Saturday, October 8, 2011

8 Cara Jadi 'Workaholic' yang Sehat

JAKARTA, KOMPAS.com — Pecandu kerja alias workaholic memang tak sehat. Mungkin Anda jadi jauh dengan keluarga gara-gara lebih sering menghabiskan waktu di tempat kerja. Namun, di zaman sekarang, jika tak bekerja lebih keras, mungkin sulit untuk bertahan di tengah kompetisi globalisasi.

Begini cara menjadi pecandu kerja yang sehat:

1. Luangkan Waktu untuk Olahraga
Punya jadwal teratur untuk olahraga dapat menjaga suasana hati di kantor saat sedang memanas. Olahraga tak hanya menjaga bentuk tubuh tetap indah, tetapi juga meringankan ketegangan di otot dan merilekskan pikiran. Usahakan bangun lebih pagi untuk lari di mesin treadmill sambil menonton berita pagi.

2. Bikin Spa di Kantor
Memang penting untuk tetap rileks sepanjang hari. Pijat adalah cara terbaik untuk mengenyahkan ketegangan di tubuh. Jika sulit untuk keluar kantor, cobalah mesin kursi pijat yang banyak ditawarkan di mal. Beli satu dan letakkan di kantor. Duduklah dan biarkan mesin bekerja ketika stres dan ketegangan sudah tak tertahankan lagi.

3. Pilih Minuman Hangat
Para pecandu kerja tahu bahwa kafein dapat membuat mereka tahan kerja lama. Supaya lebih nikmat, sajian kopi sebaiknya selalu hangat. Sekarang sudah dijual cangkir kopi yang disambungkan ke USB di komputer untuk menjaga minuman tetap hangat.

4. Utamakan Keluarga
Menurut para psikolog, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kerja merupakan dasar untuk tetap sehat. Coba hitung berapa jam sehari Anda habiskan di kantor setiap pekan. Dari perhitungan itu, Anda akan mendapatkan gambaran realistis betapa tak seimbangnya hidup Anda. Jangan lewatkan peristiwa-peristiwa penting dalam keluarga seperti ulang tahun pasangan dan anak-anak, juga ulang tahun perkawinan.

5. Miliki Hobi
Percayalah, hobi itu bukan hanya milik kaum pensiunan. Hobi merupakan hal terbaik yang bikin pecandu kerja berhenti memikirkan pekerjaan.

6. Tinggalkan Pekerjaan di Kantor
Berada di tengah keluarga tak ada artinya jika Anda masih memegang PDA untuk menjawab e-mail soal pekerjaan dan tak henti-hentinya memberikan instruksi lewat telepon genggam. Buat peraturan ketat yang bikin Anda meninggalkan semua tetek bengek pekerjaan di kantor. Jika perlu, Anda tinggal 15 menit lebih lama untuk menjawab semua e-mail yang masuk. Keluarga akan berterima kasih akan perhatian Anda untuk mereka.

7. Tidur Cukup
Tidur cukup akan membantu Anda tetap efisien meskipun harus bekerja hingga larut malam. Sebaliknya, tidur siang selama 20 hingga 30 menit dapat menjaga Anda berada di puncak terus. Penelitian terakhir membuktikan bahwa tidur siang singkat merupakan cara mendapatkan energi kembali tanpa kesulitan tidur di malam hari.

8. Pilah-pilih Pekerjaan
Bikin daftar tugas yang ingin Anda kerjakan seharian. Pastikan untuk memprioritaskan tugas-tugas dan terus membenahinya. Buat batas untuk jumlah tugas yang dilakukan seharian dan terus patuhi itu. Coba untuk mengatakan “tidak” ketika ditawari mengerjakan satu proyek tambahan, khususnya ketika Anda tak mau proyek yang lain jadi hancur berantakan.

Sunday, August 28, 2011

Kapan Saat Tepat Membeli Rumah?

