Sunday, June 9, 2013

Teknik Wawancara


Wawancara adalah bagian dari proses penerimaan karyawan yang sering kali membuat banyak orang merasa ketar-ketir. Berbeda dengan proses lainnya misalnya psikotes atau tes keterampilan yang mungkin masih bisa ditebak, wawancara sama sekali tidak terduga, baik mengenai karakter pewawancara maupun pertanyaan yang akan diajukan.

Satu hal yang pasti, proses wawancara mempunyai tujuan tertentu. Bisa saja dimaksudkan untuk lebih mengetahui keterampilan teknis yang dimiliki pelamar, mengetahui kepribadian pelamar, atau sekadar mengetahui kemampuan pelamar menangani berbagai situasi yang berbeda.

Wawancara biasanya dilakukan untuk melengkapi hasil tes tertulis. Hal-hal yang tidak mungkin diperoleh dari tes tertulis akan digali melalui proses wawancara. Dalam hal ini, Anda dituntut untuk benar-benar menguasai bidang pekerjaan yang Anda lamar, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan. Meski sama-sama menguji pengetahuan, namun wawancara sedikit lebih sulit karena Anda harus mampu mengungkapkan pengetahuan tersebut secara verbal.

Sering kali Anda mungkin paham seratus persen materi yang akan ditanyakan. Namun karena Anda gugup, kurang percaya diri, dan tanpa persiapan, semua pengetahuan Anda mendadak buyar. Tidak ada cara lain untuk dapat menguasai kemampuan verbal ini kecuali melatihnya terus-menerus. Berlatihlah dengan seorang rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara.

Wawancara tak terduga
Menghadapi wawancara mengenai bidang kerja, mungkin tidak terlalu menyulitkan. Yang sukar jika "topik" wawancara sama sekali tidak jelas dan tak terduga. Hal ini kerap dilakukan untuk mengetahui kepribadian si pelamar.

Kerap kali, jika Anda telah sampai pada tahap wawancara sebenarnya secara kualitas Anda telah memenuhi persyaratan untuk diterima di perusahaan tersebut. Tinggal lagi persoalan cocok-tidak cocok. Dan tidak ada jalan lain untuk menentukan hal ini selain berinteraksi langsung melalui wawancara. Repotnya, tidak ada standar mengenai wawancara "cocok-cocokan" ini, karena sangat tergantung perusahaan masing-masing. Apa yang bisa Anda lakukan ialah membuka mata dan telinga lebar-lebar, mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kebiasaan di perusahaan tersebut. Tidak ada salahnya Anda bertanya kepada resepsionis, satpam, atau tukang parkir sekalipun untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan di tempat tersebut.

Namun, beberapa hal prinsip yang dapat Anda pegang, pewawancara mana pun kurang menyukai orang yang terlalu tertutup. Usahakan memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai apa yang ditanyakan oleh pewawancara. Jangan pasif, sebaiknya usahakan aktif memberi informasi. Jangan mengesankan Anda menyembunyikan sesuatu, namun Anda juga jangan terlalu berlebihan dan menyampaikan hal-hal yang tidak relevan. Tetaplah tenang dan mengatakan yang sebenarnya.

Ada juga tipe pewawancara yang "telah kehabisan ide", yang mencoba-coba memberikan pertanyaan yang terkesan menyelidik, misalnya "jika Anda sebuah pohon, Anda ingin jadi pohon apa?" atau : jika Anda adalah seorang atlet terkenal, kira-kira menjadi siapakah gerangan Anda?" Terhadap pertanyaan begini, berikan jawaban yang panjang-lebar dan pastikan bahwa pewawancara akan merasa bosan sehingga ia akan segera menghentikan pertanyaannya. Namun ingat, usahakan jawaban Anda selalu mengindikasikan karakter yang kuat, ulet, dan bersemangat, karena perusahaan mana pun selalu menyukai orang demikian.

