Hotel Tutup Capai 1.174, Sudah Ada Karyawan yang Kena PHK?
Minggu, 05 Apr 2020
Jumlah hotel yang menutup sementara operasionalnya karena terdampak virus corona (COVID-19) terus bertambah. Per hari ini, sudah 1.174 hotel terpaksa tutup karena tak lagi memiliki pengunjung.
Lalu, bagaimana nasib karyawannya?
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan pihaknya masih mempertahankan agar karyawan hanya dicutikan tanpa digaji (unpaid leave), tidak sampai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Sekarang ini semua orang fokusnya ke unpaid leave karena kan juga tidak mengharapkan PHK," kata Maulana kepada detikcom, Minggu (5/4/2020).
Meski begitu, kondisi saat ini membuat beberapa hotel tidak ada pilihan lain sehingga disebut sudah ada yang melakukan PHK karyawan. Hal itu terjadi di beberapa daerah seperti Bali dan Manado.
"Ada yang saya dengar beberapa yang melakukan PHK itu, hotel. Saya nggak berani bicara banyak, kalau nggak salah Bali ada, Manado ada, beberapa daerah ada," sebutnya.
Namun saat ditanya berapa jumlah karyawan yang di-PHK, ia tidak mengetahuinya secara pasti.
"(Jumlah yang di PHK) saya nggak tahu detailnya," ujarnya.
Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4965848/hotel-tutup-capai-1174-sudah-ada-karyawan-yang-kena-phk
Sunday, April 5, 2020
16.065 Pekerja di Jakarta Kena PHK
Dampak Covid-19, 16.065 Pekerja di Jakarta Kena PHK
Sabtu, 4 April 2020 | 15:36 WIB
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertrans dan Energi) DKI Jakarta terus membuka pendataan bagi pekerja yang mengalami PHK atau dirumahkan, tetapi tidak menerima upah sebagai dampak dari adanya pandemi Covid-19.
Tercatat hingga Sabtu (4/4/2020) sudah terdapat 88.835 pekerja dari 11.104 perusahaan yang melakukan pendataan secara mandiri ke email disnakertrans@jakarta.go.id atau bit.ly/pendataanpekerjaterdampakcovid19.
Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan dari 88.835 pekerja tersebut, terdapat sebanyak 16.065 pekerja dari 2.008 perusahaan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara 72.770 pekerja dari 9.096 perusahaan, kata Andri, telah dirumahkan.
"Kami akan terus membuka pendataan sampai hari ini pukul 24.00 WIB," ujar Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah saat dihubungi wartawan, Sabtu (4/4/2020).
Andri meminta pekerja yang terkena dampak Covid-19 segera mengisi data tersebut secara lengkap dan valid. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemprov DKI memberikan bantuan.
"Pendataan ini penting agar bisa diberikan bantuan atau insentif. Saya harap pekerja yang sudah PHK aktif mengisi formulir," tandas dia.
Lebih lanjut, Andri mengatakan, pihaknya akan menyerahkan data tersebut kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Selain itu untuk membantu korban PHK, pemerintah melakukan kebijakan percepatan dan perluasan implementasi Program Kartu Prakerja melalui pelatihan keterampilan kerja dan pemberian insentif kepada para pekerja yang di PHK, dan pekerja yang dirumahkan tetapi tidak menerima upah (unpaid leave).
"Kuota pendataan untuk Jakarta sebanyak 1.646.541, sekarang baru 88.836 pekerja yang mendata. Kalau ada yang bertanya lewat tanggal 4 April gimana? Silakan input data saja, datanya diterima atau tidak diterima itu kewenangan dari kementerian, mereka yang sudah menetapkan batas waktu," pungkas Andri.
Sementara itu Pemprov DKI, akan terus menyebarluaskan informasi pendataan daring ini melalui Whatsapp blast kepada serikat dan federasi pekerja, Apindo, Kadin, Dewan Pengupahan, dan ketua asosiasi lainnya.
Sumber :
https://www.beritasatu.com/nasional/616707/dampak-covid19-16065-pekerja-di-jakarta-kena-phk?fbclid=IwAR2M5VQbQMJw1sZlLJSs0xY3cbswF30hxfdsFsGBqGFLgP1XOsoBAmoqf3Y
Friday, April 3, 2020
Boeing Tawarkan PHK ke 161 Ribu Karyawan
Boeing Mulai Tawarkan PHK Plus Tunjangan ke 161 Ribu Karyawan
Boeing, produsen pesawat Amerika Serikat (AS), mulai menawarkan program pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sukarela kepada 161 ribu karyawan mereka. Program PHK diterapkan seiring dengan anjloknya bisnis penerbangan karena pandemi virus corona.
CEO Boeing Dave Calhoun dalam memonya seperti dilansir CNN.com, Jumat (3/4), bilang paket PHK sukarela itu disertai gaji dan tunjangan. Paket ditawarkan sejalan dengan kemungkinan pulih industri penerbangan sangat lambat akibat penyebaran penyakit covid-19.
Pendapatan Boeing tergerus setelah virus corona menyebar. Banyak maskapai penerbangan mulai mengurangi pembelian pesawat baru.
"Satu hal sudah jelas, ini akan membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi industri penerbangan untuk pulih dari krisis," kata Calhoun dalam memo itu.
