Saturday, January 21, 2012

Hands-Free Tidak Membantu ?

Apakah penggunaan hands-free atau teknologi lain bisa membantu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas akibat pengunaan ponsel sambil berkendaraan ?

Dalam web Psychology Today, Satoshi Kanazawa, seorang evolutionary psychologist berpendapat bahwa penggunaan hands-free untuk menelpon sambil mengemudi atau pun teknologi yang mengubah forat suara menjadi teks sebagai hands-free sms belum bisa membantu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas akibat pengunaan ponsel sambil berkendaraan. Berikut ini adalah pendapatnya :

Pikiran manusia didesain untuk berkomunikasi wajar sambil bertatap muka langsung. Penggunaan hands-free ketika menelpon sambil mengemudi tidak bisa menjaga fokus mengemudi karena fokus sudah pecah dengan adanya proses menelpon yang bukan hanya pembicaraan lewat mulut namun juga memerlukan konsentrasi pikiran untuk membayangkan orang yang diajak bicara ataupun hal yang sedang dibicarakan.
Teknologi ponsel yang dapat mengubah format suara menjadi teks sehinga sambil mengemudi pun bisa tetap berkirim sms, belum bisa menjaga fokus mengemudi karena bahasa teks dan lisan berbeda serta masih memerlukan fokus tersendiri yang jika dilakukan sambil mengemudi akan memecah konsentrasi berkendaraan.
Aku (Satoshi Kanazawa) menyaranakan penggunaan telpon dengan video call antar penelpon sehingga dapat memanipulasi pikiran seolah olah berbicara langsung didepan lawan bicaranya. Atau lebih baik lagi kalau ada teknologi baru berupa hologram, yang setiap kali ada telpon muncul gambar hologram lawan bicara didalam mobil seolah olah ia ada didalam mobil.
Bagaimana menurut Anda mengenai pendapat Satoshi Kanazawa tersebut ?.

Sumber: Lorco.co.id

Diadaptasi dari sumber aslinya di Psycology Today

(Silahkan membagikan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber aslinya)

By Kang AA Widi Safari

10 Jenis Pekerjaan dengan Tingkat Resiko Kematian Tertinggi


Apa saja 10 Jenis pekerjaan dengan tingkat resiko kematian tertinggi tersebut ?

The Bureau of Labor Statistics (BLS) di Amerika Serikat mengeluarkan data hasil surveynya pada 100,000 pekerja. Data tersebut mengungkapkan 10 Jenis pekerjaan dengan tingkat resiko kematian tertinggi yaitu :

Nelayan/ Pekerjaan menangkap ikan di laut. Angka: 116.0
Pekerja penebangan pohon. Angka: 91.9
Pilot dan teknisi penerbangan. Angka: 70.6
Petani dan Peternak. Angka: 41.4
Operator Mesin Pertambangan. Angka: 38.7
Pekerja yang bekerja di atap: 32.4
Pekerja di tempat barang rongsokan dan daur ulang. Angka: 29.8
Supir mobil dan supir truk. Angka: 21.8
Teknisi mesin mesin industri. Angka: 20.3
Polisi dan Sherif. Angka: 18.0.

Semoga kebiasaan kita dalam mengutamakan perilaku safety dapat memperkecil angka kecelakaan pada apapun pekerjaan yang digeluti.

Adakah rekan Pro Safety yang memiliki informasi mengenai data sejenis untuk wilayah Indonesia ?

Sumber: Lorco.co.id dan diadaptasi juga dari berbagai sumber

Sumber Asli dapat dilihat disini

(Silahkan membagikan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber aslinya)

By Kang Aa Widi Safari

Mengintip Gudang Amazon

The Occupational Health and Safety Administration (OSHA) Amerika Serikat melakukan inspeksi ke gudang milik Amazon (dot) com.

