Tuesday, December 7, 2021

Pengertian, Standar dan Tujuan Jalur Evakuasi

Jalur Evakuasi, Pengertian, Standar, Tujuan dan Contoh Penerapannya

Jalur evakuasi adalah suatu jalur yang secara khusus dibuat untuk menghubungkan area yang satu dengan area lain yang lebih aman sebagai titik kumpul.

Dalam suatu proyek, bidang kerja, perusahaan, puskesmas, atau pun kantor, hadirnya jalur evakuasi gedung menjadi sangat penting karena jalur ini memiliki fungsi untuk mengevakuasi pekerja, karyawan atau korban yang terlibat dalam suatu insiden ke tempat yang aman jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Informasi selengkapnya akan kami ulas dalam uraian berikut ini. So, let’s check these out!


Standar Jalur Evakuasi Gedung Bertingkat

Jalur ini bukan hanya penting untuk mengevakuasi bencana saja. Selain jalur evakuasi bencana, lingkungan perusahaan juga perlu memiliki jalur ini. Khususnya pada lingkungan proyek, jalur ini menjadi salah satu aspek untuk mengamankan hal – hal yang tidak diinginkan ketika terjadi.

Dalam proyek gedung bertingkat, standar jalur evakuasi gedung terdiri atas rangkaian jalur berikut ini :

  1. Jalur menuju tangga darurat
  2. Jalur tangga darurat
  3. Jalur menuju titik kumpul di luar gedung bertingkat

Jalur menuju tangga darurat dalam standar jalur evakuasi di rumah sakit atau puskesmas dan juga kantor, sangat penting sebagai jalur pertama untuk mencari alternatif keluar ketika hal – hal tidak diinginkan terjadi di dalam gedung.

Jalur menuju tangga darurat ini harus memiliki simbol karena simbol tanda evakuasi menuju tangga darurat berfungsi untuk memberikan petunjuk tentang kemana arah yang harus dituju ketika kebakaran, gempa atau bencana terjadi dan masih banyak orang yang harus diselamatkan di dalam gedung.

Kemudian untuk jalur tangga darurat biasanya berupa tangga yang digunakan sebagai alternatif keluar dari gedung atau ruangan ketika hal – hal yang tidak diinginkan terjadi.

Di jalur ini biasanya terdapat suatu rambu yang menjadi tanda dan petunjuk menuju titik kumpul evakuasi. Nah, di titik kumpul evakuasi tersebut rambu jalur evakuasi akan Anda temukan lagi.

Untuk kapasitas dari jalur ini sendiri harus menyesuaikan jumlah penghuni dan ukuran gedung. Semakin besar gedungnya maka jalur ini yang dibuat khusus di bagian luar gedung harus semakin besar.

Kebutuhan luas jalur tersebut dipengaruhi juga oleh waktu rata – rata yang diperlukan untuk sampai di lokasi yang aman atau yang disebut sebagai titik kumpul evakuasi.

Mengenai kebutuhan jalur darurat ini, sebagian besar ahli keselamatan memberikan saran bahwa setiap gedung bertingkat minimal memiliki 2 titik kumpul atau 2 jalur ini, dan lebih banyak lagi akan semakin baik tentunya.

Keberadaan jalur tersebut harus dilengkapi dengan peta jalur evakuasi. Peta ini secara umum berfungsi sebagai petunjuk agar ketika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan di dalam gedung atau kantor maka orang – orang masih bisa mencari kemana mereka harus mengevakuasi dirinya sendiri sehingga tidak sampai tersesat.

Sebagai contoh peta jalur evakuasi, hal penting yang harus diketahui adalah jalur tersebut harus memenuhi standar kebutuhan evakuasi secara umum. Jalur tersebut harus mampu dilalui secara cepat dan baik. Utamanya jika terjadi kebakaran, maka standar ini perlu diterapkan sebagai bagian dari jalur evakuasi kebakaran.

Kemudian untuk jalur yang ada di luar gedung baiknya bisa memuat dua kendaraan dalam jalur yang sama sehingga jika saling berpapasan antara kendaraan evakuasi yang satu dengan kendaraan evakuasi yang lain, maka proses evakuasi tetap berjalan lancar dan tidak sampai terhalang.

Dalam menentukan jalur evakuasi rumah sakit, kantor, gedung, atau bahkan pabrik, perlu adanya kesepakatan dimana titik kumpul yang memiliki akses mudah dan luas.

