Tuesday, May 23, 2023

Sejarah Tupperware

Sejarah Tupperware, Kini Terancam Bangkrut, Saham Anjlok 90 Persen Selama 1 Tahun
Rabu, 12 April 2023 11:07 WIB


Earl Tupper, ahli kimia yang menciptakan produk Tupperware sekaligus pendiri Tupperware pada tahun 1946 di Amerika Serikat. Berikut ini sejarah Tupperware, perusahaan yang terancam bangkrut karena krisis finansial. 


Berikut ini sejarah Tupperware, perusahaan yang terancam bangkrut setelah mengumumkan krisis finansialnya pada Senin (10/4/2023).

Sejarah Tupperware bermula pada 1942, saat Earl Tupper berhasil menemukan plastik yang tahan lama dan aman untuk menyimpan makanan, yang dijuluki Poly-T. Pada 1946, ia mendirikan perusahaan Tupperware.

Tupperware menjadi topik menarik di majalah TIME karena dapat menahan hampir semua hal. Awalnya, produk Tupperware tidak laku di toko, seperti diceritakan di laman Tupperware. Beberapa sales yang menjual Stanley Home Products mulai melirik produk Tupperware dan memamerkan barang tersebut kepada ibu rumah tangga di Amerika di sebuah pesta 'Nyonya rumah' pada akhir 1940-an.

Seorang wanita yang mulai menjual Tupperware secara mandiri adalah Brownie Wise. Brownie Wise adalah ibu rumah tangga dari Detroit, yang menjadi tuan rumah pesta. Brownie Wise menawarkan Tupperware sebagai produk yang dapat menggantikan topi mandi untuk menutup makanan.

Pada 1950, Brownie Wise mendemonstrasikan Tupperware yang anti bocor, dengan tutup pengunci yang tidak bocor meski wadah dibalikkan. Beberapa ibu rumah tangga kemudian membeli Tupperware yang dijual oleh Brownie Wise.

Tahun 1951, Brownie Wise mulai menjual Tupperware dengan mendatangi konsumen di Pesta Rumah, seperti dikutip dari How Stuff Works. Mengingat langkanya pekerja wanita di tingkat korporat saat itu, Tupper menunjuk Brownie Wise sebagai general manager di divisi penjualan Tupperware.

Pada 1954, Brownie Wise mengubah Tupperware menjadi merek yang menarik bagi generasi wanita kelas menengah pascaperang. Sekitar 20 juta orang Amerika di kota mulai bermigrasi ke desa dan memulai hidup sebagai ibu rumah tangga.

Brownie Wise mengakui, para ibu rumah tangga itu lebih dari sekadar pembeli karena mereka juga berperan sebagai tenaga penjualan melalui Pesta Rumah. Sayangnya, pada 1958 hubungan Earl Tupper dan Brownie Wise memburuk.

Earl Tupper menolak penekanan produk Tupperware pada feminitas, meski sebagian besar produk Tupperware ditujukan untuk ibu rumah tangga. Earl Tupper juga menolak gaya manajemen Brownie Wise.

Ia dan dewan Tupperware yang semuanya laki-laki, memecat Brownie Wise. Di tahun yang sama, Earl Tupper memutus hubungan dengan perusahaan Tupperware dan menjualnya ke perusahaan Rexall Drug seharga 16 juta dolar, dan menjualnya ke Kosta Rika.

Tupperware yang sukses di Amerika Serikat, telah menghasilkan keuntungan setengah miliar dolar pada 1976.


Penurunan Penjualan

Pada 1980, Dart Industries dan Kraft Inc. bergabung dengan Tupperware, untuk ekspansi penjualan ke luar negeri. Namun, Tupperware mengalami penurunan penjualan hingga 15 persen dari pendapatannya, setelah muncul banyak kompetitor.

Penjualan terus menurun, turun 6 persen pada 1984 yaitu dari 827 juta dolar menjadi 777 juta dolar, dikutip dari TupperwareBrand. Bahkan, pendapatannya anjlok 27 persen, menjadi 139 juta dolar.

Pada 1985, penjualan Tupperware turun lagi menjadi 762 juta dolar dan pendapatan turun menjadi 96 juta dolar. Tupperware kemudian membawa tim manajemen yang baru pada 1985.


