Jumlah halaman : 280 halaman
Bahasa : Inggris & Indonesia
Penerbit : PQM Consultants & Asian Institute of Management
Rene T. Domingo, Professor AIM (Asian Institute of Management), bersama dengan Kristanto Santosa, Partner PQM, memelopori penelitian manajemen untuk mempelajari kiat-kiat terbaik (best practices) berbagai perusahaan di Indonesia dan mancanegara; yang telah berhasil menghadapi dan menanggulangi krisis yang melanda Indonesia dan Asia beberapa tahun berselang. Buku ini bisa menjadi panduan yang tepat dan up-to-date bagi perusahaan-perusahaan, yang dewasa ini berada dalam lingkungan bisnis yang penuh gejolak dan penuh ketidak-pastian.
Pimpinan perusahaan, manager, dan profesional bisnis lainnya, bisa memanfaatkan buku ini untuk:
- Menerapkan kiat-kiat dan strategi bertahan dalam situasi krisis
- Membentengi perusahaan mereka secara pro-aktif agar mampu menangkal krisis
- Mereview visi, misi, serta strategi yang berlaku agar selalu siap menghadapi krisis
- Mengembangkan hubungan saling menguntungkan (win-win) dengan para mitra bisnis untuk menghadapi krisis bersama
- Mengubah situasi buruk akibat krisis menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.
Sama halnya dengan bencana gempa dan tsunami yang baru lalu, akan datangnya krisis lain di masa mendatang adalah suatu keniscayaan. Tinggallah soal "kapan", bukan lagi soal "apakah" itu akan terjadi. Manfaatkanlah peluang mempelajari kiat-kiat mereka yang berhasil selamat dan sukses, untuk memperbesar peluang "hidup" bisnis kita, seandainya
krisis berikutnya datang menerjang.
Friday, July 26, 2013
Lesson Learned from My First SAP Implementation Project
by Julian Sukmana Putra
After spending more than a year of my weekdays in Cilegon, Banten, finally I got my first SAP implementation project finished. Though it doesn't mean that I can leave Cilegon soon, since I will have another project assignment there, I think it is good for me to stop for a while, to thank God for what went well and reflect on what needs to be improved in next project
Proyek ini adalah proyek pertama saya sebagai konsultan SAP. Senior bilang, proyek ini bisa disebut sebagai salah satu proyek implementasi SAP yang paling rumit di Indonesia tahun ini. Alhasil, saat saya ikut project briefing pertama kalinya, informasi ini menimbulkan efek ganda. Di satu sisi, ada rasa bangga dan semangat yang meluap-luap untuk belajar banyak hal dan membuat prestasi di proyek ini, tapi di sisi lain, ada juga rasa takut dan khawatir kalau saya tidak bisa menyelesaikannya dengan baik.
Namun, ketika semuanya dijalani, ternyata tidak sesulit yang dulu saya bayangkan. Memang kita sebaiknya tidak perlu takut dalam menghadapi tantangan. Just perform, seperti kata Billy Boen dalam buku Young On Top.
Ingin rasanya menceritakan semua pengalaman saya di proyek ini. Sebab, setiap momen yang saya lalui begitu banyak memberikan pelajaran dan kenangan yang sayang sekali untuk dilupakan. Tapi untuk kali ini sebaiknya saya ambil beberapa saja yang menurut saya paling penting dan saya susun menjadi sebuah daftar lesson learned. Semoga bisa berguna juga buat siapapun, khususnya yang ingin jadi konsultan SAP
Lesson #1 – Have a Goal
"Control your own destiny or someone else will", kata Sean Covey. Having a goal is truly a need, bahkan dalam lingkup yang kecil, seperti dalam sebuah proyek. Goal memberi kita arah dan kita benar-benar membutuhkannya.
Banyak uncertainty yang terjadi dalam proyek ini. Misalnya, tiba-tiba saja salah seorang konsultan senior pergi karena memang masa kontraknya sudah habis, team lead kita memutuskan untuk resign, atau tiba-tiba kita diminta masuk saat weekend, dan sebagainya. Sebagian besar keputusan-keputusan mendadak tersebut tidak kita harapkan. Reaksi yang umumnya muncul adalah kecewa, marah, atau ngedumel di belakang. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah.
