Thursday, January 13, 2022

Rumus Menghitung Kebutuhan APAR

Menghitung Kebutuhan APAR Berdasarkan Luas Ruangan/Area

Agar APAR bisa mengatasi kebakaran secara maksimal sebaiknya ketahui cara hitung APAR tersebut sesuai dengan luas ruangan/area.

Menghitung kebutuhan APAR berdasarkan luas ruangan/area memang sangat penting untuk Anda perhatikan agar nantinya APAR tersebut bisa mengatasi kebakaran di ruangan secara menyeluruh. Perlu Anda ketahui bahwa peletakan APAR juga telah memiliki acuan sehingga dapat menjadi standarisasi kebutuhan APAR. Standarisasi tersebut sangat berguna untuk menghitung estimasi kebutuhan, posisi peletakan APAR, dan pemeliharaan fire extinguisher.


Cara Menghitung Kebutuhan APAR Berdasarkan Luas Ruangan/Area

Untuk mencegah terjadinya kebakaran yang besar, pemerintah telah membuat standarisasi aturan kebutuhan APAR. Dengan begitu nantinya kebakaran bisa diatas secara cepat dan tepat terutama untuk bangunan seperti gedung atau rumah agar tidak semakin menjalar dan menimbulkan kerugian yang semakin besar.

Pastikan Anda juga meletakkan tabung APAR di masing-masing area terutama di dekat barang yang mudah terbakar dan bernilai tinggi. Oleh karena itu sebaiknya upayakan untuk memasang tabung APAR disetiap lokasi di rumah Anda sebagai bentuk proteksi dini terhadap kebakaran. Tetapi pastikan APAR tersebut disesuaikan dengan luas ruangan/area sehingga dapat mengcover seluruh ruangan saat terjadi kebakaran.

Berikut ini akan dijelaskan cara menghitung kebutuhan APAR berdasarkan luas ruangan/area yang perlu Anda ketahui.


Perkantoran, Koridor dan Aula

Untuk model ruangan terbuka yang luas dengan ukuran luas 200 meter persegi sebaiknya diletakkan 1 unit APAR yang berkapasitas 6 kg. Selain itu pastikan jarak antar unit APAR ini juga tepat yaitu sekitar 20 meter.


Ruangan berpatisi

Pada ruangan yang berpartisi seperti ruangan kamar tidur dan ruangan kantor sebaiknya gunakan 1 unit tabung APAR dengan kapasitas 3 kg. Dengan ukuran tersebut APAR bisa berfungsi mengatasi kebakaran secara tepat pada ruangan yang terbagi dalam partisi-partisi.


Ruang elektrikal

Menghitung kebutuhan APAR berdasarkan luas ruangan/area juga berlaku pada ruang elektrikal dan mekanikal. Pada ruangan yang berskala kecil Anda bisa menyediakan 1 unit APAR saja dengan kapasitas 4kg. Selain itu tambahkan pula 1 unit APAR type Carbon Dioxide CO2 dengan kapasitas 6,8 kg sehingga dapat mengatasi kebakaran secara menyeluruh dan cepat.


Industri atau Area Produksi serta Gardu Listrik

Bangunan seperti ini memang sangat rawan mengalami kebakaan terlebih adanya aliran listrik yang terus menerus dan juga kondisi yang panas menjadikan potensi kebakaran semakin meningkat.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang hebat sebaiknya persiapkan 1 unit APAR type ABC Dry Chemical Powder dengan kapasitas 9kg. Selain itu bisa ditambahkan pula APAR trolley Wheeled berkapasitas 50 kg dan 1 unit APAR Trolley Wheelled type Carbon Dioxide dengan kapasitas 9kg.

Bagi Anda yang ingin membeli APAR sebaiknya ketahui terlebih dahulu luas ruangan dan tipe ruangan Anda agar semakin mudah mudah menghitung kebutuhan APAR berdasarkan luas ruangan/area. Meletakkan APAR secara tepat akan membantu mengatasi kebakaran secara tepat dan cepat sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran yang lebih besar.


Sumber :

http://alat-pemadam.co.id/artikel-tips-info/menghitung-kebutuhan-apar-berdasarkan-luas-bangunan-area.html

Blogger Tricks

Saturday, December 11, 2021

Stiker Bahaya Merokok

Di area kerja terutama di jam kerja tentunya kita dilarang merokok. Selain mengganggu pekerjaan juga dapat membahayakan area kerja tersebut.



Untuk itu diperlukan tulisan “Dilarang Merokok” yang berupa gambar rokok dalam lingkaran merah dengan garis diagonal ini merupakan tanda larangan merokok. 

