Monday, December 8, 2014

You Fired

Bagaimana memecat orang yang tidak tepat ?

Bagaimana memecat orang yang tidak tepat, dan yang dipecat masih berterima kasih. Problem utama dalam perusahaan seringkali bukan recruitment,  recruitment boleh salah tapi jika tau cara memecat dengan baik maka perusahaan kita akan tetap maju.

Meskipun recruitment bukan problem besar, namun nyatanya  juga tidak mudah me-recruit orang  yg tepat.  Sama tidak mudahnya memecat orang yang tidak tepat.

Yang paling sering dilakukan, bila ada karyawan yg tidak tepat,  mereka di “kambing hitam”kan, di “black-list”,  sehingga penilaian prestasi jelek, gaji tidak naik,  misalnya naikpun naik sangat minimal. Bonus juga minimal. Bahkan seringkali karyawan demikian tidak mendapat bonus. Jabatan tidak dinaik-kan. Dan seringkali mereka di pojokkan, di mutasi ke tempat yg tidak nyaman.  Supaya mereka keluar sendiri. Karena pemimpin tidak mau atau tidak berani memecat. Banyaknya karyawan yg tidak tepat yg tidak dipecat, akibatnya karyawan yg tepat yg keluar terlebih dahulu. Jadi yg tinggal hanya sekumpulan karyawan yg tidak tepat.

Celakalah perusahaan itu…………
Sebelum memecat karyawan yg tidak tepat,  kriteria “tepat” itu seperti apa ?  Menurut penelitian Jim Collin,  dalam bukunya “Good to great”,  dimana ada 1.400 perusahaan yg diteliti, ternyata hanya ada 11 perusahaan yg tumbuh tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan saingan sejenis  dalam kurun waktu 15 tahun berturut turut,  ternyata  mereka mempunyai criteria orang orang yg tepat yg membuat perusahaan bisa maju lebih banyak dibandingkan saingannya.

Karyawan yg tepat adalah:

Karyawan yg tidak perlu di motivasi,
Mereka sudah termotivasi begitu besarnya, sehingga harus dijaga agar idenya tidak kebablasan. Karyawan spt ini akan melakukan lembur tanpa diminta,  walaupun uang lembur nya kecil sekali.   Karena produktifitas dikaitkan  dengan penghasilan, akibatnya karyawan jadi semangat dengan sendirinya.  Jadi tidak perlu di semangat-in.  karena produktifitas terkait dengan income nya dia.

Karyawan tidak perlu di-kontrol.  
Bukan kalo pimpinan ada, dia semangat,   pimpinan ada atau tidak ada, karyawan tsb tetap semangat. Bukan hanya karena pimpinan ada saja, mereka jujur. Secara sifat & watak, mereka tidak perlu lagi di-kontrol.

Karyawan yg tepat bukan “yes-man”,  
Mereka berani ber-argumentasi dgn cara yg baik,  hanya saja walaupun mereka beda pendapat, ketika sudah diputuskan, walaupun kita belum tentu sepakat dgn idenya, tapi mereka tetap mendukung keputusan bersama dgn sepenuh hati dan melakukan dgn sungguh sungguh. Bukannya boikot. Karyawan demikian ini ketika dalam rapat,  atau dengar pendapat, atau sehari hari mereka inisiatip mengajukan usul, pemikiran, hal hal supaya perusahan jauh lebih baik. Mereka memikirkan dan usul. Mereka meletakkan ego nya demi perusahaan.

Mereka fokus bukan minta dihargai, tapi membuat perusahaan maju

Karyawan yg mempunyai passion, integritas dan skill, 
Cara mengetahui karyawan tsb tepat atau tidak tepat, setelah 6 bulan atau setahun bekerja , karyawan tsb di panggil dan disuruh cerita “apa yg sudah kamu lakukan dan apa prestasi-mu selama ini ?” ketika dia bercerita, kita dengar dan amati, kita hakimi dgn perasaan kita, ketika kita tau bahwa hasilnya seperti ini, lalu kita tanya pada diri sendiri, kita recruit atau tidak orang ini ? kalo jawabannya mestinya tidak perlu di recruit, karyawan ini harus anda pecat.

Atau bandingkan dgn yg ini :

Karyawan datang kepada kita dan berkata : pak, saya baru mendapat warisan 100 milyar, saya mau mengundurkan diri.  Apa yg kita rasa dan amati ?  kecewa atau bahagia ?  kalau anda merasa lega, berarti karyawan tsb harus anda pecat.

Karyawan yg tidak jujur harus dipecat, sehebat apapun dia
Karyawan yg punya passion, integritas & skill harus di-promosi,  karyawan yg tidak punya passion, integritas & skill dan tidak dapat dipercaya harus segera di pecat.

Sekarang bagaimana  prinsip memecat, sehingga yg dipecat malah bilang “Terima kasih” ?

Prinsip “Kita harus keras kepala tapi hati yang lembut”.  
Pegang prinsip sampaikanlah dengan baik. Maksudnya pecat ya pecat tapi seni menyampaikannya harus dengan sangat baik hati,  anda dilarang bilang : anda salah ini, salah itu.
Karena jika anda menyalahkan orang, kemungkinan cenderung bertengkar, dan anda berada di posisi yg di rugikan, anda bisa di sabotase. Anak anda di culik. Dsb (jangan mengandalkan polisi). Lalu kalo ga ada salahnya, mengapa dipecat ?

