Showing posts with label Career. Show all posts
Showing posts with label Career. Show all posts

Monday, July 29, 2024

10 Prodi di ITB yang Lulusannya Mendapatkan Bonus Tahunan Tertinggi

Laporan Tracer Study ITB Sarjana yang dirilis tahun 2023 memberikan gambaran menarik mengenai bonus tahunan yang diterima oleh alumni ITB.

Dalam laporan tersebut ditemukan bahwa prodi dengan bonus tahunan tertinggi memiliki median sebesar Rp45.750.000.

Berikut adalah 10 prodi dengan bonus tahunan tertinggi dari lulusan ITB yang bekerja:

1. Prodi Manajemen

Prodi Manajemen di ITB menduduki peringkat pertama dengan bonus tahunan tertinggi sebesar Rp45.750.000.

Hal ini mencerminkan permintaan yang tinggi terhadap lulusan manajemen, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen strategis.

2. Teknik Perminyakan

Lulusan Teknik Perminyakan mendapatkan bonus tahunan yang mencapai Rp40.000.000. Industri minyak dan gas yang selalu mencari tenaga ahli yang terampil dalam eksplorasi dan produksi minyak menjadi faktor utama tingginya bonus ini.

3. Teknik Metalurgi

Bonus tahunan yang diterima oleh lulusan Teknik Metalurgi sebesar Rp38.000.000 menunjukkan pentingnya peran mereka dalam industri pengolahan dan produksi logam. Keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam bidang ini membuat lulusan Teknik Metalurgi sangat dihargai.

4. Teknik Material

Dengan bonus tahunan sebesar Rp36.000.000, lulusan Teknik Material memainkan peran kunci dalam pengembangan dan pemrosesan material baru. Keahlian mereka dalam memahami sifat material dan teknologi yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri sangat bernilai.

5. Teknik Telekomunikasi

Lulusan Teknik Telekomunikasi menerima bonus tahunan sebesar Rp35.000.000. Perkembangan pesat teknologi komunikasi dan informasi mendorong permintaan tinggi untuk tenaga kerja yang mampu mengelola jaringan dan sistem telekomunikasi.

6. Matematika

Meskipun bukan dari kelompok teknik, lulusan Matematika memperoleh bonus tahunan sebesar Rp30.000.000. Kemampuan analitis dan pemecahan masalah yang tinggi membuat mereka sangat dicari di berbagai industri, termasuk keuangan dan teknologi.

7. Teknik Kelautan

Dengan bonus tahunan sebesar Rp25.000.000, lulusan Teknik Kelautan berperan penting dalam industri maritim dan eksplorasi bawah laut. Keahlian mereka sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan di lingkungan laut yang kompleks.

8. Teknik Tenaga Listrik

Lulusan Teknik Tenaga Listrik mendapatkan bonus tahunan sebesar Rp24.000.000. Industri energi yang terus berkembang memerlukan tenaga ahli yang mampu mengelola dan mengembangkan sistem tenaga listrik yang efisien dan berkelanjutan.

9. Teknik Biomedis
Dengan bonus tahunan sebesar Rp22.500.000, lulusan Teknik Biomedis berkontribusi besar dalam pengembangan teknologi medis dan perawatan kesehatan. Keahlian mereka dalam mengintegrasikan teknologi dengan ilmu biologi membuat mereka sangat berharga di sektor kesehatan.

10. Teknik Pertambangan

Lulusan Teknik Pertambangan menerima bonus tahunan sebesar Rp22.000.000. Kebutuhan akan sumber daya mineral dan bahan tambang lainnya membuat lulusan bidang ini selalu dicari, terutama dalam industri pertambangan yang terus berkembang.

Hasil dari tracer study ini memberikan gambaran yang jelas mengenai prodi-prodi yang memberikan bonus tahunan tertinggi bagi lulusan ITB.

Informasi ini dapat menjadi acuan bagi calon mahasiswa dalam memilih prodi yang sesuai dengan minat dan prospek karir di masa depan.

Nah buat kamu yang akan masuk ITB informasi semoga bisa menjadi bahan pertimbangan.

Lebih jauh lagi, hasil ini juga menunjukkan bahwa lulusan ITB tidak hanya memiliki kemampuan yang unggul di bidang akademis, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja.

Tingginya bonus tahunan yang diterima oleh lulusan dari berbagai prodi ini mencerminkan kualitas pendidikan dan pelatihan yang diberikan oleh ITB.

Di sisi lain, industri juga diuntungkan dengan mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.

Sinergi antara perguruan tinggi dan industri ini diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin menguat di masa depan.


Sumber :

https://www.ayojakarta.com/pendidikan/7613197309/10-prodi-di-itb-yang-lulusannya-mendapatkan-bonus-tahunan-tertinggi-nomor-1-ternyata-bukan-dari-teknik-ada-yang-capai-rp45-juta

Friday, August 27, 2021

Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital

Kemkominfo: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital

27 Agu 2021, 14:15 WIB


Dalam acara Mendix Virtual Hackathon 2021 yang digelar secara virtual, Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (BPSDM Kemkominfo) Hary Budiarto mengatakan Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital agar bisa eksis di bidang digital.

"Saat ini jika melihat data, kita hanya memiliki 1,1 juta talenta digital, padahal kita membutuhkan 9 juta untuk eksis di bidang digital. Ini harus ditingkatkan 9 kali lipat lagi," ungkap Hary, dikutip Jumat (27/8/2021).

Untuk memperkuat komitmen dalam mendukung talenta digital Indonesia, Mendix dan Siemens Digital Industries Software, menggelar kompetisi Mendix Virtual Hackathon 2021.