Siapa yang tidak kenal dengan web penjual buku tertua di dunia maya ini. Mulai dari segala macam jenis buku hingga meluas ke semua jenis produk kini dijual di situs tenar tersebut. Namun media mulai menyorot gudang milik Amazon (dot) com. Pekerja disana mengadukan sangat panasnya suhu di gudang milik Amazon (dot) com. Berikut ini adalah kronologisnya yang terjadi pada tahun2011 ini :

•2 Juni: Pekerja di gudang Amazon melaporkan pada OSHA bahwa suhu sangat panas hingga mencapai 38 derajat Celsius dan 15 pekerja pingsan karenanya. Jika ada pekerja yang merasa kepanasan dan meninggalkan gudang akan dikenai sanksi disiplin oleh perusahaan.

•3 Juni: OSHA mengkonfirmasi pengaduan para pekerja tersebut pada manager Amazon, dan meminta pihak Amazon untuk melakukan penyelidikan. Pihak Amazon mengakui kalau 15 orang dari total 1600 jumlah pekerja Amazon, telah dibawa ke rumah sakit karena kepanasan.

•9 Juni: OSHA melakukan inspeksi ke gudang Amazon

•10 Juni: OSHA menerima laporan dari Lehigh Valley Hospital-Cedar Crest bahwa beberapa pasien yang dirawat disana menderita sakit akibat kepanasan.

•13 Juni: OSHA menerima surat dari Allen Forney, Amazon site safety manager, yang menyatakan bahwa Amazon sudah memperhitungkan suhu yang aman untuk karyawan di gudang tersebut.

•21 Juli: Forney juga melporkan pada OSHA bahwa heat index di gudang adalah antara 42 hingga 44 derajat Celsius. Amazon berinisiatif untuk mempersilahkan pekerjanya yang mau pulang atau tetap tinggal dan disediakan juga es krim untuk mereka.

•22 Juli: Forney berkata pada OSHA bahwa Amazon menghentikan proses bekerja untuk sementara hingga suhu ruangan turun.

• 25 Juli: Petugas Keamanan di Gudang Amazon melaporkan pada OSHA bahwa suhu panas mencapai 43 derajat celcius dan dia juga melihat dua pekerja yang sedang hamil dibawa ke petugas medis. Amazon menyediakan air dan minuman dingin diman mana namun tidak mengizinkan pintu gudang dibuka untuk sirkulasi udara.

• 18 Agustus: OSHA menerbitkan rekomendasi (sebagai penutup inspeksinya) kepada Amazon untuk memperbaiki heat-stress management plan, termasuk mengurangi suhu panas dan kelembaban di gudang Amazon.

Ada Sahabat Pro Safety yang punya saran untuk gudangnya Amazon ?.

Salam Safety Sumber: Lorco.co.id dan diadaptasi juga dari berbagai sumber

Sumber asli dapat dibaca di Amazon Warehouse

Yuk berbagi Info Safety di twitter bersama @KaptenLorco

(Silahkan membagikan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber aslinya)

By Kang Aa Widi Safari

Nasihat Apple pada Google

Semasa hidup, Steve Jobs sang pemilik Apple pernah memberikan suatu nasihat pada Larry Page, sang CEO Google.

Saat itu Larry Page baru saja menggantikan Eric Schmidt sebagi CEO Google. Mengikuti jejak sang co-founder HP, Bill Hewlett, Larry langsung meminta saran pada Steve Jobs mengenai cara memimpin perusahaan sebesar Google. Jobs memberikan satu petuah tajam dengan berkata mengenai produk produk Google "that are adequate but not great..." (Produk produk Google sudah cukup baik tapi tidak ada yang istimewa). Tersirat Jobs mengkritik bahwa ada beberapa produk "lemah" Google di pasaran dunia maya yang masih sibuk ditangani dan Google sebaiknya fokus untuk memperkuat hanya produk produk "kuat" mereka.