Berbagai kondisi
Ada kalanya wawancara juga dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan Anda menghadapi dan menangani berbagai situasi. Untuk yang jenis ini Anda mungkin menghadapi pewawancara yang akan mendiamkan Anda begitu saja selama 5-10 menit sebelum memulai percakapan. Mungkin juga ia akan berpura-pura tidak peduli dan membaca koran ketika Anda masuk, atau ia akan mengajukan bantahan-bantahan yang tidak masuk akal terhadap setiap jawaban Anda, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan konyol tentang keluarga Anda, dan banyak trik lain.

Menghadapi kondisi begini, prinsip utama yang harus Anda pegang adalah Anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut, sehingga apa pun yang terjadi Anda akan menghadapinya dengan baik. Jika Anda dicuekin, tetaplah bersikap sopan. Katakan "Saya tertarik dengan pekerjaan ini dan bermaksud menjelaskan kepada Bapak/Ibu mengapa Anda harus mempertimbangkan saya untuk posisi ini."

Jangan sampai terpengaruh dengan sikap pewawancara yang mungkin tampak aneh. Usahakan tetap tenang dan berpikir positif. Tanamkan dalam benak Anda bahwa hal ini hanyalah bagian dari proses yang wajar sehingga Anda tidak perlu merasa sakit hati atau kecewa. Nah, selamat menghadapi wawancara. (GCM/Kps)


Kiat Lolos dari Tes Wawancara

 

Banyak orang merasa cemas ketika akan menjalani wawancara kerja. Memang, sebelum dan saat menjalaninya lazim ada tingkat kecemasan yang menganggu. Tentu saja, tingkatan itu berbeda pada setiap orang. Ada orang yang bisa mengendalikan kecemasannya, ada yang terjebak bahkan gugup tak bisa apa-apa. Anda bagaimana?

Jika Anda merasakan kecemasan luar biasa sehingga tak bisa menunjukkan kemampuan terbaik saal wawancara, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar bisa tenang atau setidaknya tak terlampau tegang. Berkurangnya ketegangan bisa membantu mendapatkan percaya diri yang lebih tinggi.

Banyak Berlatih. Suasana asing saat menjalani wawancara atau interview kerja bisa Anda kurangi jika Anda berlatih wawancara sesering mungkin. Latihan demi latihan yang Anda jalani membuat Anda lebih siap dan semakin tahu apa yang harus dilakukan dan dikatakan dalam sebuah interviu. Dengan cara ini, Anda juga jadi lebih tahu kekurangan diri yang lain kali bisa dihindari atau malah kelebihan yang bisa ditingkatkan.

Melakukan Banyak Persiapan. Persiapkan diri Anda sebaik mungkin sebelum menjalani interviuw kerja. Persiapan yang dilakukan meliputi pengetahuan, kemampuan, serta penampilan Anda. Semakin baik Anda mempersiapkan diri semakin besar pula kemungkinan Anda bisa menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan pewawancara dengan keyakinan penuh.

Bagian awal dari wawancara merupakan saat yang penting. Jika Anda pada bagian tersebut sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan keyakinan tinggi, rasa percaya diri Anda juga akan semakin meningkat. Sebaliknya. jika di bagian awal wawancara kerja Anda sudah merasa serba salah dan cemas, semakin lama semakin sulit Anda menjawab pertanyaan pertanyaan selanjutnya dengan baik. Saat melakukan persiapkan, yakinkan diri tentang tiga hal: Anda bisa melakukan pekerjaan tersebut; Anda bisa menyesuaikan diri dengan tugas-tugas yang akan diberikan, dan; Anda bisa melakukan semuanya dengan baik.

Jangan berpikir pekerjaan itu merupakan yang terbaik. Ketika Anda berpikir bahwa pekerjaan yang sedang berusaha Anda dapatkan ini merupakan yang terbaik dan kesempatan hanya datang sekali, tingkat kecemasan yang dirasakan justru akan meningkat. Tak perlu memberikan penilaian yang berlebihan sebelum Anda benar-benar tahu dan memulai pekerjaan tersebut.

Anda belum tentu akan menyukai pekerjaan yang bahkan belum Anda lakukan. Selain itu, kesempatan yang lebih baik bisa saja datang kepada Anda di lain waktu. Jadi, lebih baik bersikap tenang dan santai.

