Sunday, February 5, 2012

APICS CSCP ELIGIBILITY APPLICATION GUIDELINES

APICS CSCP Eligibility Requirements

To be eligible to register for the APICS CSCP exam, an individual must meet one of the following criteria:
• CPIM, CFPIM, CIRM, or C.P.M. designation plus two years of related business experience*, or
• Bachelor's degree or equivalent** plus two years of related business experience, or
• Five years of related business experience*

*Related business experience: APICS defines "related business experience" as work that is directly connected
to some aspect of the supply chain. This can include raw materials extraction, transportation and logistics,
procurement, manufacturing, warehousing, distribution, retail, customer service, software design and support,
and other areas that directly affect the supply chain. Workers who operate transportation or materials moving
equipment or machines or processing equipment that require an intermediate level of training would qualify.
Managers, officials, professionals, technicians, sales personnel, quality and quality control personnel, and skilled
craft workers will generally be considered eligible.
Examples of work experience that would not qualify include clerical and administrative support positions such as
data entry, duplicating machine operator, file clerks, office machine operators, secretaries, telephone operators,
order clerks and/or unsilled labor positions where the duties require little or no independent judgment or
specialized training.

**Equivalent of a bachelor's degree: APICS defines the equivalent of a bachelor's degree as the level of study that
would qualify an individual for a graduate program in the country where the undergraduate degree was earned.

Application Process
APICS will review all applications and candidates will be notified within two weeks. Candidates whose applications
are approved will receive notice of authorization to test. Candidates whose applications are not approved will
receive notice that they are not eligible to test and information on why their applications were denied.

• You must provide an e-mail address. The e-mail address you enter on the application will be used
for APICS CSCP application correspondence from APICS.
• Do not submit supporting documentation to substantiate education or professional work experience.
• Be sure to keep a photocopy of your application.
• Please print clearly in block lettering. APICS may not be able to process your application if your
information is not legible.
• Applications must be signed and dated.
• APICS will not be able to confirm receipt of applications. Candidates will receive written notification
of their application status within two weeks of receipt.
• If you do not know your APICS Member/Customer ID Number, please contact APICS Customer
Support at (800) 444-2742 or (773) 867-1778 or send an e-mail to service@apics.org.
• Call APICS Customer Support at (800) 444-2742 or (773) 867-1778 or send an e-mail to cscpexam@apics.org
if you have questions about applying for the APICS CSCP exam.
Return completed application to

APICS
CSCP Application
8430 West Bryn Mawr Avenue
Suite 1000
Chicago, IL 60631
USA

Fax: (773) 639-3171

Source:
http://www.apics.org/

Kategori Perusahaan Jasa Logistik


Ada beberapa kategori perusahaan yg menyediakan jasa logistik. 

Pertama, kategori
basic service yg hanya menawarkan satu jenis servis dan kerap disebut logistics
service proider (LSP) yg hanya menawarkan satu jenis servis seperti jasa
pengelolaan warehouse, jasa kurir atau jasa yg lainnya. 

Kedua ada three party
logistics (3PL), yaitu kerjasama beberapa pihak membangun aktivitas logistik,
misalnya ada perusahaan jasa transportasi berkolaborasi dengan perusahaan
warehouse dan forwarding untuk satu proyek pengiriman barang sampai pengelolaan
gudang. 

Ketiga perusahaan yg masuk kategori lead logistics provider (LLP)
seluruh proses logistik ditangani satu perusahaan. Namun dalam eksekusinya dia
mensubkontrakkan pekerjaannya ke pihak lain. Ada juga yg eksekusinya sampai
kearah supply chain, istilahnya adfordial, mulai dari perencanaan sampai ke
eksekusinya dijalankan peusahaan ini, dia yg membeli barang untuk consumer
sampai mendistribusikannya.

MSY
Pusat Studi ERP Indonesia
http://www.ERPweaver.com

Level Company dan ERP dan SCM System

Level company seperti apa yg perlu ERP dan SCM System?

