Tuesday, April 11, 2023

Pabrik Pakaian Puma Tutup

Pabrik Pakaian Puma Tutup & PHK Massal, Ini Respons Airlangga

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di pabrik tekstil dan produk tekstil masih terus terjadi. Kini dikabarkan salah satu pabrik garmen terbesar di wilayah Tangerang dikabarkan bangkrut dan membabat hampir .200 orang karyawannya.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku masih belum mengetahui. Namun pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan kementerian terkait.

"Nanti kita cek dan koordinasikan dengan Perindustrian (Kementerian Perindustrian)," kata Airlangga, Selasa (2/4/2023).

Untuk diketahui industri TPT memang sejak tahun sudah mengalami guncangan imbas penurunan permintaan ekspor. Setidaknya PHK yang terjadi pada industri ini menurut data asosiasi Pertekstilan sudah mencapai 60.000 karyawan dari total 3,5 juta pekerja.

Kini kabar terbaru pabrik PT Tuntex Garment yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang memutuskan menutup pabrik secara permanen karena sudah tidak lagi produksi per 31 Maret 2023. Sehingga setidaknya seluruh karyawannya 1.200 karyawan.

Kabid Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Tangerang Desyanti juga sudah membenarkan kabar ini. Menurutnya pabrik produk Puma itu tutup lantaran mengalami penurunan permintaan ekspor.

"Penyebabnya akibat order menurun sejak 3 tahun akibat Covid - 19 dikarenakan market penjualannya produk Puma hasil produksi Tuntex sebagian besar marketnya Eropa, dan Amerika dan saat ini sedang krisis akibat inflasi yang menyebabkan produksi Tuntex terus menurun sejak 3 tahun," katanya.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230404125736-4-427201/pabrik-pakaian-puma-tutup-phk-massal-ini-respons-airlangga

Monday, April 10, 2023

Ada Apa dengan Industri Tekstil RI?

Banyak Pabrik Tutup & PHK Buruh, Ada Apa Industri Tekstil RI?

Fenomena banyak pabrik tutup dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya kembali marak terjadi, ada apa dengan industri tekstil Indonesia belakangan ini?

Kasus terakhir terjadi pada sebuah pabrik tekstil yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten melakukan PHK terhadap 1.163 pekerjanya. Diketahui perusahaan tersebut adalah PT Tuntex Garment yang banyak memproduksi untuk baju kenamaan dunia seperti Puma dan Nike.

Ironisnya, ternyata penutupan pabrik di Cikupa oleh Tuntex Garment ini bukanlah satu-satunya dan bukan yang pertama. Menurut Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), sepanjang tahun 2022 sampai bulan November, tercatat ada 87.000 orang buruh di sektor tekstil nasional, hulu sampai hilir, yang terkena PHK.

Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan SDM BPP API Nurdin Setiawan mengatakan, jika secara global industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terjadi karena dampak dari pandemi tahun 2020-2021, terutama di pasar-pasar ekspor, karena TPT itu 30% nya orientasi ekspor, dan 70% domestik.

"Ketika pandemi ini, yang terdampak dua-duanya, baik secara ekspor maupun secara domestik. Lalu tahun 2022 sesungguhnya adalah tahun harapan, bahwa TPT akan kembali bangkit pasca- pandemi 2 tahun terakhir," kata Nurdin kepada CNBC Indonesia, Kamis (6/4/2023).

Di kuartal I-2022, kata dia, industri TPT RI masih memiliki satu harapan dan optimisme, tetapi pada saat memasuki kuartal II-2022 itu terjadi perlambatan ekonomi global yang disebabkan oleh 3 faktor utama.

Warga melintas di depan pabrik PT Tuntex, Kab Tangerang, Selasa, 5/4. PT Tuntex Garment Indonesia, pabrik garmen terbesar di Kabupaten Tangerang, bangkrut setelah mengalami penurunan omzet ekspor secara drastis. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pertama, terjadinya resesi ekonomi global di negara-negara tujuan ekspor TPT Indonesia. Kedua, masih adanya masalah geopolitik, perang Rusia-Ukraina ini tetap berdampak kepada industri TPT dalam negeri, karena 2 negara ini juga termasuk negara yang cukup berpengaruh dalam ekonomi secara global. Dan yang ketiga, stagflasi.

"Stagflasi terjadi karena kenaikan bahan baku TPT yang tidak diimbangi dengan kenaikan produk garmen atau tekstilnya, nah ini yang mengakibatkan terjadinya penurunan order. Karena di negara-negara tujuan ekspor tersebut, konsumen itu lebih prioritas memilih pangan terlebih dahulu saat resesi, ketimbang mereka untuk membeli sandang sehingga para pembeli memilih untuk mengurangi ordernya ke TPT di Indonesia," terang Nurdin.