Tak perlu menjawab dengan jawaban sempurna. Memikirkan suatu jawaban yang sempuma saja tentu sudah membuat seseorang "pusing", belum lagi jika Anda berusaha mendapatkan jawaban tersebut secara spontan saat pertanyaannya dilontarkan. Hal ini justru akan meningkatkan kecemasan Anda. Padahal, apa yang menurut Anda sempurna belum tentu dianggap seperti itu oleh si pewawancara. Cukup siapkan jawaban yang berisi poin-poin penting yang ingin Anda sampaikan.

Jangan rendah diri. Kecemasan justru bisa semakin meningkat saat pikiran-pikiran rendah diri memenuhi benak Anda. Hindari pikiran-pikiran negatif seperti "saya tak cukup pintar" atau "saya kalah hebat dibandingkan kandidat yang lain". Akan lebih baik apabila Anda memusatkan perhatian pada kelebihan-kelebihan yang Anda miliki. Jangan memenuhi pikiran Anda dengan persainganpersaingan yang tak mungkin bisa diubah.


Nah, kini Anda telah siap, kan? (suaramerdeka)

Memilih Pakaian Saat Wawancara


Cara berpakaian pada waktu melamar pekerjaan ternyata juga bisa menentukan diterima atau tidaknya Anda. Karena bukankah cara berpakaian bisa mencerminkan kepribadian Anda?

Bagaimana cara berpakaian yang pantas dipakai interview? Coba tanya ke 100 orang, pasti mereka menjawab,” Berpakaianlah yang konservatif!”. Berikut adalah saran apa yang sebaiknya jangan dilakukan dalam berpakaian saat wawancara kerja.

Anna Soo Wildermuth, konsultan penampilan dan presiden mendatang di Association of Image Consultants Internationalmenyatakan,”Cara berpakaian adalah menunjukkan siapa diri Anda, dan itu sudah jelas,”. Ia lantas memberikan tips 10 cara penampilan yang perlu dihindari ketika tiba saat interview:

1. Cat kuku menyolok --- bagi pria dan wanita. Kuku yang terlalu panjang atau tidak dipotong sebaiknya dihindari. Kuku Anda harus terawatt dan rapi.

2. Memakai banyak perhiasan. Jangan memakai lebih dari 2 cincin di tangan atau satu anting di telinga. Jangan ada perhiasan di muka atau gelang kaki saat interview.

3. Sepatu dengan jari-jari terbuka atau sepatu sandal. Apalagi sandal…sama sekali dilarang! Sepatu yang ketinggalan jaman sebaiknya disingkirkan atau digunakan untuk kesempatan lain.

4. Kaki-kaki yang telanjang. Kenakan stoking meskipun gerah. Stoking/ kaos kaki sebaiknya dengan warna netral atau senada dengan warna sepatu yang Anda pakai.

5. Jas/blazer yang ketinggalan jaman dengan kerah yang terlalu lebar atau terlalu sempit. Penjahit yang baik pasti tahu itu. Gaya untuk jaket pria seharusnya yang menutup seluruh tubuh dan jangan ketat.

6. Rok terlalu pendek. Jangan pula pernah berpikir mengenakan celana ketat saat wawancara.

- Jaket Kulit untuk Pria atau Wanita: Jaket kulit tidak pantas untuk tujuan wawancara. Mereka kelihatan seperti pakaian untuk sedang santai diluar.

· Turtlenecks (Kerah kura-kura) untuk pria: Memakai dasi lebih baik, sedikitnya di putaran yang pertama itu. Paling sedikit, memakai suatu kemeja yang rapi.

· Tas tangan cetakan atau trendy: Dompet harus tidak menyolok mata dan konservatif.

· Tas kantor Merah: Tas kantor, sepatu dan dompet perlu semuanya dalam warna konservatif dan dalam kondisi yang baik.