Prinsip “Good guy, bad guy” dan anda sebagai good-guy nya.  
Dengan alasan ini keputusan managemen atau kantor pusat (bukan keputusan anda) dan anda seolah olah baik, dengan memberi pesangon lebih banyak.

Prinsip “minta yg bersangkutan berterima kasih kelak”  
Katakan :  kelak, entah 2 bulan, entah 2 tahun atau 10 tahun mendatang,  yg bersangkutan datang dan mengucapkan terima kasih, karena berkat dipecat, hidup nya menjadi jauh lebih baik.

Prinsip “kita harus memilih, daripada yg bersangkutan tersiksa di perusahaan kita, lebih baik orang ini kita lepas dengan ikhlas dengan harapan nasib-nya jauh lebih baik, lebih kaya  di luar sana“ 
Ini penting, karena kebanyakan pimpinan merasa kasihan, jika dipecat orang ini tidak bisa makan, apakah tidak lebih kasihan jika orang itu tetap di perusahaan anda, tapi anda telantarkan ?

Prinsip “selalu beri surat keterangan prestasi  kerja yang baik” 
Agar karyawan tsb memiliki cara mudah ketika melamar di tempat lain

Prinsip “suruh karyawan tsb menulis “surat mengundurkan diri“  
Jadi kesannya karyawan tsb yg meninggalkan perusahaan, bukan di pecat. Jadi kita jaga harga dirinya.


Bagaimana Caranya Memecat Karyawan dan yang Dipecat Berterimakasih

Agar karyawan berterimakasih saat dikeluarkan dari pekerjaan memerlukan beberapa prinsip. Cara memecat karyawan yang baik akan membawa banyak manfaat bagi Anda.

Pertanyaan yang bagus minggu ini adalah, Bagaimana caranya memecat karyawan dan yang dipecat malah berterimakasih? Tak perduli saat ini anda masih belum memiliki bawahan, pelajari terlebih dahulu sehingga saat ada yang perlu dikeluarkan nantinya, Anda sudah siap.

Cara saya yang paling parah mengeluarkan karyawan, adalah dengan satpam saya. Dia mabuk-mabukan di jam kerja, kemudian dia di biarkan dan melarikan diri dengan masih menggunakan seragam satpam yang bertuliskan BCA. Dia mabuk – mabukan, bolos kerja, berkelahi di Bilyard karena memperebutkan seorang wanita.

Ini adalah cerita nyata, sudah dikenakan peringatan terakhir, untuk tiga kali terakhir, terakhir, terakhir ternyata setiap akan di keluarkan HRD nya tidak pernah berani, dia mengancam dengan pisau, dan dia berkata ”kamu atau saya yang mati? kamu jangan menghabisi asap dapur saya!” . Kemudian malamnya rumahnya diteror di lempari batu, tidak ada yang berani mengeluarkan dia.

Dalam hal ini gunakan perinsip ”keras kepala hati yang lembut”. Saya dengan karyawan sudah berteman dari awal, dia main tenis meja, saya pun tenis meja, ketika kejadian di tangkap polisi kemudian di lepas dia kembali, saya memanggil dia dengan baik. Prinsipnya, kalau mengeluarkan karyawan tidak perlu dibicarakan kembail apa saja kesalahanya, karena hanya akan memicu perkelahian.

Jadi cara mengeluarkannya adalah saya berbicara sebagai teman yang layaknya mau membantu. Saya katakan bahwa saya mau membantu dia, saya tekankan disitu bahwa posisi saya adalah teman yang mempunyai tugas untuk membantunya. Saya pastikan dia merasa Win, saya tanyakan mengenai gajinya, keluarganya, saya terkejut karena dia mempunyai dua orang istri dan bagaimana cara mencukupinya, biasanya bila orang bermasalah selalu merasa gaji nya tidak cukup, dia tidak pernah bersyukur tidak bisa mengelola keuangannya.

Kemudian saya tanyakan bagaimana cara mencukupi keluarganya selama ini, dia katakan bahwa dia berjualan burung, dan dia katakan keuntungannya lumayan, sekali berjualan burung bisa untung sekitar Rp. 20.000

Lalu saya katakan kepadanya saya akan memberi dia free coach agar dia berhasil, kalau nasib bapak lebih baik daripada di perusahaan saya atau di BCA, atau di toko buku saya, entah dua tahun, entah 20 tahun kemudian, ataupun entah dua hari, ternyata nasibnya lebih baik dari keputusan saya ini.

Dari hal ini saya meminta sesuatu kepadanya, saya ingin dia datang ke tempat saya untuk mengucapkan terima kasih. Cara mengeluarkan yang aneh bukan?. Saya mengeluarkan dia dan saya minta dia mengucapkan terima kasih. Saya mengetahui latar belakang dia yang sudah di Black List di BCA dan tidak diberikan kenaikan gaji.

