Saturday, January 12, 2013
DUNIA LOGISTIK
Keberhasilan PCS (Port Community System) adalah keterhubungan antara sistem komunitas pelabuhan dengan sistem komunitaspabean (Instansi Bea Cukai).
Berdasarkan pengalaman para konsultan dunia bahwasannya PCS Operator memegang peranan penting dalam hal suksesnya penerapan kolabarasi para perusahaan di dunia logistik agar dapat terjaadi penurunan biaya logistik yang significant.
PCS Operator dikelola oleh suatu perusahaan yang dipimpin oleh seorang CEO yang harus mengerti aspek bisnis dunia logistik. Kemampuan seorang CEO dimaksud bukan dilihat darisegi aspek politis vertikal top down yang semata-mata mengandalkan kebijakan Pemerintah Pusat, tetapi lebih kearah aspek politis horizontal lintas sektoral yang mampu mengkondusifkan atmosfer kolaborasi antara Para Perusahaan Dunia Logistik dengan Horizontal Sektoral Kepemerintahan terkait. Kemampuan ini memiliki 2 (dua) aspek, yakni:
Pertama, pengetahuan dalam dunia logistik:
- supplychain management logistic
- sampai ke proses manufaktur PPIC (Production Planning Inventory Control).
Kedua, pengetahuan mengenai:
- operasional inti kepabeanan dan
- operasional inti kepelabuhanan.
Kedua pengetahuan dimaksud dapat mengendalikan seorang CEO untuk mengenal hal-hal yang sensitif yang perlu dikomunikasi secara kondusif dengan kemampuan inter-personal skill yang memadai.
Kedua kemampuan pengetahuan di atas juga dapat mengarahkan seorang CEO untuk mengerti dunia bisnis logistik (BusinessPerspective) yang juga memiliki area sensitivitas dalam konteks kompetisi.
Jika seorang CEO tidak memiliki latar belakang sebagaimana dimaksud maka hal-hal yang dilakukannya dalam upaya menciptakan adanya penurunan biaya dalam dunia logistik menjadi tidak tercapai.
Hal ini juga memiliki implikasi adanya kehilangan momentum yang sangat berharga dalam hal timing dimulainya suatu reformasi proses kepelabuhanan dan kepabeanan dan memerlukan waktu yang cukup lama lagi untuk mendapatkan momentum kedua dalam hal yang dimaksud.
Metolodologi put the right man on the right place bisa salah-salah menjadi put the right man on the wrong place or put the wrong man on the right place.
Untuk menghindari kejadian ini maka diperlukan Pihak Ketiga untuk mengadakan fit and proper test terhadap seorang CEO yang handal yang dapat memobilisir dunia logistik sebagaimana dimaksud di atas.
Sumber : milis SCI
Biaya Sewa WH Termahal Di dunia
Tokyo masih menjadi kota yang memiliki gudang industri dengan harga sewa termahal di dunia setidaknya hingga akhir tahun 2011.
Data mencatat, dengan angka US$ 23,14 /SF/Tahun. Tokyo mengungguli London-Heathrow dalam tarif sewa gudang industri yang hanya berkisar di angka US$ 20,96 /SF/Tahun.
Data yang diterbitkan Colliers 2012, yang dikutip Minggu (8/4/2012) menyebutkan bahwa tarif sewa gudang di Tokyo kembali menempati urutan teratas mesikpun terjadi penurunan sebanyak 3% pada semester kedua tahun 2011.
Lain halnya dengan Zurich yang tarif sewanya meningkat sebesar 8,1% dalam 6 bulan terakhir. Saat ini Zurich menempati peringkat ketiga dengan tarif sewa US$ 20,55 /SF/Tahun, disusul Hongkong di peringkat ke-4 dengan tarif sewa US$ 18,79 /SF/Tahun, meningkat 6,8% dari 6 bulan terakhir.
Sementara Jenewa tidak mengalami perubahan dalam 6 bulan terkahir, yaitu berkisar di angka US$ 17,82 /SF/Tahun
Lebih lanjut lagi, laporan itu menyebutkan tarif sewa gedung kelas premium mengalami pertumbuhan sebanyak 50% dari pertumbuhan pasar, dan kebanyakan pengamat berharap kenaikan tarif sewa ini akan berlanjut sampai 6 bulan ke depan.
