Wednesday, June 27, 2012

Tips Meyakinkan BOD (Board of Directors)


Meyakinkan BOD memang butuh proses namun saya mempunyai cara sebagai berikut;

1. Berikan contoh dan pemahaman mengenai pentingnya HSE sampai detail sedetail-detailnya hingga resiko yang akan ditanggung oleh BOD jika lalai mengenai HSE.

2. Dept HSE tidak usah banyak orang contoh Slumberger hanya 2 orang utk regional ASIA namun HSE itu menjadi kebiasaan bekerja untuk setiap karyawan dari level OB hingga BOD itu sendiri.

3. Setiap tender verivikasi pertama adalah HSE, HSE gagal semua gagal jadi BOD harus perhatian penuh dan menganggarkan dana utk terlaksananya.

4. Tanya Perusahaan ini mau akan menjadi seperti apa? Kalau maunya simple jualan produk saja jangan jasa. Vendor saja ada disyaratkan HSE apalagi jasa.

5. Utk memperkecil resiko jangan lupa Asuransikan.

6. Bisnis IT di Oil& Gas biasanya dibayar berdasarkan progreess report detailnya di perjanjiannya/kontrak jangan lupa sering dibaca. yang buat kontrak harus paham operasional jgn hanya serahkan ke legal, syukur2 paham keduanya.

7. Minta supporting letter utk urus import partnya, untuk memperkecil bea masuk. 

Sumber : milis IPOMS.

Produk Lokal Indonesia


Siapa yang tidak pernah makan produk mi siap saji? Saya sekali setiap bulan meyantap mi siap saji favorit saya. Ketika saya di luar, dan kangen citarasa masakan Indonesia, maka mi siap saji jadi pelipur lara yang cukup memuaskan. Produk ini diekspor ke banyak sekali negara dan bisa kita temui di pasar-pasar Asia di negara lain.
Sedikit ulasan mengenai 10 mi siap saji paling enak di dunia yang pernah dicicipi oleh seorang penggemar mi siap saji yang bukan orang Indonesia menempatkan mi dari Indonesia di peringkat 5 atas. Yummy.
Ada lagi yang bisa mengusulkan produk Indonesia yang bersaing di dunia internasional yang duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi? Polytron memiliki beberapa paten internasional untuk produk hi-fi mereka yang diekspor dengan kemampuan yang sangat baik. Mereka bersaing di pasar audio internasional walaupun masih sebagai pemula. Mereka tidak menggantungkan pasar Indonesia saja sebagai target pasar. Sudah ada yang beli produk Polytron?

Green Car Congress : developing and operating EV (electric vehicle)

Toyota Tsusho considering strategic partnership for developing and operating EV (electric vehicle) charging infrastructure in China
29 December 2011

Japan-based Toyota Tsusho Corporation, a Toyota group company, is considering building a strategic partnership for the promotion and operation of electric vehicle charging infrastructure business in China. Partners would include China Potevio Company Limited, a major information communication systems company in China, and an automotive parts manufacturer, Chongqing Changpeng Industry (Group) Co., Ltd.

China Potevio builds and operates infrastructure for charging electric vehicles in China through its subsidiaries. In Shenzhen, the company constructed and started operating charging stations for electric buses and electric taxis at 57 locations in preparation for the Shenzhen Universiade held in August this year. The company plans to implement charging infrastructure businesses in multiple cities other than Shenzhen in the future. The company has become one of the major companies implementing charging infrastructure for electric vehicles in China.

Toyota Tsusho set up a Green Mobility Solution Group as a cross-divisional task force within the company in 2010, to focus efforts on next-generation, automobile-related businesses.

Toyota Tsusho notes that the new energy automotive field in China has been undergoing "remarkable" development, and is therefore considered to offer huge prospects for business.

Google translate:

Toyota Tsusho mempertimbangkan kemitraan strategis untuk mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur EV pengisian di China
29 Desember 2011

Jepang berbasis Toyota Tsusho Corporation, Toyota kelompok perusahaan, yang mempertimbangkan membangun kemitraan strategis untuk promosi dan pengoperasian bisnis infrastruktur pengisian kendaraan listrik di China. Mitra akan mencakup China Potevio Company Limited, sebuah komunikasi informasi utama sistem perusahaan di China, dan produsen komponen otomotif, Chongqing Industri Changpeng (Group) Co, Ltd

China Potevio membangun dan mengoperasikan infrastruktur untuk pengisian kendaraan listrik di China melalui anak perusahaan. Di Shenzhen, perusahaan dibangun dan mulai beroperasi stasiun pengisian listrik untuk bus dan taksi listrik di 57 lokasi dalam persiapan untuk Universiade Shenzhen diadakan pada bulan Agustus tahun ini. Perusahaan berencana untuk menerapkan pengisian bisnis infrastruktur di berbagai kota selain Shenzhen di masa depan. Perusahaan ini telah menjadi salah satu perusahaan utama pelaksanaan pengisian infrastruktur untuk kendaraan listrik di China.