KOMPAS.com - Sirik rasanya melihat teman yang sudah memiliki rumah sendiri. Tinggal di rumah milik sendiri membuat Anda bebas membuat aturan sendiri. Bahkan orangtua yang kebetulan menginap di rumah Anda pun harus mengikuti aturan Anda. Anda juga jadi merasa tidak lagi "membuang uang" percuma dengan indekos.

Tetapi, sebagai lajang Anda masih berat untuk meninggalkan gaya hidup Anda saat ini. Sepulang kantor bebas jalan-jalan sampai malam (kalau beli rumah di pinggiran Jakarta tentu harus pikir-pikir lagi jika pulang terlalu larut). Anda bebas jajan di luar, ngopi, belanja-belanja, travelling bersama teman-teman, dan lain sebagainya. Jika gaji Anda dipotong untuk cicilan rumah, Anda harus mengorbankan sebagian kecil kesenangan Anda tersebut.

Jadi, kapan sebenarnya waktu tepat untuk membeli rumah? Apakah membeli sekarang merupakan langkah yang tepat? Apakah dengan gaji Anda yang sekarang, Anda mampu membelinya? Bila hal itu yang masih menjadi pertimbangan Anda, beberapa pertanyaan di bawah ini mungkin dapat membantu Anda.

Bagaimana dan dimana hidup Anda beberapa tahun ke depan?
Mungkin saat ini Anda merasa lebih nyaman dengan indekos atau mengontrak rumah ramai-ramai dengan teman. Namun, bayangkan berapa uang yang akan Anda habiskan begitu saja dengan indekos di tempat yang berada di pusat kota. Bandingkan dengan cicilan rumah yang harus Anda bayarkan bila membeli rumah. Bila selisihnya tak begitu besar, lebih baik Anda membeli rumah. Uang kos atau kontrakan itu akan menjadi investasi Anda dalam bentuk rumah. Menunda membeli rumah hanya akan membuat Anda mengeluarkan lebih banyak uang ketika harga rumah sudah naik gila-gilaan.

Bagaimana kondisi keuangan Anda?
Ketika Anda berencana mengambil kredit pemilikan rumah di bank untuk melunasi pembelian rumah, bank tentu akan memeriksa kondisi keuangan Anda. Bank akan meminta slip gaji Anda, juga mencari tahu apakah Anda memiliki utang-utang atau cicilan lain. Intinya, bila Anda berutang ke bank, apakah hal ini akan memengaruhi kondisi keuangan Anda secara keseluruhan? Bank tentu tak ingin Anda mengalami kesulitan mencicil utang Anda.

Kebanyakan bank akan menghitung rasio total utang Anda sebelum mengabulkan permohonan pengajuan utang Anda. Artinya, berapa total kewajiban utang Anda, termasuk utang kartu kredit, cicilan mobil, atau mungkin kredit tanpa agunan Anda. Total utang sebaiknya tidak lebih besar daripada 40 persen gaji kotor Anda sebulan.

Berapa kemampuan Anda?
Ada cara yang mudah dan cepat untuk mengestimasi kemampuan Anda dalam membeli rumah berdasarkan jumlah penghasilan Anda. Kalikan gaji kotor Anda selama satu tahun dengan 3,4. Misalnya gaji Anda Rp 5 juta sebulan, maka setahun gaji Anda Rp 60 juta. Jika dikalikan 3,4, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 204 juta. Beberapa pakar keuangan juga menyarankan, sebaiknya Anda tidak membayar lebih dari 32 persen gaji kotor selama sebulan untuk cicilan rumah. Anda juga masih harus membayar down payment, yang besarnya nanti akan memengaruhi besaran cicilan Anda tiap bulan.

Hitung juga maintenance rumah
Membeli rumah artinya Anda bertanggung jawab dengan semua biaya pemeliharaan atau perawatannya. Kemudian, meskipun rumah tersebut tidak langsung Anda tinggali, Anda tetap harus membayar iuran-iuran kan? Misalnya iuran sampah, iuran keamanan, dan sebagainya. Bersiaplah untuk membayar sekitar 3 persen setahun (dari harga rumah) untuk biaya pemeliharaan untuk rumah yang baru, dan tingkatkan jumlah tersebut hingga 5 persen jika Anda membeli rumah bekas.

