Toys 'R' Us Juga Tutup di Inggris, 3.000 Orang Akan Di-PHK
15 March 2018 14:40
Toys 'R' Us Juga Tutup di Inggris, 3.000 Orang Akan Di-PHK Foto: REUTERS/Hannah McKayJakarta, CNBC Indonesia - Ada 75 toko Toys "R" US di Inggris, namun dalam enam minggu ke depan semua toko tersebut akan ditutup, kata pengelola gabungan peritel mainan itu hari Rabu (14/3/2018).
Dilansir dari Reuters, pihak pengelola mengatakan tidak menemukan pihak yang mampu membeli sebagian atau seluruh bisnis perusahaan sehingga terpaksa menutup toko-toko tersebut dan menyebabkan 3.000 orang kehilangan pekerjaan.
Peritel yang perusahaan induknya berasal dari Amerika Serikat (AS) itu bahkan mengalami masalah serupa di negara asalnya.
Saat ini di AS, Toys "R" Us yang enam bulan lalu melaporkan kebangkrutannya, sedang bersiap untuk proses likuidasi.
CNBC Intenational melaporkan perusahaan mainan ini berencana tetap membuka sekitar 200 tokonya di AS untuk keperluan bisnis, bahkan setelah likuidasi. Informasi ini dikutip dari sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Toys "R" US menolak memberi komentar kepada CNBC International.
Saat ini sudah 180 toko yang ditutup dari total keseluruhan 800 toko yang beroperasi di AS.
Pada bulan Februari, cabang Toys "R" Us di Inggris mendaftarkan diri untuk memperoleh perlindungan kreditor pada Februari. Hal itu dilakukan sebab bisnisnya menurun akibat rendahnya sentimen daya beli konsumen, tumbuhnya penjualan online, dan pergerakan mata uang sebagai akibat dari Brexit.
Sebelumnya, pengelola di Inggris telah mencoba menjual sebagian perusahaan di Inggris.
"Proses ini menarik minat [beberapa pembeli], namun pada akhirnya tidak ada pihak yang dapat memenuhi tawaran secara resmi sebelum berakhirnya tenggat waktu yang ditentukan," ujar administrator gabungan, Simon Thomas, yang juga seorang mitra di perusahaan penasihat dan firma restrukturisasi, Moorfields.
Sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20180315143046-4-7356/toys-r-us-juga-tutup-di-inggris-3000-orang-akan-di-phk
Thursday, March 15, 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Oleh : Ahmad Darobin Lubis Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC) Hiroshima University Prof Nagan...
-
By Harpal Singh, Ph.D. Most mergers and acquisitions fail to live up to expectations. All too often companies focus on quick-fix cost-cuttin...
-
Technical Description The Business Process Framework (also known as eTOM) is a widely deployed and accepted model and framework for...
-
Oleh : Eva Martha Rahayu Industri jasa logistik diramaikan oleh ribuan pemain dari kelas gurem hingga kakap. Mereka berebut pasar yang gemuk...
-
By Martin Murray, What Is a Logistics Strategy? When a company creates a logistics strategy it is defining the service levels at which i...
No comments:
Post a Comment