Sekali lagi saya tekankan bahwa saya adalah temannya dan tidak mempunyai maksud untuk menyusahkannya, saya juga menginformasikan mengenai aturan depnaker, yang menyatakan mengenai ketentuan gaji yang harus dia dapatkan, dan saya katakan kepadanya saya bisa memberi lebih dari gaji yang dia dapat berikut bonus. Inilah prinsip keras kepala hati yang lembut, lalu saya katakan bila dia menolak urusannya dilimpahkan kepada polisi dan Depnaker,lalu saya katakan bahwa saya sudah persiapkan uangnya dan silahkan dia hitung.

Saya lihat wajah nya mulai senyum dan saya berikan surat pengunduran diri berikut refrensi, surat kelakuan baik, dan surat ucapan terima kasih kepada pimpinan BCA dan kepada teman – teman, karena sudah diberi kesempatan berkarir dan mohon maaf atas kesalahan kesalahan yang telah dia buat di BCA dan setelah ini dia akan melakukan usaha dengan bisnis sendiri, mohon doa restunya semoga sukses lalu dia tanda tangan, sekaligus pernyataan bahwa dia keluar bukan karena saya keluarkan tapi karena dia mengundurkan diri.

Inilah dia “keras kepala hati yang lembut”, kita sama-sama menjaga pride , polanya sama.


Sumber :
Tung Desem Waringin

Saturday, December 6, 2014

6 Ilmuwan Indonesia dan Temuannya yang Mendunia


Tak banyak yang tahu bahwa beberapa ilmuwan Indonesia ternyata dikenal di kancah Internasional berkat temuan mereka. Temuan mereka digunakan di mana-mana dan bermanfaat bagi banyak orang.

Berikut 6 ilmuwan asal Indonesia dan temuan mereka yang mendunia.

Teknik Pengeringan Sperma
1. Mulyoto Pangestu
Adalah penemu teknik pengeringan sperma yang disebut sebagai evaporative drying. Penemuan Mulyoto sangat berguna bagi para ilmuwan dan dokter di negara sedang berkembang yang kekurangan biaya untuk mengadakan peralatan pendingin. Peralatan cold storage untuk menyimpan bahan organis biasanya membutuhkan nitrogen cair sebagai bahan pendingin (coolant). Selain tangkinya mahal dan makan tempat, nitrogen cair sangat berbahaya.
Mulyoto menemukan cara untuk mengeringkan dan menyimpan sperma dalam suhu ruangan karena ia memakai jasa gas nitrogen. Bahan yang dipakainya amat murah, hanya sekitar Rp 2.500,-. Bahan yang dipakai adalah dua lapis tabung plastik mini (ukuran 0,250 ml dan 0,500 ml) yang disegel dengan panas (heat-sealed), kemudian dibungkus lagi dengan aluminium foil.
Hasil penemuan Mulyoto adalah kemasan penyimpanan sperma kering dan beku yang tidak membutuhkan penanganan khusus dan hasilnya dapat tetap dipakai walaupun telah disimpan bertahun-tahun.

Konstruksi Cakar Ayam
2. Prof. Dr. Ir. Sedijatmo
Sedijatmo dikenal karena menemukan "Konstruksi Cakar Ayam" pada tahun 1962. Teknologi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo ketika ia sebagai pejabat PLN diminta mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa.
Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

Teknologi 4G
3. Dr. Eng. Khoirul Anwar
Ia dikenal sebagai pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Ia menemukan teknik transmisi wireless dengan dua buah fast Fourirer transform (FFT), yaitu FFT kecil dan FFT besar (dua pada transmitter dan dua pada receiver). Teknik ini mendapatkan penghargaan pada Januari 2006 dari IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006, di California dan menjadi standard international telecommunication union (ITU), ITU-R S.1878, dan ITU-R S.2173.
Teknologi ini (beserta modifikasinya untuk multiple access) menjadi basis dari uplink 4G LTE yang disebut dengan single carrier frequency division multiple access (SC-FDMA). Keuntungan dari penggunaan dua FFT tersebut adalah: (1) mampu meminimalkan dinamic range power sehingga efisien dan tahan terhadap nonlinearity pada amplifier, dan (2) untuk mendapatkan efek frequency diversity (karena FFT kecil/pertama melakukan "spreading" atau redundansi yang disebar ke seluruh subcarrier di (I)FFT besar/kedua) sehingga memiminalkan error pada penerima.

Teknik Kromatografi Tercepat
4. Prof. Dr. Rahmiana Zein
Ia merupakan penemu teknik kromatografi tercepat di dunia. Kromatografi adalah teknik pemisahan senyawa kimia memanfaatkan interaksi antara pelarut, sampel yang akan dipisahkan, fase diam (stationary phase), dan fase bergerak (mobile phase).
Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.