Kompetisi ini juga turut didukung oleh Kemkominfo, serta bekerjasama dengan PT ACA Pacific Indonesia, PT Optima Cipta Guna Indonesia, PT Soltius Indonesia, dan PT Solusi Kode Indonesia.

Sebelum memasuki kompetisi, para peserta diberikan pembekalan melalui workshop tentang peran teknologi low-code untuk bisnis dan penanganan pandemi Covid-19.

Dalam kompetisi ini, para peserta diminta untuk membuat prototype aplikasi menggunakan Mendix. Aplikasi yang diciptakan oleh para talenta digital nantinya diharapkan dapat mendukung kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di industri alat kesehatan, farmasi, dan rumah sakit.

Sebagai informasi, Mendix merupakan platform berteknologi low-code dari Siemens Digital Industries Software, yang dapat menyederhanakan proses pengembangan aplikasi dengan menggunakan kode minimal.


Sumber:


Monday, October 19, 2020

Pabrik Sepatu Adidas Bakal Masuk ke Pati

Pabrik Sepatu Adidas Bakal Masuk ke Pati, Butuhkan 13.000 Karyawan

14/10/20202

Pabrik sepatu Adidas dibawah naungan PT Hwaseung Indonesia (HWI) telah meneken kontrak untuk pengadaan produksi di Pati, Jawa Tengah.

Nilai investasi yang dibawa senilai 2 triliun rupiah ini direncanakan akan berdiri di Kecamatan Batangan, Desa Bumimulyo dan Desa Ketitang Wetan.

 

Dengan luas area mencapai 20 Hektar dan akan menyerap tenaga kerja mencapai 13.000 karyawan. Nantinya, pihak pabrik berencana merekrut warga lokal dengah tujuan menarik warga Pati yang saat ini mayoritas bekerja di luar daerah seperti Jepara, Kudus, dan Tangerang.

Pati memang saat ini banyak dilirik investor unutk menanamkan modal, pernyataan ini disampaikan oleh Sugito, Ketua Asosiasi Persepatuan Indoensia di Jateng.

 

Saat ini Sugito cs dipercaya untuk mengurus perizinan berdirinya pabrik sepatu adidas dengan target produksi 2 juta pasang sepatu per bulan.

Produksi itu mungkin dicapai lantaran menurut kajian sosiologis, Pati termasuk daerah dengan SDM yang memiliki etos kerja tinggi dan ulet.

Sugito juga menambahkan bahwa PT HWI akan segera mengurus segala perizinan yang dibutuhkan, termasuk UKL/UPL, dan Andalalin. Juga mengurus Kawasan Berikat sehingga diperkirakan awal Tahun 2022 sudah bisa operasional.

 

Dukungan senada juga disampaikan Sugiyono, Kepala DPMPTPSP Pati didampingi seksi Promosi Penanaman Modal, Endah Murwaningrum menyatakan terimakasih kepada PT HWI yang sudah berinvestasi di Pati.

Ia berpandangan ini akan menjadikan multiplier effect yang sangat besar, yaitu akan berdiri pabrik-pabrik subkon lainnya dan mengurangi pengangguran di Kabupaten Pati.

DPMPTSP juga siap mengawal perizinan dan mempermudah prosesnya.


Sebelumnya PT Hwaseung Indoensia te;ah mendirikan pabrik yang telah beroperasi di Jepara Jawa Tengah. Adapun rencana yang akan didirikan di Pati ini merupakan cabang dari yang telah ada.

Keputusan itu diambil setelah menghitung untuk rugi yang di dapat, melakukan perluasan di Jepara hanya akan membuahkan masalah.

Pemukiman padat penduduk menjadi alasan, sehingga ia memilih membuka baru dengan lahan yang lebih luas di Pati. Selain itu UMK di Pati terbilang lebih rendah ketimbang Jepara.

Menurut data pada tahun 2019, UMK di Jepara senilai Rp 1.900.000 dan Pati sedikit dibawahnya senilai Rp 1.600.000.


Sumber :

https://jatengpost.com/pabrik-sepatu-adidas-bakal-masuk-ke-pati-butuh-13-000-karyawan/

Monday, August 21, 2017

Job Desc Kadiv Produksi


Job desc Kadiv Produksi adalah sebagai berikut :
  1. Mengawasi proses produksi agar kualitas, kuantitas dan waktunya sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat
  2. Bertanggung jawab mengatur manajemen persediaan agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan bahan baku, bahan penunjang maupun produk yang sudah jadi di gudang
  3. Bertanggung jawab mengatur manajemen alat dan mesin agar fasilitas produksi berfungsi sebagaimana mestinya dan beroperasi dengan lancar
  4. Membuat laporan secara berkala mengenai kegiatan di masing-masing bagian
  5. Bertanggung jawab pada peningkatan ketrampilan dan keahlian karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya
  6. Memberikan penilaian dan sanksi jika karyawan di bawah tanggung jawabnya melakukan kesalahan dan pelanggaran
  7. Berinovasi dalam pengerjaan produksi dan memberikan masukan pada perusahaan yang berkaitan dengan bagian produksi

Thursday, April 2, 2015

Re-Born, Belajar dari Elang


Elang, eagle, tentunya sudah sangat familiar bagi kita. Ya, hewan karnivora yang termasuk kelas unggas. Unggas yang mampu terbang sangat tinggi ini, memiliki cakar yang tajam, paruh yang pendek lancip dengan ujung sedikit melengkung tajam, sayap yang kuat dan lebar, sungguh gagah perkasa. Elang adalah salah satu jenis unggas yang dapat hidup dalam usia yang cukup panjang, bahkan bias mencapai usia 70 tahun.