Ketika sekilas memahami nasihat Apple pada Google tadi, ada 2 makna yang tersirat berikut ini:

* Dalam dunia bisnis, bila kita memiliki banyak produk di pasaran dan sudah sekian lama diamati hingga diketaui hanya satu atau beberapa produk yang "kuat" (laris manis atau disukai dan dibutuhkan konsumen), maka fokuslah untuk memperkuat produk "kuat" kita tersebut hingga berkembang menjadi lebih baik dan simpan dulu produk yang "lemah" di lemari besi hingga ada waktu untuk menggemblengnya menjadi "kuat".
* Dalam dunia pengembangan diri dan motivasi, kita telah mengenal berbagai alat untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan potensi diri seperti Multiple Intelegence Test, Personality Plus Test, Myers Briggs Test/ MBTI, dsb. Maka pilihan yang paling tepat untuk mengembangkan potensi diri adalah dengan menguatkan kekuatan kita dulu agar berkembang menjadi lebih luar biasa dan jangan menyita waktu untuk menguatkan sisi kelemahan potensi diri kita.




Pepatah mengatakan :
Determine what you're good at, and get better at it.
(Temukan kekuatan potensi diri dan jadikan lebih kuat)


Ayo kuatkan kekuatan kita dulu sob...^_^


Salam Inspirasi Hebat

Sumber: www.widisafari.com

7 Kisah dibalik Halaman FB dengan Jutaan Fans

Adanya halaman Facebook dengan jutaan Fans itu nyata lho. Bahkan merk merk ternama pun menggunakan Fans Page untuk menjalin ikatan dengan para konsumennya.

Seperti janji saya sob, pada artikel sebelumnya, bahwa secara khusus akan ditulis tentang Trilogi artikel seputar fans page. Nah ini adalah bagian pertamanya. Semoga kita bisa dapat inspirasi ya dari halaman halaman FB dengan jutaan fans dibawah ini. Mohon maaf, link tiap tiap halaman FB yang dibahas pada artikel ini (yang dapat di klik langsung pada sub judul) dan link tentang halaman FB paling top di Indonesia hanya saya tampilkan di blog widisafari.com karena khawatir jadi seperti iklan kalau ditampilkan link hidupnya jika tulisan ini tampil di milis atau forum.

Berikut ini adalah 7 kisah singkat dibalik Halaman Facebook dari dalm dan luar negeri dengan jutaan fans nya:

7 Juta Fans dalam 7 menit
Hampir 7 juta pengguna facebook mengklik like pada halaman pribadi pemain bola asal Agentina, Leo Messi. Fenomena itu terjadi hanya dalam waktu 7 jam setelah Messi membuat Fans Page dengan namanya.

Fans Page Buatan Penggemar
C**a C**a memiliki halaman yang tampak resmi dibuat oleh perusahaan pembuat minuman bersoda tersebut. Namun teryata itu bukan halaman resmi yang sengaja dibuat oleh perusahaan. Fans Page yang kini memiliki jutaan fans itu awalnya dibuat oleh dua orang penggemar C**a C**a, Dusty dan Michael. Kedua orang tersebut kaget setelah C**a C**a menghubungi mereka dan mengabari kalau Fans Page yang dibuatnya sudah memiiki jutaan "Likes". Kini, Fans Page tersebut dikelola oleh C**a C**a namun masih tetap melibatkan kedua orang tersebut untuk mengelolanya bersam sama sebagai media penjalin ikatan dengan para konsumen.

Big Mac, Big Friends
Restoran cepat saji yang terkenal dengan produk Big Mac (Hamburger) ini juga memiliki Fans Page dengan jutaan penggemar. Uniknya, selain sering update voucher atau penawaran lainnya, halaman ini juga memberi kesempatan kepada para fans untuk mengelola restaurant Mc*. Tapi Cuma melalui fasilitas social game "City Ville" yang bisa dimainka dan kalau sukses Mc* memberikan bonus lho buat fans yang bermain.

Klik Like Baru Tonton Aksi Seru
R** B*ll adalah perusahaan pembuat minuman bernergi yang punya cara unik untuk "memaksa" calon fans untuk meng klik tombol like di halaman FBnya yang kini sudah memiliki jutaan Fans. Dengan menjanjikan dapat menonton berbagai video sport ekstrim dari berbagai Negara, R** B*ll hanya minta kesetiaan anda jempol digital di tombol "like", baru bisa tonton aksi seru nya.