Dapatkah Anda menutup semua biaya pembeliannya?
Ada beberapa komponen biaya yang harus Anda tanggung ketika membeli rumah. Selain membayar harga rumahnya, Anda juga harus membayar PPN (10 persen dari harga pokok rumah), biaya pengurusan surat-surat tanah (seperti Hak Guna Bangunan atau Hak Milik), biaya notaris, biaya administrasi bank, dan mungkin juga biaya survei lokasi. Setelah rumah dibeli, Anda masih butuh biaya untuk pindahan, instalasi listrik (jika misalnya Anda ingin menambah daya), perabotan, dan hal-hal kecil lain yang ternyata tak sedikit jumlahnya.

Saat membeli rumah, kondisi keuangan Anda pasti terpengaruh. Mungkin dalam bulan-bulan bahkan tahun pertama Anda akan sulit menyisihkan uang untuk hura-hura lagi. Tetapi, jangan bayangkan berapa gaji Anda yang terkuras untuk membayar cicilan rumah. Bayangkan nikmatnya memiliki rumah sendiri. Adakah yang lebih membanggakan daripada itu?

http://female.kompas.com/read/2011/08/25/16344645/Kapan.Saat.Tepat.Membeli.Rumah.

Saturday, August 20, 2011

Pengertian Asuransi Syariah

Pengertian Asuransi Syariah

“Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang, melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau Tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah” Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Asuransi Syariah adalah sebuah sistem di mana para peserta mendonasikan sebagian atau seluruh kontribusi / premi yang mereka bayar yang digunakan untuk membayar klaim atas musibah yang dialami oleh peserta yang lain.


Konsep Asuransi Syariah
Dalam Asuransi Syariah ada istilah Tabarru’ yang merupakan sumbangan (dalam definisi Islam = Hibah - Dana Kebajikan). Ada beberapa perbedaan istilah antara Asuransi Syariah dengan asuransi konvensional.

Pada Asuransi Syariah peserta asuransi melakukan risk sharing (berbagi risiko) dengan peserta yang lainnya. Sementara pada asuransi konvensional, para peserta melakukan risk transfer (transfer risiko) kepada perusahaan asuransi. Maka, jika nasabah Asuransi Syariah mengajukan klaim, dana klaim berasal dari rekening tabarru’ (kebajikan) seluruh peserta. Berbeda dengan klaim asuransi konvensional yang berasal dari perusahaan asuransinya.

Ada beberapa perbedaan istilah antara Asuransi Syariah dengan asuransi konvensional.

1. Mengubah kontrak di mana peserta adalah pihak yang menanggung risiko bersama, bukan perusahaan.

2. Pengelola atau operator (perusahaan asuransi) bukanlah pemilik dana melainkan hanya mengelola saja.

3. pengelola tidak boleh menggunakan dana-dana tersebut jika tidak ada kuasa dari peserta.

Asas Asuransi Syariah :

1. Merupakan jaminan bersama.

2. Penyertaan dalam sebuah skema yang disetujui bersama.

3. Membantu satu sama lain dengan menggunakan rekening yang telah ditentukan (rekening tabarru’) untuk membayar kerugian yang akan timbul.

Prinsip Asuransi Syariah :

1. Merupakan tanggung jawab bersama.

2. Saling membantu dan bekerja sama.

3. Perlindungan bersama


http://www.flickr.com/photos/33983328@N08/3158501235/

Wednesday, August 17, 2011

4 Kepribadian dari Pribadi yang Matang

KOMPAS.com - Setiap individu memiliki empat tipe kepribadian dalam dirinya, hanya saja memang ada salah satu yang dominan, dan ada yang masih perlu digali agar lebih seimbang. Setiap orang perlu tahu cara menempatkan diri, kapan waktunya menjadi pribadi yang disiplin, tegas, dan kapan menjadi sosok yang ramah, menyenangkan, atau kapan waktunya menjadi pendengar yang baik atau menikmati waktu untuk dirinya sendiri. Individu yang lengkap dengan empat kepribadian, serta tahu kapan menempatkan diri, tandanya ia pribadi matang.