Toyota Tsusho mendirikan Kelompok Mobilitas Solusi Green sebagai satuan tugas lintas-divisi dalam perusahaan pada tahun 2010, untuk memfokuskan upaya pada generasi mendatang, mobil yang berhubungan dengan bisnis.

Toyota Tsusho mencatat bahwa bidang energi baru otomotif di China telah mengalami "luar biasa" pembangunan, dan karena itu dianggap menawarkan prospek besar untuk bisnis.

Sumber:
http://www.greencarcongress.com/2011/12/

VW Hasil Desain Orang Indonesia Jadi Mobil Terbaik Dunia

Dadan Kuswaraharja : detikOto

detikcom - New York, Setelah melalui proses seleksi yang ketat akhirnya mobil
kecil Volkswagen Up! terpilih menjadi mobil terbaik dunia tahun ini. Pengumuman
mobil terbaik ini digelar di sela-sela New York International Auto Show.

Ini merupakan kali ketiga Volkswagen dinobatkan sebagai mobil terbaik.
Sebelumnya Volkswagen Polo merengkuh mahkota ini pada 2010 lalu, kemudian VW
Golf MK VI menang di 2009.

Indonesia patut bangga soalnya mobil ini dirancang oleh desainer VW yang
merupakan kelahiran Bandung, Chris Lesmana. Chris menggarap Up! bersama dengan
Klaus Bischoff, dan Marco Antonio Pavone. Desain patennya terdaftar di Amerika
Serikat pada 2008 lalu.

Volkswagen Up! dipilih oleh 34 juri yang merupakan jurnalis otomotif dari
seluruh dunia.

Tahun ini Volkswagen Up ! mengalahkan pesaingnya yang merupakan 'mobil raksasa'
seperti BMW Seri 3 dan Porsche 911.

"Penghargaan ini menunjukkan kalau desainer dan insinyur VW Up! sudah
menciptakan mobil dengan ditel terbaik. Mobil yang menetapkan standar di
kelasnya untuk konsumsi BBM, keamanan, kenyamanan berkendara dan ramah
lingkungan," ujar CEO VW Martin Winterkorn dalam siaran pers.

Apa alasan juri memilih VW Up!? Si mungil Volkswagen Up! sudah memenuhi semua
aspek yang diharapkan dari segmen mobil perkotaan.

Pengemudiannya responsif, suspensi yang canggih, mesin yang efisien, dan
kualitas material yang bagus. "Belum ada kendaraan di kelas ini yang menawarkan
pembelinya sesuatu yang mewah," demikian pernyataan juri. Simak foto-foto VW Up!
di sini

Kategori lain

Sementara itu untuk kategori lainnya. Meski kalah di mobil terbaik dunia,
Porsche 911 terpilih menjadi mobil dengan performa terbaik.

Mobil yang didesain oleh Victoria Beckham, yakni Range Rover Evoque terpilih
sebagai mobil dengan desain terbaik.

Sedangkan untuk mobil hijau terbaik jatuh pada Mercedes-Benz S 250 CDI
BLUEEFFICIENCY

Sumber: detik.com

Mona Lisa TSP

The current best known results for the Mona Lisa TSP are:

Tour: 5,757,191 Bound: 5,757,080 Gap: 111 (0.0019%)

The tour was found on March 17, 2009, by Yuichi Nagata. The bound gives a value
B such that no tour has length less than B; this bound was found on February 16,
2012, with the Concorde code. The Gap number is the gap in our knowledge, that
is, the difference between the length of the tour and the value of the bound.

It has been over two years since Yuichi Nagata produced the best-known tour. To
help perk up interest in searching for an even better solution, we are offering
a $1,000 prize to the first person to find a tour shorter than 5,757,191.

Computation Log

February 16, 2012: GAP=111. A truncated branch-and-cut search, using an an
artificial uppper bound of 5757080 and the LP from January 21, completed in 5.6
CPU years and 5,073 search nodes. The run improved the gap by 8 units.