Untungnya, sejak awal saya sudah putuskan untuk punya goal. Goal saya adalah belajar sebanyak mungkin tentang modul PP/QM dan integrasinya dengan modul-modul lainnya
Project manager sering bilang kalau proyek ini adalah tempat belajar yang paling bagus. Sebab, modul-modul yang diimplementasikan di proyek ini cukup lengkap, bahkan di proyek ini kita mengimplementasikan variant configuration dan mengintegrasikannya dengan modul sales and distribution, production planning, quality management, dan interface–kombinasi yang mungkin hanya satu-satunya di Indonesia. Di sini juga banyak konsultan senior, baik dari IBM maupun dari consulting firm yang lain. Memang benar, ini tempat belajar yang bagus, asalkan kita mau memanfaatkannya
Dengan goal itu di pikiran saya, saya jadi tidak mudah mengeluh pada keadaan yang berubah-ubah dengan cepat. Sebab, dalam kondisi apapun, saya masih tetap bisa melangkah ke depan untuk mencapai goal pribadi saya dan goal perusahaan, tentunya.
Sumber:
http://julian.asia/2010/12/01/lesson-learned-from-my-first-sap-implementation-project/
Friday, July 12, 2013
Tarif Angkutan Umum
1. Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2013 tentang tarif angkutan penumpang dengan mobil bus umum, tanggal 10 Juli 2013, berita daerah Nomor 71012 Tahun 2013 tanggal 11 Juli sebagai berikut:
a. Bus Kecil Rp. 3000
b. Bus Sedang, penumpang umum Rp. 3000, Pelajar Rp. 1000
c. Bus Besar Reguler/ Patas, penumpang umum Rp. 3000, pelajar Rp. 1000
2. Surat Gubernur kepada DPU Taksi Organda Nomor 880/ -1.881.1 tanggal 10 Juli 2013, hal Persetujuan Tarif Taksi sbb:
a. Flag Fall Rp. 7000
b. Kilometer berikutnya Rp. 3.600
c. Biaya tunggu/ jam Rp. 42.000
3. Surat Gubernur kepada DPU Bus Kota Organda Nomor 881/ -1.881. 1 tanggal 10 Juli, Hal Persetujuan Tarif Angkutan Bus Kota Non Ekonomi sbb:
a. Bus Sedang Ac Rp. 6000
b. Patas Ac Rp. 7000
c. APTB (jarak 30 Km) Rp. 8000
a. Bus Kecil Rp. 3000
b. Bus Sedang, penumpang umum Rp. 3000, Pelajar Rp. 1000
c. Bus Besar Reguler/ Patas, penumpang umum Rp. 3000, pelajar Rp. 1000
2. Surat Gubernur kepada DPU Taksi Organda Nomor 880/ -1.881.1 tanggal 10 Juli 2013, hal Persetujuan Tarif Taksi sbb:
a. Flag Fall Rp. 7000
b. Kilometer berikutnya Rp. 3.600
c. Biaya tunggu/ jam Rp. 42.000
3. Surat Gubernur kepada DPU Bus Kota Organda Nomor 881/ -1.881. 1 tanggal 10 Juli, Hal Persetujuan Tarif Angkutan Bus Kota Non Ekonomi sbb:
a. Bus Sedang Ac Rp. 6000
b. Patas Ac Rp. 7000
c. APTB (jarak 30 Km) Rp. 8000
Wednesday, July 10, 2013
Manajemen Persediaan: Pengantar
Persediaan (inventory) adalah stok atau item-item yang digunakan untuk mendukung produksi (bahan baku dan barang setengah jadi), kegiatan-kegiatan (perawatan, perbaikan, dan operating supplies), dan pelayanan pelanggan (barang jadi dan suku cadang). Dalam theory of contraints, item-item tersebut dibeli untuk dijual kembali, mencakup barang jadi, barang setengah jadi, dan bahan baku (APICS Dictionary, 10th ed.)
Menurut Stock & Lambert (2001), persediaan harus diadakan dengan beberapa alasan, yaitu: (1) economies of scale, yaitu pengadaan akan bersifat ekonomis jika mencapai jumlah tertentu, (2) keseimbangan jumlah pasokan dan permintaan, (3) spesialisasi, (4) melindungi dari ketidakpastian, dan (5) sebagai penyangga (buffer) sepanjang rantai pasok.