Amerika Utara setelah sebelumnya tarif sewa pabriknya berada di puncak pada tahun 2010, kini menurun hingga 9,72% pada kuartal ke-4 tahun 2011 yang disebabkan oleh pertumbuhan manufaktur dan industri yang bergerak dalam bidang distribusi.
Pada tahun 2011, IMF memprediksi volume perdagangan global akan meningkat 3,8% pada tahun 2012 dan 5,4 pada 2013. Colliers memprediksi tren peningkatan sebagian besar akan berlanjut di wilayah Asia Pasifik dan Amerika Utara karena di kedua wilayah itu tarif sewa pada tahun 2011 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Data mencatat, dengan angka US$ 23,14 /SF/Tahun. Tokyo mengungguli London-Heathrow dalam tarif sewa gudang industri yang hanya berkisar di angka US$ 20,96 /SF/Tahun.
Data yang diterbitkan Colliers 2012, yang dikutip Minggu (8/4/2012) menyebutkan bahwa tarif sewa gudang di Tokyo kembali menempati urutan teratas mesikpun terjadi penurunan sebanyak 3% pada semester kedua tahun 2011.
Lain halnya dengan Zurich yang tarif sewanya meningkat sebesar 8,1% dalam 6 bulan terakhir. Saat ini Zurich menempati peringkat ketiga dengan tarif sewa US$ 20,55 /SF/Tahun, disusul Hongkong di peringkat ke-4 dengan tarif sewa US$ 18,79 /SF/Tahun, meningkat 6,8% dari 6 bulan terakhir.
Sementara Jenewa tidak mengalami perubahan dalam 6 bulan terkahir, yaitu berkisar di angka US$ 17,82 /SF/Tahun
Lebih lanjut lagi, laporan itu menyebutkan tarif sewa gedung kelas premium mengalami pertumbuhan sebanyak 50% dari pertumbuhan pasar, dan kebanyakan pengamat berharap kenaikan tarif sewa ini akan berlanjut sampai 6 bulan ke depan.
Amerika Utara setelah sebelumnya tarif sewa pabriknya berada di puncak pada tahun 2010, kini menurun hingga 9,72% pada kuartal ke-4 tahun 2011 yang disebabkan oleh pertumbuhan manufaktur dan industri yang bergerak dalam bidang distribusi.
Pada tahun 2011, IMF memprediksi volume perdagangan global akan meningkat 3,8% pada tahun 2012 dan 5,4 pada 2013. Colliers memprediksi tren peningkatan sebagian besar akan berlanjut di wilayah Asia Pasifik dan Amerika Utara karena di kedua wilayah itu tarif sewa pada tahun 2011 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
“KEMERDEKAAN” LOGISTIK INDONESIA
Hari ini, 17 Agustus 2012, Republik Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-67. Selama 67 tahun, Indonesia telah merdeka setelah mengalami penjajahan Belanda sekitar 350 tahun dan penjajahan Jepang sekitar 3,5 tahun. Selama periode waktu itu, Indonesia berdaulat untuk mengatur sendiri bangsa Indonesia. Selama itu pula, Indonesia merencanakan dan melaksanakan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa.
Hasil-hasil apa yang telah dicapai dan apa yang belum dicapai selama 67 tahun itu tentu merupakan bahasan yang sangat luas, apalagi periode waktu tersebut sudah cukup yang panjang. Oleh karena itu, tulisan di bawah ini hanya akan mencoba memberikan ulasan sederhana dan singkat kondisi sektor logistik Indonesia pada ulang tahun kemerdekaan RI ke-67 ini.
Peran Sektor Logistik
Jika kita bicara dari sudut pandang makro ekonomi, sektor pembangunan dapat dikelompokkan atas berbagai sektor, seperti manufaktur, pertambangan, energi, pertanian dan peternakan, kelautan dan perikanan, dan sebagainya.