Presenter yang juga pendiri sekolah public speaking Talk-Inc, Erwin Parengkuan, menuliskan dalam bukunya, Click, bahwa tipe kepribadian terbagi menjadi si kuat, si damai, si gesit, dan si rinci. Dalam talkshow yang diadakan Dove di Atrium Senayan City, Sabtu (26/2/2011) lalu, Erwin menjelaskan secara singkat perbedaan tipe kepribadian ini yang dirumuskannya dari pengamatan dan pengalaman bertemu dengan banyak orang dalam dunia public speaking dan komunikasi.

* Si gesit
Karakternya memiliki mood yang seringkali berubah. Orang dengan tipe kepribadian ini cenderung lebih senang menyampaikan apa yang ada di pikirannya dan tak suka menyimpan masalah atau sesuatu. Soal pekerjaan, orang dengan tipe ini selalu ingin berpindah-pindah karena karakternya yang suka eksplorasi. Namun seringkali, eksplorasinya tak diselesaikan dan kembali berpindah.

Si gesit tak suka menunda, cepat bosan, dan tak tahan dengan pekerjaan yang sifatnya statis. Karena memiliki kepribadian ekstrover, si gesit cenderung ceplas-ceplos saat bicara, lebih sering berbicara daripada berpikir.

"Seringkali ia salah bicara karena tak dipikirkan matang sebelumnya," jelas Erwin, sambil menambahkan bahwa tipe ini cenderung energik, selalu ingin terdepan jika bicara tren, pemaaf, dan cenderung pelupa. "Ia mudah memaafkan karena pada dasarnya ia mudah lupa. Jadi ia takkan ingat jika Anda pernah melakukan kesalahan kecil, misalnya," tambahnya.

* Si rinci
Ia selalu penuh perhitungan, setiap langkah dan keputusan yang akan dibuatkan dipikirkan dengan seksama. Kecenderungannya, ia akan berpikir lebih banyak daripada bertindak karena memiliki kepribadian yang perfeksionis. Si rinci merasa perlu menyusun segalanya dengan baik, benar, teratur, rapi, rinci, dan detail. Karenanya, ia tak pernah melewatkan jadwal yang sudah disusunnya. Ritual pagi hari misalnya, sebut Erwin, tak boleh ada yang terlewati. Berapa lama waktu mandi, merapikan diri, bahkan pakaian apa yang ingin dikenakan sudah diaturnya untuk seminggu misalnya.

"Orang dengan tipe ini selalu harus in order. Saat harus bergerak ia akan berpikir lama, bisa didahului oleh si gesit. Karenanya, setiap kepribadian harus diseimbangkan agar kesempatan tak hilang," jelas Erwin.

* Si kuat
Tipe kepribadian yang kuat tak suka basa-basi, dan cenderung bicara apa adanya. Tipe ini selalu mengejar tujuan apapun yang terjadi. Meski harus melewati berbagai cara, ia akan melakukannya untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini dilakukannya karena si kuat lebih menyintai hasil daripada proses. Beda dengan si gesit yang lebih menyintai proses. Si kuat tak banyak bicara panjang lebar, ia hanya bicara seadanya. "Wajahnya lempeng," kata Erwin, menggambarkan karakter si kuat.

* Si damai
Tipe ini cenderung santai, mengalir apa adanya, tak suka melakukan sesuatu yang di luar kebiasaannya. "Nggak neko-neko," begitu kata Erwin. Namun kecenderungannya, orang tipe ini seringkali dimanfaatkan teman-temannya. Di sisi lain, si damai lebih berjiwa besar dibandingkan tipe kepribadian lainnya. Ia tidak egois dan selalu menjadi pendengar yang baik bagi teman-temannya. "Si damai sering dijadikan teman curhat," jelas Erwin.