Teknologi ECVT
5. Warsito Taruno
Adalah seorang penemu teknologi Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT). Teknologi temuan Dr. Warsito mengungguli kemampuan CT Scan dan MRI. Teknologi pemindai 4D pertama di dunia itu kemudian dipatenkan Dr. Warsito dan menjadi berita utama di mana-mana. Diantaranya, berita yang dirilis oleh Ohio State Research News pada 27 Maret 2006 dan kemudian dikutip oleh Science Daily (Amerika Serikat), Scenta (Inggris), Chemical Online, Electronics Weekly dan hampir seluruh media pemberitaan iptek di segala bidang dari energi, kedokteran, fisika, biologi, kimia, industri, elektronika hingga nano-teknologi dan antariksa di seluruh dunia.
Pada dasarnya, ECVT atau Electrical Capacitance Volume Tomography mirip dengan USG / CT Scan dan MRI yang banyak digunakan di dunia medis. Namun tak seperti CT Scan dan MRI yang hanya digunakan untuk melihat apa yang terjadi di dalam tubuh manusia, ECVT jauh lebih canggih karena pasien tak perlu masuk ke dalam tabung seperti alat MRI yang cuma menampilkan gambar dua dimensi. Dengan teknologi ini, pemindaian bisa dilakukan dari luar, tanpa menyentuh obyek bahkan obyek skala nano dan obyek yang bergerak dengan kecepatan tinggi bisa terlihat.
Dalam pengembangannya, teknologi ECVT sudah diakui bahkan dipakai lembaga antariksa Amerika (NASA), Exxon Mobil, BP Oil, Shell (perusahaan), ConocoPhillips, Dow Chemical, mistubishi Kimia termasuk Departemen Energi AS (Morgantown National Laboratory).

Kromosom Manusia 23 Pasang
6. Dr. Joe Hin Tjio
Melalui penelitian di laboratorium Institute of Genetics of Sweden’s University of Lund, ia berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika selama ini bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia menemukan fakta bahwa kromosom manusia sebenarnya berjumlah 23 buah. Dr. Joe berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.
Teknik yang dikembangkannya untuk pengamatan kromosom pada manusia merupakan salah satu temuan besar di bidang sitogenetika (cabang ilmu genetika yang mempelajari hubungan antara hereditas dengan variasi dan struktur kromosom). Tjio membantu pengembangan sitogenetika menjadi salah satu bidang penting dalam bidang medis pada tahun 1959 seiring dengan penemuan kromosom tambahan pada penderita sindrom down yang menghasilkan. Dia menunjukkan bahwa ada kaitan antara kromosom abnormal dengan penyakit tertentu.

Sumber :
https://id.berita.yahoo.com

Monday, December 1, 2014

Rantai Distribusi Cabai Jatim ke Jakarta


Begini Panjangnya Rantai Distribusi Cabai Jatim ke Jakarta yang Bikin Harga Tinggi

Panjangnya rantai pasok/distribusi, disebut-sebut sebagai pemicu utama tingginya harga cabai di Jakarta. Saat ini harga cabai rawit merah di Jakarta sudah mencapai Rp 70.000/kg sedangkan di tingkat petani hanya Rp 40.000/kg.

Ketua Asosiasi Agribisnis Jawa Timur Sukoco mengungkapkan, pola distribusi cabai dari Jawa Timur menuju Jakarta setidaknya melewati 5 pos.

"Rantai distribusi cabai dari Jawa Timur menuju Jakarta memang cukup panjang. Harus melewati 5 pos," kata Sukoco kepada detikFinance, Sabtu (22/11/2014).

Pos pertama, cabai dari tingkat petani dijual dan dikirim ke pedagang pengepul dengan harga Rp 40.000/kg itu. Lalu dari situ, pedagang pengepul kemudian mengirim dan menjual kembali ke pedagang antar kota.

Tidak berhenti sampai di sana, para pedagang antar kota kembali menjual dan mengirim ke pedagang antar provinsi. Lalu dari pedagang antar provinsi, cabai kemudian dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Rantai terakhir adalah cabai kembali dijual dari Pasar Induk Kramat Jati masuk ke pedagang pengecer.

Sukoco menjelaskan, dari setiap fase itu, para pedagang mengambil keuntungan 20%. Sehingga, total nilai harga cabai setelah melewati 5 fase itu sebesar 100%. Alasannya adalah, karena pedagang untuk mengeluarkan biaya transportasi dan mengganti kerugian atas biaya susut dan busuk cabai selama di perjalanan.

"Jadi kalau dilihat bukan pedagang yang nakal, tetapi rantainya memang yang cukup panjang ini," cetusnya.


********************************************************************

Hasil pertanian dan peternakan dari petani petani binaan di daerah jawatimur (tapalkuda) Khusus bab cabe mungkin bisa dikatakan cuman 20% yg ditembak ke jkt. 40% ke jateng dan sisanya beredar di jatim. Harga dari petani variatif dari 25-30rb kondisi mg ini. Harga tinggi Karena cabai banyak yg rusak. Busuk karena faktor peralihan cuaca. Jadi setelah di sortir masuk pengepul harga kembali dikoreksi untuk penyusutan dan yg rusak (khusus waktu waktu ini tingkat rusak lebih tinggi karena dari hasil panennya juga kurang bagus).

Kalau pengiriman jatim ke jkt memakan waktu 18 jam-an, tingkat penyusutan 5-10% kadar air dan barang rusak 10% diperjalanan beserta biaya lainnya yg ikut berkontribusi menaikkan harga perolehan di pedagang besar jkt. Biasanya masuk jkt diangka 45-50rb nett.

