Saturday, April 29, 2023

Stiker Safety Sign Bahaya Permukaan Panas

Dalam dunia pekerjaan pasti terdapat resiko dalam pekerjaan yang dapat mengakibatkan cidera. Untuk mengurangi resiko dalam pekerjaan perlu adanya K3 dalam dalam bekerja. Apa itu K3? K3 aadalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dalam pekerjaan adanya K3 sangat penting dikarenakan dapat mengurangi resiko pekerjaan, dapat menganalisa langkah-langkah dalam bekerja.

Pengelasan sendiri memiliki pengertian yaitu proses menyatukan bahan atau permukaan menjadi satu kesatuan menggunakan tenaga panas/suhu yang tinggi. Maka dari itu diperlukan keamanan yang tinggi. Dalam dunia pekerjaan pengelasan ada banyak resiko yang akan terjadi seperti cahaya pengelasan yang dapat merusak mata, api pengelasan dapat menyebabkan kebakaran, suhu yang tinggi saat pengelasan dapat menyebabkan luka lepuh apabila terkena kulit.

Permukaan panas bisa Anda temukan di area kerja, seperti area pipa panas bumi atau mesin produksi. Permukaan panas sangat berbahaya karena jika terjadi kontak dengan tubuh, akan menimbulkan cedera serius, seperti luka bakar. Safety sign ini berfungsi untuk mengingatkan karyawan dan tamu agar selalu waspada jika berada di area kerja dengan permukaan panas.

Stiker Safety Sign Bahaya Permukaan Panas mulai dari ukuran A7 hingga A4 bisa dipesan di

https://www.tokopedia.com/cashifactory/stiker-safety-sign-bahaya-permukaan-panas-a7-7cm-x-7cm-new-design

Tuesday, April 11, 2023

Ratusan Pabrik di Sidoarjo Terancam Pailit, Ribuan Karyawan PHK

Ratusan Pabrik di Sidoarjo Terancam Pailit, Ribuan Karyawan PHK

Senin, 09 Januari 2023 17:37 WIB

Ratusan pabrik atau perusahaan yang ada di Sidoarjo dikabarkan bangkrut akibat lemahnya perekonomian global. Hal tersebut disampaikan Ahmad Fauzi, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur.

Ia menyebutkan, ada beberapa hal yang menyebabkan ratusan perusahaan di Sidoarjo bangkrut. Di antaranya karena lemahnya ekonomi global akibat perang dunia. 

"Akibat perang, Amerika tidak menerima impor" ucap Fauzi, saat dikonfirmasi Ngopibareng.id pada Senin, 9 September 2023.

Kondisi tersebut sangat berdampak terhadap perekonomian di Indonesia, termasuk Sidoarjo. Banyak perusahaan mengalami kerugian atau bahkan gulung tikar terutama perusahaan yang bergerak di bidang ekspor.

"Paling berdampak adalah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor seperti garmen, sepatu, atau lainnya," imbuhnya.

Bangkrutnya ratusan perusahaan di Sidoarjo juga dipicu oleh beberapa hal. Seperti mahalnya biaya produksi yang tak sebanding dengan keuntungan perusahaan, sehingga perusahaan tidak mampu bersaing membayar upah yang terlalu tinggi. 

"Saat ini, kondisi pasar juga sedang lesu khususnya ekspor," ucap Fauzi.

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, ada 208 perusahaan yang mengalami pailit. Akibatnya sebanyak 1363 karyawan terdampak mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Jumlah tersebut merupakan karyawan yang sudah resmi terlapor di Disnaker Sidoarjo.

Fauzi mengatakan pihaknya akan tetap memperjuangkan hak dan kewajiban para buruh sesuai dengan kesepakatan perusahaan. "Hak dan kewajiban buruh tetap diperjuangkan agar sama-sama jalan. Buruh tidak menjerit dan pengusaha tidak keberatan," tutupnya.


Sumber :

https://www.ngopibareng.id/read/ratusan-pabrik-di-sidoarjo-terancam-pailit-ribuan-karyawan-phk

Pabrik Pakaian Puma Tutup

Pabrik Pakaian Puma Tutup & PHK Massal, Ini Respons Airlangga

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di pabrik tekstil dan produk tekstil masih terus terjadi. Kini dikabarkan salah satu pabrik garmen terbesar di wilayah Tangerang dikabarkan bangkrut dan membabat hampir .200 orang karyawannya.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku masih belum mengetahui. Namun pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan kementerian terkait.