Anda bisa menjadi si kuat, si damai, si rinci, atau si gesit sekaligus, atau hanya salah satu atau dua di antaranya. Apapun itu, yang terpenting adalah Anda bisa melengkapi berbagai tipe kepribadian agar seimbang dan lebih matang. Pertanyaannya kemudian adalah apakah Anda mau menjadi pribadi matang? Mau menyeimbangkan kepribadian, dengan memotivasi diri menggali potensi, dan mengembangkan kepribadian positif yang dimiliki atau belum ada dalam diri?

"Mau atau tidak mengembangkan diri, kembali kepada setiap pribadi, setelah ia mampu mengenali tipe kepribadiannya," tandas Erwin.

http://female.kompas.com/read/2011/02/28/10154293/4.Kepribadian.dari.Pribadi.yang.Matang

Si Gesit, Serba Cepat tetapi Mudah Marah

KOMPAS.com — Dalam bukunya, Click!, Erwin Parengkuan menuliskan empat kategori kepribadian. Setiap karakter kepribadian memiliki sisi terang dan sisi gelap. Dengan mengenali kepribadian, baik diri sendiri maupun orang lain, Anda bisa berkomunikasi lebih baik dan cermat dalam menempatkan diri.

Salah satu kepribadian tersebut adalah Si Gesit. Kenali karakter ini, bisa jadi rekan kerja, atau bahkan diri Anda sendiri termasuk kategori ini.

Aktif, tetapi gelisah
Si Gesit. Pribadi ini cenderung penuh semangat, pemberani, dan tidak mudah menyerah. Tipe ini biasanya aktif dan tidak pernah bisa diam. Namun karena terlalu aktif, Si Gesit cenderung menjadi lebih sering gelisah. Ia juga cepat bosan dengan suasana yang itu-itu saja, termasuk juga dalam hal pekerjaan.

Suka bergaul, tetapi dominan
Si Gesit juga suka bersosialisasi sehingga ia akan tampak menonjol dalam kelompok. Ia juga senang bicara dan selalu punya ide kreatif. Namun saat ia bersosialisasi di kelompok, kesukaannya menonjolkan diri sering terkesan terlalu dominan dan menguasai sehingga ia kadang tak peduli dan mengabaikan orang di sekitarnya.

Berani ambil risiko, tetapi ambisius
Karena keinginannya besar, pribadi tipe ini cenderung berani mengambil risiko. Namun di sisi lain, Si Gesit sering dianggap terlalu ambisius karenanya.

Praktis, tetapi tak terencana
Karena suka yang praktis, Si Gesit lebih senang bersikap spontan. Pada akhirnya segala sesuatunya serba tak terencana. Ia lebih sering bertindak tanpa pikir panjang, baru berpikir kemudian.

Bekerja cepat, tetapi mudah marah
Karena keinginannya yang serba cepat, Si Gesit cenderung tak sabar dengan ritme kerja yang lambat. Akibatnya, ia akan mudah tersinggung dan marah, termasuk jika ia didahului orang lain.

http://female.kompas.com/read/2011/07/15/19162082/Si.Gesit.Serba.Cepat.tetapi.Mudah.Marah

Si Rinci, Pemikir yang Plinplan


SHUTTERSTOCK
Kepribadian Si Rinci cenderung tipe pemikir, perfeksionis, namun plin-plan.
Artikel Terkait:
Si Gesit, Serba Cepat tetapi Mudah Marah
GramediaShop : Sebatang Pohon Tumbuh Di Brooklyn
GramediaShop : Sekolah Pesona Putri

KOMPAS.com — Erwin Parengkuan dalam bukunya, Click!, menuliskan empat kategori kepribadian. Setiap orang bisa memiliki salah satu atau bahkan semua kepribadian ini. Setiap kepribadian pun memiliki sisi terang dan sisi gelap. Kenali setiap kepribadian ini, termasuk dua sisi yang berlawanan, agar Anda bisa berkomunikasi lebih baik dan cermat dalam menempatkan diri.