Persediaan dapat dibedakan atas beberapa jenis atau tipe, yaitu: persediaan siklus (cycle stock), persediaan in-transit, persediaan pengaman atau penyangga (safety atau buffer stock), persediaan spekulatif (speculative stock), persediaan musiman (seasonal stock), dan dead stock.
Konsekuensi dari adanya persediaan adalah munculnya biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Biaya utama persediaan dapat dibedakan atas: inventory carrying costs, order/setup costs, expected stock-out costs, dan in-transit inventory carrying costs.
Inventory carrying costs mencakup: biaya modal (capital cost), biaya ruang penyimpanan (storage space cost), biaya pelayanan persediaan (inventory service cost), dan biaya risiko persediaan (inventory risk cost).
Jumlah persediaan harus dikelola pada suatu tingkat yang optimal. Jumlah persediaan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan berdampak terhadap biaya atau risiko tertentu.
a. Jumlah atau tingkat persediaan yang tinggi memang memberikan beberapa keuntungan, seperti jaminan terpenuhinya pasokan untuk kegiatan produksi atau pemenuhan permintaan pelanggan. Namun, konsekuensi dari tingkat persediaan yang tinggi adalah biaya besar yang harus ditanggung, baik biaya modal maupun biaya risiko persediaan. Risiko persediaan mencakup risiko-risiko: kehilangan, kerusakan, dan keusangan (obsolescence).
b. Dengan jumlah atau tingkat persediaan yang rendah, berarti biaya modal yang dikeluarkan juga rendah. Namun, jumlah atau tingkat persediaan yang rendah berdampak terhadap jaminan pasokan yang rendah untuk produksi dan pemenuhan permintaan pelanggan. Apabila produksi dan pemenuhan permintaan pelanggan terganggu, maka terjadi kehilangan peluang penjualan (lost of sales) hingga kehilangan pelanggan (lost of customers).
Pembatasan Truk selama Mudik : SK Dirjen Perhubungan Darat No. 3820 Th. 2013
SK Dirjen Perhubungan Darat No. 3820 Th. 2013 yang mengatur tentang aturan angkutan barang menjelang lebaran telah keluar dengan pembatasan waktu operasi truck-truck No 9 kebutuhan pokok selama proses mudik adalah sbb :
- Mulai hari minggu tanggal 04 Agustus jam 00.00 - hari Jumat tanggal 09 Agustus Jam 24.00, maka seluruh angkutan barang diluar sembako melebihi 1 gandar dilarang melintas jalur utama yang dilalui oleh angkutan mudik. Artinya angkutan barang melalui jalan tol dan jalur pantura Pula Jawa dan juga jalur Pulau Sumatera dan Bali adalah hari Sabtu tanggal 03 Agustus 2013.
Jika anda mengirimkan cargo ke Bali, maka loading terakhir adalah tanggal 30 Juli 2013, jika melakukan pengiriman ke Surabaya, Loading terakhir adalah tanggal 01 Agustus 2013. demikian untuk pengiriman ke Medan via darat, usahakan loading terakhir adalah tanggal 30 Juli 2013.
Sedangkan untuk angkutan di dalam kota atau Jabodetabek untuk jenis diatas Fuso Engkel adalah hari Sabtu tanggal 3 Agustus 2013, termasuk angkutan petty kemas. izin dispensasi seperti tahun lalu tidak berlaku pada saat masuk toll, anda mengeluarkan banyak biaya atau truck-truck anda ditahan sampai tanggal 08 dan baru dilepas oleh pihak Lantas.
Liberasisasi Logistik
Pada tahun 2013 salah satu sektor yang mengalami liberasisasi adalah logistik dan jasa pendukungnya. Kesepakatan juga termasuk Transport Services (International Maritime, rail, air freight transports), Non Transport Services (Cargo handling services, Storage & warehousing services, Freight transport agency services, Customs clearance, dll.), dan Logistics Facilitation (Enhance transparency of regulation for logistics, Implement Framework Agreement on Multimodal Transport Agreement, dll.).
Beberapa faktor yang mendukung ke arah penguatan pasar bebas logistik di ASEAN adalah:
- Pertumbuhan pasar domestik yang memerlukan kegiatan logistik
- Upaya pemerintah yang telah mengembangkan MP3EI, Sistem Logistik Nasional, dll.
- Peningkatan investasi langsung pada basis produksi dan jasa yang memerlukan kegiatan logistik.