Warna konservatif dalam berbagai variasi biru dan abu-abu adalah yang terbaik. Memakai hitam saat wawancara bisa dipandang sebagai yang terlalu serius. Jika Anda memakai hitam, pastikan ada warna yang lain dekat wajah Anda untuk memperlunak wajah. Warna coklat masih diragukan sebagai warna bisnis, dan mungkin harus dihindarkan.

Ubahlah penampilan Anda saat wawancara dengan blus dengan warna berbeda, kemeja, selendang syal atau dasi.

Wawancara bukan tempat untuk membuat statemen pertunjukan, meskipun hal ini termasuk bidang seni dan orang terkenal bisa lebih bertualang. Semua orang itu perlu memilih untuk suatu penampilan konservatif. "Semakin banyak perusahaan sedang kembali ke pakaian profesional tradisional," kata Wildermuth.


Apapun yang Anda pakai perlu aksen yang menunjukkan fakta bahwa Anda adalah seorang profesional yang siap bekerja pada pekerjaan baru. Biarkan akal sehat memandu Anda, dan harusnya mudah untuk menghindari pakaian yang keliru yang bisa merusak kesempatan Anda mencapai tingkatan yang berikutnya di dalam proses wawancara itu. Di pasar ini, yang terpenting adalah Anda tampil baik dan penampilan Anda cocok untuk pekerjaan itu. (msn/irene)

Politik Kantor


Tunjukkanlah pada atasan bahwa kita staf yang dapat diandalkan. Caranya perkuat asset yag kita miliki. Jika sebelumnya dikenal sebagai pemimpin yang popular di kantor, maka tingkatkan rating popularitas yang dimiliki. Pokoknya mirip politik kepresidenan. Api jika kita salesman yang hebat, perlihatkan bahwa kita masih sanggup berprestasi di saat sulit seperti akhir-akhir ini.

Menciptakan kejutan juga perlu dilakukan. Di saat semua orang mendambakan berita gembira, seseorang bisa saja jadi pahlawan gara-gara menyelesaikan tagihan lama yang macet. Tunjukkan bahwa akal sehat lebih berharga dari otot. Masalahnya, bisa saja perusahaan memilih karyawan yang lebih murah. Istilahnya, otak dikorbankan demi otot. Kita harus mencegah ini, dengan memperlihatkan konsep pemikiran yang lebih takis dan strategis.


Jangan ragu mengambil inisiatif dengan memperlihatkan keprihatinan anda pada masa-masa sulit ini. Seorang teman yag kebetulan menjabat general manager, tanpa ragu-ragu kini pergi dinas dengan kereta api dan menginap di hotel kelas dua atau kelas tiga. Pasti perusahaan menuntut kita agar berbuat lebih dan rela berkorban. Jadi lakukanlah, jika perlu lembur gratis. Jiwa besar perlu kita perlihatkan. Usahakanlah agar kepala tetap tegak untuk melewati ‘badai’ yang kita alami.

10 Kesalahan Dalam Penulisan CV


Boss Anda telah mengganggu terakhir kalinya. Anda akan mencari pekerjaan lain dan pindah. Anda akan memandangi layar kosong komputer Anda dan mulai menulis resume Anda.

Sampai seberapa sulit sih? Kelihatannya, itu adalah tugas yang tidak bisa mudah dikerjakan. Kebanyakan resume berputar-putar di cyberspace dan di kertas sangat sulit dan biasanya hasilnya kebanyakan buruk dibanding bagus untuk calon pencari kerja prospektif. Bagaimana Anda menghindari kesalahan resume? Mari kita lihat di artikel ini untuk melihat kesalahan tersembunyi!

1. FORMAT UNDERGRAD-- Jika orang menulis resumenya dalam gaya yang sama yang ia gunakan sejak lulus perguruan tinggi, ia akan kalah. Daftar riwayat hidup tua, atau block style,dengan format "Obyektifitas" dan "Pendidikan" dalam urutan daftar paling atas adalah tidak sesuai dengan seseorang yang punya pengalaman kerja profesional lebih dari 3 tahun. Jauh lebih efektif jika 3-5 garis ikhtisar kekuatan profesional Anda yang unik.