Ketika elang berumur 40 tahun, maka kondisinya tidak lagi sama dengan ketika di masih menjadi pemuda/pemudi elang sepuluh/belasan tahun sebelumnya. Cakarnya yang dulunya tajam sekarang sudah semakin panjang, rapuh dan tumpul. Paruhnya yang dulunya kokoh melancip yag sanggup mencabik mangsanya sangat dalam namun kini paruh itu semakin tua dan panjang sehingga ujung paruhnya yang melengkung nyaris mencekik lehernya sendiri.

Begitu pula dengan sayapnya yang dulu kokoh kini suda semakin lemah dan berat karena bulu-bulunya sudah terlalu panjang dan lebat. Ia sudah semakin sulit untuk terbang, hunting mencari makan, bertarung dan berjuang menghadapi seleksi alam. Keperkasaannya mulai sirna padahal ia masih ingin tetap bertahan hidup puluhan tahun lagi.

Ia dihadapkan pada dua pilihan, mati diusia 40 tahun atau… atau… bagaimana?

Apakah yang dilakukan sang elang selanjutnya? ?? Apakah dia berkeluh kesah atas semua itu? Atau berputus asa, pasrah dengan keadaan dirinya? Menerima saja bahwa ia ditaqdirkan hanya hidup selama 40 tahun…?

Ternyata elang bukanlah makhluk lemah yang mudah patah arang. Ia mencari cara untuk mengembalikan kekuatannya. Yaitu ia harus terbang ke tempat yang sangat tinggi untuk beristirahat total selama berbulan-bulan. Apa yang dilakukannya ketika itu. Ia harus merekonstruksi senjata-senjata tubuhnya. Ia mematuk-matuk dengan paruhnya sekuat tenaga, hingga parus tuanya itu terlepas dan tumbuh paruh yang baru. Lalu berdiam diri menunggu paruhnya yang baru tumbuh sempurna.

Kemudian paruh yang baru itu digunakan untuk mencabut kuku-kukunya yang telah lemah. Ia mencakar-cakar dengan sangat kasar agar kuku-kukunya lepas dan berganti dengan kuku-kuku yang baru. Tidak sampai di situ, ia pun kemudian mencabuti bulu-bulunya terutama di bagian sayap. Itu semua dilakukannya tentu bukanlah dengan kemudahan. Selanjutnya ia berdiam diri hingga lima bulan kemudian bulu-bulunya yang baru tumbuh dan ia bias kembali terbang. Sungguh merupakan proses yang sangat panjang dan menyakitkan.

Kesuksesan butuh pengorbanan. Kiranya itulah salah satu pelajaran yang bisa kita ambil dari sang elang. Meski harus dengan sengaja membuat dirinya merasakan sakit yang teramat sangat, tapi untuk kejayaannya dia tahan uji. Walaupun dengan mengerahkan segenap sisa-sisa tenaga di usia separuh baya, namun tak menyurutkan langkahnya untuk menduduki kembali singgasana kebesaran kerajaannya.

Banyak manusia yang ingin sukses. Mungkin hampir seluruhnya. Ingin seperti ini dan itu, ingin miliki ini dan itu, ingin begini ingin begitu, impian yang sekain tinggi tak berbatas. Timbul pertanyaannya, apa yang akan kita lakukan untuk mewujudkan impian itu? Lalu kapan kita akan mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan?

Sang Elang bukan sosok yang berkeluh kesah, pasrah dan gampang menyerah. Maka belajarlah dari elang. Di usia 40 tahun yang sudah tidak produktif ia ingin lahir kembali (re-born) sebagai elang yang baru, yang segar yang kuat, jaya, perkasa. Siapa pun kita yang saat ini sedang gagal, baru saja gagal, atau belum tau akan berhasilkah atau gagalkah, mari belajar dari elang. Kita koreksi-evaluasi diri kita. Mungkin banyak yang harus diperbaiki, jasmani dan rohani.


Sumber :
Milist manajemen@yahoogroups.com

Thursday, September 4, 2014

Astra: Rekrut Karyawan Tidak Cuma Lihat IP


Indonesia punya pekerjaan rumah yang besar di bidang pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Pendidikan yang tinggi ternyata belum tentu mencerminkan kompetensi tenaga kerja.

PT Astra International Tbk (ASII) misalnya. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia ini harus memberikan pendidikan tambahan kepada ribuan tenaga kerja berpendidikan S1 yang direkrutnya setiap tahun. Perusahaan menganggap, indeks prestasi (IP) yang tinggi tidak mencerminkan kualitas sarjana yang direkrutnya.

"Setiap tahun kami merekrut 2.500-3.000 sarjana S1. Cari orang bagus itu sulit karena kita tidak bisa melihat cuma dengan IP," kata Direktur Astra International Paulus Bambang dalam dialog bertajuk 'Penguasaan SDM-Iptek Sebagai Kunci Kemajuan Indonesia di Masa Depan' dalam rangkaian seminar bertema Refleksi Tiga Tahun Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di JCC, Jakarta, Kamis (4/9/2014).

Padahal, kata Palus, bila pendidikan yang diterimanya tepat, SDM Indonesia mampu bersaing bahkan mengungguli SDM terlatih sekalipun di negara maju seperti Jepang dan Prancis.

"Kami punya pengalaman mengirim SDM untuk mendapat pendidikan di Jepang. Ternyata setelah mendapat pendidikan, mereka bisa produksi mobil dengan standar Jepang yang nggak kalah. Pernah kita ikutkan lomba, hasil desain mereka kita lombakan dengan Jepang dan Prancis dan ternyata menang. Kesimpulannya, orang Indonesia kalau dikasih kesempatan, nggak akan kalah," paparnya.