Kepemimpinan yang Baru

K. Douglas Martin mengambil alih sebagai Presiden Tupperware USA, dan Dart dan Kraft menunjuk William L. Jackson bergabung dengan kepemimpinan Tupperware. William L. Jackson kemudian melakukan inovasi produk baru melalui iklan, selain mengatasi masalah internal dan pekerja.

Produk-produk baru berhasil membantu meningkatkan penjualan pada 1980-an. Penjualan Tupperware di luar negeri menyumbang lebih dari separuh pendapatan perusahaan pada 1992, meski penjualan di Amerika merosot.

Pada 1996, Tupperware membuka hampir 100 situs web untuk penjualan secara online. Namun, Tupperware kemudian menutup sebagian besar situs hingga menyisakan enam situs, karena metode penjualan online dianggap kurang sesuai perusahaan.


Krisis dan Inovasi

Pada 1997, krisis di Asia Timur Jauh memengaruhi penjualan Tupperware. Laba turun dari $1,37 miliar pada 1996 menjadi $1,23 miliar pada tahun 1997. Pendapatan anjlok 53 persen, dari $175 juta pada 1996 menjadi $82 juta pada tahun 1997.

Tupperware berharap perluasannya ke India, Rusia, dan China pada 1997 akan mengimbangi kerugian penjualan. Tahun 1998, pendapatan menurun menjadi $1,1 miliar, penurunan sebesar 21 persen. Untuk mengatasi penurunan di Amerika Serikat dan internasional, Tupperware memperkenalkan produk baru seperti produk anak-anak dan peralatan dapur kecil.

Selain itu, konsumen juga dapat membeli perlengkapan seperti celemek, sisipan undangan, kaset pelatihan video, dan audio. Tahun 2000-an, Tupperware mengalami persaingan yang ketat dengan produk serupa yang lebih murah seperti GladWare dan Ziploc.

Pada 2003-2005, Tupperware melakukan PHK pada karyawannya. Tupperware kemudian kembali berinovasi dengan mengeluarkan produk milenial. Mereka mulai mengeluarkan produk-produk kecantikan untuk mengimbangi pendapatan yang menurun.



Sumber :
https://www.tribunnews.com/bisnis/2023/04/12/sejarah-tupperware-kini-terancam-bangkrut-saham-anjlok-90-persen-selama-1-tahun?page=all.

Monday, May 22, 2023

J.CO Digugat PKPU

J.CO Digugat PKPU PT Kawan Berkarya Mandiri

Kamis, 29 Des 2022 15:39 WIB

PT J.CO Donut and Coffee digugat PT Kawan Berkarya Mandiri dan William Owen mengenai Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menerima permohonan penggugat pada Rabu (28/12) kemarin.

Gugatan tersebut bernomor perkara 384/Pdt.Sus-PKPU/2022/PN Niaga Jkt.Pst tertulis merupakan perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Menyatakan Termohon PKPU (PT J.CO DONUT & COFFEE), berkantor pusat di Jakarta, beralamat di Jl. Meruya Selatan No. 68 RT. 5/RW. 1 Kel. Meruya Selatan, Kec. Kembangan, Kota Administrasi Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta 11650, berada dalam keadaan PKPU Sementara (PKPUS) dengan segala akibat hukumnya," tulis dari informasi perkara PN Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2022).

Adapun nama-nama dari penggugat adalah PT Kawan Berkarya Mandiri dan William Owen. Kemudian termohon atau pihak digugat PT J.CO Donut and Coffee.

"Menghukum Termohon PKPU (J.CO) untuk membayar seluruh biaya perkara ini," tulis perkara itu.

Pengadilan juga menunjuk dan mengangkat Pengurus dalam proses PKPU dan selanjutnya sebagai Kurator apabila Termohon PKPU (PT J.CO DONUT & COFFEE) jatuh dalam keadaan Pailit yaitu, ABRAHAM CALEB DOMPAS, S.H.

"Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, beralamat kantor di Wisma MRA, Lantai 17, Unit A, Jl. TB. Simatupang No. 19, Jakarta 12430, sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor: AHU-243AH.04.05-2022; dan Dr. Drs. CECEP SUHARDIMAN, S.H., M.H.," lanjut informasi tersebut.

Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, beralamat kantor di RCS LAW FIRM, Jl. Gapura Menteng No. 90 Tangerang Selatan Griya Kamba Rinjani II Blok A No. 1 Cirebon, sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor: AHU-393AH.04.03-2021; WENDRA PUJI, S.H., M.H.,

"Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, beralamat kantor di Wendra Puji & Partners, Rukan Fatmawati Mas Blok 1/118 Jl. RS. Fatmawati No. 20 Jakarta Selatan, sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor: AHU-398AH.04.03-2021," tutup informasi perkara.


Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6487779/jco-digugat-pkpu-pt-kawan-berkarya-mandiri.

Saturday, May 20, 2023

Toko Buku PHK 350 Karyawan

Ini Sosok Pendiri Toko Buku Gunung Agung yang PHK 350 Karyawan

Jumat, 19 Mei 2023 15:20 WIB

PT GA Tiga Belas atau yang dikenal dengan nama Toko Buku Gunung Agung dikabarkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sejak 2020 hingga 2023 ini. Kabarnya perusahaan retail toko buku tersebut telah memberhentikan sekitar 350 karyawannya.

Informasi PKH massal ini diterima detikcom dari Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) Indonesia yang merupakan induk organisasi dari Serikat Pekerja PT GA Tiga Belas (SP Gunung Agung).

Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat mengungkapkan PHK sepihak dan massal yang dilakukan oleh manajemen Toko Buku Gunung Agung tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik secara proses maupun terkait dengan hak-hak normatif yang wajib dibayarkan oleh perusahaan.

Terlepas dari kasus tersebut, diketahui bahwa Gunung Agung merupakan salah satu perintis toko buku dan alat tulis di Indonesia. Jaringan toko buku yang satu ini diketahui sudah berdiri sejak 1953 silam.

Melansir dari situs resmi perusahaan, pada awalnya jaringan toko buku ini merupakan sebuah kios buku, majalah, dan koran dengan nama kemitraan Thay San Kongsie yang terletak di Jakarta Pusat. kios itu sendiri pertama kali didirikan oleh Tjio Wie Tay alias Haji Masagung (1927-1990).

Seiring perkembangan bisnis yang semakin besar dan kompleks di masa-masa pasca kemerdekaan RI ini, Haji Masagung kemudian mendirikan perusahaan baru yang menerbitkan dan mengimpor buku, bernama Firma Gunung Agung. Perusahaan itu kemudian terus berkembang dengan dukungan para penyair, penulis, cendekiawan, dan para jurnalis.

Tidak berpuas diri, berbekal keinginan untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia, Haji Masagung kemudian menyelenggarakan pameran buku pertama di Indonesia pada tahun 1954 yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Pada tahun-tahun berikutnya, Haji Masagung terus mengembangkan perusahaan hingga menjadi salah satu jaringan toko buku terbesar di Tanah Air seperti saat ini.

Memasuki milenium baru, perusahaan memperluas lini produknya dengan alat tulis, kebutuhan sekolah, barang mewah, barang olahraga, alat musik, otomatisasi/peralatan kantor, dan produk teknologi tinggi.

Saat ini, perusahaan sendiri telah mengoperasikan empat belas toko di sepuluh kota besar di pulau Jawa dengan area penjualan gabungan lebih dari 28.000 meter persegi.


Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6728245/ini-sosok-pendiri-toko-buku-gunung-agung-yang-phk-350-karyawan.

Friday, May 19, 2023

Pabrik Sepatu PHK 1.400 Karyawan

Bos Pabrik Sepatu Adidas Cs Blak-blakan PHK 1.400 Karyawan

19 May 2023 06:40

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di industri alas kaki dan tekstil masih berlanjut. Belum lama ini, kabar PHK massal datang dari produsen sepatu Adidas yakni PT Panarub Industry di Tangerang, Banten. Sebanyak 1.400 karyawan dikabarkan terkena PHK.

Kabar PHK tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Utama PT Panarub Industry Budiarto Tjandra. Dia mengatakan, kondisi yang terjadi saat ini disebabkan oleh situasi global yang masih kurang baik, sehingga menyebabkan permintaan terhadap alas kaki buatan Indonesia menjadi berkurang.

"Jadi kalau untuk situasi global saat ini masih kurang baik, kurang bagus untuk industri alas kaki. Karena kan industri alas kaki kita itu mayoritas ekspor ke Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Jadi kita tahu kondisi ekonomi di AS dan Eropa juga belum pulih. Jadi terdampak dari sana," ungkap Budiarto kepada CNBC Indonesia.

