Sri Mulyani: Penerbangan RI dari 79.000 Tinggal 70
Senin, 04 Mei 2020 16:50 WIB
Sektor penerbangan di Indonesia juga 'terjangkit' Corona. Hal ini menimbulkan tekanan yang kuat untuk maskapai-maskapai yang ada di Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan jumlah penerbangan mengalami penurunan drastis sejalan dengan pembatasan yang dilakukan oleh daerah dan negara-negara.
Dia menjelaskan di dunia saja sudah ada 240.000 penerbangan yang dibatalkan dan berpotensi terus meningkat akibat penyebaran virus ini. Kemudian di Indonesia, penerbangan saat ini jumlahnya hanya puluhan.
"Penerbangan di Indonesia sendiri yang tadi pagi disampaikan dalam sidang kabinet ada 79.000, sekarang tinggal 70 penerbangan. Jadi pasti semua lembaga atau perusahaan penerbangan mengalami tekanan yang sangat luar biasa," kata Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan Banggar DPR, Senin (4/5/2020).
Menurut dia hal ini juga mempengaruhi sektor pariwisata nasional yang merupakan penyumbang devisa terbesar untuk negara. Ada sebanyak 50 juta pekerja yang terancam kehilangan pekerjaanya.
Selain di Indonesia, dampak juga terasa di negara maju seperti Amerika Serikat. Tercatat ada 1000 pesawat maskapai Amerika yang harus berhenti beroperasi dan ada 25 juta pekerja yang berkaitan dengan sektor penerbangan terkena dampaknya.
"1.000 pesawat maskapai Amerika di perjalanan berhenti beroperasi dan 25 juta pekerja yang berkaitan dengan industri penerbangan akan mengalami dampak," jelas dia.
Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5001928/sri-mulyani-penerbangan-ri-dari-79000-tinggal-70
Tuesday, May 5, 2020
Manufaktur RI Alami Penurunan
Waduh! Manufaktur RI Alami Penurunan Terparah Sejak 2011
Senin, 04 Mei 2020 14:55 WIB
Penyebaran COVID-19 di Indonesia tak hanya mengganggu kesehatan, tapi juga perekonomian nasional yang diprediksi masih akan tertekan. Hal ini karena belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pertumbuhan ekonomi domestik berdasarkan Nowcasting kuartal I 2020 diprediksi 4,5-4,7%. Menurut dia dibanding beberapa negara besar kondisi perekonomian Indonesia kuartal I masih lebih baik.
"Namun tetap perlu waspada pada eskalasi tekanan ke depan, mengingat Indonesia pandemi baru terjadi pada Maret dan meluas secara eksponensial bahkan ke wilayah periferi," kata Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan Banggar DPR, Senin (4/5/2020).
Dia menjelaskan pertumbuhan ekspor kuartal I tumbuh 2,9% dan impor minus 3,7%. Kontraksi impor ini terjadi karena adanya penurunan impor bahan baku dan barang modal.
Sri Mulyani mengatakan, beberapa indikator yang menunjukkan ekonomi tertekan sejak Maret adalah Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur yang pada April turun 27,5 dibanding periode Maret 45,3. Angka ini terkontraksi di level terendah pada 2011.
Karena itu, pemerintah memiliki skenario berat yakni pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 berada di 2,3%. Kemudian skenario sangat berat -0,4%. "Proyeksi dilakukan berdasarkan skenario mengingat ketidakpastian yang masih tinggi," imbuh dia.
Akibat COVID-19 ini ada sekitar 12.703 penerbangan domestik dan internasional di 15 bandara yang dibatalkan. Kemudian pendapatan di sektor layanan udara menguap Rp 207 miliar.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Februari 2020 juga tercatat minus 30%. Prakiraan penurunan tingkat okupansi hotel dan potensi kehilangan devisa pariwisata mencapai minus 50%.
Lebih dari 1,9 juta pekerja dari 144.340 perusahaan dirumahkan atau di-PHK. Total dengan perkiraan yang belum teridentifikasi dapat mencapai 3 juta orang.
Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5001697/waduh-manufaktur-ri-alami-penurunan-terparah-sejak-2011
Senin, 04 Mei 2020 14:55 WIB
Penyebaran COVID-19 di Indonesia tak hanya mengganggu kesehatan, tapi juga perekonomian nasional yang diprediksi masih akan tertekan. Hal ini karena belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pertumbuhan ekonomi domestik berdasarkan Nowcasting kuartal I 2020 diprediksi 4,5-4,7%. Menurut dia dibanding beberapa negara besar kondisi perekonomian Indonesia kuartal I masih lebih baik.
"Namun tetap perlu waspada pada eskalasi tekanan ke depan, mengingat Indonesia pandemi baru terjadi pada Maret dan meluas secara eksponensial bahkan ke wilayah periferi," kata Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan Banggar DPR, Senin (4/5/2020).
Dia menjelaskan pertumbuhan ekspor kuartal I tumbuh 2,9% dan impor minus 3,7%. Kontraksi impor ini terjadi karena adanya penurunan impor bahan baku dan barang modal.
Sri Mulyani mengatakan, beberapa indikator yang menunjukkan ekonomi tertekan sejak Maret adalah Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur yang pada April turun 27,5 dibanding periode Maret 45,3. Angka ini terkontraksi di level terendah pada 2011.
Karena itu, pemerintah memiliki skenario berat yakni pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 berada di 2,3%. Kemudian skenario sangat berat -0,4%. "Proyeksi dilakukan berdasarkan skenario mengingat ketidakpastian yang masih tinggi," imbuh dia.
Akibat COVID-19 ini ada sekitar 12.703 penerbangan domestik dan internasional di 15 bandara yang dibatalkan. Kemudian pendapatan di sektor layanan udara menguap Rp 207 miliar.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Februari 2020 juga tercatat minus 30%. Prakiraan penurunan tingkat okupansi hotel dan potensi kehilangan devisa pariwisata mencapai minus 50%.
Lebih dari 1,9 juta pekerja dari 144.340 perusahaan dirumahkan atau di-PHK. Total dengan perkiraan yang belum teridentifikasi dapat mencapai 3 juta orang.
Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5001697/waduh-manufaktur-ri-alami-penurunan-terparah-sejak-2011
Sunday, May 3, 2020
Produsen Sepatu Adidas PHK Karyawan
Sabtu, 02 Mei 2020 14:17 WIB
PHK 2.500 Karyawan, Produsen Sepatu Adidas Pindah ke Brebes
Produsen sepatu merek dunia, Adidas, PT Shyang Yao Fung melakukan PHK 2.500 karyawannya. Selain PHK, perusahaan juga menutup pabriknya di Tengerang.
Hal itu disampaikan Ketua umum Ketua umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko. Menurut Eddy, meski menutup pabrik di Tangerang, perusahaan tersebut masih mempertahankan pabriknya di Brebes, Jawa Tengah
Dengan kata lain, aktivitas produksi kini dipindahkan alias direlokasi ke Brebes.
"Memang dari awal mereka sudah buka di Brebes. Jadi sudah jalan, sudah berhasil, jadi yang Brebes dipertahankan, yang di Tangerang ditutup," terang kepada detikcom, Sabtu (2/5/2020).
Baca juga: Badai PHK Terjang 2.500 Karyawan Pabrik Sepatu Adidas
Eddy menambahkan, Aprisindo sudah mendapat surat pemberitahuan terkait PHK 2.500 karyawan tersebut. Ada beberapa alasan yang disampaikan perusahaan mulai dari UMR yang terus menerus naik hingga biaya tak terduga.
"Surat tersebut tersebut menyatakan bahwa mereka itu karena UMR terus menerus naik, dan banyak kendala sosial juga di Tangerang, banyak unjuk rasa, banyak biaya-biaya yang tidak bisa diduga, jadi mereka memutuskan PHK untuk yang Tangerang, kurang lebih 2.500 yang di-PHK," kata Eddy.