1. Level Functional Organization
a company with good functional management which is optimising the performance of
their own function without reference to what is happening in other areas of the
business. Processes are typically carried out sequentially with information
being passed "over the wall" from one function to the next. Functional
orientation sub-optimises enterprise performance in asset management, cost and
customer satisfaction.
Keywords: cost driven, reactive, monthly processes, push, standard services

Perlu : ERP System

2. Level Integrated Supply-Chain: processes are cross-functional and optimised
for the whole organisation. Processes are carried out in parallel by
cross-functional teams and information flows freely around the organisation.
Some integration with major suppliers and customers. With alignment across all
sub-processes and levels of management, operations processes are integrated and
display world-class performance and continuous performance and continuous
improvement.
Keywords: flexibility, responsiveness, pro-active, weekly/daily, pull,
differentiated services, cross functional decision making

Perlu : ERP dan SCM System

3. Level Extended Enterprise: a company that is on the leading edge of all
emerging practices. It is highly internally and externally integrated, working
with enterprises ranging from Suppliers' Suppliers to Customers' Customers.
There is internal and external process integration, allowing each enterprise to
focus on its customers, core competencies and creating value.
Keywords: real time full visibility, event driven, JIT, joint optimisation,
customised services
E.g. DELL; Airbus Industies

Perlu : ERP dan SCM System

===
ERP system can encompass, the following functions:
- Sales and order processing
- Raw materials, inventory, purchasing, production scheduling, and shipping
- Accounting
- Human resources
- Resource and production planning

The ultimate goal of a business ERP system is complete optimization of internal
business processes.

===
The two basic types of SCM system software are:

- Supply Chain Planning software (SCP): uses mathematical models to predict
inventory levels based on the efficient flow of resources into the supply chain

- Supply Chain Execution software (SCE): is used to automate different steps in
the supply chain such as automatically sending purchase orders to vendors when
inventories reach specified levels, etc.

SCM system extends beyond internal operations to encompass all the steps throughout the supply chain – from the supplier through the company, to the end consumer.

Sumber : dari berbagai sumber

===

MSY
Pusat Studi ERP Indonesia
http://www.ERPweaver.com

ERD vs DFD vs BPM


ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol.

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.
DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis.

Business process management (BPM) is a management approach focused on aligning all aspects of an organization with the wants and needs of clients

Safety terhadap Listrik


Seorang pekerja tersengat listrik ketika sedang bekerja menggunakan tangga.
Hari itu  di Milford, Connecticut , USA, Larranaga-Marquez beserta pamannya, Gerrardo Marquez sedang bekerja menggunakan tangga dan sebuah kecelakaan akibat sengatan listrik menimpa keduanya.  Menurut informasi dari saksi, keduanya meletakan tangga begitu saja ke sumber listrik tanpa merendahkan posisi tangga di bawah sumber listrik saat bekerja. Kabel listrik yang tidak terlindungi isolator menyentuh tangga besi tersebut hingga menyebabkan Larranaga-Marquez tewas dan sang paman, harus dirawat di rumah sakit karena tubuhnya terbakar.
Korban tersengat listrik mungkin ada di sekitar kita. Dengan membawa korban ke ahli medis atau rumah sakit terdekat sebagai tindakan utama, berikut ini adalah tindakan P3K terhadap korban yang tersengat listrik, yaitu:
>Berdirilah pada permukaan yang kering
>Hentikan aliran listrik pada tubuh korban
> Pindahkan korban dengan benda kering yang bukan penghantar listrik
> Segera minta bantuan atau bawa korban ke ahli medis/ rumah sakit terdekat
Tetaplah waspada saat bekerja dengan listrik.
Salam safety
Sumber: www.lorco.co.id

Surabaya Study Group XIV - Supply Chain Professional 1



Keseimbangan Hidup dan Safety


Hampir satu dari tiga orang mengalami kehidupan keluarga yang buruk akibat tekanan di tempat kerja.
The Institution of Occupational Safety and Health (IOSH), Inggris, mempublikasikan sebuah hasil pooling dari health and safety body today (Kamis,  10 Januari 2011) yang menyatakan bahwa di Inggris, hampir satu dari tiga orang mengalami kehidupan keluarga yang buruk akibat tekanan di tempat kerja. 


Pooling yang diikuti oleh 2.000 orang tersebut telah menujukkan bahwa tidak seimbangnya antara kehidupan dunia kerja dan keluarga dapat menyebabakan rusaknya hubungan karyawan dengan pasangan hidupnya. 29 % dari 2.000 orang tersebut menyatakan bahwa penyebab utama dari pekerjaan mereka yang menjadikan rusaknya hubungan keluarga adalah waktu kerja yang panjang dan beban kerja yang dirasa terlalu berat.