Dia menerangkan, mayoritas industri alas kaki di Indonesia bersifat menerima pesanan dari pembeli. Sementara, inventaris di negara tujuan ekspor masih memiliki persediaan atau stok yang banyak, sehingga permintaan menjadi berkurang.

"Kebanyakan industri alas kaki di Indonesia ini kan sifatnya menerima pesanan dari buyer. Nah buyer itu kan masih banyak inventory di negara tujuan ekspor kita, sehingga mereka mengurangi ordernya. Karena masih banyak inventory di sana, jadi ordernya gak terlalu banyak. Akibatnya, demand atau permintaan kepada pabrik-pabrik yang di Indonesia ini berkurang," jelasnya.

Dengan demikian, hal itu yang menyebabkan terjadinya PHK massal di PT Panarub belum lama ini. Perusahaan harus mengatur antara pemasukan dan pengeluaran agar tetap bisa bertahan.

"Ya otomatis, dari perusahaan kan untuk survive (bertahan) dia harus membalance (menyeimbangkan) antara pemasukan dan pengeluaran," tukasnya.

Ribuan pegawai yang terkena PHK di satu sisi membuat cashflow perusahaan bisa menjadi lebih stabil.

"Total 1.400 karyawan, ini lebih dari 10% karyawan," kata Budiarto.

Banyaknya pegawai yang terkena PHK membuat kekhawatiran perusahaan tidak membayarkan pesangon. Namun Budiarto mengklaim bahwa PHK tetap berjalan sesuai ketentuan. Meski demikian, Ia tidak bisa menggaransi bahwa PHK ini bukan kali terakhir.

"Belum ada rencana (lakukan PHK lagi), cuman situasi global kan kita tidak tahu juga, apakah ada perubahan lebih baik ataukah lebih buruk. Situasi order itu sendiri tergantung pada ekonomi global juga," pungkasnya.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230518222708-4-438537/bos-pabrik-sepatu-adidas-cs-blak-blakan-phk-1400-karyawan?

Monday, May 8, 2023

Startup Buah dan Sayur yang Bangkrut

Deretan Startup Buah dan Sayur RI yang PHK Hingga Bangkrut

Satu lagi startup buah dan sayur (e-grocery) Tanah Air yang gulung tikar. Tumbasin, mengumumkan tutup permanen melalui akun LinkedIn personal sang CEO dan Co-Founder, Bayu Saubig.

Tutupnya Tumbasin menambah daftar panjang startup buah dan sayur di RI yang terpaksa harus berhenti beroperasi. Siapa saja? Berikut selengkapnya.


1. Tumbasin

Setelah 6 tahun berdiri, Tumbasin akhirnya harus menutup layanan mereka. CEO dan Co-Founder, Bayu Saubig, melalui akun LinkedIn personalnya mengatakan bahwa perusahaan mengalami kebangkrutan.

"Dengan berat hati, kami harus mengumumkan bahwa perusahaan kami mengalami kebangkrutan," kata dia, dikutip CNBC Indonesia, Senin (8/5/2023).

Bayu menjelaskan Tumbasin sudah lama mengalami kesulitan keuangan. Startup asal Semarang ini akhirnya harus gulung tikar setelah berdiri sejak Maret 2017 silam.

Tumbasin adalah salah satu produk gerakan '1000 Startup Digital' yang dibuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Startup ini fokus untuk membantu ekosistem pasar tradisional, dengan menghubungkannya dengan audiens luas melalui internet.


2. Bananas

Nasib buruk dialami Bananas, yang hanya bisa bertahan 10 bulan sebelum ditutup Oktober 2022 lalu. Pengumuman penutupan kala itu dilakukan lewat unggahan Story pada akun Instagram resminya.

Bananas mengungkapkan, selama 10 bulan beroperasi perusahaan telah berkembang dengan cepat. Namun pada akhirnya terpaksa harus menutup layanan tersebut.

"Kami telah beroperasi sejak Januari 2022, membangun brand bersama dengan grup yang cerdas dan brilian yang selalu berupaya 100% memberikan layanan dan pengalaman berkualitas tinggi bagi pelanggan kami. Kami telah berkembang dengan mantap dan cepat dari bulan ke bulan selama 10 bulan terakhir," tulis Bananas.


3. Stoqo

Startup yang menjual sembako secara online untuk bisnis kuliner itu berhenti beroperasi pada 22 April 2020.