"Semuanya, pabrik ditutup dan karyawan 2.500 itu di-PHK," sambung Eddy.
Selain itu, Eddy menambahkan, efek Corona juga mendorong perusahaan tersebut melakukan PHK.
"Karena memang Corona ini sendiri menjadi suatu kendala besar, sehingga mereka memutuskan daripada dirumahkan kan juga (biaya) besar, jadi sekalian di-PHK," lanjut Eddy.
Sumber :
https://finance.detik.com/industri/d-4999639/phk-2500-karyawan-produsen-sepatu-adidas-pindah-ke-brebes
PHK 2.500 Karyawan, Produsen Sepatu Adidas Pindah ke Brebes
Produsen sepatu merek dunia, Adidas, PT Shyang Yao Fung melakukan PHK 2.500 karyawannya. Selain PHK, perusahaan juga menutup pabriknya di Tengerang.
Hal itu disampaikan Ketua umum Ketua umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko. Menurut Eddy, meski menutup pabrik di Tangerang, perusahaan tersebut masih mempertahankan pabriknya di Brebes, Jawa Tengah
Dengan kata lain, aktivitas produksi kini dipindahkan alias direlokasi ke Brebes.
"Memang dari awal mereka sudah buka di Brebes. Jadi sudah jalan, sudah berhasil, jadi yang Brebes dipertahankan, yang di Tangerang ditutup," terang kepada detikcom, Sabtu (2/5/2020).
Baca juga: Badai PHK Terjang 2.500 Karyawan Pabrik Sepatu Adidas
Eddy menambahkan, Aprisindo sudah mendapat surat pemberitahuan terkait PHK 2.500 karyawan tersebut. Ada beberapa alasan yang disampaikan perusahaan mulai dari UMR yang terus menerus naik hingga biaya tak terduga.
"Surat tersebut tersebut menyatakan bahwa mereka itu karena UMR terus menerus naik, dan banyak kendala sosial juga di Tangerang, banyak unjuk rasa, banyak biaya-biaya yang tidak bisa diduga, jadi mereka memutuskan PHK untuk yang Tangerang, kurang lebih 2.500 yang di-PHK," kata Eddy.
"Semuanya, pabrik ditutup dan karyawan 2.500 itu di-PHK," sambung Eddy.
Selain itu, Eddy menambahkan, efek Corona juga mendorong perusahaan tersebut melakukan PHK.
"Karena memang Corona ini sendiri menjadi suatu kendala besar, sehingga mereka memutuskan daripada dirumahkan kan juga (biaya) besar, jadi sekalian di-PHK," lanjut Eddy.
Sumber :
https://finance.detik.com/industri/d-4999639/phk-2500-karyawan-produsen-sepatu-adidas-pindah-ke-brebes
Friday, April 17, 2020
450 Karyawan KFC Dirumahkan
Lagi-lagi karena Corona, 450 Karyawan KFC Dirumahkan
Kamis, 16 Apr 2020 14:31 WIB
Kentucky Fried Chicken (KFC) Indonesia mulai merumahkan karyawannya imbas virus Corona (COVID-19). Setidaknya sampai saat ini sudah ada 450 karyawan KFC yang dirumahkan.Direktur PT Fast Food Indonesia, Justinus Dalimin Juwono mengatakan keputusan merumahkan karyawan didasari karena situasi sedang sulit. Banyak gerai KFC tidak boleh beroperasi selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Karyawan dirumahkan karena gerai-gerai tersebut saat ini ditutup dan tidak boleh beroperasi. Seperti di mal atau plaza dan gerai lainnya karena peraturan daerah yang menetapkan akibat COVID-19 yang sedang terjadi di negara kita," kata Justinus kepada detikcom, Kamis (16/4/2020).