Lihat juga: British Airways Mulai Bayar Cuti 30 Ribu Karyawan
Ia melanjutkan dampak pandemi virus corona masih akan mempengaruhi jenis permintaan pasar komersial baik dari sisi produk maupun layanan. Karenanya, ia menyebut Boeing akan menyesuaikan bisnisnya jika terjadi perubahan tersebut.
"Kami perlu menyeimbangkan penawaran dan permintaan sesuai dengan perkembangan industri, sejalan dengan proses pemulihan industri dalam beberapa tahun mendatang," jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah AS telah menggelontorkan stimulus jumbo sebesar US$2 triliun, termasuk di dalamnya US$50 miliar untuk perusahaan maskapai AS. Namun, sebagian besar pangsa pasar Boeing justru berasal dari luar AS.
Lihat juga: Boeing Mulai Tawarkan PHK Plus Tunjangan ke 161 Ribu Karyawan
Sementara itu, bantuan dari masing-masing pemerintah negara kepada industri penerbangan berbeda-beda. Beberapa perusahaan kemungkinan akan gulung tikar dan sebagian lainnya diperkirakan menunda atau membatalkan pengiriman pesawat pesanan dari Boeing.
Tahun ini, Boeing menerima pesanan 5.350 jet komersial. Dari jumlah tersebut, lebih dari 4.000 pesawat dipesan oleh perusahaan maskapai di luar AS.
Boeing sendiri tak serta merta menyelesaikan seluruh pesanan dalam satu tahun karena maskapai penerbangan biasanya menggunakan pesawat tersebut untuk tahun mendatang. Boeing biasanya hanya bisa menyelesaikan produksi 800 pesawat komersial per tahun.
Lihat juga: Trump Bujuk Arab Saudi dan Rusia, Harga Minyak Dunia Meroket
Akibat virus corona, Boeing menangguhkan pembayaran dividen untuk pertama kalinya sejak 1942. Tahun lalu, perusahaan menyetor dividen sebesar US$4,6 miliar. Selain itu, perusahaan berencana meminjam US$13,8 miliar lewat kredit sindikasi perbankan.
Guncangan virus corona menambah beban Boeing setelah beberapa waktu lalu mereka terpaksa melakukan grounded terhadap armadanya jenis 737 Max 8.
Sebagaimana diketahui, Boeing 737 Max 8 milik Lion Air dan Ethiopian Airlines jatuh tidak lama usai lepas landas sehingga menewaskan ratusan penumpang dan kru.
Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200403084905-92-489865/boeing-mulai-tawarkan-phk-plus-tunjangan-ke-161-ribu-karyawan
Boeing, produsen pesawat Amerika Serikat (AS), mulai menawarkan program pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sukarela kepada 161 ribu karyawan mereka. Program PHK diterapkan seiring dengan anjloknya bisnis penerbangan karena pandemi virus corona.
CEO Boeing Dave Calhoun dalam memonya seperti dilansir CNN.com, Jumat (3/4), bilang paket PHK sukarela itu disertai gaji dan tunjangan. Paket ditawarkan sejalan dengan kemungkinan pulih industri penerbangan sangat lambat akibat penyebaran penyakit covid-19.
Pendapatan Boeing tergerus setelah virus corona menyebar. Banyak maskapai penerbangan mulai mengurangi pembelian pesawat baru.
"Satu hal sudah jelas, ini akan membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi industri penerbangan untuk pulih dari krisis," kata Calhoun dalam memo itu.
Lihat juga: British Airways Mulai Bayar Cuti 30 Ribu Karyawan
Ia melanjutkan dampak pandemi virus corona masih akan mempengaruhi jenis permintaan pasar komersial baik dari sisi produk maupun layanan. Karenanya, ia menyebut Boeing akan menyesuaikan bisnisnya jika terjadi perubahan tersebut.
"Kami perlu menyeimbangkan penawaran dan permintaan sesuai dengan perkembangan industri, sejalan dengan proses pemulihan industri dalam beberapa tahun mendatang," jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah AS telah menggelontorkan stimulus jumbo sebesar US$2 triliun, termasuk di dalamnya US$50 miliar untuk perusahaan maskapai AS. Namun, sebagian besar pangsa pasar Boeing justru berasal dari luar AS.
Lihat juga: Boeing Mulai Tawarkan PHK Plus Tunjangan ke 161 Ribu Karyawan
Sementara itu, bantuan dari masing-masing pemerintah negara kepada industri penerbangan berbeda-beda. Beberapa perusahaan kemungkinan akan gulung tikar dan sebagian lainnya diperkirakan menunda atau membatalkan pengiriman pesawat pesanan dari Boeing.
Tahun ini, Boeing menerima pesanan 5.350 jet komersial. Dari jumlah tersebut, lebih dari 4.000 pesawat dipesan oleh perusahaan maskapai di luar AS.
Boeing sendiri tak serta merta menyelesaikan seluruh pesanan dalam satu tahun karena maskapai penerbangan biasanya menggunakan pesawat tersebut untuk tahun mendatang. Boeing biasanya hanya bisa menyelesaikan produksi 800 pesawat komersial per tahun.
Lihat juga: Trump Bujuk Arab Saudi dan Rusia, Harga Minyak Dunia Meroket
Akibat virus corona, Boeing menangguhkan pembayaran dividen untuk pertama kalinya sejak 1942. Tahun lalu, perusahaan menyetor dividen sebesar US$4,6 miliar. Selain itu, perusahaan berencana meminjam US$13,8 miliar lewat kredit sindikasi perbankan.