Akibatnya, lanjut dia, ketika order turun maka utilitas juga akan turun. Jadi, sepanjang Tahun 2022 penurunan order untuk perusahaan ekspor rata-rata sekitar 30-50%.

"Nah, kalau katakanlah lebih kecilnya adalah 30%, berarti ada 30% utilitas yang tidak beroperasi di perusahaan, sementara labour cost tetap harus dibayar, sementara karyawannya tidak produktif dan tidak ada output. Ini juga berimbas terhadap terjadinya PHK sepanjang 2022," ujarnya.

Sepanjang situasi dan kondisinya ini masih belum menentu, tetapi industri TPT menyebut bahwa pihaknya juga masih memiliki harapan dan optimis di tahun 2023.

Tetapi kenyataannya, di kuartal I-2023 ternyata masih belum membaik, secara total ekspor juga di Januari ini jika dibandingkan yoy dengan tahun 2022, masih -4% atau turun 4%. Artinya, masih belum bagus. Begitu juga di bulan Februari, secara yoy itu turun 5%.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230406090754-4-427775/banyak-pabrik-tutup-phk-buruh-ada-apa-industri-tekstil-ri

Saturday, April 8, 2023

Johnson & Johnson Ajukan Bangkrut

Johnson & Johnson Ajukan Bangkrut dan Bayar Rp133 T untuk Kasus Kanker

Kamis, 06 Apr 2023 22:25 WIB


Johnson & Johnson mengajukan permohonan pailit atau kebangkrutan untuk menyelesaikan puluhan ribu kasus tuntutan hukum terkait bedak produksi perusahaan yang dituduh menyebabkan kanker.

Permohonan diajukan oleh anak perusahaan J&J bernama LTL pada Selasa (4/4). Permohonan ini merupakan yang kedua kalinya setelah strategi mengajukan permohonan kebangkrutan Bab 11 untuk menyelesaikan kasus bedak ditolak oleh pengadilan banding beberapa waktu lalu. Kala itu, hakim memandang perusahaan tidak bisa bangkrut karena keuangan masih bagus.

Upaya itu mereka lakukan sebagai sebuah strategi agar penyelesaian kasus bedak bisa dilakukan secara adil dan efisien. Demi memuluskan permohonan itu, Johnson & Johnson bersedia membayar US$8,9 miliar atau Rp133 triliun kepada para penggugat dalam jangka waktu 25 tahun.

Tawaran itu naik sebesar US$6,9 miliar dari yang awalnya hanya US$2 miliar. Perusahaan mengklaim saat ini telah mendapatkan komitmen dari lebih 60 ribu penggugat untuk mendukung resolusi tersebut.

Perusahaan mengatakan tawaran itu bukan merupakan pengakuan kesalahan. Johnson & Johnson masih bersikukuh bahwa produk bedak talek hasil produksi mereka aman digunakan.

Mereka menuding bahwa tuduhan bedak produksi Johnson & Johnson mengandung zat pemicu kanker adalah kampanye hitam.

"Perusahaan terus percaya bahwa tudingan ini palsu dan kurang ilmiah," kata Wakil Presiden Litigasi global Johnson & Johnson Erik Haas dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN.com, Kamis (6/4).

"Namun, seperti yang diakui oleh pengadilan kebangkrutan, menyelesaikan kasus-kasus ini dalam sistem tort akan memakan waktu puluhan tahun dan membebankan biaya yang signifikan pada LTL dan sistem," tambahnya.

Haas mengatakan menyelesaikan klaim melalui kebangkrutan menguntungkan perusahaan dan penggugat. Bagi penggugat, hal itu akan membuat mereka mendapatkan ganti rugi lebih cepat.

Sementara bagi J&J, langkah itu dinilai bisa memberikan kemampuan untuk mengakhiri semua masalah hukum terkait dengan tuntutan bedak di Amerika Utara.

Namun, tawaran itu mendapatkan respons negatif dari pengacara penggugat.

"Kesepakatan palsu ini tidak cukup membayar sebagian besar tagihan medis korban. Biaya medis saja dapat berkisar dari US$140 ribu hingga lebih dari US$1,4 juta per korban untuk kasus kanker ovarium. Biaya untuk mesothelioma bahkan lebih tinggi" katanya.


Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230406095546-92-934312/johnson-johnson-ajukan-bangkrut-dan-bayar-rp133-t-untuk-kasus-kanker.

Thursday, April 6, 2023

Shox Rumahan Dikabarkan Tutup

Baru 10 Bulan Dapat Rp 75 Miliar, Startup RI Dikabarkan Tutup

Shox Rumahan, startup bergerak di bidang social commerce, dilaporkan tutup dan melakukan PHK pada seluruh karyawannya. Ini terjadi hanya berselang 10 bulan setelah mengumumkan pendanaan. Laporan ini berasal dari Tech in Asia dan Dealstreet Asia mengutip surat dan email internal. Menurut laporan, Shox telah berhenti beroperasi 25 Februari 2023.

Pada salah satu dokumen, Co-founder dan Chief Commercial Officer Shox, Maria Octavyani Manao menyebutkan alasan penutupan karena adanya kerugian finansial.

Dalam unggahan di Twitter, seorang mantan pegawai perusahaan mengatakan jika menurut pemimpin perusahaan startup telah mengeluarkan biaya dua kali lipat. Dengan begitu tidak bisa bertahan lama tanpa kuncuran pendanaan tambahan investor.

Shox Rumahan didirikan 2019 oleh Manao dan Sonat Yalcinkaya, nama terakhir menjabat sebagai CEO perusahaan. Startup menyediakan skema beli produk elektronik, peralatan rumah dan peralatana rumah yangga dengan murah.

Shox juga baru saja mengumumkan pendanaan US$5 juta (Rp 74,88 miliar). Pendanaan ini berasal AC Ventures, Teja Ventures, Ephesus United, SGInnovate, dan Partech. Tech in Asia melaporkan startup sejauh ini telah mengumpulkan dana US$8 juta selama empat ronde pendanaan.

Perusahaan dilaporkan memiliki 100 pegawai, ungkap laman LinkedIn resminya. Shox juga menyebut berfokus pada konsumen di luar kota besar. Shox punya misi yang mulia. Yakni melakukan demokrasi e-commerce pada 200 juta Indonesia yang belum tersentuh layanan perbankan.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20230404084348-37-427087/baru-10-bulan-dapat-rp-75-miliar-startup-ri-dikabarkan-tutup

Wednesday, April 5, 2023

Pabrik Garmen Tutup, PHK 1.163 Buruh

Tragis! Mau Lebaran, Pabrik Garmen Tutup, PHK 1.163 Buruh

04 April 2023 11:38

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih saja terjadi. Perihnya, PHK ini terjadi jelang Lebaran yang ada di depan mata.

Terbaru, sebanyak 1.163 karyawan dari pabrik tekstil terkena PHK dari tempat kerjanya, PT Tuntex Garment yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Perusahaan memutuskan untuk menutup pabriknya secara permanen karena sudah tidak ada lagi produksi.

"Iya betul, PT. Tuntex Garment tutup, tutup berhenti produksi tanggal 31 Maret 2023," kata Kabid Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Tangerang Desyanti kepada CNBC Indonesia, Selasa (4/4/2023).

Akibat dari keputusan perusahaan ini, ribuan pegawai harus menganggur. Namun, perusahaan tidak bisa berbuat banyak karena situasinya juga tengah sulit. Pabrik ini mengalami penurunan permintaan dari ekspor. Alhasil, pekerja pun tidak banyak bekerja belakangan ini

"Penyebabnya Akibat Order menurun sejak 3 tahun akibat covid-19 dikarenakan market penjualannya produk Puma hasil produksi Tuntex sebagian besar marketnya Eropa, dan Amerika dan saat ini sedang krisis akibat inflasi yang menyebabkan produksi tuntex terud menurun sejak 3 tahun," kata Desiyanti.

Ini bukan kali pertama industrial tekstil goyang akibat resesi. Sejak tahun lalu, para pekerja sudah banyak yang terkena dampaknya. Pemangkasan pekerja di pabrik tekstil dan produk tekstil bisa mencapai 500 ribu orang. Mulai dari karyawan dirumahkan, dipangkas jam kerja, kontrak tak diperpanjang, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230404113225-4-427166/tragis-mau-lebaran-pabrik-garmen-tutup-phk-1163-buruh

Wednesday, March 29, 2023

PHK 7.000 Karyawan Disney

Gelombang PHK 7.000 Karyawan Disney Akan Dimulai Pekan Ini

Rabu, 29 Maret 2023

Raksasa hiburan Amerika Serikat (AS) Walt Disney Company akan memulai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 7.000 karyawannya pada pekan ini. Pada Senin (27/3/2023) pagi waktu setempat, Bob Iger CEO Disney mengonfirmasi dalam sebuah memo untuk pegawainya bahwa PHK akan dilakukan dalam tiga tahap.

