Friday, July 26, 2013

Harmonisasi Bisnis dan Sistem TI (Teknologi Informasi)


Tidak dapat disangkal bahwa peranan teknologi informasi (TI)
dalam pengembangan bisnis sudah semakin menonjol. Dikatakan
bahwa TI adalah faktor enabler, yang memungkinkan suatu
bisnis berjalan, dengan meluncurkan produk atau jasa baru,
maupun dalam rangka kepuasan pelanggan dan keunggulan
dalam persaingan. Mungkin kita sempat termangu-mangu setelah
melihat kenyataan betapa peranan komputer di dalam
perusahaan ternyata telah semakin menentukan hidup dan mati
perusahaan kita.

Di negara-negara maju, fungsi TI telah menempati posisi yang
sangat tinggi, dipimpin oleh pejabat setingkat Vice President.
Untuk kondisi di Indonesia, belum banyak perusahaan yang
memberikan posisi TI yang tinggi dalam organisasinya. Jabatan
CIO (Chief Information Officer) masih jarang, dan belum
dikenal luas.

Mengingat dominasi peranan TI bagi sistem bisnis masih
merupakan perkembangan baru, pada umumnya kita masih
mengalami kesulitan dalam melakukan penyesuaian diri
(adjustment), khususnya dalam keseimbangan hubungan antara
TI dan bisnis. Hal ini karena adanya aspek paradoks antara sifat
bisnis dan TI.

Sifat bisnis pada umumnya menuntut kecepatan, fleksibilitas dan
ekspansif. Di mana ada peluang, langsung disikat. Apalagi
mereka menghadapi tekanan persaingan. Di sisi lain, fungsi TI
bersifat lambat, kurang fleksibel dan ekspansinya cenderung
konservatif, karena melibatkan investasi yang tidak kecil.

Paradoks di atas seringkali menimbulkan benturan di antara
orang-orang di lini bisnis dan koleganya dari TI. Di satu sisi
orang bisnis menuntut dukungan TI yang cepat, di lain pihak,
untuk memenuhi permintaan sistem-sistem baru, dibutuhkan
waktu pengembangan sistem yang tidak singkat. Hal ini tentunya
membuat kedua pihak frustrasi.

Selain itu, di kalangan TI seringkali terdapat masalah dalam hal
kepercayaan (trust), yakni sampai di mana TI dapat diandalkan;
kepemimpinan, yakni seberapa jauh TI dapat memegang tongkat
komando dalam bisnis; serta kewewenangan; dan
tanggungjawab. Hal ini sering menjadi sumber ketegangan antara
kalangan bisnis dan TI. Buntutnya, kerjasama antar bisnis dan TI
pun tidak harmonis.

Lalu bagaimana dapat mengatasi masalah ini? Ada 10 kiat yang
diharapkan dapat mengharmoniskan hubungan tim bisnis dengan
tim TI. Pertama, jangan serahkan sistem informasi kepada
profesional TI saja. Di dalam tim TI hendaknya ada orang dari
sisi bisnis yang dapat membantu merumuskan kebutuhan sistem
informasi untuk bisnis.

Kedua, pandanglah pemakai dan mesinnya sebagai satu
kesatuan. Jangan sampai para pemakai komputer merasa asing
dengan teknologi yang digunakan. Hal ini menuntut
pemasyarakatan TI secara intensif kepada jajaran pemakai
komputer.

Ketiga, hendaknya TI merupakan unsur yang memperlancar
berbagai proses bisnis, misalnya mempercepat atau
meningkatkan pelayanan perusahaan kepada pelanggan. Jangan
sampai TI justru menjadi penghambat.

Keempat, lakukan uji penerimaan di unit-unit pemakai. Hal ini
untuk memastikan bahwa pemakai sudah puas dan akrab
dengan sistem yang digunakan. Kelima, mintalah profesional TI
menyisihkan waktu untuk bergaul dengan pelanggan internal dan
eksternal, supaya dapat memahami kebutuhan sistem dengan
lebih baik.

Keenam, jangan terima proyek yang baru selesai 80%. Sebuah
sistem yang baru selesai 80%, sama saja dengan sistem yang
belum jadi, sehingga tidak mungkin dapat berfungsi dengan baik.
Kecuali sistem itu bersifat modular, di mana modul-modulnya
sudah berjalan dengan baik, dan ada modul-modul yang belum
jadi.

Ketujuh, buatlah sistem informasi yang skalabel, dan
berarsitektur terbuka, jangan beresiko mengambil sistem-sistem
yang independen. Kedelapan, awasi terus kemajuan teknologi
untuk menjaga posisi Anda sebagai pemimpin dalam bidang
industri Anda.

Kesembilan, ciptakan lingkungan kerja yang bisa menerima
keberhasilan maupun kegagalan. Dan kesepuluh, rekrutlah
orang-orang TI yang terbaik.

Dengan kiat-kiat di atas, diharapkan fungsi TI di perusahaan
Anda akan dapat memberikan kontribusi besar terhadap
kemajuan bisnis Anda. Selamat dan sukses buat Anda. (P.M.
Winarno)

Sumber : Info Komputer

No comments:

Post a Comment

Related Posts