2.TAK ADA TANGGAL -- Teman kita telah melompat banyak dan tidak ingin calon pemberi kerja prospektif berpikir ia menyombongkan diri. Maka ia mendaftar perusahaan tempat kerjanya dulu tetapi menghapuskan data untuk masing-masing posisi. Salah! Meninggalkan data tanggal resume Anda tentu saja akan menyebabkan alis mata naik dan membuat orang ingin tahu apa yang Anda kerjakan belakangan ini.

3. FAKTA TETAPI TIDAK SEKEDARNYA-- Mr. Pencari Pekerjaan telah mendaftar tanggung-jawabnya di bawah masing-masing jabatan. Tetapi apa yang membuat dia terpisah dari kerumunan? Suatu resume yang bagus perlu meliputi prestasi dan pencapaian yang Anda telah lakukan membuat semua target terpenuhi. Misalnya meningkatkan penjualan 65% dalam enam bulan!Atau membawa 15 klien baru dengan total penagihan lebih dari US$ 100.000! Jangan takut untuk membual sedikit- - hanya saja jujur.

4.KESANA KEMARI- Para pegawai mengisi perubahan model seperti perlengkapan pertunjukan mode.Resume nya kelihatan seperti suatu kumpulan daftar pekerjaan. Jika Anda mempunyai pengalaman lebih dari satu bidang dan itu perlu untuk dimasukkan pada resume, pertimbangkan menggolongkan jenis pekerjaan bersama-sama di bawah judul spesifik seperti " Instructional/Training" atau "Customer Service/Sales."

5. FAKTOR KEBENCIAN-- Jangan ungkap dibalik alasan Anda meninggalkan atau ingin meninggalkan pekerjaan. Jangan sebutkan pelecehan seksual, penuntutan perkara," atau klaim kompensasi pekerja atau pemecatan tanpa alasan jelas. Beberapa situasi lebih baik diterangkan sendiri, atau tidak sama sekali.

6. INFO PERSONAL -- Tak seorangpun peduli jika Anda lajang, menikah, bisa bermain trombone, atau menikmati liga bowling. Info personal tidak perlu ditulis dalam resume. Juga termasuk usia Anda, ras, gender, atau pita biru untuk berkebun.

7. SEJARAH BERTELE-TELE-- Hanya keluarga Anda yang mempunyai kesabaran untuk membaca sampai habis tiap-tiap pekerjaan yang Anda tekuni sejak di SMA. Calon pemberi kerja hanya ingin mengetahui PENGALAMAN RELEVAN yang Anda punyai dalam 10-12 tahun. Sorotilah pekerjaan yang paling terbaru dan konsolidasikan pekerjaan di masa lalu pada beberapa garis di halaman 1 atau 2.

8. JOROK-- Teman kami sedang cepat-cepat menemukan suatu pekerjaan baru yang membuatnya berpikir mencetak resume pada kertas hijau atau kertas jeruk yang akan membuatnya dipanggil cepat. Ia akan dicatat-- dan kemudian dilempar ke luar lingkaran. Ada noda kopi di amplop dengan tulisan tangan juga sering menjadi alasan untuk mengembalikannya ke alamat pengirim. Jadi berhati-hatilah.

9. TIDAK ADA TARGET SESUAI-- Hanya karena pegawai bosan dengan hari itu dan ingin menemukan pekerjaan baru secepat mungkin tidaklah berarti bahwa ia perlu mengirimkan suatu resume kepada tiap-tiap iklan yang nampak dalam surat kabar Minggu! Perlu banyak waktu untuk target pekerjaan dimana Anda benar-benar punya kesempatan untuk diwawancarai. Apakah level pengalaman Anda seusia dengan apa yang diminta?