Nah begitu masuk induk atau pedagang besar kembali di sortir dan distribusikan ke pedagang kecil di pasar pasar daerah.

Untuk cabe bulat segar harga memang tinggi. Tapi kalau cabe giling harga bisa sangat stabil.
Saya lebih pribadi lebih suka menjual cabe giling yg sudah distandarisasi. Jadi dari petani kita sudah giling. Dipack, dilabelin dan di diinginkan. Kelebihannya lebih aman dari resiko rusak dan harga sangat sangat kompetitif dan stabil.

Toh nantinya cabe juga pada akhirnya digiling juga bila untuk keperluan rumah makan padang. Catering atau bakso.

Harga cabe giling masih diangka 25rb/kg. Cabe bulat bisa di 80rb/kg sebagai perbandingan.


Sumber :
detikfinance
IPOMS-APICS

Sunday, October 19, 2014

Badan Logistik Nasional


Berdasarkan sumber LPI, World Bank, 2014, Indonesia masih berada pada rank 53 sebagaimana tertera pada gambar di bawah ini:

Timbul pertanyaan bagaimana memperbaiki LPI (Logistic Performance Index) tersebut sehingga Indonesia bisa berada setara dengan negara-negara lain di atasnya yang lebih maju dan modern.
Mengapa pula di berbagai pertemuan formal yang diadakan pemerintah bersama Pelaku Usaha itu tidak pernah membuat sebuah analisa agar LPI di atas bisa diperbaiki.

Mari kita simak dua gambar di bawah ini; yang kiranya dapat memicu pemikiran kita masing-masing untuk memberi masukan atas nalar penjelasan pada rangkaian milis ini.


Gambar di atas ini dibuat sesederhanakan mungkin agar mudah dicerna mengenai maksud dan tujuan keterbatasan pemerintah dan bagaimana BLN bisa menjembatani permasalahan perbaikan LPI yang berpengaruh pada perbaikan Logistik Nasional.

Penjelasan akan dimulai dari keterbatasan pemerintah sebagai instrumen alat negara untuk merumuskan Policy Regulations sebagaimana gambar di bawah ini dengan satu contoh kasus hasil wawancara saya sendiri dengan instansi pemerintah, yaitu:


Garis putus-putus berwarna hijau adalah batasan yang mengambarkan bahwa pemerintah dalam hal ini lingkup piramida organisasi kementerian itu tidak dapat menjamah bahkan untuk dapat mengerti bagaimana keruwetan proses-proses di luar dari garis putus-putus warna hijau tersebut yang dapat mempengaruhi gambar panah merah Logistic Performance Index.

Apakah unsur Freight pada CIF itu apakah tidak bisa dibakukan pemerintah sehingga Pelaku Usaha bisa membuat anggaran logistik pengiriman barang yang aktual, terprediksi dengan baik, bahkan bisa ditemui caranya dibantu oleh pemerintah bagaimana menghemat untuk terjadinya penurunan biaya logistik.

Instansi pemerintah -- regulator dan memiliki keterbatasan dan tidak dapat mencampuri membakukan perihal B2B sesama stakeholder pelabuhan beserta eksportir/ importir-nya bahkan kami harus mengambil posisi percaya dulu atas contractual agreement yang dibuat mereka yang berkenaan dengan beban pajak impor yang dilandasi oleh HS Code dan CIF yang naik turun yang walaupun kami tahu tetapi sangat sulit menjamahnya apalagi membakukan dan sebagainya dan sebagainya.

Ini baru satu indikator dan masih banyak indikator lainnya yang perlu dibahas agar permasalahan LPI dan Logistik Nasional dapat diselesaikan dengan baik dan cepat dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.



Wassalam,
Rudy Sangian


Sumber :
supplychainindonesia@googlegroups.com

Saturday, September 13, 2014

Problem Solver dan Mindset


Oleh: Rhenald Kasali

ANDA mungkin kenal dua nama ini: Larry Page dan Sergey Brin. Keduanya adalah pendiri Google, mesin pencari yang merevolusi dunia internet. Google kini menjadi perusahaan IT terbesar dengan nilai penjualan (2013) mencapai USD 59,83 miliar atau setara dengan Rp 688 triliun.

Apa artinya angka itu? Sebagai ilustrasi, pendapatan tahun yang sama Pertamina mencapai USD 70,9 miliar, sedangkan PT Astra International Tbk USD 16,6 miliar. Jadi, Google beberapa kali lebih besar daripada Astra, tetapi lebih kecil daripada Pertamina.

Meski begitu, tak ada yang menyangkal bahwa Google adalah perusahaan besar yang tak lepas dari peran dua pendirinya tadi. Nah, yang mungkin Anda belum tahu, di tahap awal, keduanya betul-betul bak Tom & Jerry. Ribut terus.

Ada saja pemicunya. Bahkan, hal-hal kecil sekalipun. Misalnya, lupa menutup pintu, mematikan kompor gas, meletakkan koran tidak pada tempatnya, dan sebagainya.

