Thursday, April 2, 2015

Biaya Operasional Kendaraan

Sebagai informasi, berikut adalah data perincian biaya operasional
kendaraan dengan model RUCKS dan hasil survei perusahaan:

MODEL RUCKS:
Rata-rata untuk semua rute:
Biaya operasional kendaraan Rp 3.093/truk/km
- BBM: 28% (dari total)
- Pelumas: 2%
- Ban: 1%
- Suku cadang: 18%
- Montir: 1%
- Upah awak truk: 10%
- Penyusutan: 27%
- Pembayaran bunga: 10%
- Overhead: 2%

SURVEI PERUSAHAAN:
Rata-rata untuk semua rute:
Biaya operasional kendaraan Rp 3.514/truk/km
- BBM: 39% (dari total)
- Pelumas, ban: 13%
- Biaya pemeliharaan: 4%
- Upah montir: 3%
- Upah supir: 11%
- Penyusutan: 5%
- Pembayaran bunga: 10%


Logistics & Supply Chain Center (LOGIC)
Widyatama University

Why Is Sales & Operations Planning So Hot?

With Businesses Becoming Ever More Complex, S&OP is a Necessity

Expert Insight: The S&OP Report
By Tom Wallace

“Tom, S&OP is the hottest strategic issue I’ve seen in years,” stated
Dave Caruso, a Vice President at business research firm AMR. That
agrees with how lots of people see it. Many, many companies today are
jumping on the Sales & Operations Planning (S&OP) bandwagon.

Why? After all, S&OP has been around for quite a while: about 20
years. What’s causing this sudden surge in interest?

Well, there are several reasons:One is the very fact that it has been
around for 20 years or so. Thus its current popularity conforms to
what I call the process adoption curve. This says that there is a 15
to 25-year lag between the development of major new processes and
their widespread adoption.

Think about it. MRP was invented shortly after 1960, but didn’t really
gain momentum until the early ‘80s. Total Quality also got its start
in the ‘60s and didn’t get big until the mid- to late-80s. Just-in-
Time came over from Japan in the late 1970s but it’s taken until
recently for it to become very popular as Lean Manufacturing. Ditto
for Six Sigma.

Another reason S&OP is so hot is its power as a coordination tool. As
such, it’s very different from tools to increase reliability (Total
Quality, Six Sigma, and so on). Further, it’s different from tools to
reduce waste and time (Just-in-Time, Lean Manufacturing, and the
like.) S&OP’s job is to help people deal with complexity and change.

Here are two questions for you: If a business is very simple, and if
things rarely change, does it need S&OP? I doubt it. Whatever
coordination and forward planning is required can probably be done on
the back of an envelope.The second question: have you seen many
companies like that lately? I haven’t. This is the 21st century;
change is a way of life. Further, despite the wonderful simplicity
that Lean provides, most businesses are becoming more complex, not
less.

S&OP can help greatly to manage in a complex, rapidly changing
environment. Complexity is increasing – due in part to global
sourcing, off shoring, and extensive use of contract manufacturers.
Change is accelerating, due in part to demanding customers such as you
and I who want quicker response, more product variety, and the next
big thing sooner not later. Companies are turning to the powerful
coordination tool known as S&OP to help them cope with this complexity
and change.

Source:
http://www.scdigest.com/Assets/Experts/Wallace_06-10-10.php?cid=1262

5 Pprinciples of Financial Planning


Do you want to achieve financial freedom as early as possible?
You want to but don't know how to do it?
Do you know the principles that make up for successful financial planning?
Do you save a decent part of your salary and want to invest it in good mutual funds?
How much saving is enough for you to begin investing in mutual funds for the long term?
What are the returns that you can expect?
You have bought more than half a dozen mutual funds and want to pare your exposure so that you can focus only on a few?
Which are the best mutual funds to invest in for the long term?
Financial planning expert Vetapalem Sridhar

answered these and several other queries related to financial planning and freedom for you and your family.

For those of you who missed the chat, here is the transcript.

Suresh asked,

GoodAfternoon Sridhar.
I have Rs.10000 every month after all my monthy expenditures are done.
Could you tell me what principles should i keep in mind while financial planning?
Could you provide a basic plan also?

Vetapalem Sridhar answers,

Hi Suresh, There r simple rules that u should keep in mind regarding Financial Planning.

