekitar sekolah di Zhengzhou, Provinsi Henan, China, yang secara ekonomi belum begitu maju. Kedai es serut itu ia beri nama Mixue Bingcheng.

Dikutip dari FoodTalks yang berbasis di China, untuk membuka kedai, Zhang mendapat modal hasil pinjaman dari neneknya sebesar 4.000 yuan atau sekitar Rp7 jutaan.

Karena modal awal yang sangat terbatas, peralatan toko Mixue pada saat itu juga sangat sederhana. Zhang hanya punya freezer, beberapa bangku, dan meja lipat. Bahkan mesin es serut untuk memproduksi es dirakit sendiri oleh Zhang dengan membeli motor, turntable dan cutter.

Resep keberhasilan Mixue Ice Cream & Tea adalah harganya yang sangat kompetitif. Ketika toko lain menjual es krim sekitar 10 yuan, mereka hanya menjualnya dengan 2 yuan saja.

Selain di negara asalnya China, Mixue Ice Cream & Tea juga ada di,Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Pada 2022, Mixue telah membuka 20.000 outlet di China. Di luar negeri, jumlah outlet Mixue sudah melebihi 10.000 lokasi.

Tidak hanya gerai minuman kekinian, Mixue ternyata juga mengoperasikan pabrik bahan baku sendiri termasuk 5 pusat pergudangan dan logistik regional.

Kini, valuasi seluruh bisnis Mixue diperkirakan mencapai US$3,17 miliar atau sekitar Rp 49,54 triliun. Kabarnya, Mixue berencana melepas saham di Shenzhen dan menggalang US$ 918 juta (Rp 14,3 miliar).

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20221228102638-33-400787/pendiri-mixue-modal-awal-7-juta-sekarang-ada-30000-gerai


Modal, Syarat dan Cara Daftar Franchise Mixue 

Gerai es krim Mixue jadi buah bibir di kalangan warganet karena belakangan menjalankan ekspansi yang masif. Hal tersebut tergambar dari banyaknya gerai Mixue yang baru buka bak jamur di musim hujan. 

Bahkan, warganet menjuluki gerai es krim Mixue sebagai Malaikat Pencatat Ruko Kosong. Ketika pandemi Covid-19 pada 2020, Mixue tetap menambah 6.088 toko pada 2020, dan 7.643 gerai pada 2021. 

Di Indonesia, gerai Mixue pertama kali hadir pada 2020 di Cihampelas Walk, Kota Bandung. Jenama gerai es krim asal China ini memang terkenal karena menyajikan varian menu es krim dengan harga yang ramah untuk kantong. Selain es krim, Mixue juga menyedian berbagai jenis minuman lainnya. 

Satu es krim contong dibanderol dengan harga Rp 8.000 saja. Sedangkan varian lain yang memadukan es krim dengan varian minuman berkisar antara Rp 16.000 hingga Rp 20.000-an. Sebagai jenama internasional, Mixue ternyata membuka peluan kemitraan di luar pihak pemegang lisensi. 

Dilansir dari Instagram resminya @mixueindonesia, diketahui pemegang hak franchise Mixue merupakan PT Zisheng Pacific Trading. Lantas, berapa biaya franchise Mixue? Biaya franchise Mixue Ice Cream & Tea sekitar Rp 800 juta per gerai. 

Jumlah tersebut sudah termasuk keseluruhan investasi dari awal pembangunan gerai. Pihak Mixue juga kerap memberikan potongan harga serta buku resep, menu, perlengkapan pembuatan produk, seragam karyawan, hingga pendampingan dari manajemen. 

Berikut ini merupakan rincian modal buka Mixue: 

  • Deposit Rp 40 juta Manajemen Rp 18-24 juta per tahun 
  • Mesin dan peralatan +/- Rp 170 juta 
  • Bahan baku gelombang pertama +/- Rp 125 juta 
  • Estimasi renovasi Rp 200-Rp 350 juta 
  • Biaya sewa ruko Rp 75-150 juta per tahun, tergantung lokasi. 

Cara Daftar Franchise Mixue 

  • Lakukan konsultasi kemitraan melalui telepon atau WhatsApp ke nomor 0819-9360-6666 
  • Ajukan permohonan sebagai calon mitra 
  • Selanjutnya pihak Mixue akan melakukan evaluasi terkait gerai dan sebagainya 
  • Penandatangan kontrak yang disetujui pihak mitra dan Mixue 
  • Manajemen akan membantu proses dekorasi toko. 
  • Mitra mendapatkan pelatihan teori dan praktik berkaitan dengan pengoperasian toko. 

Syarat Franchise Mixue 

Mitra Mixue wajib menyediakan tempat operasional, meliputi: 

  • Luas bangunan minimal 25 meter persegi, lebar 3,8 meter, tinggi plafon 2,7 meter 
  • Terdapat sumber air bersih, sanitasi yang baik, daya listrik 33.000 Watt. 
  • Mixue juga menyediakan kontraktor untuk mendesain interior gerai sesuai standar.

https://money.kompas.com/read/2022/12/31/164000826/modal-syarat-dan-cara-daftar-franchise-mixue.

Related Posts