Baca juga: Dapur Penjual Makanan Kantin Sekolah Tak Lagi Ngebul karena Corona
Jumlah karyawan yang dirumahkan tersebut berasal dari seluruh gerai KFC di Indonesia. Paling banyak terjadi di pusat-pusat kota yang telah menerapkan kebijakan PSBB.
Pihaknya menjanjikan para karyawan yang dirumahkan akan dipekerjakan kembali setelah pandemi Corona berakhir.
"Karyawan tersebut akan bekerja lagi kalau suasana COVID-19 ini dinyatakan oleh pemerintah telah pulih kembali," ucapnya.
Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4979333/lagi-lagi-karena-corona-450-karyawan-kfc-dirumahkan
Kamis, 16 Apr 2020 14:31 WIB
Kentucky Fried Chicken (KFC) Indonesia mulai merumahkan karyawannya imbas virus Corona (COVID-19). Setidaknya sampai saat ini sudah ada 450 karyawan KFC yang dirumahkan.Direktur PT Fast Food Indonesia, Justinus Dalimin Juwono mengatakan keputusan merumahkan karyawan didasari karena situasi sedang sulit. Banyak gerai KFC tidak boleh beroperasi selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Karyawan dirumahkan karena gerai-gerai tersebut saat ini ditutup dan tidak boleh beroperasi. Seperti di mal atau plaza dan gerai lainnya karena peraturan daerah yang menetapkan akibat COVID-19 yang sedang terjadi di negara kita," kata Justinus kepada detikcom, Kamis (16/4/2020).
Baca juga: Dapur Penjual Makanan Kantin Sekolah Tak Lagi Ngebul karena Corona
Jumlah karyawan yang dirumahkan tersebut berasal dari seluruh gerai KFC di Indonesia. Paling banyak terjadi di pusat-pusat kota yang telah menerapkan kebijakan PSBB.
Pihaknya menjanjikan para karyawan yang dirumahkan akan dipekerjakan kembali setelah pandemi Corona berakhir.
"Karyawan tersebut akan bekerja lagi kalau suasana COVID-19 ini dinyatakan oleh pemerintah telah pulih kembali," ucapnya.
Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4979333/lagi-lagi-karena-corona-450-karyawan-kfc-dirumahkan
Wednesday, April 15, 2020
Sudah Berapa Banyak Korban PHK Gara-gara Corona?
14 Apr 2020
Pandemi virus Corona sudah membuat dunia usaha babak belur. Bagi mereka yang tidak kuat akhirnya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.
Sudah ada jutaan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa pandemi Corona. Hal itu menjadi salah satu alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh program bantuan masyarakat dalam rangka penanggulangan dampak COVID-19 segera direalisasikan.
Kepala BNPB Doni Monardo usai mengikuti rapat terbatas dengan Jokowi dan para menteri tentang Laporan Tim Gugus Tugas COVID-19, mengungkapkan pemerintah mencatat sudah ada 1,65 juta pekerja yang di-PHK.
"Menyangkut masalah sosial, dari beberapa laporan yang disampaikan menteri terdapat sekitar 1,65 juta warga negara kita yang telah di-PHK dan dirumahkan. Sehingga Bapak Presiden menugaskan untuk segera diberikan Kartu Pra Kerja," tuturnya melalui konferensi virtual, Senin (13/4/2020).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengakui, ekonomi Indonesia yang terdampak COVID-19 bisa menambah jumlah pengangguran baru di Indonesia. Dia memperkirakan skenario paling buruk ada tambahan 5,2 juta orang pengangguran baru di Indonesia.
"Dalam skenario berat kita perkirakan akan ada kenaikan 2,9 juta orang pengangguran baru dan skenario lebih berat bisa sampai 5,2 juta orang," tuturnya usai mengikuti Sidang Paripurna virtual, Selasa (14/4/2020).
Bertambahnya jumlah pengangguran baru itu tercermin dalam pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dalam skenario indikator utama ekonomi makro tahun ini dalam prediksi berat hanya tumbuh 2,35% tahun ini. Tapi dalam skenario sangat berat ekonomi Indonesia 2020 bisa negatif -0,4%.
Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4976920/sudah-berapa-banyak-korban-phk-gara-gara-corona
Pandemi virus Corona sudah membuat dunia usaha babak belur. Bagi mereka yang tidak kuat akhirnya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.
Sudah ada jutaan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa pandemi Corona. Hal itu menjadi salah satu alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh program bantuan masyarakat dalam rangka penanggulangan dampak COVID-19 segera direalisasikan.
Kepala BNPB Doni Monardo usai mengikuti rapat terbatas dengan Jokowi dan para menteri tentang Laporan Tim Gugus Tugas COVID-19, mengungkapkan pemerintah mencatat sudah ada 1,65 juta pekerja yang di-PHK.
"Menyangkut masalah sosial, dari beberapa laporan yang disampaikan menteri terdapat sekitar 1,65 juta warga negara kita yang telah di-PHK dan dirumahkan. Sehingga Bapak Presiden menugaskan untuk segera diberikan Kartu Pra Kerja," tuturnya melalui konferensi virtual, Senin (13/4/2020).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengakui, ekonomi Indonesia yang terdampak COVID-19 bisa menambah jumlah pengangguran baru di Indonesia. Dia memperkirakan skenario paling buruk ada tambahan 5,2 juta orang pengangguran baru di Indonesia.
"Dalam skenario berat kita perkirakan akan ada kenaikan 2,9 juta orang pengangguran baru dan skenario lebih berat bisa sampai 5,2 juta orang," tuturnya usai mengikuti Sidang Paripurna virtual, Selasa (14/4/2020).
Bertambahnya jumlah pengangguran baru itu tercermin dalam pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dalam skenario indikator utama ekonomi makro tahun ini dalam prediksi berat hanya tumbuh 2,35% tahun ini. Tapi dalam skenario sangat berat ekonomi Indonesia 2020 bisa negatif -0,4%.
Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4976920/sudah-berapa-banyak-korban-phk-gara-gara-corona
4.242 Pekerja Rumah Hiburan Kena PHK di Surabaya
Efek Corona, 4.242 Pekerja Rumah Hiburan Kena PHK di Surabaya
15/04/2020
Sebanyak 4.242 pekerja rumah hiburan umum (RHU) terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kota Surabaya, Jawa Timur. Hal itu terjadi sebagai dampak penyebaran wabah virus corona (covid-19).
"Berdasarkan rapat koordinasi via teleconference dengan dinas pariwisata (Disparta) Selasa (14/4) kemarin, kurang lebih ada sekitar 4.242 karyawan RHU di Surabaya yang di-PHK," kata Ketua Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya Khusnul Khotimah di Surabaya, Rabu.
Padahal, dalam rapat koordinasi antara Komisi D dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya sebelumnya, baru delapan perusahaan yang melaporkan 685 karyawan terkena imbas pandemi itu.
Rapat koordinasi dengan Disparta Surabaya dilakukan untuk memastikan apa saja yang dilakukannya selaku pembina dan penanggungjawab pelaku industri pariwisata atau RHU di Surabaya seperti mal, restoran, hotel, karaoke keluarga dan tempat hiburan malam.
Pada 20 Maret 2020 lalu, surat edaran (SE) dari Wali Kota Surabaya menginstruksikan semua RHU tutup sementara waktu dan diminta memberlakukan protokol-protokol kesehatan penanganan COVID-19. Hal ini berimbas pada merosotnya pendapatan RHU yang berujung pada PHK karyawan.
Hal tersebut juga berpengaruh pada target pendapatan asli daerah (PAD) di Disparta Surabaya pada tahun ini.
"Jelas turun, tapi kita belum mendapatkan data eksklusif dari Disparata Surabaya. Yang jelas mengalami penurunan hotel sebesar 60 persen dan terlaporkan sekitar 4.242 karyawan yang dirumahkan," ujarnya.