Namun tidak terlepas dari faktor-faktor yang menghambat, antara lain:
- Infrastruktur yang tidak berkembang
- Tata letak geografi yang luas
- Lemahnya koordinasi antar antar moda maupun antar instansi pemerintah
- Pelayanan lintas batas negara yang masih lambat
- Lemahnya partisipasi sektor usaha
- Kurangnya kompetensi SDM logististik
- Suku bunga yang tinggi 12%
- Pajak yang berganda yang berasal dari kebijakan pemerintah daerah
- Pemerintah tidak mempunyai pendanaan infrastruktur
- Sebagian besar yang membutuhkan jasa logistik adalah UKM
- Penyedia jasa logistik terbagi-bagi
- Kebijakan yang berubah-ubah
- Tidak ada insentif pengembangan logistik pantai
- Lalu lintas kontainer yang tidak seimbang antara timur dan barat.
Transportasi
Transportasi merupakan salah satu komponen dalam sistem logistik (di samping persediaan, pergudangan, dan sistem informasi). Dengan membagi logistik menjadi dua aktivitas utama, yaitu pemindahan (flow) dan penyimpanan (storage), maka transportasi berperan dalam aktivitas pemindahan/pengiriman barang.
Dalam sistem logistik, aktivitas transportasi mencakup perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian aktivitas yang berkaitan dengan moda, vendor, dan pemindahan persediaan masuk dan keluar dalam suatu perusahaan.
Pemilihan moda merupakan permasalahan yang penting. Pemilihan moda dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti kondisi geografis, kapasitas, frekuensi, biaya (tarif), kapasitas, availabilitas, kualitas pelayanan dan reliabilitas (waktu pengiriman, variabilitas, reputasi, dll.).
Pada umumnya, moda transportasi dibedakan atas kereta api, truk, transportasi air, transportasi udara, dan pipa. Pemilihan moda didasarkan pada kriteria pemilihan yang ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel Kriteria Pemilihan Moda
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam transportasi adalah mengenai local pickup and delivery serta long-haul movements. Perusahaan terkait biasanya memperhatikan perbedaan karakteristik jangkauan atau jarak ini dengan strategi transportasi yang berbeda. Untuk local pickup and delivery, perusahaan biasanya menggunakan armada sendiri. Untuk long-haul movements, biasanya menggunakan outsourcing dari penyedia jasa logistik (third-party logistics provider).
Dalam transportasi, pertimbangan ekonomis mencakup jarak, volume, berat, kepadatan (density), dan bentuk (stowability). Pertambahan jarak, misalnya, akan berakibat bertambahnya biaya. Namun, pertambahan jarak tidak berbanding lurus dengan pertambahan biaya. Pertambahan biaya ini cenderung akan berkurang ketika jarak terus bertambah.
Volume dan berat barang atau produk akan mempengaruhi ekonomisasi transportasi, yaitu biaya per satuan berat barang. Semakin berat barang, maka biaya per satuan berat barang akan cenderung semakin murah.
Tingkat kepadatan dan kemudahan bentuk barang atau produk untuk disusun dalam moda transportasi juga akan mempengaruhi ekonomisasi transportasi. Semakin mudah penyusunan barang atau produk tersebut berarti transportasi semakin ekonomis, karena barang atau produk tersebut akan semakin memaksimalkan penggunaan kapasitas moda.
Semoga bermanfaat.
Salam,
Setijadi
SUPPLY CHAIN INDONESIA
Education | Training | Consulting | Research | Development
www.SupplyChainIndonesia.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Gelombang PHK 7.000 Karyawan Disney Akan Dimulai Pekan Ini Rabu, 29 Maret 2023 Raksasa hiburan Amerika Serikat (AS) Walt Disney Company akan...
-
Supply chain This section contains information on the following distributed examples: * Decentralization * Multistage supply chain * Outsour...
-
Sharing soal competency yang bisa diartikan sebagai set of skill atau knowledge yang harus dimiliki atau di develop oleh person yang meme...
-
Anang Z. Gani Abstract This paper presents a new paradigm for solving the Travelling Salesman Problem (TSP). TSPis known as an NP-complete p...
-
KOMPAS.com - Pengalaman kerja seringkali dijadikan referensi saat melamar pekerjaan. Lantas bagaimana dengan para fresh graduate, yang boleh...