Digunakan sebagai peringatan bahwa di area tertentu, terutama di tempat yang terdapat bahan-bahan mudah terbakar, merokok dilarang karena dapat menimbulkan kebakaran. Sign ini harus ditempatkan di tempat yang mudah dilihat dan tidak mengganggu keindahan tempat.

Silahkan bagi yang mencari stiker safety atau safety sign di tempat kerja untuk Larangan Merokok di tokopedia sbb:

https://www.tokopedia.com/cashifactory/stiker-bahaya-dilarang-merokok-safety-sign-sticker-a7


Sumber :

https://www.safetysign.co.id/rambu-k3-dilarang-merokok-atau-menyalakan-api.html?o=a

Friday, December 10, 2021

Keputusan PKPU Garuda Indonesia Menjadi Instrumen Akselerasi Penting

Garuda Indonesia Upayakan Penuhi Kewajiban kepada Kreditur

Jumat 10 Dec 2021 06:11 WIB

Direktur Keuangan dan Manajeman Risiko PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Prasetio mengatakan perusahaan akan terus mengupayakan untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur. Hal tersebut tetap dilakukan meskipun saat ini Garuda Indonesia sudah berstatus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara. 

"Kami akan upaya penuhi kewajiban berjalan kepada kreditur yang mendukung operasi Garuda selama proses PKPU ini bersamaan dengan negosisasi mengenai pengelolaan bidang usaha," kata Prasetio dalam konferensi video, Kamis (9/12). 

Prasetio mengatakan juga menyiapkan langkah efektif dalam pemenuhan kewajiban usaha. Hal tersebut termasuk komunikasi yang bai dengan kreditur dan stakeholders. "Kami akan fokus pada bisnis dan pengelolaan serta operasional dan cost leadership dan memprioritaskan layanan," ujar Prasetio. 

Prasetio yakin keputusan PKPU menjadi instrumen akselerasi penting. Khususnya dalam memastikan langkah restrukturisasi berjalan secara optimal dengan basis hukum kepada seluruh pihak.

Sebelumnya, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menetapkan Garuda Indonesia dalam status PKPU Sementara. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar kemarin (9/12). 

Permohonan PKPU tersebut berasal dari PT Mitra Buana Koorporindo yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 22 Oktober 2021. Putusan PKPU Sementara memberikan waktu 45 hari bagi Garuda Indonesia untuk mengajukan proposal perdamaian yang memuat rencana restrukturisasi kewajiban usaha terhadap kreditur.


Sumber :

https://www.republika.co.id/berita/r3vf32384/garuda-indonesia-upayakan-penuhi-kewajiban-kepada-kreditur

Thursday, December 9, 2021

Rambu Bahaya Terjepit

“SIGN AWAS BAHAYA TERJEPIT”

Terjepit merupakan bahaya yang termasuk dalam kategori risiko tinggi, yang dapat menimpa pekerja ketika melakukan aktivitas yang berhubungan dengan mesin bergerak atau berputar dan peralatan mekanik. Dalam operasinya, mesin atau peralatan mekanik dapat menimbulkan risiko cedera serius pada jari, tangan, atau bagian tubuh lainnya.

Untuk itu diperlukan tanda atau sign untuk menginformasikan potensi bahaya terjepit yang bisa ditimbulkan

Sign atau tanda berupa tangan yang terjepit ini mengindikasikan salah satu potensi bahaya yang bisa timbul saat bekerja di antara mesin produksi, yaitu tangan terjepit. Melalui sign ini, pekerja dapat selalu diingatkan bahwa tangan adalah salah satu bagian tubuh yang sangat penting dan harus selalu dijaga keselamatannya.

Bagi yang ingin memenuhi standard K3 dan lulus dari audir safety, bisa mendapatkan Stiker Awas Bahaya Terjepit Safety Sign Sticker di tokopedia sebagai berikut:

https://www.tokopedia.com/cashifactory/stiker-awas-bahaya-terjepit-safety-sign-sticker-a7

Wednesday, December 8, 2021

Awas Bahaya Terjepit

Bahaya Terjepit, Penyebab Dan Pencegahannya

Dampak cedera akibat terjepit mesin bisa sangat fatal dan umumnya mengakibatkan patah tulang, amputasi, hingga kematian

Terjepit merupakan bahaya yang termasuk dalam kategori risiko tinggi, yang dapat menimpa pekerja ketika melakukan aktivitas yang berhubungan dengan mesin bergerak atau berputar dan peralatan mekanik. Dalam operasinya, mesin atau peralatan mekanik dapat menimbulkan risiko cedera serius pada jari, tangan, atau bagian tubuh lainnya.