Guncangan virus corona menambah beban Boeing setelah beberapa waktu lalu mereka terpaksa melakukan grounded terhadap armadanya jenis 737 Max 8.
Sebagaimana diketahui, Boeing 737 Max 8 milik Lion Air dan Ethiopian Airlines jatuh tidak lama usai lepas landas sehingga menewaskan ratusan penumpang dan kru.
Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200403084905-92-489865/boeing-mulai-tawarkan-phk-plus-tunjangan-ke-161-ribu-karyawan
Pengusaha Mulai Tumbang: Tutup Hotel, Stop Produksi, PHK
Duh! Pengusaha Mulai Tumbang: Tutup Hotel, Stop Produksi, PHK
Kalangan pengusaha blak-blakan daya tahan bisnis mereka semakin buruk dari pandemi corona yang sudah terasa. Sebagian pada Maret sudah ada yang PHK, sebagian lagi bertahan hanya sampai April dengan menghentikan produksi, bahkan paling maksimal hanya Juni 2020.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, menyebutkan hampir semua sektor terdampak Covid-19. Di bidang pariwisata sudah ada 698 hotel yang tutup, transportasi daerah yang beroperasi tinggal 10% hingga industri manufaktur yang mengalami kesulitan cash flow atau bahkan minus karena produksi tak maksimal bahkan stop.
Apindo juga menyebutkan daya tahan industri di proyeksi hanya sampai bulan Juni 2020. Hariyadi bilang situasi semakin hari semakin buruk karena covid-19.
"Hasil dari melakukan koordinasi daya tahan mereka maksimal sampai Juni, bahkan April sudah tak kuat lagi," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (2/4).
Ia mengatakan sektor yang paling terkena awal dari pandemi corona ini adalah hotel dan restoran, sampai saat ini bahkan bertumbangan menutup operasi. Selain itu, ada sektor transportasi darat dan udara.
Sektor manufaktur sudah mengalami penurunan produksi sampai 50%. Industri makanan dan minuman yang awalnya tak terdampak, kini kondisi memburuk, karena ada pembatalan pemesanan.
"Kami sangat sulit mengantisipasi semua. Penanganan virus belum ada progres. Mungkin yang bisa bertahan yaitu alat kesehatan dan pemasok kebutuhan pengendalian covid-19, tapi di luar itu mengalami masalah yang sama," katanya.
Berikut rangkuman dari sektor per sektor:
Travel Agent dan Hotel Kena, Cuma Kuat Sebulan
Bila dirunut sejak awal, sektor yang paling terasa kena dampaknya adalah sektor pariwisata termasuk di dalamnya ada bisnis travel agent, perhotelan, hingga penerbangan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), Pauline Suharno, sejak awal Maret saat kali pertama kasus positif corona Indonesia terkonfirmasi di Indonesia, ia sudah berteriak soal penurunan penjualan karena virus corona berdampak pada operasional perusahaan.
Banyak perusahaan travel agent sejak awal Maret lalu tak lagi beroperasi secara penuh karena sudah terimbas secara global saat corona belum masuk Indonesia.
Sistem shift pegawai pun tak lagi diberlakukan, ujung-ujungnya ada travel agent telah melakukan efisiensi dan PHK. Corona memang secara langsung memperparah PHK di Indonesia.
Sektor perhotelan juga tak kalah pelik. Okupansi kamar hotel sudah lampu merah sejak awal Maret 2020. PHRI mencatat rata-rata okupansi hanya 30%, termasuk di Bali, Batam, dan Manado yang kena dampak dari susutnya wisatawan asing. Namun, kurang dari sebulan, okupansi hotel terutama di Bali sudah di level hampir 0%.
Kabar terbaru, dalam tempo hanya sebulan, mulai April banyak hotel di Indonesia tutup sementara karena tak ada pengunjung. PHRI mencatat setidaknya ada 698 hotel sudah tutup, bayangkan hanya dalam satu bulan, corona sudah memaksa ratusan hotel di Indonesia tutup. Luar biasa! Dampaknya sudah ditebak, ribuan pekerja hotel dirumahkan atau cuti di luar tanggungan.
Kekacauan Manufaktur, Kuat Sampai April
Di atas kertas, IHS Markit melaporkan Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia Indonesia Maret 2020 adalah 45,3. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 51,9 sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah pencatatan PMI yang dimulai pada April 2011.
"Perusahaan manufaktur Indonesia melaporkan penurunan paling tajam dalam periode sembilan tahun survei pada Maret disebabkan upaya untuk mencegah penyebaran virus corona menghantam sektor ini dan menyebabkan penurunan tajam pada permintaan...," kata Bernard Aw, Kepala Ekonom IHS Markit.
Laporan itu cukup relevan di lapangan, sejak awal corona menghantam China, manufaktur tertentu sudah merasakan dampaknya terutama pada periode Februari 2020. Sektor yang bergantung bahan baku impor mulai merasakan sulitnya mendapatkan bahan baku antara lain farmasi, tekstil, elektronika dan lainnya.
Sehingga ketika stok habis, dikhawatirkan tidak bisa melanjutkan produksi sebagai dampak terganggunya rantai pasok karena pandemi corona. Risikonya pada PHK, bahkan bisa berdampak pada perusahaan-perusahaan besar.
"Kelihatannya ini nggak lama (produksinya) sampe April, karena mereka juga sisa stok," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Johnny Darmawan kepada CNBC Indonesia, Senin (30/3)
Sialnya sektor otomotif yang awalnya tak terlalu mengkhawatirkan, justru termasuk yang terpukul cukup keras imbas dari corona. Setidaknya selama Maret, penjualan mobil diproyeksikan ambles cukup dalam karena masyarakat.