January 21, 2012: LP = 5757067.2. Repeated runs of Concorde's cutting-plane
routines, equipped with a large pool of cuts obtained in the branch-and-cut
search begun on July 7, 2011, increased the LP bound by 12 units over the
previous best obtained on July 7, 2011. The increase is small, given the amount
of computation involved, but it does amount to closing roughly 9% of the
remaining gap between the LP bound and the best known tour. The LP solution
vector is given in the file mona.4zsub.x and a drawing of the solution is given
in mona.5zsub.pdf. We need better separation routines!

Sumber:
http://www.tsp.gatech.edu/data/ml/monalisa.html

Mengenal Business Intelligence Software (BI)

Mohammad Okki

Bicara mengenai software aplikasi dalam dunia industri, sampai saat ini yang
merupakan state-of-the-art technology adalah aplikasi ERP (Enterprise
Resource Planning). Sampai tahun 2005 ini tidak ada software aplikasi yang
dapat melebihi kecanggihan ERP. Tidak mengherankan karena ERP telah mencakup
keseluruhan organisasi, dan meliputi semua aktivitas dalam organisasi. Namun
bagi yang berkecimpung di dunia IS/ES (Information System/Enterprise System),
kita dengan mudah belajar bahwa pasti akan ada aplikasi-aplikasi lain yang
akan muncul dan memberikan benefit-benefit baru pada praktisi industri.
Benefit yang tidak mampu untuk disediakan oleh software yang lama.
Bila kita ikuti trend perkembangan software IS/ES -dari MRP I, MRP II,
hingga ERP- titik berat perkembangannya adalah pada otomasi proses bisnis.
Inti pemikirannya adalah bila task rutin di tingkat shop floor yang bersifat
repetitif bisa diselesaikan oleh komputer (dengan bantuan sistem informasi)
maka produktivitas karyawan bisa ditingkatkan. Makin banyak volume pekerjaan
yang terselesaikan. Bila produktivitas karyawan meningkat dengan demikian
akan terjadi efisiensi produksi.
Sebenarnya dari paparan di atas pun, dengan mudah kita dapat kenali
kelemahan dari software-software IS/ES tadi. MRP I, MRP II sampai ERP hanya
bicara mengenai efisiensi. Penghematan biaya, penghematan waktu, penghematan
inventory, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan efektivitas?
Di era persaingan global ini, tuntutan untuk "do the right thing" jauh lebih
besar dan lebih sulit untuk dilakukan dibandingkan dengan "do things right".
Percuma bicara efisiensi distribusi bila ternyata yang kita produksi tidak
laku karena modelnya tidak disukai pasar. Percuma bicara penghematan waktu
dan biaya di shop floor bila pesaing kita melakukan outsourcing produksi dan
mereka tetap tidak kehilangan competitive edge.
Karena itulah muncul topik-topik seperti CRM dan SCM yang populer belakangan
ini. Di dunia IS/ES kita mengenal satu software yang sedang banyak
dibicarakan, yaitu Business Intelligence Software (BI).
Apa itu BI? Business Intelligence Software (BI) secara singkat juga dikenal
sebagai dashboard. Ini karena secara umum BI berfungsi seperti halnya
dashboard pada kendaraan. BI memberikan metrik (ukuran-ukuran) yang
menentukan performa kendaraan (organisasi). BI juga memberikan informasi
kondisi internal, seperti halnya suhu pada kendaraan. Dan BI juga memberikan
sinyal-sinyal pada pengemudi bila terjadi kesalahan pada kendaraan, seperti
bila bensin akan habis pada kendaraan. Semuanya berguna bagi pengemudi agar
mampu mengendalikan kendaraannya dengan lebih baik dan mampu membuat
keputusan yang tepat dengan lebih cepat.
Pada prakteknya, BI akan berfungsi sebagai analis, penghitung scorecard,
sekaligus memberikan rekomendasi pada user terhadap tindakan yang sebaiknya
diambil. Dengan menjalankan fungsi dashboard, user BI akan mengenali potensi
ketidakberesan pada perusahaan sekaligus dengan penyebabnya sebelum hal
tersebut berkembang menjadi masalah yang besar. BI akan berfungsi memberikan
advance alarm, memberikan informasi trend dan melakukan benchmark.
Jadi kenapa perusahaan harus mengadopsi dashboard? Ada 7 keunggulan utama BI