Paparan Paulus tersebut senada dengan pemikiran Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto. Menurutnya, selain dukungan dari sisi kebijakan, penyediaan SDM berkualitas juga menjadi hal yang mutlak untuk dipenuhi. "Inovasi teknologi tidak lepas dari kualitas manusia yang menguasai iptek," tegasnya.

Namun, lanjut Unggul, saat ini keberpihakan terhadap penguasaan iptek justru terlihat memudar. Ini tercermin dari anggaran iptek yang semakin minim, bukannya bertambah.

Unggul menyebutkan, saat ini anggaran untuk riset hanya mendapat porsi sekitar 2% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Pada masa Orde Baru, anggaran riset 3,4% dari APBN. Sekarang turun terus," ungkapnya.

Minimnya penguasaan iptek di dalam negeri menyebabkan Indonesia masih tergantung pada produk-produk impor. Misalnya kala PT PLN (Persero) ingin membangun pembangkit listrik senilai Rp 100 triliun. Sebagian dananya habis dibelanjakan untuk membeli komponen dari luar negeri.

"Padahal, kalau kita bisa meningkatkan kualitas SDM, kita bisa membuat industri yang bernilai tambah. Dengan adanya industri dengan nilai tambah maka diharapakan indonesia bisa mengurangi impor barang modal," jelas Unggul.

Sebagai solusi dari permasalahan ini, pemerintah telah melakukan beberapa upaya. Salah satunya dengan membangun Sekolah Menengah Kejuruan dan institut-institut yang fokus pada pengembangan teknologi.

"Sekarang sudah belasan community college yang dibangun. Pemerintah juga akan membangun banyak politeknik serta membangun institut teknologi baru. Kemendikbud akan membangun dua institut teknologi baru di Sumatera dan Kalimantan," papar Rektor Institut Pertanian Bogor Ahmaloka dalam kesempatan yang sama.

Ahmaloka yang sore ini hadir menggantikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh ini menuturkan, dengan pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat usia produktif dalam memperoleh pendidikan yang memadai dalam menghadapi persaingan global.

Sebagai gambaran, ia memaparkan, dibanding dengan negara lain partisipasi masyarakat Indonesia usia 18-24 tahun dalam pendidikan tinggi masih sangat rendah. "Jumlah mahasiswa Indonesia ada 6 juta. Kalau distatistikkan, angka partisipasi kasarnya baru 20%," kata Ahmaloka.

Artinya, dari setiap 100 orang penduduk Indonesia usia 18-24 tahun, hanya 20 orang yang bisa menikmati bangku kuliah. Angka ini sangat jauh bila dibandingkan dengan negara lain seperti Korea Selatan yang tingkat partisipasinya sudah 90%.

Ahmaloka melanjutkan, dengan adanya penambahan fasilitas-fasilitas pendidikan yang fokus pada bidang teknik khusus tersebut diharapkan bukan hanya partisipasi masyarakat terhadap pendidikan yang meningkat, tetapi dari sisi pengembangan SDM-nya juga semakin terarah.

"Harapannya, apa yang baik dan sudah tercapai saat ini dapat dilanjutkan apa yang belum baik dicarikan solusinya. Kesimpulannya, butuh satu usaha selain dari sisi kebijakan agar Indonesia memiliki daya saing yaitu dengan peningkatan riset dan inovasi. Dan inovasi teknologi tidak lepas dari sumber daya manusia yang berkualitas," paparnya.


Sumber :
http://finance.detik.com

Friday, September 13, 2013

ACHIEVE YOUR GOALS!



We all want to be successful in our life. We all have our dreams and vision, something that we would like to become in the near future. But we are also witnessing that not all people can achieve their dreams. WHY?

Success is not a miracle. Success is a result of consistent efforts. Many people fail to achieve their dreams because of their lack of consistency. They’re easily carried away with non-important things that make them gets further to their goals.
The achievers are different. The Achievers are people who have champion spirit inside them. They have a dream, they keep fighting, dare to face the challenge, always find solution to their problem, and the most important thing, they are very committed to their dream/goals.

Today, many people succeed, and many more are failed to achieve their dreams. What separates the achievers and the non-achievers lies in these four disciplines, that are:


1. Discover Your Potentials
understanding personal strength and weaknesses and how to use it for our own benefit.

2. Set Your Goals
Goals and dreams, and the great feeling of achieving it will make us highly motivated, realizing our purpose in life, and make our life meaningful
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
visit http://bolder.n-adhi.com to get more information and download more resources------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

3. Translate Goals Into Actions
A dream will remains a dream if we cannot translate it into reality. And the first step is translate our dreams into actions.

4. Cherish Every Moment
To keep ourselves in a positive situation, we should always be grateful and cherish every moment we have, whether it’s good or bad.

(c) 2009. Nugroho Adhi W.
BOLDER. http://bolder.n-adhi.com

Tuesday, June 11, 2013

Benchmarking Competency SCM


Sharing soal competency yang bisa diartikan sebagai set of skill atau knowledge yang harus dimiliki atau di develop oleh person yang memegang fungsi tertentu, seperti ; Planning, Procurement  etc.

Competency merupakan syarat secara berjenjang yang tergantung di posisi mana seseorang memegang posisinya karena di posisi junior akan sangat berbeda dengan posisi senior walaupun dalam satu fungsi Planning misalnya dan antara satu organisasi dan organisasi lainnya akan berbeda-beda.