Honda secara jujur mengakui akan menghentikan sementara produksi mobilnya di Indonesia selama dua pekan mulai 13 April 2020 dan merumahkan karyawan di bagian produksi. Sedangkan Daihatsu mengatur produksi dengan memproduksi mobil hanya dua hari sekali.
Penjualan yang lesu memang tak bisa ditutupi. Pabrikan lain ada masih sebatas pengurangan jam produksi dengan mengatur shift kerja. Potensi susulan mengikuti jejak Honda dari pabrik lain sangat memungkinkan, ini juga terjadi di banyak negara yang terdampak corona.
Sektor Penerbangan & Ancaman Bangkrut
Sektor penerbangan sebelum ada corona memang sedang sakit, tekanan biaya operasi dan mahalnya ongkos tiket penerbangan sudah menghantui bisnis ini sejak dua tahun terakhir yang dibarengi dengan penurunan penumpang pesawat. Adanya corona membuat kondisi menjadi-jadi, ibarat luka yang tersiram air cuka.
Di atas kertas, jelas tampak terpukulnya sektor ini. BPS mencatat jumlah penumpang domestik angkutan udara turun 8,08% pada Februari 2020 dibandingkan dengan Januari 2020.
Lebih lanjut, dia memerinci jumlah penumpang domestik angkutan udara sebanyak 5,79 juta pada Februari 2020, sedangkan bulan sebelumnya (Januari 2020) sebesar 6,29 juta. Penurunan jumlah penumpang juga terjadi pada penerbangan internasional, yang mengalami penurunan 33,04%.
Perdagangan: Sebagian Ritel Terpukul
Sektor perdagangan memang yang paling kompleks dari persoalan corona. Awalnya sejak corona merebak di China, masalah suplai barang jadi persoalan terutama impor pangan seperti produk-produk bawang putih hingga bawang bombay. Kinerja impor pun kena dampaknya, meski ekspor membaik. Nilai ekspor pada Februari 2020 mencapai US$ 13,94 miliar. Ekspor tersebut naik 11% dibandingkan pada Februari 2019.
Perdagangan di dalam negeri, sektor ritel pangan atau swalayan offline maupun online menuai cuan, Aprindo mencatat terjadi kenaikan 20% selama pandemi corona. Namun, tak semua ritel dapat berkah. Pembatasan jam operasional hingga penutupan beberapa pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek justru membuat sektor department store atau retail fashion babak belur. Ada sebagian sudah merumahkan karyawannya.
Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200403105321-4-149571/duh-pengusaha-mulai-tumbang-tutup-hotel-stop-produksi-phk
Kalangan pengusaha blak-blakan daya tahan bisnis mereka semakin buruk dari pandemi corona yang sudah terasa. Sebagian pada Maret sudah ada yang PHK, sebagian lagi bertahan hanya sampai April dengan menghentikan produksi, bahkan paling maksimal hanya Juni 2020.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, menyebutkan hampir semua sektor terdampak Covid-19. Di bidang pariwisata sudah ada 698 hotel yang tutup, transportasi daerah yang beroperasi tinggal 10% hingga industri manufaktur yang mengalami kesulitan cash flow atau bahkan minus karena produksi tak maksimal bahkan stop.
Apindo juga menyebutkan daya tahan industri di proyeksi hanya sampai bulan Juni 2020. Hariyadi bilang situasi semakin hari semakin buruk karena covid-19.
"Hasil dari melakukan koordinasi daya tahan mereka maksimal sampai Juni, bahkan April sudah tak kuat lagi," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (2/4).
Ia mengatakan sektor yang paling terkena awal dari pandemi corona ini adalah hotel dan restoran, sampai saat ini bahkan bertumbangan menutup operasi. Selain itu, ada sektor transportasi darat dan udara.
Sektor manufaktur sudah mengalami penurunan produksi sampai 50%. Industri makanan dan minuman yang awalnya tak terdampak, kini kondisi memburuk, karena ada pembatalan pemesanan.
"Kami sangat sulit mengantisipasi semua. Penanganan virus belum ada progres. Mungkin yang bisa bertahan yaitu alat kesehatan dan pemasok kebutuhan pengendalian covid-19, tapi di luar itu mengalami masalah yang sama," katanya.
Berikut rangkuman dari sektor per sektor:
Travel Agent dan Hotel Kena, Cuma Kuat Sebulan
Bila dirunut sejak awal, sektor yang paling terasa kena dampaknya adalah sektor pariwisata termasuk di dalamnya ada bisnis travel agent, perhotelan, hingga penerbangan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), Pauline Suharno, sejak awal Maret saat kali pertama kasus positif corona Indonesia terkonfirmasi di Indonesia, ia sudah berteriak soal penurunan penjualan karena virus corona berdampak pada operasional perusahaan.
Banyak perusahaan travel agent sejak awal Maret lalu tak lagi beroperasi secara penuh karena sudah terimbas secara global saat corona belum masuk Indonesia.
Sistem shift pegawai pun tak lagi diberlakukan, ujung-ujungnya ada travel agent telah melakukan efisiensi dan PHK. Corona memang secara langsung memperparah PHK di Indonesia.