Satu hari sebelum penutupan, manajemen mengumpulkan karyawan yang mengabarkan penghentian operasional perusahaan. Stoqo juga mengumumkan penghentian layanan pada website resminya.

Startup itu memasok bahan makanan segar seperti cabai, telur dan ampas kopi ke gerai makanan atau restoran. Pada akhirnya, pandemi Covid-19 membatasi ruang usaha dan melemahkan bisnis Stoqo.

Stoqo dilaporkan memiliki 250 karyawan sejak pertama kali didirikan. Sejumlah investor juga telah menggelontorkan dana bagi perusahaan termasuk Alpha JWC Ventures, Mitra Accel, Insignia Ventures Partners dan Monk's Hill Ventures.


4. Brambang

Layanan Brambang yang sebelumnya bergerak di sektor groceries disebutkan akan beralih ke marketplace HP dan elektronik. Perusahaan juga tak menyinggung alasan penutupan layanan tersebut.

"Halo pelanggan setia Brambang.com. Terima kasih atas kepercayaan Anda selama ini, kami informasikan bahwa layanan groceries Brambang akan berhenti pada Jumat, 27 Mei pkl 19.00 WIB," tulis akun Brambang.com. "Jangan khawatir, kami akan terus melayani Anda melalui bisnis layanan kami @brambangelektronik


5. TaniHub

TaniHub juga telah menghentikan operasonal dua gudang yakni Bandung dan Bali pada Februari tahun lalu. Saat itu, Senior Corporate Communication Manager TaniHub Group, Bhisma Adinaya menjelaskan langkah tersebut diambil untuk perusahaan bisa mempertajam fokus dan meningkatkan pertumbuhan lewat B2B seperti horeka, ritel modern, grosir UMKM dan mitra strategis.

"Nantinya, serapan hasil panen petani pun juga akan makin besar dan tentunya akan turut memperkuat sisi hulu kami," ujar Bhisma dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia. "Dengan demikian kami menghentikan juga seluruh kegiatan yang berkaitan dengan B2C [melayani rumah tangga]".

TaniHub juga diketahui melakukan PHK karyawan, penyebabnya karena penutupan operasional gudang tersebut. Namun mereka tak menyebut jumlah pegawai yang dipecat tersebut.


6. Sayurbox

Tahun ini Sayurbox kembali melakukan PHK karyawan. Pada PHK kali ini, Sayurbox tak menyebutkan jumlah karyawan yang terdampak. Pihak perusahaan menjanjikan akan melakukan bantuan pada mereka yang terdampak keputusan, termasuk paket kompensasi sesuai peraturan yang berlaku.

Selain itu juga akan menyediakan sejumlah program, takni menyediakan akses pada platform pencarian pekerjaan dari perusahaan dengan lowongan.

PHK kali ini merupakan kedua kalinya, setelah Desember lalu melakukan hal serupa pada 5% karyawannya. Saat itu, Amanda menjelaskan PHK dilakukan untuk Sayurbox bisa jadi perusahaan yang mandiri secara finansial dan bertumbuh jangka panjang saat ada tantangan ekonomi makro global.

"Keputusan sulit ini tidak dapat dihindari supaya perusahaan lebih agile dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan sehingga terus memberikan dampak positif bagi para konsumen, mitra pengemudi serta ribuan petani dan produsen lokal yang bekerjasama dengan kami dan supaya bisnis bisa sustainable dalam jangka panjang," jelasnya.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20230508105718-37-435361/deretan-startup-buah-dan-sayur-ri-yang-phk-hingga-bangkrut?page=all

TaniFund di Ujung Tanduk

TaniFund di Ujung Tanduk, OJK Kasih Syarat Jika Mau Selamat

08 May 2023 08:15

Tingkat kredit macet di TaniFund, perusahaan fintech bagian dari TaniHub, sangat tinggi. Otoritas Jasa Keuangan menyatakan TaniFund kini ada dalam pengawasan khusus.

Direktur Pengawasan Fintech OJK, Tris Yulianta mengungkapkan informasi soal permasalahan kredit macet di Tanifund yang menurutnya sangat kompleks. Permasalahan tidak hanya dalam hal manajemen, tetapi ada permasalahan terkait peminjam.