Pembentuk Kompetensi

Pada banyak organisasi, dengan mudah kita menemukan sosok-sosok seperti Larry dan Sergey yang bak air dan api. Sulit dipertemukan. Celakanya, pada taraf tertentu memicu terjadinya office politic, melahirkan kubu-kubu di dalam organisasi perusahaan.

Pada tingkat yang sangat parah, mereka mampu membuat organisasi perusahaan terbelah. Bukan hanya dua, tetapi bisa tiga, bahkan empat kubu.

Tapi, dunia ini adil. Ada hitam, ada putih. Ada gelap, ada terang. Maka, selain trouble maker, perusahaan memiliki problem solver. Mereka adalah orang-orang yang berperan mengatasi setiap masalah yang dipicu perilaku para biang onar.

Orang-orang seperti inilah yang kemudian membentuk kompetensi inti, menjaga agar tetap bersatu, mendorong lahirnya kinerja-kinerja unggul, dan memberikan inspirasi kepada karyawan lainnya untuk menghasilkan kinerja yang unggul juga.

Biasanya, jumlah mereka tidak banyak, tapi sangat powerful. Mereka termasuk orang-orang yang menduduki posisi-posisi kunci. Begitu pentingnya orang-orang seperti itu, Bill Gates mengatakan, ”Kalau Anda ambil 20 orang terbaik Microsoft, bisa saya pastikan Microsoft akan menjadi perusahaan yang sama sekali tidak penting lagi.”

Setiap organisasi layaknya memiliki problem solver, namun hendaknya disadari mereka selalu berhadapan dengan para pengacau. Dan, sebagaimana layaknya pertarungan, bisa saja suatu ketika mereka kalah.

Apa jadinya kalau mereka sampai kalah? Kinerja organisasi pasti amburadul. Pada tataran bisnis, kita sering mendengar perusahaan yang maju tidak, mundur juga tidak. Kinerjanya begitu-begitu saja. Stagnan. Tapi, kalau kekacauannya sudah begitu parah, perusahaan-perusahaan itu bakal bertumbangan, bangkrut, dan akhirnya ditutup.

Maka, penting bagi para CEO atau pemilik perusahaan mengenal siapa problem solver dan siapa pengacau. Lalu, penting pula memastikan dukungannya terhadap para problem solver. Jangan sampai mereka kalah.

Mindset

Para problem solver ini tidak lahir tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui proses panjang. Jika diidentifikasi, mudah mengenali apa yang membuat mereka menjadi begitu berbeda. Perbedaannya adalah soal mindset.

Apa itu mindset?

Supaya mudah dipahami, saya pakai cerita Michael Jordan, pebasket terbesar yang pernah ada di bumi ini. Dalam sebuah wawancara TV, dia ditanya, ”Apa rahasianya sehingga Anda bisa menjadi pebasket yang hebat?”

Kata Jordan, dia selalu menanamkan kepada diri sendiri bahwa setiap kali bertanding, itu adalah pertandingan terakhirnya. Dengan keyakinan seperti itu, setiap kali bertanding, Jordan bermain habis-habisan. Keyakinan yang dimiliki Jordan itulah mindset. Maka, untuk membenahi para pengacau, kita mesti membereskan mindset mereka. Begitu pula kalau mau membenahi negeri ini, kita harus membenahi mindset kita. []

KORAN SINDO, 28 Agustus 2014
Rhenald Kasali ; Pendiri Rumah Perubahan @Rhenald_Kasali

2014 Tahun Transformasi Dunia Bisnis Indonesia


Oleh Bortiandy Tobing

Tahun 2014 segera kita jalani dengan berbagai peluang dan tantangan yang harus dihadapi. Berikut beberapa ulasan singkat yang semoga dapat berkenan dan bermanfaat bagi kita semua.

A.   Outlook Ekonomi Indonesia 2014
Beberapa catatan yang disampaikan oleh berbagai ahli dan lembaga untuk Negara Indonesia di tahun 2014 adalah:
1.    Tahun 2014 adalah tahun politik, dimana pada tanggal 9 April 2014 Pemilu Legislatif dan 09 Juli 2014 Pemilu Presiden dan rencana pelantikan Presiden 20 Oktober 2014. Dengan pelaksanaan agenda demokrasi 5 (lima) tahunan ini, sudah dapat dipastikan akan menggerus perhatian dan sumber daya yang cukup besar, termasuk logistik pemilu (baik kebutuhan kampanye caleg/partai maupun peralatan pemilu KPU) yang cukup besar.
2.    Asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di bawah 6% (proyeksi Bank Dunia 5.3%). Hal ini ditopang oleh belanja domestic yang meningkat seiring dengan pelaksanaan Pemilu yang membutuhkan berbagai alat peraga kampanye yang secara umum dikerjakan oleh UMKM.
3.    Laju Inflasi 4.5% plus minus 1 dengan deficit neraca perdagangan berkisar 2%
4.    Nilai tukar rupiah di semester 1 (1H 2014) yang masih bergerak di 11.000-an serta BI rate yang berada di 8%.

Berbagai pendapat optimis para ekonom dan lembaga memberikan angin segar peluang bisnis di tahun  2014 yang disertai dengan perubahan ekonomi dunia, khususnya Amerika dan Eropa yang membaik, sehingga berpeluang meningkatkan nilai ekspor berdasarkan volum.