Sektor perhotelan juga tak kalah pelik. Okupansi kamar hotel sudah lampu merah sejak awal Maret 2020. PHRI mencatat rata-rata okupansi hanya 30%, termasuk di Bali, Batam, dan Manado yang kena dampak dari susutnya wisatawan asing. Namun, kurang dari sebulan, okupansi hotel terutama di Bali sudah di level hampir 0%.
Kabar terbaru, dalam tempo hanya sebulan, mulai April banyak hotel di Indonesia tutup sementara karena tak ada pengunjung. PHRI mencatat setidaknya ada 698 hotel sudah tutup, bayangkan hanya dalam satu bulan, corona sudah memaksa ratusan hotel di Indonesia tutup. Luar biasa! Dampaknya sudah ditebak, ribuan pekerja hotel dirumahkan atau cuti di luar tanggungan.
Kekacauan Manufaktur, Kuat Sampai April
Di atas kertas, IHS Markit melaporkan Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia Indonesia Maret 2020 adalah 45,3. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 51,9 sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah pencatatan PMI yang dimulai pada April 2011.
"Perusahaan manufaktur Indonesia melaporkan penurunan paling tajam dalam periode sembilan tahun survei pada Maret disebabkan upaya untuk mencegah penyebaran virus corona menghantam sektor ini dan menyebabkan penurunan tajam pada permintaan...," kata Bernard Aw, Kepala Ekonom IHS Markit.
Laporan itu cukup relevan di lapangan, sejak awal corona menghantam China, manufaktur tertentu sudah merasakan dampaknya terutama pada periode Februari 2020. Sektor yang bergantung bahan baku impor mulai merasakan sulitnya mendapatkan bahan baku antara lain farmasi, tekstil, elektronika dan lainnya.
Sehingga ketika stok habis, dikhawatirkan tidak bisa melanjutkan produksi sebagai dampak terganggunya rantai pasok karena pandemi corona. Risikonya pada PHK, bahkan bisa berdampak pada perusahaan-perusahaan besar.
"Kelihatannya ini nggak lama (produksinya) sampe April, karena mereka juga sisa stok," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Johnny Darmawan kepada CNBC Indonesia, Senin (30/3)
Sialnya sektor otomotif yang awalnya tak terlalu mengkhawatirkan, justru termasuk yang terpukul cukup keras imbas dari corona. Setidaknya selama Maret, penjualan mobil diproyeksikan ambles cukup dalam karena masyarakat.
Honda secara jujur mengakui akan menghentikan sementara produksi mobilnya di Indonesia selama dua pekan mulai 13 April 2020 dan merumahkan karyawan di bagian produksi. Sedangkan Daihatsu mengatur produksi dengan memproduksi mobil hanya dua hari sekali.
Penjualan yang lesu memang tak bisa ditutupi. Pabrikan lain ada masih sebatas pengurangan jam produksi dengan mengatur shift kerja. Potensi susulan mengikuti jejak Honda dari pabrik lain sangat memungkinkan, ini juga terjadi di banyak negara yang terdampak corona.
Sektor Penerbangan & Ancaman Bangkrut
Sektor penerbangan sebelum ada corona memang sedang sakit, tekanan biaya operasi dan mahalnya ongkos tiket penerbangan sudah menghantui bisnis ini sejak dua tahun terakhir yang dibarengi dengan penurunan penumpang pesawat. Adanya corona membuat kondisi menjadi-jadi, ibarat luka yang tersiram air cuka.
Di atas kertas, jelas tampak terpukulnya sektor ini. BPS mencatat jumlah penumpang domestik angkutan udara turun 8,08% pada Februari 2020 dibandingkan dengan Januari 2020.
Lebih lanjut, dia memerinci jumlah penumpang domestik angkutan udara sebanyak 5,79 juta pada Februari 2020, sedangkan bulan sebelumnya (Januari 2020) sebesar 6,29 juta. Penurunan jumlah penumpang juga terjadi pada penerbangan internasional, yang mengalami penurunan 33,04%.
Perdagangan: Sebagian Ritel Terpukul
Sektor perdagangan memang yang paling kompleks dari persoalan corona. Awalnya sejak corona merebak di China, masalah suplai barang jadi persoalan terutama impor pangan seperti produk-produk bawang putih hingga bawang bombay. Kinerja impor pun kena dampaknya, meski ekspor membaik. Nilai ekspor pada Februari 2020 mencapai US$ 13,94 miliar. Ekspor tersebut naik 11% dibandingkan pada Februari 2019.
Perdagangan di dalam negeri, sektor ritel pangan atau swalayan offline maupun online menuai cuan, Aprindo mencatat terjadi kenaikan 20% selama pandemi corona. Namun, tak semua ritel dapat berkah. Pembatasan jam operasional hingga penutupan beberapa pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek justru membuat sektor department store atau retail fashion babak belur. Ada sebagian sudah merumahkan karyawannya.
Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200403105321-4-149571/duh-pengusaha-mulai-tumbang-tutup-hotel-stop-produksi-phk
Tuesday, December 3, 2019
Kenaikan UMK Dorong Perusahaan di Ring 1 Jatim Pindah
Data sementara, ada 16 perusahaan Jatim pindah, dua perusahaan ke Jawa Tengah,
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur mencatat, ada 16 perusahaan di wilayah tersebut yang melakukan eksodus setelah penetapan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) sebesar 8,51 persen. Dari semua perusahaan tersubut, dua di antaranya bahkan pindah ke luar Jatim, tepatnya ke Jawa Tengah.
