Thursday, August 2, 2012

Cara Membuat KPI - Key Performance Indicators


KPI atau key performance indicators dapat diartikan sebagai ukuran atau Indikator yang akan memberikan informasi sejauh mana kita telah berhasil mewujudkan sasaran strategis yang telah kita tetapkan. Dalam menyusun KPI kita harus sebaiknya menentapkan indikator kinerja yang jelas, spesifik dan terukur (measurable).

KPI juga sebaiknya harus dinyatakan secara eksplisit dan rinci sehingga menjadi jelas apa yang diukur. Pada sisi lain, biaya untuk mengidentifikasi dan memonitor KPI sebaiknya tidak melebihi nilai yang akan diketahui dari pengukuran tersebut. Hindari pengukuran yang berlebihan yang tidak banyak memberi nilai tambah.
Beberapa contoh KPI yang telah lazim digunakan antara lain adalah sbb:
• Laba bersih
• Return on Asset
• Market share
• Customer satisfaction index
• Sales growth
• Jumlah produk baru
• Defect rate
• Utilisasi mesin
• Production Downtime
• Rata-rata skor kompetensi karyawan
• Tingkat produktivitas karyawan
Selanjutnya, setelah kita merumuskan KPI untuk setiap sasaran strategis yang ada, maka tahapan berikutnya adalah menentukan angka target untuk setiap KPI. Demikianlah, misalkan untuk KPI laba bersih maka angka target yang dipasang misalnya adalah Rp 10 milyar. Sementara untuk market share misalkan angka targetnya adalah 20%, dst.
Penetapan angka target ini sebaiknya mengikuti metode SMART atau singkatan dari :
Specific : target harus bersifat spesifik, detail dan terfokus
Contoh: “Meningkatkan laba operasi menjadi Rp 100 milyar per tahun…”
Measurable: dapat dikur
Contoh: “…menurunkan jumlah defetc rate dari 0,7 % menjadi 0,2 %
Achievable : target yang telah ditetapkan merupakan hal yang realistis dan dapat dicapai (achievable)ada nilai atau hasil peningkatan
Relevant : target yang dipilih merupakan aspek-aspek yang relevan dan berkaitan dengan tugas pokok.
Time : waktu untuk mencapai target tersebut / deadline
Contoh: “… pada akhir semester satu”

No comments:

Post a Comment