Setelah tahap pertama yang akan diumumkan pada pekan ini, PHK tahap berikutnya dengan angka yang lebih besar akan diterapkan pada April, dan tahap terakhir akan dilakukan sebelum awal musim panas untuk mencapai target 7.000 karyawan yang ditetapkan perusahaan itu, papar laporan tersebut.

Iger menuturkan bahwa Disney mengambil keputusan sulit untuk memangkas jumlah keseluruhan karyawannya sebagai “bagian dari pembenahan strategis perusahaan, termasuk langkah-langkah penghematan biaya penting yang dibutuhkan guna menciptakan pendekatan yang lebih efektif, terkoordinasi, dan efisien bagi bisnis kami.”

Pada 8 Februari lalu, Disney mengumumkan akan mem-PHK 7.000 dari keseluruhan karyawan globalnya. Angka PHK tersebut mewakili sekitar 3,2 persen dari total 220.000 karyawannya di seluruh dunia.

Disney menargetkan penghematan biaya sebesar 5,5 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp15.174), termasuk penghematan konten sebesar 3 miliar dolar AS, ungkap perusahaan itu. Disney menjadi perusahaan besar AS terbaru yang mengumumkan PHK massal dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan Variety yang dilansir Antara, PHK massal ini mencerminkan dalamnya transformasi yang dihadapi oleh Disney dan perusahaan-perusahaan media lainnya di tengah transisi sulit dari TV analog dan film tradisional menuju era streaming on-demand.


Sumber :
https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2023/gelombang-phk-7-000-karyawan-disney-akan-dimulai-pekan-ini/

Monday, March 13, 2023

Phillips PHK 6.000 Karyawan

Phillips Bakal PHK 6.000 Karyawan Imbas Rugi Rp26,1 T

Selasa, 31 Jan 2023 11:00 WIB

Philips bakal mem-PHK 6.000 karyawannya di seluruh dunia usai merugi 1.605 miliar euro atau setara Rp26,1 triliun pada tahun lalu.  Perusahaan asal Belanda, Philips, bakal memutus hubungan kerja (PHK) terhadap 6.000 karyawannya di seluruh dunia usai merugi 1.605 miliar euro atau setara Rp26,1 triliun pada tahun lalu.

Separuh dari PHK akan dilakukan Philips tahun ini, sedangkan sisanya baru akan terealisasi pada 2025. CEO Philips Roy Jakobs menyebut ada 10 ribu karyawan yang di-PHK dalam beberapa bulan terakhir alias perusahaan sudah memangkas 13 persen dari keseluruhan karyawannya di dunia.

"Apa yang kami hadirkan hari ini saya pikir adalah rencana terbaik untuk mengamankan masa depan Philips. Tantangan yang kami hadapi sangat berat dan kami mencoba mengatasinya secara serius," kata Jakobs, dikutip dari Reuters, Selasa (31/1).

Saham Philips tercatat naik 5,5 persen selepas pengumuman ini. Namun, hal itu dibantu dengan data bahwa pendapatan kuartal keempat perusahaan jauh lebih baik dari yang diharapkan.

Meski begitu, di kuartal keempat 2022 Philips tercatat kehilangan 105 juta euro. Dengan begitu, secara keseluruhan perusahaan mencatat rugi 1.605 miliar euro alias Rp26,1 triliun sepanjang tahun lalu.

Ini juga menjadi tantangan berat bagi Jakobs yang baru menjabat Oktober lalu. Terlebih, kepimpinan awal Jakobs dimulai dengan melakukan PHK terhadap 4.000 karyawannya.

Keputusan PHK tahun lalu terhadap 5 persen tenaga kerja Philips disebabkan karena penarikan ventilator dan peralatan medisnya dari pasaran. Perusahaan pun mencatat kerugian sekitar 30 miliar euro sejak insiden penarikan 5,5 juta ventilator dari pasaran pada Juni 2021 lalu.

Pendapatan yang disesuaikan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi (EBITA) Philips dalam tiga bulan terakhir pada 2022 mencapai 651 juta euro, hampir stabil dibandingkan 647 juta euro setahun sebelumnya.

Namun, rata-rata analis dalam jajak pendapat yang disusun oleh perusahaan memperkirakan akan turun menjadi 428 juta euro.


Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230131100107-92-906890/phillips-bakal-phk-6000-karyawan-imbas-rugi-rp261-t.

Related Posts