Berikut dapat di jadikan benchmark untuk beberapa fungsi:

PLANNING

Level Level Definition Dimension Requirements
0 Nil
No skill acquired

1 Novice
Ability to understand (comprehend) general term and basic principles.
Ability to apply the principles with very minor non-conformities. 
Line Capacity (Manning & M/c speed)
Material Requirements Planning (MRP)

2 Apprentice   
Ability to identify deviations/gaps between the real activities with the required standard.
Ability to develop and execute simple preventive actions required to narrowing the gap.   
Line Capacity (Manning & M/c speed)
Material Requirements Planning (MRP)
Master Planning (demand, stock level)
Cycle Time

3 Intermediate   
Ability to supervise and managed the activities and handle more complex non-conformities in order to achieve the desired standards. 
Ability to maintain the existing standards.   
Line Capacity (Manning & M/c speed)
Material Requirements Planning (MRP)
Master Planning (demand, stock level)
Cycle Time
Manufacturing process/ Flow balancing

4 Advance   
Ability to study and optimize current processes and improve to higher standards.
Ability to anticipate changing environment and provide/propose new standards.
Ability to transform new standards into specific improvement activities.
Line Capacity (manning & M/c speed)
Material Requirements Planning (MRP)
Master Planning (demand, stock level)
Cycle Time
Manufacturing process/Flow balancing 
SCW, VCO, JIT

5 Expert / Specialist   
Ability to create innovative solutions and applies towards excellence in quality control management.
Act as a Living Dictionary.   
Line Capacity (Manning & M/c speed)
Material Requirements Planning (MRP)
Master Planning (demand, stock level)
Cycle Time
Manufacturing process/Flow balancing 
SCM, VCO, JIT

PROCUREMENT
Level Level Definition Dimension Requirements

0 Nil   
No skill acquired

1 Novice   
Ability to understand (comprehend) general term and basic principles.
Ability to apply the principles with very minor non-conformities.   
PR & PO
Material Requirement Planning (MRP)

2 Apprentice   
Ability to identify deviations/gaps between the real activities with the required standard.
Ability to develop and execute simple preventive actions required to narrowing the gap.   
PR & PO
Material Requirement Planning (MRP)
Cycle Time

3 Intermediate   
Ability to supervise and managed the activities and handle more complex non-conformities in order to achieve the desired standards.
Ability to maintain the existing standards.   
PR & PO
Material Requirement Planning (MRP)
Cycle Time
Master Planning

4 Advance   
Ability to study and optimize current processes and improve to higher standards.
Ability to anticipate changing environment and provide/propose new standards.
Ability to transform new standards into specific improvement activities.
PR & PO
Material Requirement Planning (MRP)
Cycle Time
Master Planning
Supplier development 
SCM, VCO, JIT, STS

5 Expert / Specialist   
Ability to create innovative solutions and applies towards excellence in quality control management.
Act as a Living Dictionary.   
PR & PO
Material Requirement Planning (MRP)
Cycle Time
Master Planning
Supplier development
SCM, VCO, JIT, STS


INVENTORY AND MATERIAL MANAGEMENT

Level Level Definition Dimension Requirements
0 Nil   
No skill acquired

1 Novice   
Ability to understand (comprehend) general term and basic principles.
Ability to apply the principles with very minor non-conformities. 
Material consumption (MWOPL, MRS)
Material control & handling

2 Apprentice   
Ability to identify deviations/gaps between the real activities with the required standard.
Ability to develop and execute simple preventive actions required to narrowing the gap.   
Material consumption (MWOPL, MRS)
Material control & handling
Inventory category (obsolete, fast & slow moving)

3 Intermediate   
Ability to supervise and managed the activities and handle more complex non-conformities in order to achieve the desired standards.
Ability to maintain the existing standards.   
Material consumption (MWOPL, MRS)
Material control & handling
Inventory category (obsolete, fast & slow moving)
Material Requirement Planning (MRP)
Stock accuracy (raw material & finish goods)

4 Advance   
Ability to study and optimize current processes and improve to higher standards.
Ability to anticipate changing environment and provide/propose new standards.
Ability to transform new standards into specific improvement activities.
Material consumption (MWOPL, MRS)
Material control & handling
Inventory category (obsolete, fast & slow moving)
Material Requirement Planning (MRP)
Stock accuracy (raw material & finish goods)
Inventory & warehouse management system
SCM, VCO, JIT

5 Expert / Specialist   
Ability to create innovative solutions and applies towards excellence in quality control management.
Act as a Living Dictionary.   
Material consumption (MWOPL, MRS)
Material control & handling
Inventory category (obsolete, fast & slow moving)
Material Requirement Planning (MRP)
Stock accuracy (raw material & finish goods)
Inventory & warehouse management system
SCM, VCO, JIT

Sunday, June 9, 2013

Politik Kantor


Tunjukkanlah pada atasan bahwa kita staf yang dapat diandalkan. Caranya perkuat asset yag kita miliki. Jika sebelumnya dikenal sebagai pemimpin yang popular di kantor, maka tingkatkan rating popularitas yang dimiliki. Pokoknya mirip politik kepresidenan. Api jika kita salesman yang hebat, perlihatkan bahwa kita masih sanggup berprestasi di saat sulit seperti akhir-akhir ini.

Menciptakan kejutan juga perlu dilakukan. Di saat semua orang mendambakan berita gembira, seseorang bisa saja jadi pahlawan gara-gara menyelesaikan tagihan lama yang macet. Tunjukkan bahwa akal sehat lebih berharga dari otot. Masalahnya, bisa saja perusahaan memilih karyawan yang lebih murah. Istilahnya, otak dikorbankan demi otot. Kita harus mencegah ini, dengan memperlihatkan konsep pemikiran yang lebih takis dan strategis.