Pekerja yang melakukan pemeriksaan mesin dalam kondisi mesin masih hidup tanpa pelindung, membersihkan, melumasi, dan menyetel mesin, di sini bahaya terjepit mungkin terjadi. Jari, tangan, atau bagian tubuh pekerja yang kontak langsung atau berdekatan dengan mesin bisa terperangkap pada titik jepit (pinch point) atau masuk ke dalam bagian mesin yang bergerak atau berputar.

Titik jepit adalah titik atau ruang di mana bagian tubuh seseorang dapat terperangkap di antara bagian-bagian mesin yang bergerak, atau antara mesin stasioner dan mesin bergerak, atau antara material dan bagian mana pun dari mesin yang bergerak atau berputar.

Titik jepit ini bisa sangat membahayakan dan biasanya terdapat pada sejumlah mesin atau peralatan, seperti mesin power press, conveyor, mesin untuk pembentukan logam, mesin perakitan, peralatan transmisi tenaga listrik, dan mesin bergerak atau berputar lainnya. Occupational Safety and Health Administration (OSHA) memperingatkan bahwa jika seorang pekerja terperangkap di titik jepit, maka ia bisa mengalami cedera fatal, bagian tubuhnya bisa hancur atau terpotong.


Sumber :

https://www.safetysign.co.id/news/420/Bahaya-Terjepit-Penyebab-dan-Pencegahannya

Tuesday, December 7, 2021

Pengertian, Standar dan Tujuan Jalur Evakuasi

Jalur Evakuasi, Pengertian, Standar, Tujuan dan Contoh Penerapannya

Jalur evakuasi adalah suatu jalur yang secara khusus dibuat untuk menghubungkan area yang satu dengan area lain yang lebih aman sebagai titik kumpul.

Dalam suatu proyek, bidang kerja, perusahaan, puskesmas, atau pun kantor, hadirnya jalur evakuasi gedung menjadi sangat penting karena jalur ini memiliki fungsi untuk mengevakuasi pekerja, karyawan atau korban yang terlibat dalam suatu insiden ke tempat yang aman jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Informasi selengkapnya akan kami ulas dalam uraian berikut ini. So, let’s check these out!


Standar Jalur Evakuasi Gedung Bertingkat

Jalur ini bukan hanya penting untuk mengevakuasi bencana saja. Selain jalur evakuasi bencana, lingkungan perusahaan juga perlu memiliki jalur ini. Khususnya pada lingkungan proyek, jalur ini menjadi salah satu aspek untuk mengamankan hal – hal yang tidak diinginkan ketika terjadi.

Dalam proyek gedung bertingkat, standar jalur evakuasi gedung terdiri atas rangkaian jalur berikut ini :

  1. Jalur menuju tangga darurat
  2. Jalur tangga darurat
  3. Jalur menuju titik kumpul di luar gedung bertingkat

Jalur menuju tangga darurat dalam standar jalur evakuasi di rumah sakit atau puskesmas dan juga kantor, sangat penting sebagai jalur pertama untuk mencari alternatif keluar ketika hal – hal tidak diinginkan terjadi di dalam gedung.

Jalur menuju tangga darurat ini harus memiliki simbol karena simbol tanda evakuasi menuju tangga darurat berfungsi untuk memberikan petunjuk tentang kemana arah yang harus dituju ketika kebakaran, gempa atau bencana terjadi dan masih banyak orang yang harus diselamatkan di dalam gedung.

Kemudian untuk jalur tangga darurat biasanya berupa tangga yang digunakan sebagai alternatif keluar dari gedung atau ruangan ketika hal – hal yang tidak diinginkan terjadi.

Di jalur ini biasanya terdapat suatu rambu yang menjadi tanda dan petunjuk menuju titik kumpul evakuasi. Nah, di titik kumpul evakuasi tersebut rambu jalur evakuasi akan Anda temukan lagi.

Untuk kapasitas dari jalur ini sendiri harus menyesuaikan jumlah penghuni dan ukuran gedung. Semakin besar gedungnya maka jalur ini yang dibuat khusus di bagian luar gedung harus semakin besar.

Kebutuhan luas jalur tersebut dipengaruhi juga oleh waktu rata – rata yang diperlukan untuk sampai di lokasi yang aman atau yang disebut sebagai titik kumpul evakuasi.

