Tuesday, March 26, 2013

Si Jago Merah


Lagi-lagi Si Jago Merah Membuat Resah

Ya.. lagi-lagi peristiwa kebakaran terjadi akibat kurang hati-hati dalam penggunaan gas, terlebih korbannya adalah anak-anak sekolah.
Baru-baru ini sebuah taman kanak kanak (TK), harus mengalami musibah kebakaran, yang menyababkan lima orang anak menjadi korban. Kelima anak yang menjadi korban, pada saat itu sedang makan di dapur sekolah, namun naas , saat seorang guru menyalakan kompor untuk memasak air, terjadi letupan akibat adanya kebocoran pada tabung gas. Akibatnya para korban menderita luka-luka bakar ringan, akbiat terkena percikan api dari letupan tersebut.
Sekolah, yang semestinya menjadi tempat yang aman untuk anak, ternyata juga bisa kecolongan. Dari peristiwa ini beberapa hal yang tidak mengutamakan keselamatan. Satu, guru atau petugas sekolah tidak memastikan keamanan penggunaan gas, indikasi kebocoran gas tidak terdeteksi. Dua, ruang makan siswa bersatu dengan ruangan dapur dan kompor, sehingga risiko terpapar ledakan sangat besar. Tiga, anak-anak sebaiknya dibekali dengan pengetahuan tentang fire safety, bagaimana mengatasi kebocoran gas dan tips keselamatan lainnya.

By Sarah Ismullah, Copywriter PT. Safety Sign Indonesia
Versi Lengkap artikel ini dapat dilihat di: http://safetyposter.co.id/news/32/Lagi-lagi-Si-Jago-Merah-Membuat-Resah 

7 Tips Meningkatkan Efektifitas Safety


7 Tips Praktis Meningkatkan Efektifitas Safety Induction Training

 

Bagaimana cara untuk meningkatkan efektifitas Safety Induction Training agar mudah dipahami dan siap dipraktekan oleh audiens ?

Karyawan baru, tamu perusahaan, para kontraktor biasanya akan mendapatkan pelatihan singkat tentang safety/ Safety Induction Training sebelum beraktivitas di perusahaan. Setiap perusahaan tentunya berharap agar siapapun yang beraktivitas di lingkungan perusahaan akan selalu selamat dari kecelakaan dan kejadian kejadian yang tidak diinginkan.
Kemudian bagaimana caranya agar  pelatihan singkat tentang safety/ Safety Induction Training tersebut mudah dipahami dan siap dipraktekan oleh audiens.
Berikut ini adalah 7 Tips Praktis Meningkatkan Efektifitas Safety Induction Training
  1. Gunakan sedikit kata kata dan perbanyak gambar gambar ilustrasi yang menarik sebagai materi training. Audiens akan cenderung menterjemahkan setiap kata menjadi gambar dalam pikirannya.

  2. Gunakan safety induction training dalam bentuk video (safety induction video) sehingga lebih praktis dalam penyampaiannya. Sebelum memutar safety video, beritahukan pada audiens bahwa akan ada tes kecil dari materi video yang diputar. Hal tersebut akan membuat para audiens lebih fokus dalam menyimak video yang diputar.
  3. Variasikan aktivitas setiap 10 menit sekali agar tidak monoton. John Medina, dalam bukunya Brain Rules mengatakan bahwa setelah 10 menit audiens akan mengalami kebosanan. Oleh karenanya selama proses Safety Induction Training, ganti aktivitas training setiap minimal 10 menit dengan aktivitas lain selain pengarahan langsung seperti memutar video, mengajak audiens bermain games interaktif, menceritakan suatu kisah yang menarik, dan aktivitas aktivitas lainnya.
  4. Sampaikan training dalam tempo yang sedang, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat sehingga informasi mudah dicerna oleh audiens.
..............
Sukses untuk Safety Induction Training Anda semua.
Semoga artikel ini bermanfaat & salam safety.
Sumber: www.Lorco.co.id
By Kang Aa Widi
Versi Lengkap dari Artikel dapat dibaca di: http://lorco.co.id/ safetyinductionvideo.html