1. Have clear defined objectives in life.
2. Never mix Insurance and Investments.
3. Ur risk profile does not depend only on ur feeling of fear. It primarily depends on the horizon of investing. The longer the horizon, the more is the risk taking ability.
4. A suitable Asset Allocation Plan (Debt/Equity/ Real Estate) is the key to long term success of a Financial Plan.
5. Be aware of wat is happening to ur money, even if u r taking external help. Unless u put persomal effort the money will not grow to the best of its potential.

'Financial freedom is all about discipline'
http://www.rediff. com/getahead/ 2007/dec/ 06trans.htm

Re-Born, Belajar dari Elang


Elang, eagle, tentunya sudah sangat familiar bagi kita. Ya, hewan karnivora yang termasuk kelas unggas. Unggas yang mampu terbang sangat tinggi ini, memiliki cakar yang tajam, paruh yang pendek lancip dengan ujung sedikit melengkung tajam, sayap yang kuat dan lebar, sungguh gagah perkasa. Elang adalah salah satu jenis unggas yang dapat hidup dalam usia yang cukup panjang, bahkan bias mencapai usia 70 tahun.

Ketika elang berumur 40 tahun, maka kondisinya tidak lagi sama dengan ketika di masih menjadi pemuda/pemudi elang sepuluh/belasan tahun sebelumnya. Cakarnya yang dulunya tajam sekarang sudah semakin panjang, rapuh dan tumpul. Paruhnya yang dulunya kokoh melancip yag sanggup mencabik mangsanya sangat dalam namun kini paruh itu semakin tua dan panjang sehingga ujung paruhnya yang melengkung nyaris mencekik lehernya sendiri.

Begitu pula dengan sayapnya yang dulu kokoh kini suda semakin lemah dan berat karena bulu-bulunya sudah terlalu panjang dan lebat. Ia sudah semakin sulit untuk terbang, hunting mencari makan, bertarung dan berjuang menghadapi seleksi alam. Keperkasaannya mulai sirna padahal ia masih ingin tetap bertahan hidup puluhan tahun lagi.

Ia dihadapkan pada dua pilihan, mati diusia 40 tahun atau… atau… bagaimana?

Apakah yang dilakukan sang elang selanjutnya? ?? Apakah dia berkeluh kesah atas semua itu? Atau berputus asa, pasrah dengan keadaan dirinya? Menerima saja bahwa ia ditaqdirkan hanya hidup selama 40 tahun…?

Ternyata elang bukanlah makhluk lemah yang mudah patah arang. Ia mencari cara untuk mengembalikan kekuatannya. Yaitu ia harus terbang ke tempat yang sangat tinggi untuk beristirahat total selama berbulan-bulan. Apa yang dilakukannya ketika itu. Ia harus merekonstruksi senjata-senjata tubuhnya. Ia mematuk-matuk dengan paruhnya sekuat tenaga, hingga parus tuanya itu terlepas dan tumbuh paruh yang baru. Lalu berdiam diri menunggu paruhnya yang baru tumbuh sempurna.

Kemudian paruh yang baru itu digunakan untuk mencabut kuku-kukunya yang telah lemah. Ia mencakar-cakar dengan sangat kasar agar kuku-kukunya lepas dan berganti dengan kuku-kuku yang baru. Tidak sampai di situ, ia pun kemudian mencabuti bulu-bulunya terutama di bagian sayap. Itu semua dilakukannya tentu bukanlah dengan kemudahan. Selanjutnya ia berdiam diri hingga lima bulan kemudian bulu-bulunya yang baru tumbuh dan ia bias kembali terbang. Sungguh merupakan proses yang sangat panjang dan menyakitkan.

Kesuksesan butuh pengorbanan. Kiranya itulah salah satu pelajaran yang bisa kita ambil dari sang elang. Meski harus dengan sengaja membuat dirinya merasakan sakit yang teramat sangat, tapi untuk kejayaannya dia tahan uji. Walaupun dengan mengerahkan segenap sisa-sisa tenaga di usia separuh baya, namun tak menyurutkan langkahnya untuk menduduki kembali singgasana kebesaran kerajaannya.