"Data sementara, ada 16 perusahaan yang pindah dari tempatnya. Bahkan ada dua perusahaan pindah ke Jateng," kata Kepala Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo di Surabaya, Kamis (28/11).
Belasan perusahaan yang hendak pindah dari daerah asalnya, sebagian besar berada di wilayah ring I Jatim. Yakni, tiga perusahaan di Kota Surabaya, enam di Kabupaten Sidoarjo, dua di Kabupaten Mojokerto, dan tiga Kabupaten Pasuruan. Kemudian Gresik dan Jombang masing-masing satu perusahaan yang akan pindah tempat.
"Perusahaan-perusahaan itu memilih relokasi pasca kenaikan UMK, sehingga mereka mencari daerah dengan UMK yang rendah. Misalnya dari Surabaya (UMK Rp 4,2 juta) pindah ke Jombang (UMK Rp 2,6 juta), Lamongan (Rp 2,4 juta)" ujarnya.
Himawan menyayangkan perusahaan-perusahaan itu memilih pindah ke daerah dengan UMK rendah. Sebab, menurut Himawan, perusahaan tersebut tergolong mampu untuk membayar karyawannya dengan UMK tahun 2020.
"Bukan tidak mampu bayar sesuai kenaikan UMK, tapi mereka pindah karena mencari UMK rendah dengan untung besar," ujarnya.
Jika memang tidak mampu bayar UMK, lanjut Himawan, perusahaan bisa mengajukan penangguhan UMK ke Pemprov Jatim. Kebijakan ini agar perusahaan tetap berada di daerah asal.
"Kami sudah sosialisasi, kalau memang tidak mampu monggo mengajukan penangguhan UMK. Sebab kalau pindah, tentu perusahaan harus mencari karyawan yang kompeten di daerah tempat relokasi," katanya.
Sumber :
https://republika.co.id/berita/q1o28t370/kenaikan-umk-dorong-perusahaan-di-ring-1-jatim-pindah
Sumber foto :
https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/22/daftar-lengkap-ump-dan-umk-2020-di-jakarta-jawa-tengah-jawa-timur-dan-diy
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur mencatat, ada 16 perusahaan di wilayah tersebut yang melakukan eksodus setelah penetapan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) sebesar 8,51 persen. Dari semua perusahaan tersubut, dua di antaranya bahkan pindah ke luar Jatim, tepatnya ke Jawa Tengah.
"Data sementara, ada 16 perusahaan yang pindah dari tempatnya. Bahkan ada dua perusahaan pindah ke Jateng," kata Kepala Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo di Surabaya, Kamis (28/11).
Belasan perusahaan yang hendak pindah dari daerah asalnya, sebagian besar berada di wilayah ring I Jatim. Yakni, tiga perusahaan di Kota Surabaya, enam di Kabupaten Sidoarjo, dua di Kabupaten Mojokerto, dan tiga Kabupaten Pasuruan. Kemudian Gresik dan Jombang masing-masing satu perusahaan yang akan pindah tempat.
"Perusahaan-perusahaan itu memilih relokasi pasca kenaikan UMK, sehingga mereka mencari daerah dengan UMK yang rendah. Misalnya dari Surabaya (UMK Rp 4,2 juta) pindah ke Jombang (UMK Rp 2,6 juta), Lamongan (Rp 2,4 juta)" ujarnya.
Himawan menyayangkan perusahaan-perusahaan itu memilih pindah ke daerah dengan UMK rendah. Sebab, menurut Himawan, perusahaan tersebut tergolong mampu untuk membayar karyawannya dengan UMK tahun 2020.
"Bukan tidak mampu bayar sesuai kenaikan UMK, tapi mereka pindah karena mencari UMK rendah dengan untung besar," ujarnya.
Jika memang tidak mampu bayar UMK, lanjut Himawan, perusahaan bisa mengajukan penangguhan UMK ke Pemprov Jatim. Kebijakan ini agar perusahaan tetap berada di daerah asal.
"Kami sudah sosialisasi, kalau memang tidak mampu monggo mengajukan penangguhan UMK. Sebab kalau pindah, tentu perusahaan harus mencari karyawan yang kompeten di daerah tempat relokasi," katanya.
Sumber :
https://republika.co.id/berita/q1o28t370/kenaikan-umk-dorong-perusahaan-di-ring-1-jatim-pindah
Sumber foto :
https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/22/daftar-lengkap-ump-dan-umk-2020-di-jakarta-jawa-tengah-jawa-timur-dan-diy
Friday, November 22, 2019
Pabrik di Banten, Jabar & Jatim Juga Cabut ke Jateng
Wah! Selain Banten, Pabrik Jabar-Jatim Juga Cabut ke Jateng
Jakarta, CNBC Indonesia - Pabrik-pabrik alas kaki atau sepatu sudah pindah ke Jawa Tengah (Jateng) dari Banten karena soal upah yang tinggi. Di Jateng kini ada 25 pabrik sepatu, terbanyak pindahan dari Banten, selebih dari Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim).
"Tahun ini sudah ada (pabrik alas kaki) dari Jawa Timur dan Jawa Barat yang pindah ke Jawa Tengah," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri kepada CNBC Indonesia, Kamis (14/11).
Firman mengatakan di Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagian ada aktivitas produksi alas kaki. Namun, terbanyak memang berada di Banten, khususnya Tangerang. Di Jawa Timur ada pabrik alas kaki antara lain di Mojokerto.
"Sentra industri sepatu di Jabar dan Jatim tak sebesar di Banten," katanya.
