KOMPAS.com - Berprestasi dalam dunia kerja bukan sekadar dilihat dari jabatan yang dimiliki atau lama waktu bekerja di sebuah perusahaan besar dan mapan. Seorang profesional dikatakan berprestasi jika ia mampu memberikan kontribusi dan dampak positif bagi dirinya, orang lain di lingkungan kerjanya, maupun perusahaan itu sendiri.
Meski memang, ketika seorang perempuan memiliki jabatan tinggi di sebuah perusahaan, ia akan memiliki pengaruh besar, dan bisa memberikan kontribusi lebih maksimal. Namun kembali lagi, ukuran prestasi bukan pada jenjang karier yang berhasil dilaluinya, tetapi bagaimana ia memberi manfaat optimal pada jabatan, untuk memberdayakan orang lain, bukan sekadar dirinya.
Perspektif inilah yang melatari pemilihan sembilan perempuan profesional, pemenang Young Caring Professional Award (YCPA) diadakan oleh Caring Colours Martha Tilaar. YCPA yang memasuki tahun kedua pada 2011 ini, memilih sembilan pemenang dari berbagai latar belakang profesi dan keahlian. Sembilan perempuan ini dinilai layak menjadi sumber inspirasi bagi perempuan lain, karena prestasi dan pemahaman dirinya, dan pengaruh positif yang ditularkannya dalam memberdayakan orang lain, terutamanya kaum perempuan.
"Perempuan profesional dengan berbagai bidang kerja atau kariernya ini dipilih bukan hanya karena pemahaman dirinya yang positif dan inspiratif. Namun mereka juga dipilih atas dasar dampak positif yang mereka berikan kepada dirinya dan orang lain, dari prestasinya. Prestasi dalam karier bukan dilihat dari jenjang karier atau konsistensinya menjalani karier. Namun lebih kepada konsistensi untuk memberikan dampak perubahan positif kepada dirinya dan orang lain," jelas Rene Suhardono, CareerCoach, saat konferensi pers YCPA 2011 di Ballroom Hotel Grand Kemang, Jakarta, Sabtu (11/6/2011) lalu.
Yoris Sebastian, salah satu juri YCPA menambahkan, sembilan perempuan dengan rentan usia berbeda ini terbukti memberikan dampak perubahan positif bagi dirinya, perusahaan, dan orang banyak.
Prestasi seperti inilah yang semestinya dimiliki kaum hawa, dalam menjalani kariernya. Boleh saja mengejar karier, menapaki jenjang karier setinggi-tingginya karena toh memang perempuan punya kompetensi. Namun sejatinya, nilai prestasi perempuan berkarier lebih kepada sejauhmana ia bisa memberdayakan dirinya, rekan kerja, orang lain, dan memberikan dampak positif pada perusahaan tempatnya bekerja.
Wednesday, June 15, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
1. BEST PRACTICE IN INVENTORY MANAGEMENT A groundbreaking, up-to-date look at the Best Practice in Inventory Management By Wild, Tony (...
-
Introduction In the modern supply chain, forecasting is necessary for companies that manufacture items for inventory and that are not mad...
-
Rightsizing Inventory Author : Joseph L. Aiello Publisher:Auerbach Publications 2007 - 474 Pages Understanding inventory-its cost...
-
Introduction A company’s supply chain will incorporate some warehousing function. This can be company-owned, owned by a third party log...
-
Kamar mandi / toilet biasanya dilengkapi dengan perlengkapan untuk buang air kecil maupun besar. Kamar mandi yang dilengkapi dengan urina...
No comments:
Post a Comment