Banyak manusia yang ingin sukses. Mungkin hampir seluruhnya. Ingin seperti ini dan itu, ingin miliki ini dan itu, ingin begini ingin begitu, impian yang sekain tinggi tak berbatas. Timbul pertanyaannya, apa yang akan kita lakukan untuk mewujudkan impian itu? Lalu kapan kita akan mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan?

Sang Elang bukan sosok yang berkeluh kesah, pasrah dan gampang menyerah. Maka belajarlah dari elang. Di usia 40 tahun yang sudah tidak produktif ia ingin lahir kembali (re-born) sebagai elang yang baru, yang segar yang kuat, jaya, perkasa. Siapa pun kita yang saat ini sedang gagal, baru saja gagal, atau belum tau akan berhasilkah atau gagalkah, mari belajar dari elang. Kita koreksi-evaluasi diri kita. Mungkin banyak yang harus diperbaiki, jasmani dan rohani.


Sumber :
Milist manajemen@yahoogroups.com

Mary Kay Ash

Pernah mendengar nama Mary Kay, lengkapnya Mary Kay Ash.

Mary Kay adalah nama besar dalam industri kosmetik wanita. Namun, adakah yang tahu bahwa ibu rumah tangga yang sebelumnya hidup pas-pasan secara tidak sengaja memulai karir cemerlangnya sebagai sales buku.

Ketika saya masih menjadi seorang ibu rumah tangga muda, pada suatu Jumat sore bel pintu rumah saya berdering. Ida Blake, seorang yang belum pernah saya kenal, berdiri di pintu meminta agar dapat masuk dan menjelaskan apa gunanya memiliki satu set buku yang perlu dibacakan oleh orang tua untuk anak-anaknya. Saya menyuruhnya masuk, dan sebelum saya mengetahui isinya, dia telah membuat saya sangat tertarik untuk membeli buku tersebut, Child Psychology Bookshelf, yang diterbitkan oleh Grolier’s Society.

Seorang ibu dapat mencari setiap masalah dari indeks, dan menemukan ceritayang berhubungan dengan moral yang baik untuk dibacakan bagi putra-putrinya.

Misalnya, suatu kisah tentang seorang anak yang bercerita dengan kebohongan—yang biasa dilakukan anak-anak pada umur sekitar empat atau lima tahun. Sebagaiseorang ibu muda yang berusaha untuk mengajarkan kepada anak-anak saya tentang baik dan buruk, saya menganggap buku-buku tersebut adalah yang terbaik yang pernah saya lihat.

Ketika Ida mengatakan kepada saya bahwa buku-buku tersebut berharga $50, saya merasa sedih. “Maaf, saya kira saya lebih mungkin terbang ke bulan daripada membeli buku tersebut,” kata saya kepadanya. “Itu di luar kemampuan saya.”

Ini adalah sepenggal kasus yang diceritakan langsung oleh Mary Kay dalam buku "52 Kisah Penjualan Spektakuler, Penuturan Penjual Terhebat Dunia".

Apa yang membuat buku ini istimewa adalah karena masing-masing kisah dalam buku ini dituturkan langsung oleh pelakunya sendiri, dan pelaku yang saya maksudkan disini bukan orang biasa-biasa. Selain Mary Kay Ash, disini ada banyak nama besar seperti Jack A. Sullivan, Joe Girard, Tom Hopkins, Ross Perot, Zig Ziglar dan masih banyak lagi. Bagusnya, kisah-kisah penjualan dari nama-nama besar ini dikelompokkan menjadi:

Sikap Mental.
Setiap penjualan dimulai dari benak seorang wiraniaga. Sebelum dapat menjual sesuatu kepada seseorang, pertama-tama Anda harus percaya bahwa Anda akan mampu melakukannya. Jika Anda tidak percaya pada diri sendiri, perusahaan Anda, produk Anda, tidak mungkin Anda dapat meyakinkan orang lain untuk percaya juga. Pada bagian ini, Anda akan mengenal betapa pentingnya sikap mental positif dalam proses menjual.

Pendekatan Awal.
Setiap orang yang pernah menjual sesuatu tentu tahu bahwa menapak kan kaki di muka pintu rumah prospek merupakan langkah awal dari suatu penjualan. Secara umum, bila kita menggunakan analogi permainan baseball, Anda tidak akan bisa memukul bola jika Anda tidak pernah mendapat kesempatan memukul. 