yang akan memberikan value bagi perusahaan:
1. Konsolidasi informasi
Dengan BI dijalankan di dalam perusahaan, data akan diolah dalam satu
platform dan disebarkan dalam bentuk informasi yang berguna (meaningful) ke
seluruh organisasi. Dengan ketiadaan information assymmetry, kolaborasi dan
konsolidasi di dalam perusahaan dapat diperkuat. Dengan konsolidasi, maka
dapat dimungkinkan pembuatan cross-functional dan corporate-wide reports.
Meskipun harus diakui, benefit ini juga mampu disediakan oleh software ERP.
2. In-depth reporting
Software Business Process Management (BPM) memang mampu memberikan report
dan analisis, namun cukup sederhana dan hanya bertolak pada kondisi intern.
Sedangkan BI mampu menyediakan informasi untuk isu-isu bisnis yang lebih
besar pada level strategis.
3. Customized Graphic User Interface (GUI)
Beberapa ERP memang berusaha membuat tampilan GUI yang user friendly, namun
BI melangkah lebih jauh dengan menyediakan fasilitas kustomisasi GUI.
Sehingga tampilan GUI jauh dari kesan teknis dan memberikan view of business
sesuai dengan keinginan masing-masing user.
4. Sedikit masalah teknis
Ini karena -pertama- sifatnya yang user friendly meminimasi kemungkinan
operating error dari user, dan -kedua- BI hanya merupakan software pada
layer teratas (information processing) dan bukan business process management.
5. Biaya pengadaan rendah
Karena BI hanya software yang bekerja pada layer teratas dari pengolahan
informasi, harga software-nya tidak semahal ERP. Biaya pengadaannya pun
menjadi lebih murah dibandingkan ERP.
6. Flexible databank
BI membuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan ERP sebagai pemasok
databank yang akan diolah menjadi reports dan scorecard, namun BI juga dapat
bekerja dari databank yang dibuat terpisah. BI pun menjadi terbuka untuk
digunakan oleh analis profesional dan peneliti, yang data olahannya bersifat
sekunder.
7. Responsiveness
Sifat dashboard (BI) lain yang tidak dimiliki oleh ERP adalah dalam hal
kecepatan (responsiveness). Misalnya pada penghitungan service level sebagai
salah satu Key Performance Indicator (KPI). Fungsi dashboard akan memberikan
peringatan kepada user sebelum batas bawah dalam service level (lower limit)
terlampaui. Akibatnya masalah bisa ditangani sebelum benar-benar muncul ke
permukaan. Salah satu contoh pada industri kesehatan, penggunaan BI berjasa
mencegah penyebaran suatu penyakit/wabah secara luas (outbreak).
Nama-nama vendor BI memang masih asing di Indonesia. Beberapa nama yang
terkemuka antara lain Business Object, Cognos, Hyperion, MicroStrategy, SAS
dan Bowstreet.
Di Amerika Utara dan Eropa, saat ini kustomer BI telah tersebar luas pada
sektor industri-industri terbesar seperti bank, airline, energi, elektronik,
kesehatan, agrikultur. Vendor-vendor BI juga telah berkolaborasi dengan
vendor-vendor Supply-Chain, Operating System (Windows, Unix, Linux), dan
software BPM seperti SAP, Oracle, IBM dan EMC. Kolaborasi ini menyebabkan
kustomer yang mengimplementasikan BI tidak memiliki kesulitan dalam hal
integrasi dengan sistem yang selama ini ada di organisasi mereka.
Bagaimana trend ke depan? Bila di Indonesia dashboard masih barang yang
baru, di Amerika dan Eropa saat ini timbul kecenderungan pengguna BI turun
dari level eksekutif ke level office worker. Penggunaan BI pun meluas, dari
yang semula hanya ditujukan pada top-level decision-maker ternyata pada
prakteknya sangat bermanfaat juga bagi daily decision-maker. Ini karena
dashboard -dengan setting metrik yang tepat- bisa mengurangi waktu siklus
pengolahan informasi dan pada akhirnya meningkatkan efektivitas karyawan
dalam pengambilan keputusan.
Bagaimana dengan ukuran industri? Sebagaimana data terakhir pada pertengahan
2005 menunjukkan, 60% perusahaan AS yang berpendapatan di atas $100 juta
telah mengimplementasi BI. 40% sisanya berencana implementasi sebelum 2006
berakhir.
Bagaimana industri di Indonesia?