Logistik bukan merupakan sektor utama ekonomi, namun menjadi sektor pendukung yang sangat penting. Tanpa logistik, hasil-hasil produksi berbagai sektor riil tidak dapat dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Logistik berperan dalam pengelolaan (penyimpanan) dan pengiriman barang dari pemasok awal hingga ke konsumen akhir.
Secara sederhana, keberhasilan logistik dapat dilihat apakah kegiatan-kegiatan aliran barang di atas dapat dilakukan secara tepat barang (right goods), tepat tempat (right place), tepat waktu (right time), tepat kondisi (right condition), dan tepat biaya (right cost).
Kondisi Sektor Logistik Indonesia
Walaupun negara kepulauan atau negara maritim, sebagian besar aliran atau pengiriman barang di Indonesia dilakukan dengan transportasi darat. Pada transportasi darat ini, sebagian besar pengangkutan dilakukan dengan truk, hanya sebagian kecil dengan kereta api. Padahal, jalan raya merupakan moda transportasi yang paling mahal di bawah moda udara. Secara umum, urutan moda transportasi dari yang paling murah ke yang paling mahal adalah sebagai berikut: moda air, moda jalan kereta api, moda jalan raya, dan moda udara.
Kereta api di Indonesia belum “merdeka” untuk berperan sebagai moda transportasi darat yang termurah. Pada prinsipnya, pengangkutan barang dalam jarak lebih dari 200 km semestinya menggunakan kereta api. Pada kenyataannya, perusahaan-perusahaan lebih memilih menggunakan truk untuk pengangkutan barang di sepanjang jalur Pantura sejauh sekitar 1.000 km. Perusahaan-perusahaan belum “merdeka” untuk menggunakan kereta api.
Berbagai hal sudah menjadi pengetahuan umum mengenai belum “merdeka”-nya peranan kereta api. Terputusnya rel kereta api di Terminal Pasoso sekitar 2 km sebelum Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah contoh persoalan yang berkepanjangan. Persoalan sederhana ini membutuhkan pemecahan yang ternyata tidak sederhana. Yang pasti, hal ini berdampak besar terhadap struktur/pola transportasi darat di Pulau Jawa berikut konsekuensi biayanya.
Pembangunan dan pengembangan transportasi laut belum dilakukan sebagaimana mestinya. Berbagai kepentingan, baik di dalam maupun dari luar negeri, disinyalir “menyandera” rencana dan implementasi pembangunan dan pengembangan transportasi laut di Indonesia. Walaupun telah ada beberapa peraturan perundangan mengenai kepelabuhan, Indonesia belum mempunyai rencana strategis pengembangan logistik maritim yang handal. Berbagai rencana yang ada pun baru bisa menjadi wacana sekian lama. Beberapa konsep dan rencana pengembangan pelabuhan yang ada, baik di Sislognas maupun MP3EI, akan menghadapi tantangan, termasuk dari pihak-pihak luar negeri.
Pengangkutan barang sebagian kecil dilakukan dengan transportasi udara. Namun demikian, penggunaan transportasi udara tentu tidak bisa diabaikan. Persoalan-persoalan yang muncul pada jenis transportasi ini perlu dipecahkan, termasuk mengenai Regulated Agent (RA) yang hingga saat ini belum tuntas. RA dapat diduga menjadi salah satu contoh bentuk “penjajahan” dalam bentuk sistem dan aturan yang mengarah ke pembentukan monopoli.
“Penjajahan” dalam bentuk monopoli terjadi dalam berbagai pelayanan fasilitas logistik dan transportasi, seperti pelabuhan, berbagai fasilitas pelabuhan, penyeberangan, dan lain-lain. Bentuk monopoli tentu berdampak terhadap peningkatan biaya yang signifikan.
“Penjajahan” juga muncul dalam bentuk pungutan liar yang mengancam “kemerdekaan” para pelaku logistik dalam kegiatan operasionalnya.
Jadi, apakah pada saat ini logistik Indonesia sudah “merdeka”?