Ada banyak wiraniaga yang “mengetuk pintu” melalui telepon, jadi tidaklah heran apabila banyak prospek enggan dengan kehadiran wiraniaga. Kadang-kadang bukan prospek langsung nya yang menolak, tetapi malahan “penjaga pintunya.” Mereka adalah orang yang mempunyai tugas untuk menyensor para wiraniaga—dan hanya mengizinkan segelintir orang yang layak untuk bertemu dengan bos! 

Umumnya, mereka adalah resepsionis, sekretaris, atau asisten. Tentu saja, setiap wiraniaga akan berusaha lolos dari saringan si penjaga pintu tersebut. Dengan membaca bagian ini, Anda akan tahu bahwa keberhasilan untuk bertemu dengan prospek hanya sedikit tergantung pada perusahaan yang Anda wakili atau, dalam hal ini, bahkan dengan produk yang Anda jual. Sebaliknya, sangat tergantung pada kemampuan Anda untuk memberikan kesan pertama yang tepat.

Menjual Diri Sendiri.
Karena tidak sedikit wiraniaga yang menawarkan produk sama atau sejenis dengan yang Anda jual, maka penting sekali untuk ‘menjual’ diri Anda sendiri. Singkat kata, bila orang tidak tertarik dengan Anda, dia tidak akan tertarik dengan produk Anda. Tidak seperti masa-masa lalu di mana penjualan tergantung pada hadiah atau pun jamuan yang diberikan kepada pelanggan, saat ini dibutuhkan lebih dari itu untuk memuaskan pelanggan. Sikap-sikap seperti antusiasme dan keyakinan diri sangat menentukan dalam melakukan penjualan dan dalam mengembangkan hubungan dengan pelanggan. Pada bagian ini, Anda akan mengetahui bagaimana beberapa wiraniaga profesional melakukan tugasnya dengan sangat baik dalam ‘menjual’ diri mereka.

Inovasi.
Menariknya, ketika Anda diminta untuk memikirkan tentang orang yang paling kreatif, jarang sekali Anda akan menempatkan seorang wiraniaga dalam deretan paling atas pada daftar. Namun demikian, selama bertahun-tahun saya telah mengobservasi betapa wiraniaga yang baik berada di antara orang yang paling kreatif dan inovatif yang pernah saya jumpai. 

Berapa banyakkah mereka? 

Dengan membaca bagian ini, Anda akan menemukan betapa inovatifnya sebagian di antara mereka. Mereka begitu inovatif, sehingga saya yakin bahwa inilah kualitas utama yang membuat sebagian besar wiraniaga paling elit berada di kelasnya. Unsur inovasi inilah yang, sesungguhnya, menambahkan suatu dimensi baru bagi keunggulan mereka. Saat membacanya, ingatlah untuk mencari gagasan yang dapat Anda terapkan bagi diri sendiri.

Menjual Solusi.
Menemukan solusi bagi masalah pelanggan Anda adalah cara yang sangat persuasif untuk membuat penjualan. Seperti yang akan Anda amati, ancangan ini khususnya efektif untuk menjual hal-hal yang besar seperti polis asuransi jiwa yang besar, sistem komputer, atau real estate dalam bentuk besar. Kisah-kisah dalam bagian ini menggambarkan bagaimana memecahkan masalah pelanggan akan menghasilkan komisi yang amat sangat besar.

Menciptakan Rasa Urgensi.
Ketika tiba saatnya membuat keputusan pembelian, banyak orang melakukan penangguhan. Salah satu sebab orang lebih suka menunda keputusan pembelian karena mereka di program untuk “berpikir ulang” ketimbang memberikan persetujuannya kepada seorang wiraniaga. Mereka tidak ingin mengeluarkan uangnya karena tidak yakin akan nilai barang yang dibeli, atau ragu-ragu membeli karena takut membuat keputusan yang salah. 

Jadi dengan menghindari membuat sebuah keputusan secara keseluruhan, mereka dapat mencegah membuat keputusan pembelian yang salah. Untuk mengatasi hambatan penjualan yang demikian, seorang wiraniaga harus menciptakan rasa urgensi agar prospek menyadari bahwa dia mempunyai sesuatu yang pasti diperoleh dengan bertindak saat itu juga—atau menderita kerugian dengan menundanya! Kisah pada bagian ini memperlihatkan bagaimana para pelanggan bereaksi ketika rasa urgensi diciptakan.

