Erick Thohir Ungkap Rahasia Krakatau Steel Bisa Cetak Untung
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kondisi keuangan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sudah membaik dan mulai menghasilkan profit setelah melakukan restrukturisasi utang hingga Rp30 triliun.
Menurut Erick, kesuksesan perusahaan dalam mencetak untung tak lepas dari efisiensi besar-besaran yang terus diarahkan Kementerian BUMN. Tak hanya dari sisi keuangan tetapi juga struktur perusahaan.
"Makanya kemarin kami minta restrukturisasi besar besaran atas kinerja BUMN, tidak hanya cashflow (arus kas) tapi juga efisiensi dan konsolidasi harus terjadi," ucapnya saat mengikuti diskusi online, Jumat (29/5).
Ia mencontohkan, restrukturisasi juga dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara di mana Kementerian BUMN melakukan perampingan jumlah direksi di bawah group PTPN III.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalisasi proses transformasi di perusahaan-perusahaan pelat merah dan penguatan peran BUMN dalam menopang pembangunan.
"Seperti di PTPN bagaimana kami melakukan efisiensi besar-besaran," imbuhnya.
Ia melanjutkan, kinerja Krakatau Steel harus terus dijaga agar ke depan dapat terus mencetak laba dan bisa berkontribusi lebih bagi pembangunan.
"KRAS yang hasil restrukturisasi sudah mulai profitable, ini yang harus betul-betul kami jaga," terang Erick.
Sebagai informasi, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menyatakan berhasil meraih laba bersih sebesar US$74,1 juta atau setara Rp1,08 triliun pada kuartal I 2020.
Torehan laba tersebut merupakan capaian yang cukup memuaskan setelah mengalami kerugian dalam 8 tahun terakhir.
Dirut Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan torehan laba tersebut terjadi karena penurunan beban pokok pendapatan sebesar 39,8 persen dan biaya administrasi dan umum sebesar 41,5 persen.
Perseroan, kata Silmy, telah melakukan perbaikan bisnis sejak 2019 dan hasilnya mulai terlihat di kuartal I 2020.
Beberapa upaya yang telah dilakukan perseroan untuk memperbaiki kinerja antara lain melalui program restrukturisasi dan transformasi.
"Salah satu hasil positif yang dicapai perseroan adalah penurunan biaya operasi induk turun 31 persen menjadi US$46,8 juta dibandingkan periode yang sama di tahun 2019", ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Jumat (29/5) ini.
Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200529155734-92-508002/erick-thohir-ungkap-rahasia-krakatau-steel-bisa-cetak-untung
Tuesday, June 2, 2020
Rahasia Krakatau Steel Bisa Cetak Untung
Labels:
Business,
Dunia Kerja,
Inspiration,
Leadership,
Management
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
1. BEST PRACTICE IN INVENTORY MANAGEMENT A groundbreaking, up-to-date look at the Best Practice in Inventory Management By Wild, Tony (...
-
Introduction In the modern supply chain, forecasting is necessary for companies that manufacture items for inventory and that are not mad...
-
Rightsizing Inventory Author : Joseph L. Aiello Publisher:Auerbach Publications 2007 - 474 Pages Understanding inventory-its cost...
-
Introduction A company’s supply chain will incorporate some warehousing function. This can be company-owned, owned by a third party log...
-
Kamar mandi / toilet biasanya dilengkapi dengan perlengkapan untuk buang air kecil maupun besar. Kamar mandi yang dilengkapi dengan urina...
No comments:
Post a Comment