10 Hal Gambar Visual untuk Safety Sign


10 Alasan Kenapa Promosi Keselamatan Kerja Anda Wajib Menggunakan Gambar Visual



Kenapa setiap Promosi Kesehatan dan Keselamatan Kerja sebaiknya menggunakan gambar ?
Gambar penuh warna ternyata bukan hanya menarik bagi anak anak. Orang dewasa pun akan tertarik dalam gambar visual penuh warna yang bergerak ataupun yang tidak bergerak. Bahkan web jejaring social di internet pun yang berbasiskan saling berbagai foto dan video, ramai jadi tempat berkumpul orang dewasa.
Dalam kampanye Safety/ promosi Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3) dapat juga menggunakan kekuatan gambar visual ini melalui media  safety poster, safety video, dan media cetak serta multimedia lainnya, untuk menarik dan lebih meningkatkan efektifitas penyampain pesan pesan safety.
Berikut ini adalah 10 alasan kenapa setiap Promosi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) wajib menggunakan gambar visual :
  1. Pikiran lebih cepat menangkap informasi dalam bentuk gambar. Karena setiap informasi yang hanya menggunakan teks tanpa gambar, akan membuat pikiran bekerja dahulu untuk menterjemahkan setiap kata menjadi gambar dalam pikiran dan informasi tidak langsung diserap sebagaimana informasi yang langsung menggunakan gambar visual dan teks.
  2. Teks hanya diproses oleh bagian memori jangka pendek, sehingga informasi mudah dilupakan. Sedangkan gambar visual diproses langsung oleh memori jangka panjang sehingga informasi lebih lama dalam ingatan audiens. (Sumber: The Power of Visual Communication)
  3. Separuh dari fungsi otak manusia khusus untuk memproses informasi yang disampaikan secara visual. Sehingga informasi yang diterima dengan cara dilihat mata akan lebih ramah diproses dalam otak. (Sumber: Professor Mriganka Sur of MIT's Department of Brain and Cognitive Sciences)
  4. Orang hanya akan mengingat 10% dari informasi tanpa gambar visual yang disampaikan 72 jam yang lalu. Jika informasi tersebut ditambahakan gambar visual, maka orang akan mengingat lebih banyak sebesar 65% dari informasi tersebut.
  5. 90% informasi ditransfer ke otak secara visual dengan kecepatan 60.000 kali lebih cepat diproses otak daripada informasi yang hanya dalam bentuk teks. (Sumber: 3M Corporation and Zabisco)
  6. Kita cenderung lebih mudah mengingat ingat memori dalam bentuk gambar visual. Faktanya gambar visual lebih mudah diingat (sebesar 84%) daripada teks (hanya sebesar 44%) (Sumber: Picture Superiority Effect).
.................

Tampaknya peribahasa "Seeing is believing" benar juga ya. Bagaimana menurut Anda semua?
Semoga artikel ini bermanfaat & salam safety.

By Kang Aa Widi
Versi Lengkap Artikel dan Versi Slidebook dari artikel ini dengan Gambar Visualnya dapat Anda download gratis di:
__._,_.___

7 Etika di Toilet


7 Etika Penting dalam Menggunakan Toilet:
  1. Jika menggunakan urinoir, posisikan diri Anda sedekat mungkin dengan urinoir
  2. Pastikan flush dalam keadaan mengalir ketika sedang buang air kecil pada urinoir dan siram/ nyalakan flush setelah selesai .
  3. Apabila menggunakan Ruang WC untuk buang air kecil, buka seluruh penutup toilet duduk sehingga terjaga dari cipratan air seni.
  4. Gunakan setengah flush ketika menggunakan toilet hanya untuk buang air kecil.
  5. Duduklah di atas toilet duduk dengan posisi yang tepat
  6. Dilarang membuang sampah dalam bentuk apapun kedalam toilet.
  7. Cuci tangan dengan bersih sebelum meninggalkan toilet dan jaga selalu kebersihan toilet semampu kita

