Kegirangan yang tak terkira saat siswa siswi yang telah lulus dari bangku SMA. Apalagi saat diterima disuatu Perguruan Tinggi. Sehingga bisa kita temui, siswa yang saat SMA pintar tapi kurang berhasil saat menjadi Mahasiswa. Mungkin karena mengira masuk ke Perguruan Tinggi itu adalah akhir mereka untuk belajar. Apalagi belajar saat kuliah tidak sama dengan saat di bangku sekolah.
Jadi perlu diingatkan kembali, masuk ke Perguruan Tinggi bukanlah akhir, tapi itu adalah awal. Awal kita akan menempuh kemandirian. Siapa yang menggunakannya dengan baik akan mencapai hasil yang baik.
Mari Teguh yang bijak berkata "semakin berkeringat kita saat masa damai, semakin kurang berdarah saat masa perang"
Wednesday, June 24, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Rekayasa Ulang Proses Bisnis (BPR), menawarkan suatu visi yang benar-benar baru tentang bagaimana perusahaan seharusnya diorganisasi dan...
-
Efficient Transportation and Pavement Systems: Characterization, Mechanisms, Simulation, and Modeling Author: Imad L. Al-Qadi Publis...
-
Salah satu senjata ampuh para eksekutif untuk meningkatkan kariernya kini adalah dengan menempuh jalur pendidikan keprofesian bersertifi...
-
by Jon Schreibfeder I just spent two great days working with a large food distributor. The company has begun a program to achieve effecti...
-
Anang Z. Gani Abstract This paper presents a new paradigm for solving the Travelling Salesman Problem (TSP). TSPis known as an NP-complete p...
No comments:
Post a Comment