Mengenai kebutuhan jalur darurat ini, sebagian besar ahli keselamatan memberikan saran bahwa setiap gedung bertingkat minimal memiliki 2 titik kumpul atau 2 jalur ini, dan lebih banyak lagi akan semakin baik tentunya.

Keberadaan jalur tersebut harus dilengkapi dengan peta jalur evakuasi. Peta ini secara umum berfungsi sebagai petunjuk agar ketika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan di dalam gedung atau kantor maka orang – orang masih bisa mencari kemana mereka harus mengevakuasi dirinya sendiri sehingga tidak sampai tersesat.

Sebagai contoh peta jalur evakuasi, hal penting yang harus diketahui adalah jalur tersebut harus memenuhi standar kebutuhan evakuasi secara umum. Jalur tersebut harus mampu dilalui secara cepat dan baik. Utamanya jika terjadi kebakaran, maka standar ini perlu diterapkan sebagai bagian dari jalur evakuasi kebakaran.

Kemudian untuk jalur yang ada di luar gedung baiknya bisa memuat dua kendaraan dalam jalur yang sama sehingga jika saling berpapasan antara kendaraan evakuasi yang satu dengan kendaraan evakuasi yang lain, maka proses evakuasi tetap berjalan lancar dan tidak sampai terhalang.

Dalam menentukan jalur evakuasi rumah sakit, kantor, gedung, atau bahkan pabrik, perlu adanya kesepakatan dimana titik kumpul yang memiliki akses mudah dan luas.

Ada hal – hal penting dalam jalur darurat ini yang juga penting untuk diperhatikan, diantaranya :

  1. Lokasi evakuasi harus menjauh dari sumber ancaman dan efek dari ancaman yang ditimbulkan
  2. Jalur harus baik
  3. Jalur harus mudah untuk dilewati selama proses evakuasi berlangsung
  4. Jalur harus teratur dan keamanannya harus dipastikan


Tahapan Melakukan Evakuasi

Evakuasi yang perlu dilakukan harus di bagi ke dalam beberapa tahap berikut ini, diantaranya :

  1. Deteksi tentang bencana dan potensi bencana
  2. Alarm untuk memberikan informasi tentang terjadinya bencana atau potensi bencana yang memerlukan evakuasi
  3. Keputusan jalur evakuasi turun tangga dan lokasi evakuasi
  4. Lokasi perpindahan dari tempat turun tangga ke area evakuasi teraman
  5. Jalur transportasi dari tempat evakuasi ke rumah sakit terdekat atau tempat lainyang lebih aman


Simbol atau Tanda Evakuasi

Tanda Evakuasi

Tanda Evakuasi Darurat dan Kebakaran atau dalam bahasa inggris (Fire Emergency Evacuation Facility) ini memiliki bentuk umum segiempat dengan warna dasar berwarna Merah dan kemudian di bagian gambar utamanya berwarna Putih.


Tujuan Evakuasi Secara Umum

Secara keseluruhan, evakuasi berarti memindahkan orang – orang dari tempat yang berbahaya menuju ke tempat yang jauh lebih aman. Tujuan evakuasi secara umum meliputi :

  1. Mencegah terdapatnya korban jiwa atau pun bertambahnya korban jiwa dalam suatu kejadian
  2. Menyelamatkan korban
  3. Melakukan pencarian terhadap korban yang hilang atau belum ditemukan
  4. Mengetahui berapa jumlah korban
  5. Mempertemukan korban dengan keluarga yang terpisah karena kejadian yang tidak diinginkan tersebut


Contoh Penerapan Serta Pentingnya Jalur Evakuasi

Jalur untuk mengevakuasi korban sangat penting dihadirkan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi suatu bencana. Jalur ini penting supaya jika terjadi  bencana, kebakaran atau hal – hal lain yang tidak diinginkan maka semua orang tidak perlu panik dan dapat menyelamatkan dirinya sendiri dengan benar.

Jalur tersebut juga harus memiliki peta beserta gambar yang jelas demi memberikan pengertian dan pemahaman tentang proses evakuasi bahkan bagi orang awam sekalipun.

Perlengkapan penting yang dibutuhkan ketika proses evakuasi berlangsung juga harus dihadirkan karena hal ini sangat berkaitan dengan keselamatan setiap orang.


Beberapa kejadian yang perlu dilakukan evakuasi diantaranya :

Evakuasi akibat tsunami

Tsunami merupakan suatu jenis bencana alam yang dapat memakan banyak korban.  Evakuasi korban bencana alam ini biasanya tidak hanya melibatkan orang di satu wilayah, melainkan juga melibatkan bala bantuan relawan dari kota lain atau bahkan negara lain.