Ia menjelaskan relokasi pabrik-pabrik alas kaki dari Banten tak langsung total menutup pabrik di Banten, proses relokasi dilakukan bertahap. Jadi ada pabrik yang tetap melangsungkan proses produksi di Banten dan saat bersamaan juga membuka pabrik baru di Jateng, lalu setelah itu bertahap memindahkan ke Jateng seluruhnya.
Kegiatan produksi di Banten dikhususkan untuk produk berkualitas tinggi karena tenaga kerja yang sudah terlatih, sedangkan di Jateng sebaliknya.
"Karena biaya untuk pesangon tak sedikit, butuh bertahap," katanya.
Firman mengatakan alasan relokasi pabrik sepatu dari Jatim dan Jabar ke Jateng karena lagi-lagi persoalan upah yang tinggi. Bila melihat upah khususnya UMK di Banten dan Jawa Timur, ada kesamaan yaitu sama-sama dalam rentang hampir Rp 4 juta. Di Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Mojokerto, UMK 2019 sama-sama menyentuh angka Rp 3,8 juta. Jauh di atas UMP Jateng yang pada 2020 saja masih Rp 1,7 juta.
Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20191114140105-4-115261/wah-selain-banten-pabrik-jabar-jatim-juga-cabut-ke-jateng
Ilustrasi foto :
https://pxhere.com/id/photo/1370726
Jakarta, CNBC Indonesia - Pabrik-pabrik alas kaki atau sepatu sudah pindah ke Jawa Tengah (Jateng) dari Banten karena soal upah yang tinggi. Di Jateng kini ada 25 pabrik sepatu, terbanyak pindahan dari Banten, selebih dari Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim).
"Tahun ini sudah ada (pabrik alas kaki) dari Jawa Timur dan Jawa Barat yang pindah ke Jawa Tengah," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri kepada CNBC Indonesia, Kamis (14/11).
Firman mengatakan di Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagian ada aktivitas produksi alas kaki. Namun, terbanyak memang berada di Banten, khususnya Tangerang. Di Jawa Timur ada pabrik alas kaki antara lain di Mojokerto.
"Sentra industri sepatu di Jabar dan Jatim tak sebesar di Banten," katanya.
Ia menjelaskan relokasi pabrik-pabrik alas kaki dari Banten tak langsung total menutup pabrik di Banten, proses relokasi dilakukan bertahap. Jadi ada pabrik yang tetap melangsungkan proses produksi di Banten dan saat bersamaan juga membuka pabrik baru di Jateng, lalu setelah itu bertahap memindahkan ke Jateng seluruhnya.
Kegiatan produksi di Banten dikhususkan untuk produk berkualitas tinggi karena tenaga kerja yang sudah terlatih, sedangkan di Jateng sebaliknya.
"Karena biaya untuk pesangon tak sedikit, butuh bertahap," katanya.
Firman mengatakan alasan relokasi pabrik sepatu dari Jatim dan Jabar ke Jateng karena lagi-lagi persoalan upah yang tinggi. Bila melihat upah khususnya UMK di Banten dan Jawa Timur, ada kesamaan yaitu sama-sama dalam rentang hampir Rp 4 juta. Di Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Mojokerto, UMK 2019 sama-sama menyentuh angka Rp 3,8 juta. Jauh di atas UMP Jateng yang pada 2020 saja masih Rp 1,7 juta.
Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20191114140105-4-115261/wah-selain-banten-pabrik-jabar-jatim-juga-cabut-ke-jateng
Ilustrasi foto :
https://pxhere.com/id/photo/1370726
Thursday, November 21, 2019
PHK Tahun 2020 Lebih 2.000 Orang
Disnakertrans Jatim: PHK Tahun Depan Lebih 2.000 Orang
Laporan Denza Perdana | Rabu, 20 November 2019 | 16:03 WIB
suarasurabaya.net - Himawan Estu Bagijo Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jatim mengatakan, sudah ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 2.000 karyawan di Jawa Timur pada 2020.
"Kalau mau disebut, lebih dari 2.000 (orang). Ya, itu tahun depan. Tahun ini tidak banyak, sih. Sekitar 1.700an. Tahun depan yang lebih banyak, lebih dari 2.000-an," ujarnya di Kantor Gubernur Jatim, Rabu (20/11/2019).
Himawan mengatakan, sejumlah perusahaan seperti industri alas kaki, juga perusahaan rokok kretek di Jawa Timur, sudah mengonfirmasi rencana PHK-nya pada 2020 itu.
"Nah, skema-skema itu sudah kami bicarakan dengan pengusaha, untuk kemudian ada masa penyesuaian dengan pelatihan dan pilihan-pilihan job apa yang akan diambil mereka (pekerja)?" katanya.
Adapun jumlah tenaga kerja formal di Jawa Timur yang tercatat oleh Disnakertrans Jatim pada 2019 mencapai lebih dari 8 juta orang. "Itu termasuk ASN," ujarnya setelah konferensi pers penetapan UMK.
Dia mengatakan, dalam catatan dinasnya, setiap tahun memang terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja, rata-rata 0,3 persen per tahun. Dia mengkalkulasi kenaikan itu dari jumlah angkatan kerja yang terserap.
"Angkatan kerjanya kalau yang kami lihat setiap tahun itu 850 ribu. Nah, yang teradopsi sekitar 600 ribu. Ya, sekitar 0,3 persen itu peningkatan jumlahnya," kata Himawan.