Halaman Syuper
Siapa yang tidak kenal dengan Pak MT yang sering menyapa para pemirsanya dengan sebutan sahabat syuper. Motivator yang sering tampil di televisi ini memiliki jutaan fans di halaman FB nya. Bahkan setiap fanspage diupdate dengan status syupernya, rata rata dibagikan lagi oleh 500 an fans kepada friends mereka masing masing.

Fans Page Batik
Halaman FB B**k Indonesia adalah halaman FB dengan jutaan fans yang memanfaatkan kampanye cinta produk Indonesia untuk menarik para Fans nya. Berbagai corak batik khas tanah air di tampilkan dalam update statusnya. Pada hakikatnya halaman ini berujung pada sebuah situs toko online yang menjual berbagai pakian bercorak batik.

Wafer Coklat Pemanis Sang Bintang
Cho******s adalah wafer colat manis yang iklannya sering muncul di televisi dengan bintang iklan NW. Rupanya halaman FB dengan jutaan fans yang sering mengupdate status tentang masalah remaja, cinta, dan persahabatan ini berefek juga pada sang bintang iklan. Fans Page NW masuk dalam daftar Fans Page Indonesia yang memiliki Fans berjumlah jutaan.

Sebetulnya masih banyak Fans Page yang kita bisa jadikan model. Tapi intinya mah ada 3 landasan utama Fans Page sebelum nanti pada artikel selanjutnya kita membahas tentang cara membuat Fans Page untuk Produk, Jasa, atau Pribadi kita. 3 landasan utama Fans Page adalah:

Terkenal
Pada contoh Fans Page diatas, tiap produk atau tokoh pemilik Fans Page, sebelum mereka membuat Fans Page memang sudah berjuang untuk terkenal. Ingat kata "berjuang" nya ya bukan tiba tiba terkenal. Nah kita pun bisa mengikuti jejaknya secara online atau offline. Secara Offline mungkin kalau ada kesempatan publikasi di media massa boleh diambil juga tuh. Nah kalo secara online selain dengan memiliki blog pribadi, toko online, dll, salah satunya di FB adalah dengan cari teman sebanyak banyaknya, jalin hubungan baik, dan sering berinteraksi melalui komentar di status FB mereka. Ngomong ngomong, kita memang harus punya blog pribadi/ toko online (bisa gratisan juga lho bikinnya) sebelum bikin Fans Page. Karena Fans Page seperti aliran sungai yang nantinya bermuara pada rumah kita yaitu blog atau toko online. Sekalian jaga jaga kalau kalau sosial media yang kita tumpangi tersebut tiba tiba ditutup, kan masih ada rumah kita.. . naudzubillahi min dzaalik dah... he he he.

Terarah
Pada Fans Page dengan jutaan Fans diatas, target pasar mereka cukup jelas. Entah itu remaja, peminat sepakbola, pecinta produk tanah air, dll. Perjelas target pasar/ niche (ceruk pasar) Anda atau Produk Anda!.

Terhubung
Berinteraksilah atau rangsang timbulnya komentar serta partisipasi dari para fans. Berikan suatu content atau apapun yang dirasa bermanfaat dan bermakna hingga dengan suksrela mereka membagikannnya di dinding masing masing dan menciptakan fenomena viral marketing (ngomong satu tumbuh seribu).



Sudah dulu yah, hatur thank you sudah membaca. Komentar Anda di Blog ini akan sangat bermanfaat laksana lebah emas yang mengeluarkan madu terbaik..( he he itu mah lebay jadinya bukan lebah)

Salam Inspirasi Hebat

Kang Aa Widi-Januari 2012

Sumber: widisafari.com

Siapa yang curi tenda kita?

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.
(twitter: @andrewenas)

“How do you know that you know the stuff you think you know? Take away the
option of answering, “I just do!” and what’s left is epistemology.”– Thomas
Cathcart & Daniel Klein

***

Upaya pemerintahan Obama merangsang pasar dari sisi demand mulai
menggeliatkan industri otomotif dan perumahan di AS. Seperti laporan Bloomberg
yang dimuat The Jakarta Post (Sept 14, 2009, p.14) mengatakan, “The US
government’s auto trade-in program probably lifted retail sales in August to
their biggest gain in more than three years and boosted factory output.” Lalu
Brian Bethunem chief financial-economist di HIS Global Insight, menambahkan,“The
production recession is over and the housing recession is over. When you combine
those two, they add up to a fair amount of traction in the overall economy.”
Wallahuallam, semoga saja.