Menutup Penjualan.
Tidak terjadi apa pun sampai penjualan ditutup. Tidak peduli seberapa baik melakukan presentasi penjualan, bila Anda keluar tanpa sebuah order, Anda gagal menjalankan pekerjaan! Tempatkan segala sesuatunya pada perspektifnya yang tepat, maka sasaran utama Anda sebagai wiraniaga adalah menutup penjualan. Tanpa menutup penjualan, baik Anda maupun calon pelanggan tidak akan mendapatkan manfaat. 

Jadi, dengan alasan yang sangat jelas, menjadi seorang penutup yang baik penting bagi karier Anda sebagai wiraniaga. Meskipun menutup penjualan merupakan bagian terpenting dari proses penjualan, di bidang inilah para wiraniaga berkemungkinan kecil untuk saling mengungguli. Jadi, dapat dimengerti, bila para wiraniaga terus-menerus berupaya mencari teknik untuk membuatnya makin ahli. dalam menutup penjualan. Bagian ini berisikan kisah tentang betapa sulitnya penjualan ditutup. Setiap teknik penutupan telah diujikan di lapangan—dan berhasil. Tidak ada yang hipotetis. Bacalah dan cobalah sendiri!

Melayani Pelanggan.
Pada awal karier, saya pernah mendengar seorang wiraniaga berkata, “Penjualan tidak dimulai sampai pasca penjualan.” Saat itu, saya tidak memahami maksud katakatanya. Bertahun-tahun kemudian, saya baru memahami apa yang dimaksudkannya. Kedua kata penjualan dan servis harus selalu bersamaan. Anda tidak dapat memisahkannya karena Anda tidak dapat memiliki hanya salah satunya saja. 

Keberhasilan yang sesungguhnya dalam penjualan hanya datang dari pesanan kembali dan pengakuan dari para pelanggan yang merasa puas. Pada pasar yang sangat kompetitif seperti saat ini, saya rasa tidak mungkin dapat dikatakan cukup berhasil tanpa memberikan servis yang baik kepada para pelanggan. Pada bagian akhir buku ini, Anda akan menemukan bagaimana servis yang baik memberikan hasil dividen yang besar—bagaimana melayani pelanggan menjadi penentu keberhasilan dalam bidang penjualan. Setiap kisah pada bagian ini menegaskan pesan tersebut.


Sumber :
Milist manajemen@yahoogroups.com

Monday, March 30, 2015

MRP is Just Planning Process

MRP basically is just Planning Process define. with good biz process define for MRP. System need to be customized as per biz process define. System will be a TOOL for management to control all the biz process going well. yes not order things for us. But can be a lot of automated process done for approval. and etc. and for this process going well, we should have a auditor to make sure all the process done. Talk always easier than implement. The management need to give full support if they really want to change.

Without MRP, Manufacturing Company can work. But not efficient. a lot of problem will occur along the way. and point to take note also when old guy out, and new guy in.

Every Manufacturing some will have same MRP biz process and some need more improvement based on its need.

Those things will be investment for Company to grow better and efficient.

MRP never old. it's the process that should be improved and make more adjustment based on the biz needed.

We'll never rely on software. Software just a tool to help ppl for better work and more efficiency, Old System if cannot support need to change to new system.


Sumber :
Milist APICS ID

Kecerdasan Bisnis (Business Intelligence)


Business Intelligence (atau dalam tatanan Bahasa Indonesia bisa diartikan Kecerdasan Bisnis [secara umum dikenal dengan istilah BI]) diartikan secara umum sebagai suatu kumpulan teori, metode, proses, arsitektur dan teknologi yang mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat dan berarti untuk kepentingan bisnis. BI dapat digunakan untuk mengidentifikasi informasi yang berjumlah sangat banyak untuk kepentingan pengembangan peluang-peluang bisnis baru. Dengan menemukan peluang-peluang bisnis baru dan mengimplementasikan strategi yang efektif, maka sebuah perusahan dapat mendapatkan keuntungan dari sisi daya saing dan stabilitas jangka panjang.