Setijadi
SUPPLY CHAIN INDONESIA
Education | Training | Research | Development
www.SupplyChainIndonesia.com
Purchasing dalam Sistem Logistik
Purchasing merupakan salah satu bagian penting dari sistem logistik.
Dalam prosesnya, sistem logistik bisa kita bagi atas tiga bagian, yaitu:
1. Inbound logistics
Inbound logistics merupakan aliran masuk yang mencakup kegiatan purchasing/procurement. Jadi, aliran barang dari supplier ke perusahaan tersebut.
Istilah lain untuk inbound logistics adalah material management.
2. Storage
Storage adalah kegiatan penyimpanan untuk sementara waktu, baik penyimpanan dalam bentuk raw material, work-in-process, atau finished goods.
3. Outbound logistics
Outbound logistics merupakan aliran keluar yang mencakup kegiatan pengiriman barang dari suatu level perusahaan atau dari suatu lokasi, Kegiatan outbound logistics misalnya pengiriman dari gudang bahan baku ke bagian produksi, pengiriman produk jadi dari manufaktur ke retailer.
Outbound logistics disebut juga physical distribution.
Jika kita membagi logistik atas aliran (flow) dan penyimpanan (storage), maka aliran tersebut adalah inbound logistics dan outbound logistics. Aliran-aliran ini bisa berupa aliran internal, maupun eksternal perusahaan.
Sumber : milis SCI
Dalam prosesnya, sistem logistik bisa kita bagi atas tiga bagian, yaitu:
1. Inbound logistics
Inbound logistics merupakan aliran masuk yang mencakup kegiatan purchasing/procurement. Jadi, aliran barang dari supplier ke perusahaan tersebut.
Istilah lain untuk inbound logistics adalah material management.
2. Storage
Storage adalah kegiatan penyimpanan untuk sementara waktu, baik penyimpanan dalam bentuk raw material, work-in-process, atau finished goods.
3. Outbound logistics
Outbound logistics merupakan aliran keluar yang mencakup kegiatan pengiriman barang dari suatu level perusahaan atau dari suatu lokasi, Kegiatan outbound logistics misalnya pengiriman dari gudang bahan baku ke bagian produksi, pengiriman produk jadi dari manufaktur ke retailer.
Outbound logistics disebut juga physical distribution.
Jika kita membagi logistik atas aliran (flow) dan penyimpanan (storage), maka aliran tersebut adalah inbound logistics dan outbound logistics. Aliran-aliran ini bisa berupa aliran internal, maupun eksternal perusahaan.
Sumber : milis SCI
SISTEM LOGISTIK
Logistik atau manajemen logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang merencanakan, mengimplementasikan, dan mengendalikan efisiensi dan efektivitas aliran dan penyimpanan barang, jasa, dan informasi terkait dari titik awal sampai ke titik konsumsi untuk memenuhi keperluan pelanggan (Council of Logistics Management (CLM), 1986).
Pada prinsipnya, dalam suatu sistem logistik terdapat dua aliran utama. Aliran pertama adalah aliran barang dari pemasok, ke pabrik atau manufakturing, hingga ke pelanggan. Berlawanan dengan aliran barang, terdapat aliran informasi yang mengalir dari pelanggan, ke pabrik, hingga ke pemasok. Selain memperhatikan aliran barang, manajemen logistik juga memperhatikan proses penyimpanan barang tersebut.
Sebagai sebuah sistem, logistik terdiri atas beberapa subsistem atau komponen-komponen utama, yaitu Persediaan, Pergudangan, Transportasi, dan Sistem Informasi. Komponen-komponen sistem logistik tersebut saling terkait.
Berikut ini adalah penjelasan singkat masing-masing komponen tersebut.
1. Persediaan
Persediaan (inventory) adalah stok atau item-item yang digunakan untuk mendukung produksi (bahan baku dan barang setengah jadi), kegiatan-kegiatan (perawatan, perbaikan, dan operating supplies), dan pelayanan pelanggan (barang jadi dan suku cadang). Dalam theory of contraints, item-item tersebut dibeli untuk dijual kembali, mencakup barang jadi, barang setengah jadi, dan bahan baku (APICS Dictionary, 10th ed.)