Selamat menggunakan toilet dengan nyaman dan bersih.
Salam Safety
Kang Aa Widi Safari
Sumber: SafetySign.co.id
Download Gratis:
Terbaru: Gratis Ebook "7 Strategi Marketing  untuk Promosi K3 (Kesehatan & Keslematan Kerja) di Perusahaan"
Ebook "Rencana Kampanye K3 Setahun +Template Spreadsheet"
Ebook "Kampanye K3 Sukses 7 Perusahaan Juara Safety",

7 Desain Safety Sign


7 Tips Praktis Menentukan Desain Safety Sign yang Menarik dan Komunikatif

Hal apa saja yang harus diperhatikan agar safety sign di perusahaan anda lebih komunikatif dan menarik perhatian siapapun ?.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa Safety Sign atau Rambu Rambu K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) adalah upaya "Administration Controll" yang merupakan salah satu tahap dalam "Determining Controll (DC) " (Bagian dari HIRA-DC). Dengan perannya sebagai Komunikasi Visual, maka safety sign harus dimaksimalkan fungsinya untuk mengkomunikasikan berbagai pesan safety/ K3 berupa peringatan bahaya, larangan, kewajiban, dll.

Berikut ini adalah 7 tips praktis yang harus diperhatikan agar safety sign di perusahaan anda lebih komunikatif dan menarik perhatian siapapun.
  1. Sesuaikan desain safety sign dengan standar nasional dan internasional. Hal tersebut selain sebagai bukti kepatuhan pada standar, juga lebih praktis lagi karena standar seperi ANSI, BSI, IMO, dll., sudah memaksimalkan upaya agar desain mudah dipahami.
  2. Gunakan jenis huruf sign yang mudah dan enak dibaca. Biasanya para desainer yang terlatih sudah paham mengenai penentuan jenis hurf safety sign yang tepat, indah, dan mudah terbaca.
  3. Gunakan kalimat yang efisien dan komunikatif. Biasanya Rambu K3 hanya berisi kalimat yang pendek. Oleh karenanya kalimat yang digunakan harus efisien sesingkat mungkin namun tetap harus komunikatif hingga pesannya mudah dimengerti,mislakan dengan menggunakan bahasa yang dipahami oleh mayoritas karyawan atau menggunakan safety sign dengan dua bahasa.
  4. Pastikan kondisi safety sign dalam kondisi baik secara fisik dan dipasang di tempat yang strategis serta terpasang dengan aman. Dan tempatkan rambu K3 dengan proporsional, tetap memperhatikan estetika/ keindahan seni dan hindari menempatkan safety sign dalam jumlah banyak & beragam hingga  menumpuk di suatu area yang kecil.
............


Semoga artikel ini bermanfaat & salam safety.
By Kang Aa Widi
Edisi lengkap Artikel & Gratis Download form ceklist "Mini Self Safety Sign Assessment" untuk Anda dapat dilihat di: http://safetysign.co.id/news/79/desainsafetysign 

3 Kesalahan Fatal Safety Sign


3 Kesalahan Fatal Yang Wajib Kita Hindari dalam Menentukan Rambu Rambu Keselamatan Kerja untuk Perusahaan Anda
Kesalahan kesalahan fatal apa saja yang wajib kita hindari dalam menentukan Rambu Rambu Keselamatan Kerja/ safety sign ?.
Kita semua pastinya berharap dengan adanya rambu rambu Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)/ safety sign dapat meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja di area yang memiliki potensi bahaya.
Namun, usaha  meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja tersebut akan kurang efektif apabila ada kesalahan di berbagai aspek  dalam menentukan Rambu Rambu Keselamatan Kerja.
Berikut ini adalah 3 Kesalahan Fatal yang wajib kita hindari di berbagai aspek dalam menentukan Rambu Rambu Keselamatan Kerja.