B.    Catatan yang tidak dapat diabaikan
Pada kesempatan ini, saya sekedar mengingatkan akan beberapa hal:
1.    Pertumbuhan ekonomi 2014 tidak dibangun dari sektor riil. Dengan kenaikan UMK yang sangat tidak dapat diprediksi dan ugal-ugalan, justru semakin melemahkan industri UMKM dan padat karya yang justru sebagai penopang ekonomi nasional.
2.    Daya beli masyarakat yang masih lemah, sehingga mayoritas masyarakat masih membeli barang berdasarkan harga, tanpa melihat produksi dari mana. Hal ini sangat terlihat nyata jika kita melihat di Pasar ASEMKA Jakarta, atau di pulau Sumatera dan Kalimantan, dimana sekitar 30% barang FMCG adalah produk Malaysia, Thailand dan China
3.    Kenaikan UMK tahun 2014 masih belum dapat diprediksi, walau dengan pemerintahan baru nantinya kenaikan tidak akan seperti saat ini, namun gejolak penolakan buruh yang cukup kritis untuk diantisipasi, baik oleh dunia usaha maupun oleh pemerintah.
4.    Logistik Nasional yang masih jauh dari harapan. Tahun 2014 kita masih akan menghadapi diskusi, komentar, keluhan mengenai hal yang sama dan rencana solusi yang sama juga. Kondisi pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan lain di Indonesia, Kondisi jalan yang rusak, Kemacetan, biaya logistik yang masih tinggi, dll.
5.    Perubahan Pemerintahan pasca Pemilu Legislatif 09 April 2014 dan Presiden 09 Juli 2014 serta pelantikan Presiden 20 Oktober 2014.

Kelima hal di atas (dan masih banyak hal lain), merupakan hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai dengan pertumbuhan sektor riil tentunya sangat mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2015, saat Negara ini memasuki Kawasan Ekonomi ASEAN. Dengan pondasi ekonomi yang lemah, maka bukan tidak mungkin pada tahun 2015 kita akan menghadapi gelombang kejut ekonomi yang jika tanpa persiapan yang cukup, maka industri nasional perlahan dan pasti akan menuju kebangkrutan.


C.    Penutup
Tahun 2014 adalah 365 hari dalam perhitungan mundur Indonesia menuju MEA/Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2015. Siap atau tidak, setuju atau tidak, seluruh rakyat Indonesia akan memasuki era ekonomi terbuka untuk kawasan ASEAN, sesuai kesepakatan Declaration on the ASEAN Economic Community Blueprint, yang telah ditandatangani oleh seluruh pemimpin ASEAN pada tanggal 20 November 2007 di Singapore. Dengan jumlah penduduk yang terbesar, maka secara otomatis pula Negara kita akan menjadi pasar terbesar dan menjanjikan bagi produk-produk negera ASEAN lainnya. Disaat negera-negara ASEAN lainnya bersiap-siap untuk memasuki pasar nasional, kita masih sibuk dengan euphoria pesta demokrasi lima tahunan.

Dengan berbagai pandangan dan analisa di atas, maka tahun 2014 adalah Tahun TRANSFORMASI bagi seluruh dunia usaha nasional. Tidak hanya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, tetapi juga Perubahan Pola Pemerintahan pasca Pemilu Presiden, dengan Presiden baru yang berintegritas dan memiliki keberanian dalam mengeluarkan kebijakan cerdas terhadap ekonomi nasional. Berbagai strategi perubahan harus segera disusun dan segera diterapkan agar dunia usaha terutama dunia logistik dapat dengan cepat beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi nasional yang secara otomatis berdampak pada pola distribusi barang secara nasional.

Pandangan pesimistis ekonomi nasional pasca MEA 2015,industri Nasional akan mengalami goncangan, khususnya industri FMCG dan padat modal, sehingga dengan harga produk import yang lebih murah, para pelaku usaha khususnya pedagang perantara merubah orientasi pembelian produk dari barang lokal ke barang import yang lebih murah dan dibutuhkan masyarakat. Hal ini juga akan berdampak pada pola distribusi barang, yang selama ini terpusat dari pulau jawa, khususnya Jakarta, Banten dan Jawa Barat, maka akan beralih dari pelabuhan (barang import dengan biaya logistik yang lebih kompetitif) langsung ke grosir/toko.

Dan dalam kaitan milis logistik ini, belum terlambat juga untuk kembali merapatkan barisan dan melakukan langkah nyata dengan mengeluarkan rekomendasi Logistik Nasional menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang tertunda di tahun 2013 sebagai acuan bagi pemerintah baru nantinya.

Selamat menyambut Tahun Baru 2014, Tahun Perubahan Negeri tercinta dan Tahun Transformasi dunia usaha.

“The graveyard of business littered with companies that failed to recognize the need to change.” - Unknown

Saatnya berubah menuju esok yang lebih baik.


Salam Sukses,
Bortiandy Tobing
"Hidup adalah karya dalam perubahan"
"Never give up, 1.000 years"


Sumber :
Milis APICS_ID

Thursday, September 4, 2014

Astra: Rekrut Karyawan Tidak Cuma Lihat IP


Indonesia punya pekerjaan rumah yang besar di bidang pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Pendidikan yang tinggi ternyata belum tentu mencerminkan kompetensi tenaga kerja.