Evakuasi karena banjir

Sama halnya dengan tsunami, banjir juga menjadi sebuah bencana yang memberikan dampak sangat besar bagi semua orang. Oleh karena itu proses evakuasi penting dilakukan.


Evakuasi karena perang

Peperangan memang sangat berbahaya, seperti contohnya perang yang terjadi di Palestina. Seluruh WNI yang ada di Palestina dan warga Palestina perlu dievakuasi agar selamat dari bahaya akibat perang yang terjadi di sana. Proses evakuasi karena perang biasanya dilakukan sebelum terjadi perang dan sesudah terjadi perang.


Evakuasi akibat kebakaran

Kebakaran menjadi hal tak terduga yang berpotensi terjadi di mana pun. Baik di rumah sakit, kantor, gedung, pabrik, mall atau pertokoan semua tempat tersebut berpotensi mengalami bencana kebakaran. Karena itulah lokasi evakuasi untuk kebakaran penting didirikan.


Sumber :

https://keselamatankerja.com/jalur-evakuasi/

Monday, December 6, 2021

Fungsi Jalur Evakuasi

Mengenal Fungsi Jalur Evakuasi

Tak ada satupun dari kita yang ingin terjadi bencana, namun upaya tanggap darurat sangat penting dan mutlak dibutuhkan termasuk keberadaan jalur evakuasi. Jalur evakuasi ini digunakan sebagai tindakan penyelamatan dari segala bencana seperti kebakaran, gempa bumi dan banjir. Semakin cepat  waktu evakuasi yang dapat dilakukan, semakin besar jumlah orang yang selamat dari bencana. Dan hal itu berlaku juga sebaliknya.

Jalur evakuasi adalah jalur penyelamatan yang didesain khusus dengan menghubungkan semua area ke area yang aman sebagai Titik Kumpul penduduk atau masyarakat yang sedang berada di wilayah tersebut. Jalur evakuasi berfungsi untuk mobilisasi penduduk dari ancaman bahaya ke tempat yang lebih aman ketika terjadi bencana.

Jalur evakuasi didesain untuk mencari jalan tersingkat dengan menggunakan jalan yang telah ada sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mencapai daerah yang aman dapat ditempuh lebih singkat atau cepat.

Pemerintah melalui Undang-undang no 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan juga Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2005 tentang Bangunan Gedung. PP No 36 tahun 2005 tentang bangunan gedung menyatakan bahwa “Setiap bangunan gedung, kecuali rumah tinggal tunggal dan rumah deret sederhana, harus menyediakan sarana evakuasi yang meliputi sistem peringatan bahaya bagi pengguna, pintu keluar darurat, dan jalur evakuasi yang dapat menjamin kemudahan pengguna bangunan gedung untuk melakukan evakuasi dari dalam bangunan gedung secara aman apabila terjadi bencana atau keadaan darurat”

Sementara itu, Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 07 Tahun 2015 Tentang Rambu dan Papan Informasi Bencana juga menyinggung perihal arah Jalur Evakuasi. Rambu arah jalur evakuasi termasuk dalam bagian rambu petunjuk bencana yang digunakan untuk menyatakan petunjuk arah atau informasi lain bagi masyarakat di Kawasan rawan bencana. Rambu arah jalur evakuasi memiliki warna dasar hijau, garis tepi putih, lambang putih, dan warna huruf atau angka putih.

Dinyatakan juga bahwa papan informasi jalur evakuasi bencana merupakan  bagian dari papan informasi bencana yang berisi informasi mengenai jalur evakuasi menuju tempat aman bagi masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana.

Fungsi jalur evakuasi, pintu keluar darurat, dan penandaannya sangat penting bagi bangunan gedung, terutama pada saat terjadi keadaan darurat. Upaya ini dilakukan untuk menormalisasi keadaan dan mencegah atau meminimalkan cedera, kerusakan aset, serta kerugian material.

Rambu arah jalur evakuasi juga sering didapati pada daerah rawan bencana seperti tsunami dan banjir. Untuk kasus ini biasanya rambu arah jalur evakuasi akan mengarah pada tempat atau wilayah yang lebih tinggi.

Dapatkan Stiker Jalur Evakuasi Kanan Safety Sign Sticker A7 di https://www.tokopedia.com/cashifactory/stiker-jalur-evakuasi-kanan-safety-sign-sticker-a7


Sumber :

https://rri.co.id/samarinda/kaltim/siaga-bencana/1252262/mengenal-fungsi-jalur-evakuasi

Related Posts