1.      Melupakan kewajiban dasar
Yang dimaksud disini adalah terkadang pengadaan safety sign baru dilakukan dengan sungguh sungguh memperhatikan kuantitas dan kualitas safety sign saat akan menghadapi audit atau setelah ada peringatan dari pemerintah setempat. Padahal seharusnya pada awal suatu bisnis dimulai, dan memiliki sejumlah karyawan yang bekerja maka sudah terkena kewajiban dasar untuk mengkondisikan wilayah kerja dan mensosialisasikan agar semua karyawan mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sesuai dengan UU RI No. 1 tahun 1970, Bab 9 poin 1 b (tentang kewajiban Perusahaan untuk menjelaskan prosedur keselamatan kerja kepada karyawan baru) and   Bab 14 poin b (tentang kewajiban Perusahaan untuk memasang Safety Sign/ peringatan di tempat kerja dan menyampaikan pesan K3 kepada karyawan dengan bimbingan dari seseorang yang memiliki kompetensi di bidang K3). Maka ayo kita bergerak sekarang juga dalam meningkatkan kesadaran semua akan "safety first" untuk keselamatan dan kesehatan kerja kita semua.

 2.      Desain yang kurang sesuai
Standar safety sign yang ada sudah didesain dengan desain symbol/ pictogram yang proporsional dan mudah dipahami. Sehingga desain yang kurang sesuai akan kurang efektif dalam menyampaikan pesan dan kurang indah dari sisi estetika, karena safety sign ini akan berada di sekitar area kerja kita.

3.      Material yang tidak tepat
Sangat dianjurkan setiap kita mengetahui jenis bahan/material safety sign, jenis/ merk sticker, apakah bahan safety sign tersebut untuk indoor atau outdoor, apakah perlu ditambahkan lapisan yang menyala dalam gelap (Glow in The Dark), apakah bahan dan sticker safety sign nya tahan terhadap keasaman yang tinggi (dengan sendirinya area tersebut tingkat korosifnya pun menjadi tinggi), dan hal hal lainnya mengenai bahan safety sign. Hal tersebut diperlukan agar tidak terkesan asal asalan dalam menentukan bahan safety sign. Berdasarkan pengalaman kami, sekilas bahan sticker safety sign dengan kualitas yang buruk dibanding yang bermerk beserta kualitas/ daya tahan yang dapat dipertanggungjawabkan dan desain yang tepat, tidak dapat dibedakan apabila dilihat sekilas pada awal safety sign tersebut baru dipasang. Maka "telitilah sebelum membeli" akan selalu berlaku untuk setiap barang termasuk safety sign.
Semoga kita bisa selalu tepat di berbagai hal  dalam menentukan safety sign sehingga dapat bermanfaat  dalam upaya meminimalisasi angka kecelakaan kerja bahkan hingga tercapai  "zero accident".

Semoga artikel ini bermanfaat.
Salam Safety
Sumber: www.SafetySign.co.id
Versi lengkap dalam bentuk Slidebook dengan judul "7 Kesalahan Fatal Yang Wajib Kita Hindari dalam Menentukan Rambu Rambu Keselamatan Kerja untuk Perusahaan Anda" dapat langsung Anda Download di:http://safetysign.co.id/news/81/Dowload-Gratis-Slidebook-7-Kesalahan-fatal 

Retailing Logistics dan Construction Purchasing

Bagi yang membutuhkan e-buku seperti Retailing Logistics dan Construction Purchasing, dapat mengunduhnya dari:
E-Library The Indian Institute of Business Management and Studies
http://www.iibms.org/iibms.php?id=57

Related Posts