Karena jika AS sebagai lokomotif ekonomi global sudah menunjukkan indikasi
sembuh dari flu beratnya, maka impuls-impuls kesegaran pun bisa diharap mulai
merayap sampai ke sini. Inilah salah satu konsekuensi globalisasi perekonomian
dunia (flow of information, flow of goods, flow of money & flow of people) yang
mengalami gerak perentangan dan sekaligus kompresi yang ekstrim, demarkasi
negara tak lagi dikenal.

***

Anda pernah dengar humor ini: suatu kali detektif Sherlock Holmes dan
sobatnya Dr. Watson pergi camping ke gunung. Mereka tidur di dalam tenda. Tengah
malam, detektif Holmes terbangun lalu menyenggol Dr.Watson supaya bangun juga.
“Hei Watson,” ujarnya, “…lihat ke arah langit di atas, dan beri tahu aku apa
yang kau lihat dan pahami?” “Oh, aku melihat jutaan bintang, sobat Holmes,”
jawab Watson. “Dan, apa yang kau simpulkan dari pengamatan itu Watson?” lanjut
Holmes. Maka Dr. Watson pun merenung sejenak dan akhirnya menjawab, “Well,
secara astronomis artinya ada jutaan galaksi dan potensinya ada milyaran planet.
Kalau secara astrologis, aku melihat bahwa Saturnus ada di dalam Leo. Secara
Horologis, aku mendeduksikan bahwa waktu telah menunjukan jam 3 lewat 15 menit
pagi hari. Secara meteorologis, aku meramalkan bahwa esok adalah hari yang
cerah. Secara teologis, aku melihat bahwa Tuhan maha kuasa dan kita adalah
makhluk kecil tak berarti.” Dr.Watson mengambil napas kemudian balik bertanya,
“Lalu…eh, buat kau sendiri sobat Holmes, apa yang kau lihat dan pahami?” Dengan
singkat detektif Holmes menukas, “Watson, kamu bodoh betul! Artinya adalah,
seseorang telah mencuri tenda kita!”

***

Sewaktu tembok Berlin runtuh (9 November 1989), terbongkarlah tembok
pembatas perbedaan ideologis blok Barat (dengan perangkat militer NATO) dengan
blok Timur (Pakta Warsawa). Namun, sewaktu Netscape go-public (9 Agustus 1995)
menandai mulainya revolusi arus informasi (via internet). Sejak itu nampaknya
pelbagai sekat penghambat arus informasi-barang-uang-orang dijebol dan
peredarannya semakin hari semakin lancar-bebas. Globalisasi, dari salah satu
perspektifnya, memang bisa juga dilihat dari sisi gerak atau arus-informasi
(yang semakin tumpah ruah), arus-barang yang telah terkontainerisasi dan masuk
jalur logistik (supply-chain) dunia (lewat laut, darat dan udara). Lalu,
arus-uang yang telah terdigitalisasi sehingga ‘the blinking-money’ ini bisa
merembes ke mana saja dan kapan saja tapi tidak oleh siapa saja. Akhirnya,
arus-orang yang terus bergerak (dalam rangka wisata, business-travel atau
migrasi ke negara lain yang lebih menjanjikan).

Buat kita, tatkala pengelola arus informasi, misalnya Indosat beserta
anak-anak perusahaannya, diambil alih pihak asing, lalu jalur-jalur logistik dan
rantai-pasok barang semakin dikuasai perusahaan pelayaran, penerbangan, logistik
asing, artinya arus-informasi dan arus-barang kita telah terbuka dan
dioperasikan oleh entitas asing.