10. TIDAK ADA ALASAN UNTUK PENGIRIMAN RESUME-- Sekali Anda sudah secara hati-hati memeriksa lagi resume yang ditulis untuk memastikan bahwa poin-poin yang menyolok mata tersebut di atas telah ditujukan, jangan melupakan salah satu tambahan berarti yang paling utama untuk resume yang bagus. Penutup surat. Dalam penutup surat, Anda mempunyai kesempatan untuk menyatakan mengapa Anda mengirimkan resume Anda pada perusahaan ini dan untuk apa posisi spesifik. Jangan membuat orang mengira Anda mengirimi mereka resume Anda-- untuk memperjelas hak Anda.

Menginvestasikan Karir Anda


Tidak menginvestasikan diri sama dengan hanyut di sungai deras tanpa dayung, peta ataupun informasi tentang apa yang menunggu di belokan berikutnya.

Keadaan mungkin terlihat baik untuk sementara, tapi di satu saat Anda akan menyadari bahwa Anda telah membuat kesalahan besar.

Untuk menghindari bencana terselubung seperti itu dalam karir Anda, Anda perlu berinvestasi untuk mencapai tujuan hidup serta karir Anda.

Berikut 10 alasan kenapa menginvestasikan karir Anda adalah suatu keharusan.

1. Keuntungan terbesar dari investasi, dimanapun Anda berada

Keuntungan yang Anda dapat dari investasi dan pengembangan diri jelas jauh lebih besar dari investasi finansial manapun yang bisa Anda lakukan. Mulai dari meningkatnya penghasilan Anda serta kesempatan yang tak terbayangkan sebelumnya, sampai kemampuan untuk melindungi diri anda dari pengangguran dan ketidakpuasan yang muncul dari perkembangan serta keberhasilan personal – keuntungan yang Anda dapat benar-benar sangat besar.

2. Anda adalah bos dari diri Anda sendiri

Seandainya Anda adalah direktur atau CEO dari perusahaan sendiri, maka sudah menjadi tanggung jawab Anda untuk memastikan Anda tidak akan bankrut. Sudah menjadi tugas Anda untuk memupuk perkembangan dan kesejahteraan diri. Anda akan melakukannya dengan perencanaan yang sangat cermat, melaksanakannya secara konsisten, tetap pada tujuan dan berinventasi untuk diri Anda sendiri.

3. Menjadi lebih bernilai

Buatlah dua neraca untuk diri sendiri. Neraca pertama untuk daftar aset finansial dan tanggungan. Neraca yang kedua untuk daftar ketrampilan, ide, pengetahuan, kemampuan untuk dipasarkan, jaringan personal, kegemaran dan kemampuan Anda untuk mewujudkan impian. Tingkatkan nilai plus personal Anda dengan berinventasi untuk daftar ke dua – begitulah Anda akan meningkatkan aset pada daftar pertama.

4. Menjadi hebat

Yakinlah, Anda mampu menjadi hebat. Kebanyakan dari kita puas hanya karena sudah bisa bertahan, yang artinya kita hanya menggunakan sebagian kecil saja dari kemampuan kita. Ini adalah hal yang tragis. Mulai saat ini Anda perlu menyadari kehebatan anda dengan mengenali bakat dan menanamkannya pada kemampuan Anda.

5. Capai tujuan Anda

Tujuan karir dan hidup Anda jauh lebih penting dari pada sekedar menjadi angan-angan saja. Karir yang salah urus dapat menggelincirkan tujuan hidup Anda. Mengembangkan diri sendiri bisa secara dramatis meningkatkan kemungkinan untuk mencapai tujuan Anda juga merupakan perwujudan nyata dari komitmen Anda untuk mencapai tujuan tadi.

6. Ciptakan masa depan Anda sendiri

Karir Anda adalah milik Anda jadi Andalah yang berhak membentuknya. Mengembangkan diri memberi Anda kejernihan, kekuatan serta sarana untuk menciptakan masa depan Anda sendiri. Terkadang berinventasi berarti mengambil risiko, tapi itulah tiket untuk memasuki kesuksesan dan kebahagiaan.

7. Karena dunia adalah tempat yang kompleks

Anda tidak bisa mengetahui semua yang ingin Anda ketahui atau melakukan semua yang ingin Anda lakukan sendirian. Anda tidak bisa melakukan yang terbaik tanpa bantuan orang lain. Maka cari dan berinventasilah pada mereka yang bisa mengajari, menunjukkan dan membantu Anda mencapai tujuan Anda.