Teknologi BI menyediakan data masa lalu, data masa kini dan prediksi dari sebuah operasi bisnis. Fungsi umum yang terdapat dalam teknologi BI adalah pelaporan, proses analitis online, data mining, process mining, proses event yang complex, business performance management, text mining, analisa prediksi dan preskriptif, dan lain-lain.

Dalam sejarah analisa data, data sebagai obyek yang atomik memiliki nilai yang dapat dihubungkan dengan data yang lain. Sebagai contoh, data pembelian barang di supermarket. Apabila kita sebuah nota pembelian, data itu mungkin tampak kurang bermakna. Namun, apabila kita mengumpulkan beberapa nota pembelian, maka kita bisa membandingkan dan mencari keselarasan antara produk-produk yang tercantum dalam nota pembelian tersebut. Hal itulah yang menjadi obyek penelitian di bidang data mining.

Kini, analisa data bisa dilihat bukan hanya dari sisi atomik, tapi bisa dilihat dari sisi proses. Process-Aware Information system adalah sebuah terminologi yang menggambarkan bahwa sistem informasi perlu memetakan sebuah proses yang terjadi. Proses yang dimaksud adalah rangkaian peristiwa yang terjadi dalam catatan data yang terekam dalam database. Proses ini bisa berarti proses pencatatan dan bisa juga bermakna proses yang sedang terjadi dalam realitas. Apabila kita kembali ke contoh data dari nota pembelian barang di supermarket, kita akan kesusahan meneliti tentang proses yang terjadi ketika seseorang melakukan pembelian. Tetapi, kita bisa mengamati proses antrean di kasir dan berapa lama seseorang antre atau menunggu proses pembayaran di kasir, termasuk jumlah barang yang dibeli. Lebih detail lagi, kita bisa menghitung berapa waktu rata-rata yang dibutuhkan seorang kasir untuk melakukan proses penghitungan barang yang dibeli oleh konsumen.

Hal yang menarik pada saat ini adalah process mining. Process mining adalah sebuah teknologi untuk menemukan, memverifikasi dan mengembangkan sebuah bisnis proses dari data yang terekam dalam database. Data yang dibutuhkan dalam process mining adalah data aktivitas dan rekaman waktu untuk menunjukkan alur kejadian dari setiap aktivitas yang terjadi. Data lain yang diperlukan adalah unique ID (identification) yang menandakan bahwa sebuah aktivitas berjalan untuk sebuah kasus.

E-Mart, sebuah toko grosir di Korea Selatan, mencoba memetakan rute berjalan konsumen di supermarket dengan menggunakan teknologi yang digabungkan antara smartphone dan location-aware system. Dengan mengetahui lokasi sebuah produk, maka smartphone bisa mendeteksi rute terdekat dari lokasi konsumen saat ini dan menampilkan produk diskon tersebut kepada konsumen yang bersangkutan. Fungsi smartphone yang awalnya sebagai alat komunikasi beralih menjadi marketing dan route planning untuk konsumen yang bersangkutan.

Alhasil?
http://www.youtube.com/watch?v=Qch3kNUF0fE

Tingkat kenyamanan konsumen dalam berbelanja menjadi meningkat, tingkat penjualan juga meningkat dan pihak retailer bisa meneliti rute yang dijalani oleh konsumen sebagai peta historis untuk menata ulang lokasi dari produk-produk yang dijual.

Perusahaan cenderung berkeinginan untuk meneliti dan mengevaluasi proses. Namun, evaluasi proses yang terjadi seringkali dilakukan secara manual dan hanya berdasarkan pengamatan yang singkat. Process mining, sebuah metode mencari proses dari data jejak rekam historis, telah memberikan sebuah solusi untuk membantu tata letak produk di supermarket. Dalam aplikasinya, process mining juga berguna untuk optimasi proses baik yang berhubungan dengan nilai bisnis (produksi, rute, dll.) maupun virtual (data networking, etc.). Dengan meneliti data historis yang terekam dalam database, kita bisa menghimpun kumpulan data tersebut menjadi informasi yang berguna dari perspektif sebuah proses untuk efisiensi dan efektivitas bisnis kita.

Penulis :
Bernardo
Peneliti di bidang process mining


Sumber :
Milist APICS ID

Related Posts