Keberadaan persediaan berdampak terhadap biaya yang harus dikeluarkan. Namun demikian, persediaan harus diadakan dengan beberapa alasan, yaitu: (1) economies of scale, yaitu pengadaan akan bersifat ekonomis jika mencapai jumlah tertentu, (2) keseimbangan jumlah pasokan dan permintaan, (3) spesialisasi, (4) melindungi dari ketidakpastian, dan (5) sebagai penyangga (buffer) sepanjang rantai pasok.
Persediaan dapat dibedakan atas beberapa jenis atau tipe, yaitu: persediaan siklus (cycle stock), persediaan in-transit, persediaan pengaman atau penyangga (safety atau buffer stock), persediaan spekulatif (speculative stock), persediaan musiman (seasonal stock), dan dead stock.
Konsekuensi dari adanya persediaan adalah munculnya biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Biaya utama persediaan dapat dibedakan atas: inventory carrying costs, order/setup costs, expected stock-out costs, dan in-transit inventory carrying costs.
Inventory carrying costs mencakup: biaya modal (capital cost), biaya ruang penyimpanan (storage space cost), biaya pelayanan persediaan (inventory service cost), dan biaya risiko persediaan (inventory risk cost).
Jumlah persediaan harus dikelola pada suatu tingkat yang optimal. Jumlah persediaan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan berdampak terhadap biaya atau risiko tertentu. Jumlah atau tingkat persediaan yang tinggi memang memberikan beberapa keuntungan, seperti jaminan terpenuhinya pasokan untuk kegiatan produksi atau pemenuhan permintaan pelanggan. Namun, konsekuensi dari tingkat persediaan yang tinggi adalah biaya besar yang harus ditanggung, baik biaya modal maupun biaya risiko persediaan. Risiko persediaan mencakup risiko-risiko: kehilangan, kerusakan, dan keusangan (obsolescence).
Dengan jumlah atau tingkat persediaan yang rendah, berarti biaya modal yang dikeluarkan juga rendah. Namun, jumlah atau tingkat persediaan yang rendah berdampak terhadap jaminan pasokan yang rendah untuk produksi dan pemenuhan permintaan pelanggan. Apabila produksi dan pemenuhan permintaan pelanggan terganggu, maka terjadi kehilangan peluang penjualan (lost of sales) hingga kehilangan pelanggan (lost of customers).
2. Pergudangan
Gudang merupakan fasilitas penting dalam sistem logistik yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat penyimpanan barang atau produk. Barang atau produk disimpan sementara waktu sebelum digunakan atau dikirimkan ke tempat yang membutuhkan.
Dalam sistem pergudangan terdapat tiga kegiatan utama penanganan barang, yaitu di bagian penerimaan, di dalam gudang, dan di bagian pengiriman. Penanganan barang tersebut membutuhkan berbagai metode dan peralatan.
Fungsi gudang dapat dibedakan sebagai terminal konsolidasi, pusat distribusi, break-bulk operation, in-transit mixing, dan cross-dock operation.
- Terminal konsolidasi: gudang digunakan untuk mengumpulkan beberapa macam barang dari masing-masing sumber untuk selanjutnya dikirimkan ke tempat tujuan.
- Pusat distribusi: gudang digunakan untuk mengumpulkan beberapa macam barang dari masing-masing sumber untuk selanjutnya dikirimkan ke beberapa tempat tujuan.
- Break-bulk operation: gudang digunakan untuk menerima barang atau produk dalam jumlah atau volume besar, kemudian dipecah-pecah atau dibagi-bagi dalam jumlah atau volume yang lebih kecil dan selanjutnya dikirimkan ke beberapa tempat tujuan.
- In-transit mixing: gudang digunakan untuk menerima atau mengumpulkan beberapa macam barang dari masing-masing sumber, kemudian dibagi-bagi dan digabungkan atau dikombinasikan dengan variasi jenis dan jumlah yang sesuai dengan masing-masing permintaan, serta selanjutnya dikirimkan ke beberapa tempat tujuan (asal permintaan) masing-masing tersebut.
