Tuesday, June 11, 2013

Strategi Industri Distribusi


Menarik untuk melihat gambaran singkat mengenai cara bekerja industri distribusi.

Dalam industri distribusi gambaran strategy Map di atas mencerminkan situasi perusahaan yang akan kompetitif sekaligus unggul di pasar. Penjabarannya sebagai berikut:
  1. Perusahaan distribusi tentunya mengejar sasaran finansial yaitu keuntungan, yang diperoleh dari selisih pendapatan dan biaya operasional.
  2. Pertumbuhan pendapatan bisa diperoleh melalui kepuasan pelanggan dengan menciptakan persepsi misalnya: Low Cost Reliable Carrier. Positioning ini sebenarnya yang akan dicari oleh perusahaan manapun dan orang manapun.
  3. Nilai tambah dari industri distribusi ini juga terletak pada ketersediaan informasi yang cepat, akurat, dan tentunya informatif.
  4. Agar sasaran finansial serta persepsi di customer bisa tercapai maka diperlukan proses bisnis yang “excellent”, dimana salah satunya adalah jangkauan distribusi yang luas. Faktor jangkauan merupakan daya jual yang kompetitif. Mudah diakses oleh pelanggan dimanapun dan menjangkau kebutuhan distribusinya.
  5. Proses yang kedua adalah penanganan transaksi yang mudah. Bagaimana pelanggan bisa diuntungkan dengan kemudahan transaksi dimanapun, kapanpun untuk memenuhi kecepatan distribusi.
  6. Pelanggan tertentu yang memberikan kontribusi besar memerlukan penanganan spesifik serta strategi layanan yang istimewa, sehingga pelanggan tersebut menjadi tulang punggung bisnis yang sustain.
  7. Efisiensi distribusi dicapai bukan dari minimnya investasi atau menekan biaya operasional sehingga menghasilkan kualitas layanan yang pas-pasan. Efisiensi diperoleh melalui meminimalkan resiko kerugian finansial yang sering muncul akibat kesalahan prosedur dan kompetensi SDM yang tidak memadai. Karena itu diperlukan pengelolaan resiko yang aman untuk menjaga potensi-potensi kerugian yang akan muncul.
  8. Masuk ke dalam fase eksekusi strategi yang “sempurna”, dibutuhkan kompetensi dan kualitas SDM yang memadai. Hal ini bisa diperoleh dengan adanya program pelatihan, pengembangan serta implementasi “knowledge mangement”. Industri ini sangat mengandalkan faktor “manusia”, karenanya investasi dalam hal kompetensi SDM juga tidak bisa setengah hati.
  9. Proses bisnis serta organisasi juga memerlukan sistem informasi yang handal, tidak perlu mahal namun tepat sasaran. Yang terpenting dapat menjawab kebutuhan informasi yang cepat, akurat, analitis untuk membantu proses pengambilan keputusan. Evaluasi kinerja berbasis pada informasi yang real-time, serta memungkinkan adanya sistem warning untuk membantu monitoring kinerja perusahaan.
  10. Perusahaan distribusi juga memerlukan investasi infrastruktur yang memadai, berbasis pada kebutuhan pelanggan serta visi perusahaan. Infrastruktur ini untuk menjamin kualitas layanan yang terdepan secara efektif.
Model ini sangat tepat untuk industri distribusi seperti FMCG, farmasi, software, bahkan telekomunikasi sekalipun.

[Diagram strategi map dapat dilihat di http://distribusi.wordpress.com] dan penjabaran di bawah juga diambil dari site tersebut.

No comments:

Post a Comment

Related Posts