Tidak heran kalau Dr Luise Vassie, Executive Director of Policy di IOSH,  menyatakan bahwa di zaman ini perjuangan utama para karyawan adalah mencapai keseimbangan hidup antara pekerjaan dan keluarga. Dr Luise Vassie juga menyatakan bahwa karyawan dengan keseimbangan hidup antara kantor dan keluarga menjadi  lebih produktif, penuh motivasi, dan beresiko rendah untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.


Berikut ini adalah beberapa usulan kebijakan perusahaan yang dapat dibuat sebagai upaya untuk mencapai kehidupan yang seimbang bagi para karyawannya:
• Waktu kerja yang dinamis/ fleksibel (atau dapat dipertimbangkan juga dengan sistem cara kerja dari rumah) dapat membantu karyawan untuk menjaga keseimbangan hidup sehingga mereka dapat lebih produktif.
• Memperpanang waktu jam makan siang  minimal dalam satu hari dalam seminggu sehingga memberikan waku lebih untuk karyawan dalam bergaul dengan rekan kerja, berolahraga ringan, dll.
• Memudahkan fasiitas yangmendukung kesehatan karyawan seperti vmenyediaan voucher, discount atau fasilitas gym gratis, berbagai jens olahraga, piihan menu makan sehat, tunjangan kesehatan penuh, dll.


Anda memiliki ide lain agar kita dan rekan kerja kita dapat selalu menjaga keseimbangan hidup ?


Salam safety
Sumber: www.lorco.co.id




Keselamatan Container


Setiap enam kontainer yang diangkut menyebabkan kerusakan pada barang dan banyak kecelakaan disebabkan oleh hasil pengemasan barang yang buruk pada kontainer.
OHS online mempublikasikan laporan terbaru yang menyatakan bahwa setiap enam kontainer yang diangkut menyebabkan kerusakan pada barang dan banyak kecelakaan disebabkan oleh hasil pengemasan barang  yang buruk pada kontainer.

Berdasarkan International Labour Organization (ILO) report , resiko terjadinya kecelakaan pada proses pengiriman kontainer semakin meningkat sebesar 16% dari total proses pemindahan barang di dunia. Kondisi tersebut mendorong diadakannya pertemuan bertajuk "ILO Global Dialogue Forum on Safety in the Supply Chain in Relation to Packing of Containers", yang akan dadakan di Jenewa, Swiss, pada tanggal 21-22 Februari 2011 nanti. Pertemuan tersebuat akan fokus untuk membahas solusi pada proses supply chain terkini dengan menerapkan standar pengemasan barang yang sesuai dengan menggunakan kontainer.
 Sejarah awal dimulainya pengiriman kontainer dimulai sekitar tahun 1956. Kini berbagai kapal kargo telah mengangkut sedikitnya 9 kontainer dengan berat ber ton ton. Namun sangat disayangkan dengan sering terjadi kecelakaan akibat pengemasan kontainer yang buruk dan kelebihan beban kontainer yang diangkut. Bahkan the United Kingdom P&I Club menyatakan  bahwa kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian sekitar 5 Milyar US dolar setiap tahunnya.
Marios Meletiou, ILO's senior Ports and Transports specialist, menundang setiap pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan pengemasan barang dengan kontainer untuk mengikuti training yang diadakan oleh ILO.
Alette van Leur, director of ILO's Sectoral Activities Department, menyatakan bahwa Laporan ILO telah menunjukkan bahwa adabanyak pihak  di berbagai sektor yang terlibat dalam proses supply chain. Sehingga analisis temuan ini menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang berdampak pada keselamatan penanganan   kontainer di perusahaan yaitu:
·         Penyimpanan barang dan pengamanan barang
·         Penetapan tanggung jawab dan pelaksanaan aturan
·         Peraturan, dan penanganan terbaik
·         Hubungan internal dari semua pihak yang terlibat dalam proses supply chain
·         Baik buruknya kualitas komunikasi kerja

Salam safety
Sumber: www.lorco.co.id

Related Posts