Khusnul meminta Disparta Surabaya untuk berkomunikasi dengan para pengusaha RHU di Surabaya. Bila wabah berakhir, ia berharap karyawan yang di-PHK dan dirumahkan bisa dipekerjakan kembali.
"Jangan sampai pekerja ini tidak ada kejelasan dan berdampak pada masyarakat berpenghasilan rendah," katanya.
Kepala Disparta Surabaya Antiek Sugiarti mengungkapkan pihaknya telah melakukan sosialisasi secara masif terhadap pelaku industri pariwisata terkait damapak wabah corona terhadap industri tersebut. Selain itu, Disparta Surabaya juga melakukan pembinaan-pembinaan padat karya terhadap karyawan yang dirumahkan.
"Pekerja yang dirumahkan sementara dari hotel, restoran dan mal," katanya.
Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200415093733-92-493662/efek-corona-4242-pekerja-rumah-hiburan-kena-phk-di-surabaya
15/04/2020
Sebanyak 4.242 pekerja rumah hiburan umum (RHU) terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kota Surabaya, Jawa Timur. Hal itu terjadi sebagai dampak penyebaran wabah virus corona (covid-19).
"Berdasarkan rapat koordinasi via teleconference dengan dinas pariwisata (Disparta) Selasa (14/4) kemarin, kurang lebih ada sekitar 4.242 karyawan RHU di Surabaya yang di-PHK," kata Ketua Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya Khusnul Khotimah di Surabaya, Rabu.
Padahal, dalam rapat koordinasi antara Komisi D dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya sebelumnya, baru delapan perusahaan yang melaporkan 685 karyawan terkena imbas pandemi itu.
Rapat koordinasi dengan Disparta Surabaya dilakukan untuk memastikan apa saja yang dilakukannya selaku pembina dan penanggungjawab pelaku industri pariwisata atau RHU di Surabaya seperti mal, restoran, hotel, karaoke keluarga dan tempat hiburan malam.
Pada 20 Maret 2020 lalu, surat edaran (SE) dari Wali Kota Surabaya menginstruksikan semua RHU tutup sementara waktu dan diminta memberlakukan protokol-protokol kesehatan penanganan COVID-19. Hal ini berimbas pada merosotnya pendapatan RHU yang berujung pada PHK karyawan.
Hal tersebut juga berpengaruh pada target pendapatan asli daerah (PAD) di Disparta Surabaya pada tahun ini.
"Jelas turun, tapi kita belum mendapatkan data eksklusif dari Disparata Surabaya. Yang jelas mengalami penurunan hotel sebesar 60 persen dan terlaporkan sekitar 4.242 karyawan yang dirumahkan," ujarnya.
Khusnul meminta Disparta Surabaya untuk berkomunikasi dengan para pengusaha RHU di Surabaya. Bila wabah berakhir, ia berharap karyawan yang di-PHK dan dirumahkan bisa dipekerjakan kembali.
"Jangan sampai pekerja ini tidak ada kejelasan dan berdampak pada masyarakat berpenghasilan rendah," katanya.
Kepala Disparta Surabaya Antiek Sugiarti mengungkapkan pihaknya telah melakukan sosialisasi secara masif terhadap pelaku industri pariwisata terkait damapak wabah corona terhadap industri tersebut. Selain itu, Disparta Surabaya juga melakukan pembinaan-pembinaan padat karya terhadap karyawan yang dirumahkan.
"Pekerja yang dirumahkan sementara dari hotel, restoran dan mal," katanya.
Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200415093733-92-493662/efek-corona-4242-pekerja-rumah-hiburan-kena-phk-di-surabaya
50.891 Pekerja di Kota Jakarta Kena PHK
Dampak Corona, 50.891 Pekerja di Jakarta Kena PHK
Selasa, 14 April 2020 - 06:27 WIB
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Pemprov Jakarta mencatat ada 50.891 pekerja di Jakarta yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat wabah corona. Mereka tersebar di 6.782 perusahaan di ibu kota.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Pemprov DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan pekerja yang kena PHK akan menerima bantuan sampai mendapatkan pekerjaan lagi melalui program kartu prakerja. Sejak pendaftaran dibuka, Andri mengatakan ada 323.244 pekerja dan 39.664 perusahaan yang terdampak wabah corona.