- Cross-dock operation: gudang digunakan untuk menerima barang atau produk dari masing-masing sumber untuk selanjutnya segera dikirimkan ke tempat tujuan masing-masing tanpa mengalami proses penyimpanan di gudang tersebut.
Hal penting berkaitan dengan gudang adalah penentuan jumlah, lokasi, dan kapasitas. Jumlah gudang harus dipertimbangkan secara optimal. Selain akan mempengaruhi biaya operasional, jumlah gudang akan mempengaruhi pula pola, frekuensi, dan biaya transportasi. Lokasi dipertimbangkan dengan mempertimbangkan akses, baik akses dari tempat-tempat pasokan maupun akses ke tempat-tempat permintaan atau tujuan. Kapasitas gudang berkaitan dengan jumlah dan dimensi barang atau produk yang akan disimpan. Semua hal yang dipertimbangkan tersebut akan mempengaruhi kinerja pergudangan maupun sistem logistik secara keseluruhan.
3. Transportasi
Dalam sistem logistik, transportasi berperan dalam perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian aktivitas yang berkaitan dengan moda, vendor, dan pemindahan persediaan masuk dan keluar suatu organisasi.
Pemilihan moda merupakan permasalahan yang penting. Pemilihan moda dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti kondisi geografis, kapasitas, frekuensi, biaya (tarif), kapasitas, availabilitas, kualitas pelayanan dan reliabilitas (waktu pengiriman, variabilitas, reputasi, dll.). Secara umum, moda transportasi dibedakan atas kereta api, truk, transportasi air, transportasi udara, dan pipa.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam transportasi adalah mengenai local pickup and delivery serta long-haul movements. Perusahaan terkait biasanya memperhatikan perbedaan karakteristik jangkauan atau jarak ini dengan strategi transportasi yang berbeda. Untuk local pickup and delivery, perusahaan biasanya menggunakan armada sendiri. Untuk long-haul movements, biasanya menggunakan outsourcing kepada penyedia jasa logistik (third-party logistics provider).
Dalam transportasi, pertimbangan ekonomis mencakup jarak, volume berat, kepadatan (density), dan bentuk (stowability). Pertambahan jarak, misalnya, akan berakibat bertambahnya biaya. Namun, pertambahan jarak tidak berbanding lurus dengan pertambahan biaya. Pertambahan biaya ini cenderung akan berkurang ketika jarak terus bertambah.
Volume berat barang atau produk akan mempengaruhi ekonomisasi transportasi, yaitu biaya per satuan berat barang. Semakin berat barang, maka biaya per satuan berat barang akan cenderung semakin murah.
Tingkat kepadatan dan kemudahan bentuk barang atau produk untuk disusun dalam moda transportasi juga akan mempengaruhi ekonomisasi transportasi. Semakin mudah penyusunan barang atau produk tersebut berarti transportasi semakin ekonomis, karena barang atau produk tersebut akan semakin memaksimalkan penggunaan kapasitas moda.
4. Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan saling keterkaitan perangkat keras dan perangkat lunak komputer dengan orang dan proses yang dirancang untuk pengumpulan, pemrosesan, dan diseminasi informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengendalian (APICS Dictionary, 10th ed.)
Sistem informasi diperlukan untuk mengintegrasikan komponen-komponen dan kegiatan-kegiatan dalam sistem logistik. Efektivitas proses-proses dalam sistem logistik sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang digunakan. Kualitas informasi dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu: (1) ketersediaan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan terbaik, (2) keakuratan informasi, (3) efektivitas komunikasi.
Semoga bermanfaat.
Salam,
Setijadi
SUPPLY CHAIN INDONESIA
Education | Training | Consulting | Research | Development
www.SupplyChainIndonesia.com
TSP Touring the United States (115,475 Cities)
Making use of the great data collected by the US Geological Survey, I'd like to
propose a 115,475-city challenge through (nearly) all cities, towns, and
villages in the contiguous 48 states. The nearly comes from pruning the USGS
data set to remove places with different names but almost identical
latitude-longitude coordinates.
A drawing of the point set is given below. Click on the image to see a larger
version of the drawing.