Jangan ragu mengambil inisiatif dengan memperlihatkan keprihatinan anda pada masa-masa sulit ini. Seorang teman yag kebetulan menjabat general manager, tanpa ragu-ragu kini pergi dinas dengan kereta api dan menginap di hotel kelas dua atau kelas tiga. Pasti perusahaan menuntut kita agar berbuat lebih dan rela berkorban. Jadi lakukanlah, jika perlu lembur gratis. Jiwa besar perlu kita perlihatkan. Usahakanlah agar kepala tetap tegak untuk melewati ‘badai’ yang kita alami.

Menginvestasikan Karir Anda


Tidak menginvestasikan diri sama dengan hanyut di sungai deras tanpa dayung, peta ataupun informasi tentang apa yang menunggu di belokan berikutnya.

Keadaan mungkin terlihat baik untuk sementara, tapi di satu saat Anda akan menyadari bahwa Anda telah membuat kesalahan besar.

Untuk menghindari bencana terselubung seperti itu dalam karir Anda, Anda perlu berinvestasi untuk mencapai tujuan hidup serta karir Anda.

Berikut 10 alasan kenapa menginvestasikan karir Anda adalah suatu keharusan.

1. Keuntungan terbesar dari investasi, dimanapun Anda berada

Keuntungan yang Anda dapat dari investasi dan pengembangan diri jelas jauh lebih besar dari investasi finansial manapun yang bisa Anda lakukan. Mulai dari meningkatnya penghasilan Anda serta kesempatan yang tak terbayangkan sebelumnya, sampai kemampuan untuk melindungi diri anda dari pengangguran dan ketidakpuasan yang muncul dari perkembangan serta keberhasilan personal – keuntungan yang Anda dapat benar-benar sangat besar.

2. Anda adalah bos dari diri Anda sendiri

Seandainya Anda adalah direktur atau CEO dari perusahaan sendiri, maka sudah menjadi tanggung jawab Anda untuk memastikan Anda tidak akan bankrut. Sudah menjadi tugas Anda untuk memupuk perkembangan dan kesejahteraan diri. Anda akan melakukannya dengan perencanaan yang sangat cermat, melaksanakannya secara konsisten, tetap pada tujuan dan berinventasi untuk diri Anda sendiri.

3. Menjadi lebih bernilai

Buatlah dua neraca untuk diri sendiri. Neraca pertama untuk daftar aset finansial dan tanggungan. Neraca yang kedua untuk daftar ketrampilan, ide, pengetahuan, kemampuan untuk dipasarkan, jaringan personal, kegemaran dan kemampuan Anda untuk mewujudkan impian. Tingkatkan nilai plus personal Anda dengan berinventasi untuk daftar ke dua – begitulah Anda akan meningkatkan aset pada daftar pertama.

4. Menjadi hebat

Yakinlah, Anda mampu menjadi hebat. Kebanyakan dari kita puas hanya karena sudah bisa bertahan, yang artinya kita hanya menggunakan sebagian kecil saja dari kemampuan kita. Ini adalah hal yang tragis. Mulai saat ini Anda perlu menyadari kehebatan anda dengan mengenali bakat dan menanamkannya pada kemampuan Anda.

5. Capai tujuan Anda

Tujuan karir dan hidup Anda jauh lebih penting dari pada sekedar menjadi angan-angan saja. Karir yang salah urus dapat menggelincirkan tujuan hidup Anda. Mengembangkan diri sendiri bisa secara dramatis meningkatkan kemungkinan untuk mencapai tujuan Anda juga merupakan perwujudan nyata dari komitmen Anda untuk mencapai tujuan tadi.

6. Ciptakan masa depan Anda sendiri

Karir Anda adalah milik Anda jadi Andalah yang berhak membentuknya. Mengembangkan diri memberi Anda kejernihan, kekuatan serta sarana untuk menciptakan masa depan Anda sendiri. Terkadang berinventasi berarti mengambil risiko, tapi itulah tiket untuk memasuki kesuksesan dan kebahagiaan.

7. Karena dunia adalah tempat yang kompleks

Anda tidak bisa mengetahui semua yang ingin Anda ketahui atau melakukan semua yang ingin Anda lakukan sendirian. Anda tidak bisa melakukan yang terbaik tanpa bantuan orang lain. Maka cari dan berinventasilah pada mereka yang bisa mengajari, menunjukkan dan membantu Anda mencapai tujuan Anda.

8. Hidup ini terlalu singkat untuk hal-hal yang biasa

Tidak ada istimewanya menjadi orang yang biasa-biasa. Jadi sebaiknya Anda kenali di bidang apa kelemahan Anda dan cari pertolongan untuk merubahnya.

9. Investasi memang klise, tapi akhirnya Anda akan menyadari bahwa Anda membutuhkannya

Perjalanan waktu akan memberi perspektif yang tidak kita miliki saat ini. Suatu hari, Anda akan menoleh ke belakang melihat masalah-masalah Anda dan melihatnya sebagai ganjalan di jalan. Saat itu fokus Anda adalah suatu gambaran besar: hidup yang telah Anda jalani, kesempatan yang telah Anda cari dan Anda lewatkan, seberapa puas Anda serta warisan yang Anda tinggalkan.

Menginvestasikan diri akan memberi kita keberanian dan kebulatan tekad untuk mencapai kebahagiaan dan melakukan hal-hal yang kita inginkan.

10. Siapa lagi yang bisa Anda andalkan?

Coba kita perhatikan: Anda sendirian dalam hal ini. Yang harus kalah atau menang adalah Anda sendiri. Bukan orang lain yang akan berinventasi dalam perkenbangan Anda untuk memaksimalkan karir dan hidup Anda.

Bagaimana berinvestasi dalam karir Anda?