8. Hidup ini terlalu singkat untuk hal-hal yang biasa

Tidak ada istimewanya menjadi orang yang biasa-biasa. Jadi sebaiknya Anda kenali di bidang apa kelemahan Anda dan cari pertolongan untuk merubahnya.

9. Investasi memang klise, tapi akhirnya Anda akan menyadari bahwa Anda membutuhkannya

Perjalanan waktu akan memberi perspektif yang tidak kita miliki saat ini. Suatu hari, Anda akan menoleh ke belakang melihat masalah-masalah Anda dan melihatnya sebagai ganjalan di jalan. Saat itu fokus Anda adalah suatu gambaran besar: hidup yang telah Anda jalani, kesempatan yang telah Anda cari dan Anda lewatkan, seberapa puas Anda serta warisan yang Anda tinggalkan.

Menginvestasikan diri akan memberi kita keberanian dan kebulatan tekad untuk mencapai kebahagiaan dan melakukan hal-hal yang kita inginkan.

10. Siapa lagi yang bisa Anda andalkan?

Coba kita perhatikan: Anda sendirian dalam hal ini. Yang harus kalah atau menang adalah Anda sendiri. Bukan orang lain yang akan berinventasi dalam perkenbangan Anda untuk memaksimalkan karir dan hidup Anda.

Bagaimana berinvestasi dalam karir Anda?

Cobalah untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik dan kembangkan tujuan, rencana, ketrampilan profesional, pengetahuan, ketrampilan pengelolaan karir, dan ciri khas serta profil pribadi Anda. Anda bisa melakukan semuanya sendiri, atau membayar ahlinya untuk melakukannya untuk Anda.


Cobalah untuk memikirkan, merencanakan, menaksir kemampuan diri, mengembangkan tujuan, banyak membaca, berkonsultasi dengan ahli, ikut kursus, meningkatkan ketrampilan dan secara aktif memasarkan kemampuan diri. Anda juga perlu menyadari, pengembangan diri bukanlah suatu permainan yang tanpa hambatan. (msn/rita)

Menjadi Orang Optimis

  
Lisa Funderburg mengatakan kalau optimis itu bukanlah tanda keras kepala, melainkan cara yang secara ilmiah terbukti untuk menjadi lebih bahagia, sehat dan bahkan tampil menarik terhadap lawan jenis. 

Sebuah penelitian terbaru menyatakan kalau tahap optimis itu hadir dari serangkaian proses dalam diri yang aktif, bagian psikis diri kita. Hal ini merupakan berita baik karena ini berarti optimistis itu, sama seperti ketrampilan lainnya seperti memukul bola tenis, adalah sesuatu yang dapat kita tingkatkan dengan latihan-latihan. Ada lima latihan berdasarkan penelitian ilmiah yang dapat membantu otak kita untuk membuat kita menjadi lebih optimis. 

1.       Bermain ping-pong interpersonal 
Jika anda tersenyum pada orang lain, biasanya mereka akan tersenyum balik pada anda. Dan jika anda memaki mereka, mereka pun akan balik marah pada anda. Jadi : 

Sebuah penelitian menunjukkan kalau ekspresi wajah dan mood yang menemani mereka adalah sesuatu yang menular, mungkin karena mereka terlibat sebagai sebuah komunikasi nonverbal antar individu. 

Anda dapat menggunakan efek menular ini dalam memulai mengoptimiskan diri anda dengan mengirimkan pesan pada orang lain mengenai apa yang ingin anda terima dari mereka. Kata-kata yang baik kepada kasir supermarket akan dibalasnya dengan baik pada anda dan anda sudah berada di jalur optimisme yang tepat ! 

2.       Pesimisme sirkuit pendek 
Ada alasan lainnya mengapa diperlukan wajah bahagia, ini mempengaruhi otak anda dalam cara yang positif. 