Sekarang arus-uang. Dunia perbankan kita, dengan fungsi intermediasinya,
sebagian (besar?) juga telah dilakukan oleh pihak asing. Penetrasi bank-bank
asing ini luar biasa cerdiknya. Dengan menggandeng PT Pos Indonesia, maka
Citibank bakal punya akses usaha eceran perbankan lewat 3500 cabang di seluruh
Indonesia. ‘Sumpah Citibankers’ – bukan ‘sumpah Palapa’ – yang telah menyatukan
sistem intermediasi keuangan di Nusantara. Tentang arus-orang, fenomena yang
perlu direnungkan adalah, baik di tataran TKW/TKI maupun di level
eksekutif-profesional (ekspatriat) kita rada kedodoran bersaing dengan Filipina
dan India. Konon lantaran kompetensi komunikasi (termasuk berdebat) dalam bahasa
Inggris.

***

Film The Great Debaters yang dibintangi Denzel Washington bercerita tentang
tim debat sebuah college kecil yang akhirnya menang kompetisi debat melawan team
Universitas Harvard yang legendaris. Yang menarik adalah, kita melihat bahwa
kebiasaan berdebat, beradu argumentasi yang sehat adalah kebiasaan yang
mencerdaskan. Orang di latih untuk sportif, waspada, berpikir logis-runtut,
bisa mengambil jarak ontologis, dan terbiasa mempertanggungjawabkan
pengetahuannya secara epistemik. Disiplin epistemik ini imperatif bagi para
pengambil keputusan di organisasi pelat merah maupun partikelir. Jangan sampai
kita tidak (terlambat) sadar bahwa tenda kita ternyata sudah dicuri orang.

(twitter: @andrewenas)
-------------------------------------------------
(artikel dari Majalah MARKETING)

STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES

Thursday, January 19, 2012

3 Kesalahan dalam Manajemen Waktu

KOMPAS.com - Bagi Anda yang sibuk, waktu 24 jam dalam sehari terasa kurang untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan dan tugas-tugas Anda. Bahkan tak jarang Anda kerap terburu-buru untuk melakukan berbagai hal dan menyelesaikan tugas-tugas Anda.

Waktu merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui dan tidak ada cara untuk mengembalikannya. Setiap menit yang hilang adalah waktu yang sangat berharga. Maka sebaiknya Anda bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan bijak untuk kepentingan Anda dan orang lain. Namun sangat disayangkan masih banyak orang yang sering membuat berbagai kesalahan dalam memanfaatkan dan mengatur waktu dengan baik tanpa disadari.

Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan banyak orang dalam mengatur waktu:
1. Menyimpan semua rencana di kepala.
Salah satu masalah utama yang dialami banyak orang adalah tidak memiliki daftar hal yang harus dilakukan atau to do list. Beberapa orang mengatakan, membuat daftar hal yang dilakukan menghabiskan waktu yang banyak, sehingga bagi mereka lebih baik untuk menyimpan semuanya dalam kepala. Semua hal akan banyak tertinggal, dan tidak terselesaikan jika kita tidak memiliki rencana tertulis. Karena tidak semua otak kita mampu menampung ingatan yang banyak dan terkadang mendadak. Sebuah daftar akan membantu Anda melacak hal-hal penting dan melakukan semua tugas Anda dengan baik dan tepat.

2. Mencoba menyelesaikannya sendiri.
Kebanyakan orang terutama perempuan kadang berpikir untuk menyelesaikan semua hal sendiri. Dengan melakukan seorang diri, Anda menganggap pekerjaan akan lebih cepat selesai. Hal ini tidaklah salah untuk mencoba menjadi mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Namun tak ada salahnya untuk meminta bantuan kepada orang lain untuk bisa membuat pekerjaan Anda selesai lebih cepat. Tak ada salahnya untuk mencoba mempercayai kemampuan orang lain untuk meringankan semua pekerjaan Anda.

3. Menganggap semuanya penting.
Ketika terburu-buru, Anda cenderung menganggap semua hal menjadi penting. Dan jika dalam kenyataannya semua hal ini begitu penting dalam daftar Anda, tetapkanlah prioritas dalam pekerjaan Anda. Untuk menentukan prioritas, berilah batas waktu untuk menyelesaikan tugas ini, dan bagaimana cara menyelesaikannya. Dengan menentukan prioritas pekerjaan, Anda tak membuang-buang waktu.



Sumber: Divine Caroline

Related Posts