Sumber : milis IPOMS

Manajemen Sampah


Sampah Dus
Orang Jerman punya kebiasaan praktis lainnya yakni mereka meninggalkan kemasan dus di supermarket / tidak membawa pulang kemasan dus ini terutama bagi mereka yg tinggal di apartment dn tdk punya tong sampah khusus untuk kertas. -untuk memiliki tiga warna tong sampah ini, harus bayar lho- Setelah selesai berbelanja, mereka membuka dus2 kemasan, lalu dus tsb mereka buang ke tong sampah milik supermarket -pasti tersedia tong sampah besar terutama untuk kemasan kertas (dus) dn batere bekas.
--Saya pernah menirunya, tetapi sesampai di rumah, bingung sendiri -yg mana makanan, yg mana sabun cuci. Wah...wah..wah...kacau...!

Pakaian Bekas.
Bagaimana jika kita punya pakaian bekas yg sudah tidak dipakai lagi? Jangan coba dibuang ke tong sampah yg tiga tadi (hijau, biru, kuning). Jika ketahuan ada sampah selain sampah yg seharusnya, gak bakalan diambil itu sampah sampai kapan pun.

Baju bekas dapat kita buang ke tong sampah milik umum -ada banyak tong sampah untuk baju bekas di pinggir jalan -namanya 'Sperrmûll'. Bawa saja baju bekas kita dan masukkan ke situ -seperti kita memasukkan surat di kotak pos cuma ukurannya lebih besar.
Menurut informasi tong sampah itu milik palang merah setempat. Jika sudah penuh, baju2 (bekas) tsb akan dikiirim dn "dihibahkan" ke negara berkembang.
---weleh..weleh...jangan jangan baju bekas yg dijual di cimol salah satunya dari "Sperrmüll" tadi. :p

Sampah Elektronik
Pasti selalu ada sampah elektronik seperti kulkas bekas, kompor rusak, ricecooker, setrika, dan sebangsanya yg rusak, lalu harus dibuang kemana?
Kalau rusak, yaaa diservis donk. Emangnya di Bandung!? Kalau rusak, bawa aja ke Banceuy.
Di sana ongkos servis mahal bo. Upah tukang di sana sama dg pegawai kantoran berdasi, mending beli baru aja drpd harus keluar ongkos buat servis.

Nah buat membuang barang2 ini beda lagi ketentuannya. Kita dapat "membuangnya" ke -semacam tempat pembuangan akhir gitu deh. Hanya sebelum pergi ke sana, jangan lupa bawa dompet. Karena untuk membuang satu buah kulkas kita harus membayar sebesar €10. Hmmm setara dg Rp. 120rb.

-Wah ....kalau dibandung lempar aja ke cikapundung wkwkwkwl

Sampah daun
Bila kita tinggal di rumah, pastinya ada kebun di belakang rumah dn umumnya luas2. -kalau di sini sdh dibangun kamar2 untuk kost2-an tuh kebun hehee
Jika musim gugur tiba, akan banyak dihasilkan daun. Gak mungkin dibakar 'kan? Kalau nelad dibakar, bakalan dilaporin ke polizei ama tetangga deh. Dan urusan bakal panjang dn runyam.

Nah cara membuangnya? Kumpulkan aja sampah2 daun tsb dn masukkan ke dalam karung plastik besar.
Uniknya, jika kita memasukkan ke dalam plastik yg kita punya di rumah, untuk membuangnya kita harus bayar 60 cent per karung plastik.
Jika ingin gratis, kita harus memakai karung sampah milik -semacam dinas kebersihan kota. Hanya untuk mendapatkan karung sampah tsb, kita harus membelinya. --» Woalahhh sami mawon.

Sampah botol minuman
Untuk sampah bekas minuman tidak boleh dimasukkan ke tong sampah hijau(sampah organik), kuning (wadah bekas), atau biru u(ntuk kertas bekas).

Lalu kemana kita dapat membuang botol2 bekas minuman tsb? -bagi yg suka minum. Kita nampaknya tidak akan direpotkan oleh botol2 ini, toh tidak pernah minum?

Di hypermarket atau di pinggir jalan akan disediakan tempat sampah (botol) berwarna biasanya hijau, putih, dn amber -sama seperti warna botol

Treatment pd sampah kemasan
Memory saya kembali melayang ke masa saat tinggal di Jerman (waduh...Jerman wae :D ). Di sana kami juga terbiasa 'meremas' -agar pipih bentuknya- kemasan2 seperti botol plastik bekas minuman atau bekas minyak; kemasan tetra pak bekas susu atau jus; kaleng minuman yg terbuat dai alumimium. 'Maid' saya (saya punya/membawa 'asisten' selama di Jerman) biasa melakukannya dg cara diinjak2, sehingga anak bungsuku yg kala itu msh berusia 5 thn- sering meniru tingkah polah 'maid' dn bunyinya akan sangat mengganggu -;kresek -kresek-

Mengapa harus dipipihkan?
jika tidak dipipihkan, tong sampah akan cepat penuh krn volume sampah yg besar, sementara pengambilan sampah tsb tidak setiap minggu, tetapi dua minggu sekali. 

Salam,
"Ina St. Nurminabari" 

Sumber : milis IPOMS

Related Posts