"Tapi ada dampak borrower nya sendiri yang pada saat memperoleh pinjaman, karena dia di sektor pertanian bisa jadi tingkat keberhasilan panennya tidak sesuai ekspektasi," ujarnya. "Jadi tidak bisa dikatakan ini hanya borrower nya, ini hanya manajemennya, tapi ini impact dari 2 hal, ya borrowernya tidak sesuai ekspektasi tingkat panennya, manajemen risiko juga kurang bagus."

Hingga saat ini website tanifund.com masih tidak bisa diakses. Kejadian ini berlangsung mulai pertengahan bulan lalu, setelah anak perusahaan Tanihub Grup itu digugat di KPPU dan mendapat sanksi dari OJK.

Saat membukanya, hanya ada tulisan pemberitahuan jika sistem sedang dalam pemeliharaan.

Sejak beberapa waktu lalu, Tanifund diketahui mencatatkan tingkat kredit macet yang tinggi. Pada Maret 2023, catatan CNBC Indonesia, TKB90 TaniFund hanya 36,07%.

TaniFundharus menyerahkan rencana aksi (action plan) ke OJK dengan batas waktu pertengahan 2023. Jika tenggat tidak bisa dipenuhi, izin pinjolTanifundakan dicabut.

"Kalau tidak bisa memenuhi action plan itu akhirnya ya cabut izin usaha," kata Tris saat Halalbihalal AFPI, di kawasan Senayan, Jumat (5/5/2023).

Terkait dengan action plan yang dimaksud adalah menyelesaikan semua kewajiban kredit macet. Dan proses ini masih dalam pengawasan OJK. Mereka mengatakan secara rutin berkomunikasi dengan pihak Tanifund paling tidak 2 minggu sekali untuk menanyakan bagaimana progresnya.

Sampai saat ini, progres yang sudah dilakukan Tanifund adalah melakukan penagihan, tetapi disebut prosesnya belum signifikan.

"Jadi kredit macet lender yang kemarin ramai sudah sebagian berhasil ditarik. Tapi ya signifikannya belum," ungkap Tris.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20230508073541-37-435269/tanifund-di-ujung-tanduk-ojk-kasih-syarat-jika-mau-selamat

Tuesday, May 2, 2023

Sayurbox PHK Massal Karyawan

Sayurbox PHK Massal Karyawan Jelang Lebaran

14 April 2023 13:50

Jelang Lebaran, Sayurbox, startup yang bergerak di bidang e-grocery, kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun tidak disebutkan berapa jumlah karyawan yang terdampak pada PHK kali ini.

CEO & Co-Founder Sayurbox, Amanda Susanti, menjelaskan meskipun perusahaan tumbuh kuat di segmen B2B (Business to Business), namun pasar segmen B2C (Business to Consumers) tidak tumbuh seperti yang diperkirakan selama pandemi.

Untuk itu Sayurbox telah menggabungkan beberapa gudang B2C, mengkonsolidasikan layanan pengiriman instan menjadi pengiriman pada hari yang sama (same day) demi meningkatkan efisiensi operasional.

Perusahaan melakukan tim restrukturisasi ke channel penjualan lainnya di dalam organisasi. Namun langkah ini membuat Sayurbox terpaksa harus melepas beberapa anggota di tim B2C. Manajemen menyadari kontribusi dan dedikasi yang signifikan dari para anggota tim dan mengucapkan terima kasih yang tulus atas kerja keras mereka.

"Keputusan ini tidak diambil dengan mudah, tetapi diperlukan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang perusahaan," kata Amanda dalam keterangan tertulis, Jumat (14/4/2023).

Perusahaan berjanji akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada pihak-pihak yang terkena dampak dari keputusan ini, termasuk paket kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pihak manajemen juga akan menyediakan sejumlah program yaitu dengan menyediakan akses ke platform pencarian pekerjaan dari perusahaan-perusahaan yang memiliki lowongan.

Sementara bisnis dan layanan B2B dan B2C masih berjalan seperti biasa dan akan terus melayani pelanggan setianya baik untuk layanan next day dan same day untuk wilayah Jabodetabek dan Surabaya.

Sayurbox diketahui telah menutup beberapa gudangnya, termasuk di Karawaci dan Cibubur. PHK yang diumumkan jelang Lebaran ini melanjutkan kebijakan efisiensi perusahaan yang berimbas ke PHK 5% dari pegawai pada Desember lalu.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20230414134641-37-429990/sayurbox-phk-massal-karyawan-jelang-lebaran

Related Posts