Sayangnya, dia tidak menjelaskan lebih lanjut, apakah rencana PHK itu berkaitan dengan penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota yang sudah dilakukan Gubernur Jatim hari ini?
Dia hanya memastikan, penetapan UMK 38 kabupaten/kota di Jawa Timur hari ini adalah bentuk kepatuhan Khofifah Indar Parawansa sebagai gubernur baru di Jawa Timur kepada aturan pemerintah pusat.
"Permintaan lebih dari itu banyak. Ada yang sampai 18 persen. Tetapi, kita (Jawa Timur), kan, sudah tinggi sebenarnya. Dan beberapa tahun (belakangan) ini sudah ada diskresi (kenaikan UMK)," ujarnya.
Disnakertrans Jatim, kata dia, pada tahun mendatang akan tetap menjalankan sejumlah tugasnya. Salah satunya menyiapkan SDM terlatih di Jawa Timur agar siap bekerja.
"Jadi program kami, yang pasti pelatihan, satu. Kedua, kami juga mengantisipasi mereka-mereka yang ter-PHK, kami tingkatkan skilnya. Kami juga hadapi PMI (Pekerja Migran Indonesia), juga orang yang pindah profesi, terutama golongan pemuda melalui Millenials Job Center. Prinsipnya kami melatih dan menyiapkan," katanya.(den/dwi/rst)
Sumber :
https://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2019/228781-Disnakertrans-Jatim:-PHK-Tahun-Depan-Lebih-2.000-Orang
Laporan Denza Perdana | Rabu, 20 November 2019 | 16:03 WIB
suarasurabaya.net - Himawan Estu Bagijo Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jatim mengatakan, sudah ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 2.000 karyawan di Jawa Timur pada 2020.
"Kalau mau disebut, lebih dari 2.000 (orang). Ya, itu tahun depan. Tahun ini tidak banyak, sih. Sekitar 1.700an. Tahun depan yang lebih banyak, lebih dari 2.000-an," ujarnya di Kantor Gubernur Jatim, Rabu (20/11/2019).
Himawan mengatakan, sejumlah perusahaan seperti industri alas kaki, juga perusahaan rokok kretek di Jawa Timur, sudah mengonfirmasi rencana PHK-nya pada 2020 itu.
"Nah, skema-skema itu sudah kami bicarakan dengan pengusaha, untuk kemudian ada masa penyesuaian dengan pelatihan dan pilihan-pilihan job apa yang akan diambil mereka (pekerja)?" katanya.
Adapun jumlah tenaga kerja formal di Jawa Timur yang tercatat oleh Disnakertrans Jatim pada 2019 mencapai lebih dari 8 juta orang. "Itu termasuk ASN," ujarnya setelah konferensi pers penetapan UMK.
Dia mengatakan, dalam catatan dinasnya, setiap tahun memang terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja, rata-rata 0,3 persen per tahun. Dia mengkalkulasi kenaikan itu dari jumlah angkatan kerja yang terserap.
"Angkatan kerjanya kalau yang kami lihat setiap tahun itu 850 ribu. Nah, yang teradopsi sekitar 600 ribu. Ya, sekitar 0,3 persen itu peningkatan jumlahnya," kata Himawan.
Sayangnya, dia tidak menjelaskan lebih lanjut, apakah rencana PHK itu berkaitan dengan penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota yang sudah dilakukan Gubernur Jatim hari ini?
Dia hanya memastikan, penetapan UMK 38 kabupaten/kota di Jawa Timur hari ini adalah bentuk kepatuhan Khofifah Indar Parawansa sebagai gubernur baru di Jawa Timur kepada aturan pemerintah pusat.
"Permintaan lebih dari itu banyak. Ada yang sampai 18 persen. Tetapi, kita (Jawa Timur), kan, sudah tinggi sebenarnya. Dan beberapa tahun (belakangan) ini sudah ada diskresi (kenaikan UMK)," ujarnya.
Disnakertrans Jatim, kata dia, pada tahun mendatang akan tetap menjalankan sejumlah tugasnya. Salah satunya menyiapkan SDM terlatih di Jawa Timur agar siap bekerja.
"Jadi program kami, yang pasti pelatihan, satu. Kedua, kami juga mengantisipasi mereka-mereka yang ter-PHK, kami tingkatkan skilnya. Kami juga hadapi PMI (Pekerja Migran Indonesia), juga orang yang pindah profesi, terutama golongan pemuda melalui Millenials Job Center. Prinsipnya kami melatih dan menyiapkan," katanya.(den/dwi/rst)
Sumber :
https://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2019/228781-Disnakertrans-Jatim:-PHK-Tahun-Depan-Lebih-2.000-Orang
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Rekan2, berikut ini saya sampaikan beberapa hal mengenai perancangan gudang yang merupakan hasil pengalaman praktis dalam melakukan peren...
-
Rekan-rekan, Prosedur sertifikasi APICS CSCP tercantum dalam bulletin yang bisa di-download dari website. Ringkasnya, syarat dan prosesnya a...
-
Belajar ERP (Enterprise Resource Planning) adalah memang memerlukan effort yang sangat besar dikarenakan luas cakupannya dan banyaknya b...
-
Introduction A company’s supply chain will incorporate some warehousing function. This can be company-owned, owned by a third party log...
-
Supply Chain Management Edisi Kedua Buku ini menyajikan konsep, teori, dan contoh-contoh aplikasi dari supply chain management. Dike...