Cobalah untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik dan kembangkan tujuan, rencana, ketrampilan profesional, pengetahuan, ketrampilan pengelolaan karir, dan ciri khas serta profil pribadi Anda. Anda bisa melakukan semuanya sendiri, atau membayar ahlinya untuk melakukannya untuk Anda.


Cobalah untuk memikirkan, merencanakan, menaksir kemampuan diri, mengembangkan tujuan, banyak membaca, berkonsultasi dengan ahli, ikut kursus, meningkatkan ketrampilan dan secara aktif memasarkan kemampuan diri. Anda juga perlu menyadari, pengembangan diri bukanlah suatu permainan yang tanpa hambatan. (msn/rita)

Budaya Kita Menurut Orang Jepang


Oleh : Ahmad Darobin Lubis
Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC)
Hiroshima University

Prof Nagano Staf pengajar Nihon University memberikan kuliah intensive
course dalam bidang Asian Agriculturedi IDEC Hiroshima University.
Beliau sering menjadi konsultan pertanian di Negara2 Asia termasuk
Indonesia. Ada beberapa hal yang menggelitik yang beliau utarakan
sewaktu membahas tentang Indonesia:

1.Orang Indonesia suka rapat dan membentuk panitia macam2.

Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan konsumsinya
sekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulang
kali,saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya
pelaksanaan tertunda2 padahal tujuannya program tersebut sebetulnya
baik.

2. Budaya Jam Karet

Selain dari beliau saya sudah beberapa kali bertemu dengan orang asing
Yang pernah ke Indonesia ketika saya tanya kebudayaan apa yang menurut
anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab jam Karet! Saya
tertawa tapi sebetulnya malu dalam hati, Sudah sebegitu parahkah
disiplin kita ?.

3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?)

Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakansekarang kenapa ditunda
besok? Saya pernah malu juga oleh tudingan Sensei saya sendiri tentang
orang Indonesia. Beliau mengatakan, Orang Indonesia mempunyai budaya
menunda-nunda pekerjaan.

4. Umumnya tidak mau turun ke Lapangan

Beliau mencontohkan ketika dia mau memberikan pelatihan kepada para
petani, pendampingnya dari direktorat pertanian datang dengan safari
lengkap padahal beliau sudah datang dengan "work wear" beserta sepatu
boot. Pejabat tersebut hanya memberikan petunjuk tanpa bisa turun ke
lapangan, kenapa? Karena mereka datangnya pakai safari dan ada yang
berdasi. Begitulah beliau menggambarkan orang Indonesia yang hebat
sekali dalam bicara dan memberikan instruksi tapi jarang yang mau turun
langsung ke lapangan.

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering dinina
bobokan oleh istilah Indonesia kaya,masyarakatnya suka gotong royong,
ada pancasila,agamanya kuat, dll. Dan itu hanyalah istilah, kenyataannya
bisa kita lihat sendiri. Ternyata negara kita hancur2an, bahkan susah
untuk recovery lagi, mana sifat gotong royong yang membuat negara
seperti korea bisa bangkit kembali. Kita selalu senang dengan istilah
tanpa action.

Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik,akhirnya waktu
terbuang percuma tanpa action. Karena belum apa2 sudah ramai duluan.
Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan2 kita dan tidak
selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan
terus seperti ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik
minimal untuk disebut negara beradab dan tetap terbelakang disegala
bidang.

Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua,
terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah
diri untuk menjadi yang lebih baik.

NB:

Kita perlu refleksi dan berusaha untuk memperbaiki kekurangan kita
masing-masing, Meminjam istilah dari Aa Gym, lebih baik kita pakai
formula

3-M yang menurut saya cukup baik:

M-1 = Mulai dari hal yang kecil.
M-2 = Mulai dari diri kita sendiri.
M-3 =Mulai dari saat/ sekarang ini.

Budaya Kerja dan Pikiran Bawah Sadar


Bicara budaya kerja sangat menarik, karena terkait dengan pola pikir (atau paradigma berpikir) yang merupakan hasil kerja dari PIKIRAN BAWAH SADAR, yang sebenarnya menguasai 88% pola kehidupan sehari-hari seorang manusia. 

Sehingga, sistem dan teknologi produksi baru (misalnya GKM) sering tidak berfungsi dalam operasi di suatu organisasi produksi, karena setiap perubahan kerja sebenarnya menuntut perubahan budaya kerja (baca: menuntut perubahan pola pikir rutin maupun perubahan paradigma berpikir). 

Jadi:
1. Setiap orang akan meraih apa yang ada dalam pikirannya.
2. Keberhasilan sistem atau teknologi baru, sangat bergantung pada kesiapan perubahan pola pikir manusia (social) yang akan menggunakannya.
3. Esensi Teknologi dan Manajemen adalah MANUSIA.
4. Esensi perubahan (yang utama dan pertama) adalah menyiapkan
MANUSIANYA.
5. Untuk merubah pola pikir manusia diantaranya bisa melalui proses BRAINWASHING (MEMPROGRAM OTAK BAWAH SADAR) - yang merupakan bagian dari bidang ilmu Neuro Science (Neuro Linguistic Program) atau Cognitive Psychology.
 


Tuesday, March 26, 2013

Gegar Masa Depan Lagi?

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.
(twitter@andrewenas)


“Forecasting the future can be dangerous because you are often forced to face realities that can only be dealt with via painful change. You may need to change your ideas about what is possible.”– James Canton, Ph.D., The Extreme Future, 2007.

