Sunday, July 15, 2012

Sertifikasi Logistik & Supply Chain Management


1. Sertifikasi logistik nasional 
Sertifikasi logistik nasional menurut saya akan efektif untuk level blue collar seperti forklift operator, ineventory control, checker dll. Untuk level managerial (supv ke atas), lebih baik kita memakai 
sertifikasi international atau sertifikasi international yg di"lokalisasi".
Baru-baru ini telah ada kesepakatan (setelah 2 tahun proses ini berjalan) antara ALI, KADIN dan JETRO utk melakukan Logistics Master Certification dari JILS (JAPAN Institute of Logistics System) untuk dijalankan di Indonesia dimana prosesnya adalah:
- ALI dan KADIN akan membuat kurikulum sertifikasi, dan disubmit ke JILS utk disesuaikan dgn Sertifikasi JILS
- Trainer akan di-training oleh Jetro
- Sertifikasi akan dikeluarkan oleh ALI, Kadin dan Jetro
Proses ini sebenarnya me'lokalisasi" sertifikasi international untuk disesuaikan dgn kondisi Indonesia. Sehingga kita tidak butuh waktu yang lama utk reinventing the wheel dan di akreditasi oleh lembaga 
international dan BNSP.

2. Blueprint
Di blueprint, salah satu drivernya adalah SDM dan akan dijalankan dengan menggabungkan sertifkasi-sertifikasi yang sudah ada dari departemen seperti (SIO, INFA, dll) dengan sertifikasi professional. Dan akan impact sampai ke daerah-daerah.
Yang jadi objectivenya adalah kualitas karena kebanyakan sertifkasi hanya "cap stempel" yg kurang memberikan impact ke skill individual dan perusahaan.

3. Pilot Project
Pilot project, merupakan salah satu bagian dari kesepakatan antara ALI, Kadin dan Jetro dimana ALI dan Kadin akan mengusulkan satu perusahaan sebagai pilot project (lokal, manufacturing dan bersedia untuk 
sharing data) dalam 2 minggu ini. Jetro akan mengirimkan ahlinya sebagai consultant sampai implementasi, dan mengadakan seminar di berbagai kota utk sharing lesson and learn mengenai pilot project ini sekaligus promosi mengenai sertifikasi Logistics Master. 

Sumber : milis APICS ID

No comments:

Post a Comment

Related Posts