"Ada 50.891 pekerja kena PHK dan 272.333 pekerja dirumahkan," kata Andri di Jakarta, Senin (13/4/2020).
Andri mengatakan penerima bantuan kartu prakerja akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Yang pertama pekerja yang kena PHK karena perusahaan sudah bangkrut.
Kemudian pekerja yang dirumahkan dan kehilangan pendapatan seperti pekerja seni. Lalu ada pekerja konstruksi, guru honorer, usaha kecil menengah, sopir angkot, dan sebagainya.
Data pekerja yang mendaftar kartu prakerja itu kemudian dikirimkan ke Kementerian Ketenagakerjaan untuk diverisikasi. Andri mengatakan kewenangan menentukan penerima kartu prakerja ada di Kementerian Ketenagakerjaan.
"Nanti mereka akan menerima bantuan setiap bulan. Bagi pekerja yang dirumahkan dan kehilangan penghasilan akan dibantu sampai wabah selesai. Untuk pekerja yang kena PHK akan dibantu sampai mendapat pekerjaan lagi," ucapnya.
Sumber :
https://www.inews.id/news/megapolitan/dampak-corona-50891-pekerja-di-jakarta-kena-phk
Selasa, 14 April 2020 - 06:27 WIB
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Pemprov Jakarta mencatat ada 50.891 pekerja di Jakarta yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat wabah corona. Mereka tersebar di 6.782 perusahaan di ibu kota.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Pemprov DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan pekerja yang kena PHK akan menerima bantuan sampai mendapatkan pekerjaan lagi melalui program kartu prakerja. Sejak pendaftaran dibuka, Andri mengatakan ada 323.244 pekerja dan 39.664 perusahaan yang terdampak wabah corona.
"Ada 50.891 pekerja kena PHK dan 272.333 pekerja dirumahkan," kata Andri di Jakarta, Senin (13/4/2020).
Andri mengatakan penerima bantuan kartu prakerja akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Yang pertama pekerja yang kena PHK karena perusahaan sudah bangkrut.
Kemudian pekerja yang dirumahkan dan kehilangan pendapatan seperti pekerja seni. Lalu ada pekerja konstruksi, guru honorer, usaha kecil menengah, sopir angkot, dan sebagainya.
Data pekerja yang mendaftar kartu prakerja itu kemudian dikirimkan ke Kementerian Ketenagakerjaan untuk diverisikasi. Andri mengatakan kewenangan menentukan penerima kartu prakerja ada di Kementerian Ketenagakerjaan.
"Nanti mereka akan menerima bantuan setiap bulan. Bagi pekerja yang dirumahkan dan kehilangan penghasilan akan dibantu sampai wabah selesai. Untuk pekerja yang kena PHK akan dibantu sampai mendapat pekerjaan lagi," ucapnya.
Sumber :
https://www.inews.id/news/megapolitan/dampak-corona-50891-pekerja-di-jakarta-kena-phk
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Gelombang PHK 7.000 Karyawan Disney Akan Dimulai Pekan Ini Rabu, 29 Maret 2023 Raksasa hiburan Amerika Serikat (AS) Walt Disney Company akan...
-
Supply chain This section contains information on the following distributed examples: * Decentralization * Multistage supply chain * Outsour...
-
Sharing soal competency yang bisa diartikan sebagai set of skill atau knowledge yang harus dimiliki atau di develop oleh person yang meme...
-
Anang Z. Gani Abstract This paper presents a new paradigm for solving the Travelling Salesman Problem (TSP). TSPis known as an NP-complete p...
-
KOMPAS.com - Pengalaman kerja seringkali dijadikan referensi saat melamar pekerjaan. Lantas bagaimana dengan para fresh graduate, yang boleh...