Ada hal – hal penting dalam jalur darurat ini yang juga penting untuk diperhatikan, diantaranya :

  1. Lokasi evakuasi harus menjauh dari sumber ancaman dan efek dari ancaman yang ditimbulkan
  2. Jalur harus baik
  3. Jalur harus mudah untuk dilewati selama proses evakuasi berlangsung
  4. Jalur harus teratur dan keamanannya harus dipastikan


Tahapan Melakukan Evakuasi

Evakuasi yang perlu dilakukan harus di bagi ke dalam beberapa tahap berikut ini, diantaranya :

  1. Deteksi tentang bencana dan potensi bencana
  2. Alarm untuk memberikan informasi tentang terjadinya bencana atau potensi bencana yang memerlukan evakuasi
  3. Keputusan jalur evakuasi turun tangga dan lokasi evakuasi
  4. Lokasi perpindahan dari tempat turun tangga ke area evakuasi teraman
  5. Jalur transportasi dari tempat evakuasi ke rumah sakit terdekat atau tempat lainyang lebih aman


Simbol atau Tanda Evakuasi

Tanda Evakuasi

Tanda Evakuasi Darurat dan Kebakaran atau dalam bahasa inggris (Fire Emergency Evacuation Facility) ini memiliki bentuk umum segiempat dengan warna dasar berwarna Merah dan kemudian di bagian gambar utamanya berwarna Putih.


Tujuan Evakuasi Secara Umum

Secara keseluruhan, evakuasi berarti memindahkan orang – orang dari tempat yang berbahaya menuju ke tempat yang jauh lebih aman. Tujuan evakuasi secara umum meliputi :

  1. Mencegah terdapatnya korban jiwa atau pun bertambahnya korban jiwa dalam suatu kejadian
  2. Menyelamatkan korban
  3. Melakukan pencarian terhadap korban yang hilang atau belum ditemukan
  4. Mengetahui berapa jumlah korban
  5. Mempertemukan korban dengan keluarga yang terpisah karena kejadian yang tidak diinginkan tersebut


Contoh Penerapan Serta Pentingnya Jalur Evakuasi

Jalur untuk mengevakuasi korban sangat penting dihadirkan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi suatu bencana. Jalur ini penting supaya jika terjadi  bencana, kebakaran atau hal – hal lain yang tidak diinginkan maka semua orang tidak perlu panik dan dapat menyelamatkan dirinya sendiri dengan benar.

Jalur tersebut juga harus memiliki peta beserta gambar yang jelas demi memberikan pengertian dan pemahaman tentang proses evakuasi bahkan bagi orang awam sekalipun.

Perlengkapan penting yang dibutuhkan ketika proses evakuasi berlangsung juga harus dihadirkan karena hal ini sangat berkaitan dengan keselamatan setiap orang.


Beberapa kejadian yang perlu dilakukan evakuasi diantaranya :

Evakuasi akibat tsunami

Tsunami merupakan suatu jenis bencana alam yang dapat memakan banyak korban.  Evakuasi korban bencana alam ini biasanya tidak hanya melibatkan orang di satu wilayah, melainkan juga melibatkan bala bantuan relawan dari kota lain atau bahkan negara lain.


Evakuasi karena banjir

Sama halnya dengan tsunami, banjir juga menjadi sebuah bencana yang memberikan dampak sangat besar bagi semua orang. Oleh karena itu proses evakuasi penting dilakukan.


Evakuasi karena perang

Peperangan memang sangat berbahaya, seperti contohnya perang yang terjadi di Palestina. Seluruh WNI yang ada di Palestina dan warga Palestina perlu dievakuasi agar selamat dari bahaya akibat perang yang terjadi di sana. Proses evakuasi karena perang biasanya dilakukan sebelum terjadi perang dan sesudah terjadi perang.


Evakuasi akibat kebakaran

Kebakaran menjadi hal tak terduga yang berpotensi terjadi di mana pun. Baik di rumah sakit, kantor, gedung, pabrik, mall atau pertokoan semua tempat tersebut berpotensi mengalami bencana kebakaran. Karena itulah lokasi evakuasi untuk kebakaran penting didirikan.


Sumber :

https://keselamatankerja.com/jalur-evakuasi/

No comments:

Post a Comment

Related Posts