***

     Baru-baru ini perusahaan raksasa consumer-goods Unilever dikabarkan telah setuju untuk mengakuisisi OAO Concern Kalina (sebuah perusahaan pembuat produk perawatan kulit asal Rusia) senilai 21,5 miliar rubel, atau setara US$694 juta. Corporate-action ini dimaksudkan demi menggenjot pertumbuhan pasar negara berkembang. Menurut CEO Unilever, Paul Polman, akuisisi ini akan membuat Unilever berada di posisi terkemuka dalam bisnis perawatan kulit, rambut, serta perawatan mulut. Di samping itu, masih ada 2 perusahaan Rusia yang diincar Unilever, yakni Black Pearl (produk perawatan wajah) dan Silky Hands (krim) dengan total transaksi sebesar 16,7 miliar rubel. Disinyalir aksi global korporasi ini demi memperluas pasar di negara berkembang menyusul meningkatkan persaingan dan lesunya penjualan di Eropa Barat dan Amerika Utara.

     Di arena bisnis alat telekomunikasi (yang telah melebur dengan bidang entertainment, office-tools, library, dll) ditandai dengan maraknya penjualan iPhone 4S, produk terbaru Apple yang sekaligus merupakan warisan terakhir  Steve Jobs, yang telah mencapai angka 4 juta unit sampai pertengahan Oktober 2011 di pasar: Amerika Serikat, Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang dan Inggris. Selain memang ada peningkatan kinerja produknya, dikabarkan iPhone 4S ini memiliki kelebihan kecepatan prosesor, teknologi pengenal suara dan kualitas kamera yang lebih baik dibanding tipe pendahulunya iPhone 4, larisnya produk anyar dari Apple ini juga mengandung aspek emosional para pelanggan sepeninggal pendiri Apple, sang pemimpin kharismatik Steve Jobs, yang barusan wafat setelah beberapa tahun berjuang melawan kanker pankreas yang dideritanya.

***

     Dalam penerawangannya ke tahun 2025, salah satu indeks masa depan ekstrim menurut James Canton (The Extreme Future: The Top Trends That Will Reshape The World In The Next 20 Years, 2007) disebutkan, “Ratio of women to men in the workforce: 2:1” dan, “Percentage of Americans living past the age of 100: 25” lalu, “Percentage of Americans living past the age of 100 who are women: 80” dan yang menarik soal penampilan, “Rank of plastic surgery as a household expense after food: 2” serta perilaku harian  dalam menghabiskan waktu, “Average number of hours daily each American watches TV on the internet: 10”. Ini fenomena yang luar biasa dampaknya.

     Dan, beberapa gejala tadi ditengarai bakal muncul di dalam suatu konstelasi pemasaran global yang dicirikan oleh 5 faktor yang – menurut James Canton – kuat mempengaruhi bentuk masa depan secara ekstrim, yaitu: 1) Kecepatan (Speed). Tingkat percepatan perubahan bakal membutakan, mencakup hampir segala hal, dan menyentuh setiap aspek kehidupan kita. 2) Kompleksitas (complexity). Lompatan besar dalam hal jumlah kekuatan-kekuatan yang sekilas nampaknya tak berhubungan satu sama lain, padahal dampaknya bisa langsung kepada gaya hidup kita, pekerjaan dan keamanan pribadi maupun nasional. 3) Resiko (risk). Banyak resiko baru, juga resiko lebih besar serta ancaman mulai dari terorisme, kriminalitas sampai perekonomian global yang  terus bertegangan tinggi yang bakal membayangi setiap aspek kehidupan manusia. 4) Perubahan (change). Penyesuaian-penyesuaian drastis di dalam pekerjaan, komunitas, dan relasi-relasi bakal memaksa kita untuk senantiasa cepat dalam beradaptasi terhadap perubahan-perubahan radikal. 5) Kejutan (surprise). Terkadang kejutan yang baik, tapi kerap juga sulit dibayangkan bakal seperti apa kejutannya. Pendeknya, surprises akan menjadi daily-features kita, dan kejutan-kejutan itu akan senantiasa menantang daya indera dan logika kita.

***

     Berkat kemajuan di dunia kesehatan, manusia bakal memperpanjang usia, dalam di dalam umur panjang itu manusia digerakan oleh hasrat untuk bisa menikmati dan memaknai hidupnya seoptimal mungkin. Maka gerak pemasaran global bakal dipicu dan sekaligus diarahkan terhadap upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan menggoda (teasing-questions) seperti misalnya: What does it mean for the future of entertainment if 80% of consumers are on the internet downloading games, video, music, and information? What does it mean for the future of health care if 90% of consumers want tests or reveal their genetic destiny? What does it mean for industry and society if 100 million consumers control $20 trillion of assets and want to live to age 100 as healthy and active as they can be? What does it mean to global peace and security if terrorists, drug dealers, and organized crime link up to attack the world’s institutions?  What does it mean to global growth and productivity if we do not discover new energy sources as oil supplies are dwindling? What is the future of society if global warming and climate change are not resolved by 2050, when there will be close to 9 billion people on the planet?

     Pertanyaan-pertanyaan yang imperatif bagi para global-marketers. Gegar masa depan (future shock) akan berakibat gegar budaya (culture shock) jika kita tidak mengantisipasi jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan kritis-kreatif (dan menggoda) seperti itu. Sudah pada galibnya memang, kebudayaan manusia bergerak dan berkembang dipicu oleh rasa penasarannya sendiri. Menjawab tuntutan hasrat hatinya, “there is no reason not to follow your heart..” kata Steve Jobs. Dan jeritan pertanyaan-pertanyaan ini bukanlah ditujukan kepada rumput yang bergoyang.




(twitter@andrewenas)
-----------------------------------------------------------
Artikel dari Majalah MARKETING edisi November 2011




STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
Email: strategicmanagementservices@yahoo.com

Related Posts