"Nanti kita cek dan koordinasikan dengan Perindustrian (Kementerian Perindustrian)," kata Airlangga, Selasa (2/4/2023).

Untuk diketahui industri TPT memang sejak tahun sudah mengalami guncangan imbas penurunan permintaan ekspor. Setidaknya PHK yang terjadi pada industri ini menurut data asosiasi Pertekstilan sudah mencapai 60.000 karyawan dari total 3,5 juta pekerja.

Kini kabar terbaru pabrik PT Tuntex Garment yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang memutuskan menutup pabrik secara permanen karena sudah tidak lagi produksi per 31 Maret 2023. Sehingga setidaknya seluruh karyawannya 1.200 karyawan.

Kabid Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Tangerang Desyanti juga sudah membenarkan kabar ini. Menurutnya pabrik produk Puma itu tutup lantaran mengalami penurunan permintaan ekspor.

"Penyebabnya akibat order menurun sejak 3 tahun akibat Covid - 19 dikarenakan market penjualannya produk Puma hasil produksi Tuntex sebagian besar marketnya Eropa, dan Amerika dan saat ini sedang krisis akibat inflasi yang menyebabkan produksi Tuntex terus menurun sejak 3 tahun," katanya.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230404125736-4-427201/pabrik-pakaian-puma-tutup-phk-massal-ini-respons-airlangga

Monday, April 10, 2023

Ada Apa dengan Industri Tekstil RI?

Banyak Pabrik Tutup & PHK Buruh, Ada Apa Industri Tekstil RI?

Fenomena banyak pabrik tutup dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya kembali marak terjadi, ada apa dengan industri tekstil Indonesia belakangan ini?

Kasus terakhir terjadi pada sebuah pabrik tekstil yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten melakukan PHK terhadap 1.163 pekerjanya. Diketahui perusahaan tersebut adalah PT Tuntex Garment yang banyak memproduksi untuk baju kenamaan dunia seperti Puma dan Nike.

Ironisnya, ternyata penutupan pabrik di Cikupa oleh Tuntex Garment ini bukanlah satu-satunya dan bukan yang pertama. Menurut Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), sepanjang tahun 2022 sampai bulan November, tercatat ada 87.000 orang buruh di sektor tekstil nasional, hulu sampai hilir, yang terkena PHK.

Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan SDM BPP API Nurdin Setiawan mengatakan, jika secara global industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terjadi karena dampak dari pandemi tahun 2020-2021, terutama di pasar-pasar ekspor, karena TPT itu 30% nya orientasi ekspor, dan 70% domestik.

"Ketika pandemi ini, yang terdampak dua-duanya, baik secara ekspor maupun secara domestik. Lalu tahun 2022 sesungguhnya adalah tahun harapan, bahwa TPT akan kembali bangkit pasca- pandemi 2 tahun terakhir," kata Nurdin kepada CNBC Indonesia, Kamis (6/4/2023).

Di kuartal I-2022, kata dia, industri TPT RI masih memiliki satu harapan dan optimisme, tetapi pada saat memasuki kuartal II-2022 itu terjadi perlambatan ekonomi global yang disebabkan oleh 3 faktor utama.

Warga melintas di depan pabrik PT Tuntex, Kab Tangerang, Selasa, 5/4. PT Tuntex Garment Indonesia, pabrik garmen terbesar di Kabupaten Tangerang, bangkrut setelah mengalami penurunan omzet ekspor secara drastis. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pertama, terjadinya resesi ekonomi global di negara-negara tujuan ekspor TPT Indonesia. Kedua, masih adanya masalah geopolitik, perang Rusia-Ukraina ini tetap berdampak kepada industri TPT dalam negeri, karena 2 negara ini juga termasuk negara yang cukup berpengaruh dalam ekonomi secara global. Dan yang ketiga, stagflasi.

"Stagflasi terjadi karena kenaikan bahan baku TPT yang tidak diimbangi dengan kenaikan produk garmen atau tekstilnya, nah ini yang mengakibatkan terjadinya penurunan order. Karena di negara-negara tujuan ekspor tersebut, konsumen itu lebih prioritas memilih pangan terlebih dahulu saat resesi, ketimbang mereka untuk membeli sandang sehingga para pembeli memilih untuk mengurangi ordernya ke TPT di Indonesia," terang Nurdin.