Si Rinci merupakan salah satu kepribadian yang dijelaskan Erwin dalam bukunya. Orang tipe ini cenderung serius, tipe pemikir, tekun, lebih suka berada di balik meja. Si Rinci biasanya mampu mengontrol diri dan selalu tenang dalam menghadapi situasi apa pun.

Karena senang memikirkan sesuatu, tipe ini memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Kemampuannya dalam bekerja juga tak perlu diragukan. Si Rinci cenderung bekerja sepenuh hati dan sampai tuntas. Ia tak pernah meninggalkan pekerjaan yang belum sempurna. Lantaran kemampuan menganalisisnya tinggi, Si Rinci memang cenderung berhati-hati dalam bertindak.

Di balik sisi terangnya, Si Rinci juga punya sisi gelap. Karakternya yang serius dan kritis semakin terkesan tertutup dengan gayanya yang pendiam dan memilih menyepi daripada berada di keramaian.

Orang tipe ini memang tak banyak bicara dan lebih suka menganalisis. Alhasil, saat ia mengeluarkan ide atau pendapat, orang lain tak meresponsnya, tetapi justru memandangnya lamban karena terlalu lama menganalisis. Jangan heran jika orang dengan kepribadian seperti ini cenderung tak ditanggapi idenya.

Nah, hal lain yang juga perlu dipahami dari orang dengan kepribadian ini adalah gayanya dalam bekerja. Si Rinci tekun dalam bekerja dan cenderung perfeksionis. Alhasil, saat bekerja dalam tim, ia juga menginginkan orang lain bekerja sepertinya, dan menuntut kesempurnaan. Kesan yang kemudian muncul antara lain, Si Rinci dianggap pengeluh dan penuntut ketika orang lain tak memenuhi standar kerjanya.

Kemampuan menganalisis yang dibekali kecerdasan tinggi, dan keinginan untuk selalu sempurna, membuat Si Rinci tak sungkan mengubah metode kerja tiba-tiba. Jika ia menemukan metode kerja yang lebih baik dari yang sekarang diaplikasikannya, maka ia akan segera berubah haluan. Sulitnya, jika bekerja dalam tim, maka orang lain akan kesulitan mengikuti karena tak ada standardisasi. Karenanya, Si Rinci juga dikenal sebagai sosok yang plinplan dalam memutuskan sesuatu.

http://female.kompas.com/read/2011/08/02/14124965/Si.Rinci.Pemikir.yang.Plinplan

Si Kuat, Andal Jika Bekerja Mandiri

KOMPAS.com - Si Kuat merupakan salah satu tipe kepribadian yang dituliskan Erwin Parengkuan, dalam bukunya Click! Dari namanya, Si Kuat, memiliki karakter yang bisa diandalkan. Namun orang dengan tipe kepribadian ini cenderung lebih mampu menunjukkan kekuatannya dengan bekerja sendiri, bukan dalam tim.

Karenanya, meski Si Kuat mampu menjalani berbagai pekerjaan dengan baik, hasilnya tak maksimal jika ia dihadapkan pada kerja tim. Hal ini disebabkan karena Si Kuat cenderung sulit beradaptasi dengan lingkungannya, meski pun ia cocok bekerja di bidang apa saja.

Ciri-ciri orang dengan karakter ini di antaranya, ia cenderung mandiri, percaya diri, tidak menyukai aturan atau prosedur baku. Oleh karenanya, pekerjaan yang cocok dengan karakter seperti ini biasanya adalah pekerjaan mandiri di luar struktur.

Profesi seperti pengusaha, penulis, teknisi, surveyor, mekanik, finansial trader, pengacara, notaris, cocok bagi Si Kuat. Ia akan optimal bekerja mandiri pada bidang tersebut, tanpa diatur dan bergantung pada orang lain.

Jika saat ini Anda masih juga penasaran mencari karier yang tepat, mengenali kepribadian bisa menjadi pintu masuknya. Untuk kemudian, Anda lebih mampu mengeksplorasi diri, dan sukses dalam karier.

http://female.kompas.com/read/2011/08/15/11211973/Si.Kuat.Andal.Jika.Bekerja.Mandiri

Related Posts