Pada sebuah penelitian, subjek yang diminta untuk memegang bolpen dimulutnya (membuat mereka menggerakkan otot wajahnya membentuk karakteristik senyuman) menilai sebuah kartun lebih lucu daripada subjek lainnya, meskipun mereka tidak sadar kalau senyuman merekalah yang memicu reaksi tersebut. 

Ada penjelasan biologis menarik untuk efek ini: Jika anda merasa sedih, otak anda memberitahukan wajah anda kalau anda sedih dan otak di wajah anda berespon dengan membentuk ekspresi depresi (bersedih), lalu mengirim pesan kembali ke otak bahwa, ya, anda sedang bersedih. Dengan sadar merubah otot wajah sehingga mereka tidak berespon dengan apa yang anda rasakan adalah suatu cara mengirimkan pesan berbeda, "Ternyata hari ini tidak begitu buruk !" Maka otak pun akan berespon dengan merubah mood anda. 

3.       Gambarkan kesuksesan dan kegagalan seperti seorang optimis 
Dari penelitian juga ditunjukkan kalau bukanlah apa yang terjadi yang menentukan mood anda tapi bagaimana anda menggambarkan apa yang terjadilah yang penting. 

Jika seorang optimis menemukan jalan buntu saat menjalankan sebuah program komputer, biasanya ia berkata, "Mungkin manualnya tidak jelas atau programnya sulit atau hari ini bukan hari saya." Si optimis akan membiarkan kegagalan tersebut di luar dirinya (manual), khusus (program ini) dan sementara (hari ini bukan hari saya), sementara si pesimis akan menjadikan kegagalan sebagai sesuatu yang internal, global dan permanen. 

Saat seorang optimis menghadapi sukses, ia akan berkata, "Tentu saja acara ini sukses, saya seorang organizer yang baik." Sementara si pesimis akan berkata, "Wah, saya lagi beruntung hari ini." Jika anda mulai berbicara kepada diri sendiri dengan cara yang positif saat anda sukses dan gagal, anda secara bertahap akan menjadi lebih optimis.   

4.       Tetapkan Kemasan yang anda sukai 
Sangatlah mudah untuk menjadi iri : Bandingkan saja diri anda dengan orang lain yang lebih sukses, maka anda akan selalu mengharap dan menjadi pesimis. Tapi mudah juga untuk bertindak sebaliknya :Tak peduli betapa buruknya sesuatu hal yang menimpa anda, pasti ada orang lain yang jauh lebih menderita. 

Dalam suatu penelitian sederhana, subjek penelitian dibagi ke dalam dua kelompok kecil secara acak. Satu kelompok diminta untuk menyelesaikan kalimat "Saya berharap Saya adalah seorang _____." Sementara kelompok lainnya diminta untuk menyelesaikan kalimat, "Saya bersyukur saya bukanlah seorang ___." Saat individu-individu ini menilai tingkat kepuasan hidupnya sebelum dan sesudah tugas ini, mereka yang menyelesaikan kalimat terakhir jelas-jelas lebih puas dibandingkan sebelumnya.   

5.       Belajarlah untuk merubah fokus anda 
Si Pesimis tidak dapat berhenti memikirkan fakta atau pikiran negatif dari kepala mereka tapi mereka dapat memilih untuk tidak berpikir terus ke arah situ. 

Jika anda melihat lewat sebuah lensa kamera, anda akan menemukan jika satu bagian dari gambar yang hendak anda potret berada dalam fokus anda, sementara area lainya blur sedikit. (Ini memang sebuah distorsi, tapi kadangkala kita perlu mempertahankan ide ini bahwa kita berada dalam sebuah balon proteksi untuk merasa optimis). Pengarahan diri yang aktif ini dari perspektif waktu ke waktu memungkinkan anda untuk membuat sebuah cerita hidup baru, dimana anda anda yang mengontrol emosi dan tindakan anda sendiri. 

Data penelitian menunjukkan bahwa mereka yang merasa memiliki kontrol diri lebih baik cenderung optimis, maka mengapa tidak mengontrol sendiri kemana fokus kamera hidup anda ? 




Related Posts