Akibatnya, lanjut dia, ketika order turun maka utilitas juga akan turun. Jadi, sepanjang Tahun 2022 penurunan order untuk perusahaan ekspor rata-rata sekitar 30-50%.

"Nah, kalau katakanlah lebih kecilnya adalah 30%, berarti ada 30% utilitas yang tidak beroperasi di perusahaan, sementara labour cost tetap harus dibayar, sementara karyawannya tidak produktif dan tidak ada output. Ini juga berimbas terhadap terjadinya PHK sepanjang 2022," ujarnya.

Sepanjang situasi dan kondisinya ini masih belum menentu, tetapi industri TPT menyebut bahwa pihaknya juga masih memiliki harapan dan optimis di tahun 2023.

Tetapi kenyataannya, di kuartal I-2023 ternyata masih belum membaik, secara total ekspor juga di Januari ini jika dibandingkan yoy dengan tahun 2022, masih -4% atau turun 4%. Artinya, masih belum bagus. Begitu juga di bulan Februari, secara yoy itu turun 5%.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230406090754-4-427775/banyak-pabrik-tutup-phk-buruh-ada-apa-industri-tekstil-ri

Saturday, April 8, 2023

Johnson & Johnson Ajukan Bangkrut

Johnson & Johnson Ajukan Bangkrut dan Bayar Rp133 T untuk Kasus Kanker

Kamis, 06 Apr 2023 22:25 WIB


Johnson & Johnson mengajukan permohonan pailit atau kebangkrutan untuk menyelesaikan puluhan ribu kasus tuntutan hukum terkait bedak produksi perusahaan yang dituduh menyebabkan kanker.

Permohonan diajukan oleh anak perusahaan J&J bernama LTL pada Selasa (4/4). Permohonan ini merupakan yang kedua kalinya setelah strategi mengajukan permohonan kebangkrutan Bab 11 untuk menyelesaikan kasus bedak ditolak oleh pengadilan banding beberapa waktu lalu. Kala itu, hakim memandang perusahaan tidak bisa bangkrut karena keuangan masih bagus.

Upaya itu mereka lakukan sebagai sebuah strategi agar penyelesaian kasus bedak bisa dilakukan secara adil dan efisien. Demi memuluskan permohonan itu, Johnson & Johnson bersedia membayar US$8,9 miliar atau Rp133 triliun kepada para penggugat dalam jangka waktu 25 tahun.

Tawaran itu naik sebesar US$6,9 miliar dari yang awalnya hanya US$2 miliar. Perusahaan mengklaim saat ini telah mendapatkan komitmen dari lebih 60 ribu penggugat untuk mendukung resolusi tersebut.

Perusahaan mengatakan tawaran itu bukan merupakan pengakuan kesalahan. Johnson & Johnson masih bersikukuh bahwa produk bedak talek hasil produksi mereka aman digunakan.

Mereka menuding bahwa tuduhan bedak produksi Johnson & Johnson mengandung zat pemicu kanker adalah kampanye hitam.

"Perusahaan terus percaya bahwa tudingan ini palsu dan kurang ilmiah," kata Wakil Presiden Litigasi global Johnson & Johnson Erik Haas dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN.com, Kamis (6/4).

"Namun, seperti yang diakui oleh pengadilan kebangkrutan, menyelesaikan kasus-kasus ini dalam sistem tort akan memakan waktu puluhan tahun dan membebankan biaya yang signifikan pada LTL dan sistem," tambahnya.

Haas mengatakan menyelesaikan klaim melalui kebangkrutan menguntungkan perusahaan dan penggugat. Bagi penggugat, hal itu akan membuat mereka mendapatkan ganti rugi lebih cepat.

Sementara bagi J&J, langkah itu dinilai bisa memberikan kemampuan untuk mengakhiri semua masalah hukum terkait dengan tuntutan bedak di Amerika Utara.

Namun, tawaran itu mendapatkan respons negatif dari pengacara penggugat.

"Kesepakatan palsu ini tidak cukup membayar sebagian besar tagihan medis korban. Biaya medis saja dapat berkisar dari US$140 ribu hingga lebih dari US$1,4 juta per korban untuk kasus kanker ovarium. Biaya untuk mesothelioma bahkan lebih tinggi" katanya.


Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230406095546-92-934312/johnson-johnson-ajukan-bangkrut-dan-bayar-rp133-t-untuk-kasus-kanker.

Thursday, April 6, 2023

Shox Rumahan Dikabarkan Tutup

Baru 10 Bulan Dapat Rp 75 Miliar, Startup RI Dikabarkan Tutup

Shox Rumahan, startup bergerak di bidang social commerce, dilaporkan tutup dan melakukan PHK pada seluruh karyawannya. Ini terjadi hanya berselang 10 bulan setelah mengumumkan pendanaan. Laporan ini berasal dari Tech in Asia dan Dealstreet Asia mengutip surat dan email internal. Menurut laporan, Shox telah berhenti beroperasi 25 Februari 2023.

Pada salah satu dokumen, Co-founder dan Chief Commercial Officer Shox, Maria Octavyani Manao menyebutkan alasan penutupan karena adanya kerugian finansial.

Dalam unggahan di Twitter, seorang mantan pegawai perusahaan mengatakan jika menurut pemimpin perusahaan startup telah mengeluarkan biaya dua kali lipat. Dengan begitu tidak bisa bertahan lama tanpa kuncuran pendanaan tambahan investor.

Shox Rumahan didirikan 2019 oleh Manao dan Sonat Yalcinkaya, nama terakhir menjabat sebagai CEO perusahaan. Startup menyediakan skema beli produk elektronik, peralatan rumah dan peralatana rumah yangga dengan murah.

Shox juga baru saja mengumumkan pendanaan US$5 juta (Rp 74,88 miliar). Pendanaan ini berasal AC Ventures, Teja Ventures, Ephesus United, SGInnovate, dan Partech. Tech in Asia melaporkan startup sejauh ini telah mengumpulkan dana US$8 juta selama empat ronde pendanaan.

Perusahaan dilaporkan memiliki 100 pegawai, ungkap laman LinkedIn resminya. Shox juga menyebut berfokus pada konsumen di luar kota besar. Shox punya misi yang mulia. Yakni melakukan demokrasi e-commerce pada 200 juta Indonesia yang belum tersentuh layanan perbankan.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20230404084348-37-427087/baru-10-bulan-dapat-rp-75-miliar-startup-ri-dikabarkan-tutup

Wednesday, April 5, 2023

Pabrik Garmen Tutup, PHK 1.163 Buruh

Tragis! Mau Lebaran, Pabrik Garmen Tutup, PHK 1.163 Buruh

04 April 2023 11:38

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih saja terjadi. Perihnya, PHK ini terjadi jelang Lebaran yang ada di depan mata.

Terbaru, sebanyak 1.163 karyawan dari pabrik tekstil terkena PHK dari tempat kerjanya, PT Tuntex Garment yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Perusahaan memutuskan untuk menutup pabriknya secara permanen karena sudah tidak ada lagi produksi.

"Iya betul, PT. Tuntex Garment tutup, tutup berhenti produksi tanggal 31 Maret 2023," kata Kabid Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Tangerang Desyanti kepada CNBC Indonesia, Selasa (4/4/2023).

Akibat dari keputusan perusahaan ini, ribuan pegawai harus menganggur. Namun, perusahaan tidak bisa berbuat banyak karena situasinya juga tengah sulit. Pabrik ini mengalami penurunan permintaan dari ekspor. Alhasil, pekerja pun tidak banyak bekerja belakangan ini

"Penyebabnya Akibat Order menurun sejak 3 tahun akibat covid-19 dikarenakan market penjualannya produk Puma hasil produksi Tuntex sebagian besar marketnya Eropa, dan Amerika dan saat ini sedang krisis akibat inflasi yang menyebabkan produksi tuntex terud menurun sejak 3 tahun," kata Desiyanti.

Ini bukan kali pertama industrial tekstil goyang akibat resesi. Sejak tahun lalu, para pekerja sudah banyak yang terkena dampaknya. Pemangkasan pekerja di pabrik tekstil dan produk tekstil bisa mencapai 500 ribu orang. Mulai dari karyawan dirumahkan, dipangkas jam kerja, kontrak tak diperpanjang, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230404113225-4-427166/tragis-mau-lebaran-pabrik-garmen-tutup-phk-1163-buruh

Related Posts