It is tempting to consider actual driving distances for the TSP instance, but
this would make it a moving target (as roads are created or improved) and it
would also make it very difficult to manage the large amount of data. To make
the instance precise, we specify the travel cost between two points to be the
Euclidean distance rounded to the nearest integer value, that is, we imagine our
salesman owns a helicopter. This is the TSPLIB travel cost that has been the
standard since the early 1990s.
The point set is available in TSPLIB format in the file usa115475.tsp.
-Are there really 115,475 cities in the United States?
-Previous TSP tours of the 48 states.
-Hitting each of the 48 states.
To add a bit of spice, we are offering $500 to the person/team who first
provides, before July 4, 2013, the best tour reported up to that date. This is
not asking for a provably optimal solution to the problem (although that is, of
course, the long-term goal), but a year-long competition for tour-finding
heuristic methods. Who can find the shortest tour?
More info:
http://www.tsp.gatech.edu/data/usa/index.html
Supplier Marketing/Outsourcing Forum: Alibaba, Globalsources, Indonetwork
Saya beberapa bulan terakhir ini melakukan outsourcing segala macam
automotive parts di Asia (Cina utamanya) dan termasuk Indonesia. Yang saya
temukan adalah masih banyak perusahaan dari Indonesia yang belum mengetahui
forum outsourcing/marketing bagi produk mereka. Karena mahalnya harga
produksi di Amerika Utara dan Eropa Barat, sekarang banyak perusahaan dari
negara-negara tsb melakukan outsourcing ke Asia (utamanya Cina dan India).
Sekarang adalah saat terbuka lebarnya pintu marketing/outsourcing bagi
Indonesia.
Cina sudah mempunyai berbagai forum bagi supplier mereka untuk menampilkan
berbagai produknya. Sebagai contohnya adalah Alibaba.com (yang paling luas
networknya), globalsources.com dsb. Indonesia sendiri mempunyai forum
seperti ini yang masih agak kecil lingkupnya (indonetwork.co.id atau
indonetwork.com). Perusahaan Indonesia yang masuk networknya alibaba.com-pun
masih belum terlalu banyak.
Oleh karena itu, rekan-rekan yang tergabung dalam milis APICS-ID, jika
perusahaannya masih belum masuk network outsourcing seperti diatas (
alibaba.com terutama) bersegeralah mendaftarkan perusahaannya. Cara
mendaftarkan mudah sekali dan GRATIS. Hasilnya perusahaan rekan sekalian
akan terekspos oleh banyak perusahaan lain yang sedang outsourcing.
Perusahaan dari Malaysia jauh lebih banyak yang sudah terdaftar di forum
itu.
Ayo jangan sampai ketinggalan kereta lho ya! Jaman sekarang, jamannya
outsourcing dan jamannya integrated supplier network, kalau kita sampai
ketinggalan (apalagi dari anggota APICS-ID), POM anda tidak dapat
dimanfaatkan oleh kami di Amerika Utara.
Saya tahu banyak perusahaan rumahan/home industry di Pasuruan Jatim,
Jababeka Bekasi dsb yang sudah dapat melakukan berbagai macam technological
acrobats yang semua orang ingin memanfaatkannya.
Wassalam
Danet Suryatama
http://www.elektrikcar.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Gelombang PHK 7.000 Karyawan Disney Akan Dimulai Pekan Ini Rabu, 29 Maret 2023 Raksasa hiburan Amerika Serikat (AS) Walt Disney Company akan...
-
Supply chain This section contains information on the following distributed examples: * Decentralization * Multistage supply chain * Outsour...
-
Sharing soal competency yang bisa diartikan sebagai set of skill atau knowledge yang harus dimiliki atau di develop oleh person yang meme...
-
Anang Z. Gani Abstract This paper presents a new paradigm for solving the Travelling Salesman Problem (TSP). TSPis known as an NP-complete p...
-
KOMPAS.com - Pengalaman kerja seringkali dijadikan referensi saat melamar pekerjaan. Lantas bagaimana dengan para fresh graduate, yang boleh...



