[Artikel] Bagaimana saya memecahkan masalah ini
Sumber: http://hadynur.wordpress.com/2009/12/16/bagaimana-saya-memecahkan-masalah-ini/
Si Budi, karyawan sebuah perusahaan manufaktur elektronik baru saja mendapatkan promosi kenaikan golongan tahun ini. Tadinya, hanya seorang “Assiten supervisor”, kini menjadi “Supervisor penuh”. Masa kerjanya sudah lebih dari dua tahun dan kinerjanya yang baik, cukup menjadi alasan mengapa si Manajer memberikan “bonus” berupaka kenaikan golongan di tahun ini.
Tetapi, bukan berarti si Budi bisa berleha-leha. Ada banyak project yang dilimpahkan kepadanya, bahkan bulan depan ia telah ditunjuk sebagai “project leader” untuk sebuah proyek peningkatan kualitas produk.
Nah, disinilah Budi mengalami beberapa hambatan. Ia tadinya berfikir bahwa menjadi “project leader” hanya perlu komunikasi dan komunikasi. Oh ! Ternyata tidak, banyak hal dilapangan yang tidak sesuai dengan perencanaan yang dibuat bersama tim. Ia harus merumuskan kembali, menganalisa masalah, memperbaiki dan membuat terobosan-terobosan baru.
Haiiya…! Dan, Budi berhasil.
Apa kuncinya? Budi menggunakan pendekatan P-D-C-A sebagai proses penyelesaian masalah. Dalam bahasa pengendalian kualitas, P-D-C-A dapat diartikan sebagai proses penyelesaian dan pengendalian masalah
dengan pola runtun dan sistematis. Secara ringkas, ia berarti:
1. P (PLAN = Rencanakan)
Artinya merencanakan SASARAN (GOAL=TUJUAN) dan PROSES apa yang dibutuhkan untuk menentukan hasil yang sesuai dengan SPESIFIKASI tujuan yang ditetapkan. PLAN ini harus diterjemahkan secara detil dan per sub-sistem.
2. D (DO= Kerjakan)
Artinya MELAKUKAN perencanaan PROSES yang telah ditetapkan sebelumnya. Ukuran-ukuran proses ini juga telah ditetapkan dalam tahap PLAN.
3. C (CHECK=Evaluasi)
Artinya melakukan evaluasi terhadap SASARAN dan PROSES serta melaporkan apa saja hasilnya.
4. A (ACT = Menindaklanjuti)
Artinya melakukan evaluasi total terhadap hasil SASARAN dan PROSES dan menindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan. Proses ACT ini sangat penting artinya sebelum kita melangkah lebih jauh ke proses perbaikan
selanjutnya.
Nah, bagaimana dengan Anda, apakah di perusahaan Anda sudah melakukan hal yang serupa? Selain PDCA, masih banyak lagi problem solving process method yang lain.
Sunday, March 11, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Kamar mandi / toilet biasanya dilengkapi dengan perlengkapan untuk buang air kecil maupun besar. Kamar mandi yang dilengkapi dengan urina...
-
Pabrikan Sepatu Olahraga PT Nikomas Tawarkan "Resign" Sukarela ke 1.600 Karyawannya, Kemenaker: Itu Tidak Dibenarkan Kompas.com -...
-
By Martin Murray, SAP is the number one vendor of standard business application software and the third largest software supplier in the w...
-
Susul Google, Perusahaan Software SAP Bakal PHK 3.000 Karyawan Perusahaan sofware asal Jerman, SAP, akan melakukan pemutusan hubungan kerja...
-
Toko Online PHK 18.000 Orang, Punya Robot Pengganti Manusia 05 January 2023 17:50 Namun jauh sebelum melakukan PHK besar-besaran tersebut, A...
No comments:
Post a Comment