PT Astra International Tbk (ASII) misalnya. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia ini harus memberikan pendidikan tambahan kepada ribuan tenaga kerja berpendidikan S1 yang direkrutnya setiap tahun. Perusahaan menganggap, indeks prestasi (IP) yang tinggi tidak mencerminkan kualitas sarjana yang direkrutnya.

"Setiap tahun kami merekrut 2.500-3.000 sarjana S1. Cari orang bagus itu sulit karena kita tidak bisa melihat cuma dengan IP," kata Direktur Astra International Paulus Bambang dalam dialog bertajuk 'Penguasaan SDM-Iptek Sebagai Kunci Kemajuan Indonesia di Masa Depan' dalam rangkaian seminar bertema Refleksi Tiga Tahun Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di JCC, Jakarta, Kamis (4/9/2014).

Padahal, kata Palus, bila pendidikan yang diterimanya tepat, SDM Indonesia mampu bersaing bahkan mengungguli SDM terlatih sekalipun di negara maju seperti Jepang dan Prancis.

"Kami punya pengalaman mengirim SDM untuk mendapat pendidikan di Jepang. Ternyata setelah mendapat pendidikan, mereka bisa produksi mobil dengan standar Jepang yang nggak kalah. Pernah kita ikutkan lomba, hasil desain mereka kita lombakan dengan Jepang dan Prancis dan ternyata menang. Kesimpulannya, orang Indonesia kalau dikasih kesempatan, nggak akan kalah," paparnya.

Paparan Paulus tersebut senada dengan pemikiran Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto. Menurutnya, selain dukungan dari sisi kebijakan, penyediaan SDM berkualitas juga menjadi hal yang mutlak untuk dipenuhi. "Inovasi teknologi tidak lepas dari kualitas manusia yang menguasai iptek," tegasnya.

Namun, lanjut Unggul, saat ini keberpihakan terhadap penguasaan iptek justru terlihat memudar. Ini tercermin dari anggaran iptek yang semakin minim, bukannya bertambah.

Unggul menyebutkan, saat ini anggaran untuk riset hanya mendapat porsi sekitar 2% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Pada masa Orde Baru, anggaran riset 3,4% dari APBN. Sekarang turun terus," ungkapnya.

Minimnya penguasaan iptek di dalam negeri menyebabkan Indonesia masih tergantung pada produk-produk impor. Misalnya kala PT PLN (Persero) ingin membangun pembangkit listrik senilai Rp 100 triliun. Sebagian dananya habis dibelanjakan untuk membeli komponen dari luar negeri.

"Padahal, kalau kita bisa meningkatkan kualitas SDM, kita bisa membuat industri yang bernilai tambah. Dengan adanya industri dengan nilai tambah maka diharapakan indonesia bisa mengurangi impor barang modal," jelas Unggul.

Sebagai solusi dari permasalahan ini, pemerintah telah melakukan beberapa upaya. Salah satunya dengan membangun Sekolah Menengah Kejuruan dan institut-institut yang fokus pada pengembangan teknologi.

"Sekarang sudah belasan community college yang dibangun. Pemerintah juga akan membangun banyak politeknik serta membangun institut teknologi baru. Kemendikbud akan membangun dua institut teknologi baru di Sumatera dan Kalimantan," papar Rektor Institut Pertanian Bogor Ahmaloka dalam kesempatan yang sama.

Ahmaloka yang sore ini hadir menggantikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh ini menuturkan, dengan pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat usia produktif dalam memperoleh pendidikan yang memadai dalam menghadapi persaingan global.

Sebagai gambaran, ia memaparkan, dibanding dengan negara lain partisipasi masyarakat Indonesia usia 18-24 tahun dalam pendidikan tinggi masih sangat rendah. "Jumlah mahasiswa Indonesia ada 6 juta. Kalau distatistikkan, angka partisipasi kasarnya baru 20%," kata Ahmaloka.

Artinya, dari setiap 100 orang penduduk Indonesia usia 18-24 tahun, hanya 20 orang yang bisa menikmati bangku kuliah. Angka ini sangat jauh bila dibandingkan dengan negara lain seperti Korea Selatan yang tingkat partisipasinya sudah 90%.

Ahmaloka melanjutkan, dengan adanya penambahan fasilitas-fasilitas pendidikan yang fokus pada bidang teknik khusus tersebut diharapkan bukan hanya partisipasi masyarakat terhadap pendidikan yang meningkat, tetapi dari sisi pengembangan SDM-nya juga semakin terarah.

"Harapannya, apa yang baik dan sudah tercapai saat ini dapat dilanjutkan apa yang belum baik dicarikan solusinya. Kesimpulannya, butuh satu usaha selain dari sisi kebijakan agar Indonesia memiliki daya saing yaitu dengan peningkatan riset dan inovasi. Dan inovasi teknologi tidak lepas dari sumber daya manusia yang berkualitas," paparnya.


Sumber :
http://finance.detik.com

Related Posts